GMAT adalah

Serba-Serbi GMAT Adalah: Definisi, Fungsi, dan Tips Lolos Tes

Apakah kamu tahu tentang GMAT? Bagi kamu yang ingin menempuh program pendidikan magister atau master, kamu akan menghadapi tes ini. Tentunya, tes ini merupakan penentu untuk kamu dalam lulus seleksi universitas di luar negeri. 

Sebelumnya, kamu mungkin sudah mengenal tentang tes TOEFL dan IELTS. Namun, tes GMAT ini ibarat tes next-level dari kedua tes tersebut, loh. So, kita langsung aja tentang beberapa poin penting dari tes ini.

Definisi dan Tujuan GMAT

Dilansir dari suneducationgroup.com, Graduate Management Admission Test adalah tes yang menguji kemampuan akademik dalam bahasa Inggris. Kemampuan yang diuji tersebut adalah kemampuan analisis, matematika, dan bahasa. Tentunya tes ini berbasis Computer Adaptive Test (CAT).

Pada awalnya, GMAT dibuat pertama kali pada 1954. GMAT merupakan merek dagang yang terdaftar dari Graduate Management Admission Council (GMAC). Saat itu, GMAT dibuat oleh perwakilan dari beberapa perguruan tinggi ternama di dunia, seperti Universitas Harvard dan Columbia. Namanya juga dulu berbeda dari yang kini, yakni Tes Penerimaan untuk Studi Pascasarjana dalam Bisnis (ATGSB). Tujuan utama tes ini adalah meningkatkan kemampuan kamu dalam analytic thinking dan problem solving. Selain itu, tes ini juga merupakan persyaratan untuk kamu dalam menempuh program studi manajemen dan bisnis. 

Fungsi GMAT

Pada umumnya, fungsi dari GMAT adalah mempersiapkan calon mahasiswa S2 agar bisa menerima ilmu dan keterampilan tentang program studi yang diikutinya, yakni manajemen, bisnis, atau akuntansi. 

Ditambah, tes ini dapat digunakan untuk mendaftar sekolah bisnis di AS. Dilansir dari lister.co.id, terdapat 90% yang menerima skor GMAT atua GRE. Namun, ada banyak sekolah bisnis yang lebih memilih tes ini daripada GRE, yakni:

  1. Mereka lebih menyukai jenis soal di GMAT, tepatnya bagian penalaran kuantitatif dan integrasi. Hal ini bisa menguji keterampilan dan pengetahuan lebih langsung terkait dengan apa yang perlu kamu ketahui agar berhasil di sekolah bisnis. Jadi, kamu tidak akan kaget ketika menjadi mahasiswa S2 di sekolah tinggi bisnis di luar negeri. 
  2. Sebagian pihak universitas meyakini bahwa calon mahasiswa S2 yang melampirkan skor GMAT akan berkomitmen pada jalur karir itu. 

Ciri-Ciri GMAT

Berbeda dengan tes GRE, GMAT memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:

  1. GMAT mencakup tiga bagian ujian yang meliputi integrated reasoning, qualitative, dan verbal. Soal-soalnya juga meliputi tentang analisis bisnis, tabel, grafik, pengetahuan umum, serta wawasan umum terkait masalah ekonomi dan bisnis. 
  2. Rangkaian tes juga lebih penalaran kuantitatif dan bisnis, seperti Quantitative Reasoning, Integrated Reasoning, Analytical Writing Assesment dan Verbal Reasoning.
  3. Struktur matematika pada GMAT juga berbeda dari tes GRE dengan durasi sekitar 75 menit dan jumlah soal sekitar 37 pertanyaan. Lalu, topik utama tentang soal matematika, yakni menghitung, pecahan, proporsi, set, geometri, trigonometri, persamaan, formular, konsep perimeter, luas, keliling, median, dan lain-lain. 
  4. Kamu tidak diizinkan menggunakan kalkulator dalam mengerjakan ujian.
  5. Topik yang diusung dalam soal lebih banyak daripada tes GRE.
  6. Tingkat kesulitan sangat tinggi daripada tes GRE.
  7. Sertifikat GMAT berlaku selama 5 tahun.
  8. Biaya tes GMAT secara keseluruhan adalah $250-275.  

Komponen-komponen Soal GMAT

Sebelumnya, kita sudah mengetahui rangkaian tes GMAT. Dilansir dari avaneducation.com, secara detail, jenis-jenis soal GMAT, yakni:

1. Analytical Writing Assessment Test

Dalam bagian ini, kamu akan diuji dengan menulis esai. Esai yang dimaksud adalah analisis, kritik, atau opini tentang suatu isu bisnis atau ekonomi suatu negara. Tes ini berdurasi sekitar 30 menit untuk menuliskan 1 esai.

2. Integrated Reasoning Test

Dalam tes ini, kamu akan menghadapi suatu soal yang berhubungan dengan menganalisis data melalui grafik dan tabel. Tes ini akan mengetahui cara kamu membaca, memahami, dan menganalisis. Durasi yang diberikan untuk kamu menjawab soal-soal ini adalah 30 menit. 

3. Quantitative Reasoning

Apakah kamu suka matematika? Mungkin, kamu tidak pernah mengeluh jika menemukan soal ini. Quantitative reasoning adalah soal-soal yang berisi topik tentang matematika dasar, seperti aljabar, aritmatika, dan geometri. 

Dalam jenis soal ini, terdapat dua model pertanyaan, yakni data sufficiency dan problem solving. Model data sufficiency adalah model soal yang menampilkan berbagai data dan informasi yang saling terkait. Kamu akan diuji untuk menemukan informasi yang relevan. Model pertanyaan problem solving adalah model yang menentukan jawaban secara pilihan ganda tentang aljabar dan geometri. Durasi soal sekitar 75 menit.

4. Verbal Reasoning

Pada bagian ini, kamu akan diuji melalui kemampuan membaca, memperbaiki kalimat, dan menganalisis teks. Dari hal ini, kamu perlu menguasai bahasa Inggris secara fasih dan aktif. Total soal sekitar 41 pertanyaan yang berbentuk pilihan ganda dalam waktu 75 menit. 

5 Tips Mengerjakan GMAT, Auto Skor Tinggi!

Perlu diketahui, bahwa skala nilai atau skor pada tes ini berkisar antara 200 – 800. Tentunya, kamu harus mempersiapkan tes ini sebaik mungkin. So, ada beberapa tips untuk mempersiapkan GMAT, diantaranya:

1. Pahami Rangkaian Tes

Tentunya, ketika kita ingin ujian tertentu, maka kita perlu memahami bagian atau rangkaian tes tersebut. Pada poin sebelumnya, kamu bisa memahami gambaran-gambaran soal yang akan terjadi pada GMAT. 

2. Kalau Perlu, Tebak Jawaban

Diketahui, tes yang kamu kerjakan memiliki waktu yang singkat. Maka dari itu, kamu perlu menjawab soal secara efisien dan efektif. Tips penting adalah kamu bisa menebak jawaban dengan percaya diri apabila kamu buntu. Namun, jangan terlalu banyak menebak jawabannya, ya. 

3. Belajar Mandiri

Dalam persiapan GMAT, kamu butuh belajar baik mandiri ataupun program mentoring. Kamu bisa belajar mandiri dengan mengikuti latihan soal-soal ini yang tersedia di YouTube atau media sosial. Kamu juga bisa belajar dari buku atau sumber online untuk mengerjakan soal-soal latihan GMAT.

4. Disiplin Belajar

Buatlah jadwal secara konsisten untuk meningkatkan progress dalam belajar GMAT. Kamu bisa menentukan jadwal belajar secara berkala, seperti 2 jam latihan soal dalam sehari. Dengan menjadwalkan kegiatan belajarmu, kamu bisa mudah memanajemen waktu dengan efektif dan efisien. 

5. Gunakan Scratch Pad dengan Baik

Dalam mengerjakan GMAT, kamu akan diberikan suatu kertas lapis plastik untuk menulis atau menghitung soal. Di Indonesia, kertas ini biasa disebut kertas coretan. Pastikan kamu memanfaatkan scratch pad dengan baik. Contohnya, kamu bisa menggunakan untuk menulis poin-poin penting paragraf, kerangka esai, dan menghitung soal matematika. Dengan memanfaatkan kertas ini, kamu bisa mengefisienkan waktu pengerjaan.

Itulah beberapa informasi mengenai GMAT. Selain persiapan yang matang, kamu perlu meminta restu orang tua terlebih dahulu dalam mengerjakan tes ini. Tidak lupa untuk berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa agar dipermudah segala urusannya. Apakah kamu ingin mencoba ikut tes ini?

Selengkapnya
Tips Belajar Bahasa Jerman Otodidak

5 Tips Belajar Bahasa Jerman Otodidak, Mulai Dari Nol!

Siapa nih yang tertarik belajar bahasa Jerman otodidak? Pastinya, ada tantangan tersendiri ketika kamu belajar mandiri, khususnya bahasa jerman. Meski begitu, cara belajar otodidak adalah hal yang menyenangkan karena kamu bisa menentukan jam belajar secara fleksibel. 

Perlu diketahui, teknik belajar otodidak adalah metode belajar bagi orang dengan menggunakan cara belajarnya secara mandiri. Banyak orang yang menggunakan teknik ini karena beberapa alasan, seperti kenyamanan, ketenangan, ataupun kendala finansial untuk membeli kelas bahasa jerman. 

Nah, dipikir-pikir, “kenapa sih kita perlu mempelajari bahasa jerman? Apa gunanya dengan hidup kita?” Mungkin itu yang terlintas di benak kamu. Nah, ada beberapa hal yang patut diketahui dalam mempelajari bahasa jerman. 

Manfaat Belajar Bahasa Jerman

Untuk menjawab pertanyaan kamu pada paragraf sebelumnya, adapun beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan jika belajar bahasa jerman.

1. Berpotensi Besar untuk Bekerja di Jerman

Apakah kamu bercita-cita bekerja di luar negeri? Pastinya asyik sekali bisa menikmati indahnya dan suasana kerja yang berbeda dari dalam negeri. Tentunya hal itu bisa kamu tempuh dengan belajar bahasa, salah satunya bahasa jerman. Namun, jika kamu ingin tetap di dalam negeri, kamu juga akan berpeluang besar untuk bekerja di perusahaan Jerman yang ada di Indonesia, seperti BMW, Audi, atau perusahaan lainnya. 

Maka dari itu, kemampuan bahasa jerman kamu perlu diasah untuk mendapatkan kemudahan dalam memperoleh kerja di Jerman. Tidak hanya itu, manfaat belajar bahasa Jerman dapat memberi nilai lebih di mata rekruter.

2. Berpeluang Besar untuk Jalin Mitra Bisnis dengan Perusahaan Luar Negeri

Apakah kamu berposisi sebagas Humas atau posisi yang berhubungan dengan partnership? Selain kemampuan komunikasi yang baik, posisi ini diperlukan kualifikasi yang mampu menguasai bahasa asing, seperti bahasa inggris dan bahasa lainnya, salah satunya bahasa jerman. Ditambah, jika perusahaan kamu butuh seseorang yang bisa menjalin ke perusahaan luar negeri, pastinya itu menjadi tantangan untuk kamu.

Dengan belajar bahasa jerman, kemungkinan besar kamu bisa menjalin mitra bisnis dengan perusahaan luar negeri. Tentunya, peluang lain kamu bisa menjalin perusahaan skala besar di Jerman. WOW!

3. Kesempatan Studi di Jerman

Dilansir dari siapbelajar.com, The Campus Advisor mengumumkan ada 10 negara dengan pendidikan terbaik khusus perguruan tinggi di dunia tahun 2022. Pada peringkat ke-4, terdapat negara Jerman dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia, khususnya perguruan tingginya. 

Kabar baik melihat hal ini bagi kamu yang ingin melanjutkan studi di Jerman. Bahkan, Almarhum B.J. Habibie pernah menyelesaikan studinya di Jerman, tepatnya RWTH Aachen University. 

4. Bahasa Jerman Disebut Bahasa Sains

Kamu mungkin melihat ada banyak orang Jerman yang menjadi ilmuwan kelas dunia, contohnya Albert Einstein. Dengan hal ini, banyak karya ilmiah yang berbahasa Jerman. Dengan belajar bahasa Jerman, kamu bisa cepat memahami literatur tersebut. Tidak hanya itu, belajar bahasa Jerman bisa memudahkan kamu dalam membaca puisi, filsafat, atau karya sastra berbahasa Jerman.

5. Mudah dalam Perjalanan Luar Negeri

Ada banyak negara yang mengadaptasi bahasa Jerman sebagai bahasa negaranya, seperti Austria, Belgia, Swiss, dan Jerman. Jangan bingung ketika kamu datang ke negara-negara itu. Jika kamu tidak menguasai bahasa jerman, mungkin kamu akan tersesat di negara orang. Untuk itu, selain menikmati keindahan alam, kamu bisa menggunakan bahasa jerman untuk mendapat relasi di sana. 

5 Tips Belajar Bahasa Jerman Otodidak Mulai dari Nol

Ada satu hal yang patut dipahami bahwa belajar bahasa Jerman dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Bagi kamu yang ingin belajar bahasa Jerman secara otodidak, ada beberapa tips yang perlu kamu lakukan, diantaranya:

1. Mempelajari Dasarnya Dulu

Setiap belajar bahasa asing, pastinya kita akan diarahkan untuk belajar dasarnya dulu. Pastikan, mempelajari pelafalan-pelafalan huruf, seperti 4 huruf unik yang disebut umlaut (Ä Ö Ü ß). Perhatikan, perbedaan pengucapan setiap hurufnya dan pengucapan setiap kata. Setelah itu, kamu bisa lanjut untuk belajar kata-kata dasar.

2. Kuasai Kata-kata Dasar

Beragam jenis kata yang perlu dipahami dalam bahasa jerman baik kata benda, kata kerja maupun kata sifat. Supaya cepat mengingatnya, kamu bisa menamakan beberapa benda yang ada di sekitar kamu. Jika ada tag atau label, kamu bisa menempelkan kata-kata dari bahasa jerman yang sesuai dengan bendanya. 

Lalu, untuk kata kerja, kamu bisa menghafal kegiatan-kegiatan yang sering kamu lakukan, seperti berlari, berenang, bermain, dan lainnya. Jika kata sifat, kamu bisa melabeli beragam emoji yang ada di handphone kamu, seperti senang, sedih, nangis, marah, dan lainnya. 

3. Menonton Film/Series Jerman

Belajar akan lebih mudah jika kita menggunakan cara yang kita senangi. Contohnya adalah menonton film. Cobalah untuk menonton film yang berbahasa Jerman, seperti Lola Course, Living, Coffee in Berlin, atau Goodbye Lenin. Jika kamu masih bingung, kamu bisa menggunakan fitur subtitle/teks untuk memudahkan kamu dalam mencatat setiap kosakata yang diutarakan oleh aktor/aktris film tersebut. 

4. Pergunakan Aplikasi Belajar Bahasa

Saat ini, ada banyak aplikasi yang menawarkan layanan belajar bahasa asing. Salah satu aplikasi tersebut adalah Erste Schritte in Deutschland yang dikembangkan oleh Goethe Institut. Selain itu, ada banyak aplikasi lainnya yang menawarkan layanan menarik dalam belajar bahasa Jerman. 

5. Cari Teman Belajar atau Komunitas Belajar Bahasa Jerman

Apakah kamu tidak ingin belajar sendirian? Kamu bisa mencari teman belajar bahasa Jerman yang sefrekuensi dengan kamu. Dengan teman belajar, kamu akan lebih cepat memahami kosakata, pragmatic, atau kalimat dalam bahasa Jerman. 

Selain itu, kamu lebih senang dan tertarik untuk belajar dan berlatih percakapan dengan teman belajar. Kamu bisa mencari teman belajar di komunitas yang tersebar di Telegram, Line, atau Instagram. Jika sudah masuk, pastikan kamu aktif dalam berkontribusi di komunitasmu, ya. 

6. Bonus! Belajar Bahasa Jerman di Magna Education

Siapa sangka kalau website ini menyediakan pembelajaran bahasa Jerman terbaik? Kamu bisa memilih beragam course yang sesuai dengan kebutuhan kamu, seperti Persiapan Kuliah di Jerman, Kursus Bahasa Jerman, Persiapan Studienkolleg, dan lainnya. Tentunya, Magna Education memberikan beragam manfaat untuk mendukung pembelajaran bahasa Jerman kamu, seperti konsultan pendidikan profesional, metode pembelajaran berstandar internasional, dan tim akademik yang berkualitas. WOW!

Itulah beberapa informasi tentang tips belajar bahasa Jerman otodidak yang wajib kamu ikuti. Oh iya, jika kamu penasaran dengan kursus belajar bahasa Jerman, konsultasi gratis bersama konsultan profesional, yuk! Kunjungi laman https://www.magnaeducation.id/contact/ 

Selengkapnya
Tes GRE

Ingin Daftar S2 Luar Negeri? Pahami Tes GRE dan Tips Dapat Skor Tingginya

Apa kamu tahu tentang tes GRE? Mengapa pendaftar S2 luar negeri harus mengikuti tes tersebut? Tentunya banyak pertanyaan yang perlu diutarakan soal tes GRE, khususnya kamu yang ingin mendaftar S2 di luar negeri.

Setelah kamu mengetahui tes IELTS dan TOEFL di luar negeri, kamu juga perlu memahami tes GRE yang katanya lebih sulit daripada tes GMAT. Apa sih tes GRE?

Definisi Tes GRE

Secara sederhana, tes GRE (Graduate Record Exam) adalah tes wajib dan standar yang digunakan untuk masuk ke program magister atau strata-2 di luar negeri. Tes ini sering kali diuji untuk calon magister yang ingin berkualiah di luar negeri baik benua Eropa maupun Amerika. 

Berbeda dengan tes TOEFL atau IELTS, tes GRE merupakan tes berbahasa inggris yang mampu mengukur kemampuan akademik dan meyakinkan bahwa mahasiswa dapat melanjutkan sekolah dengan baik. Diketahui, tes ini memiliki tiga tes, yakni analytical writing, verbal dan kuantitatif. 

Selain itu, teknik mengerjakan tes juga berbeda-beda di setiap negara. Jika melihat teknik tes di Indonesia, maka tes dilaksanakan dengan menggunakan komputer. Jadi, kamu perlu beradaptasi dengan teknik tersebut, ya. 

Tujuan Tes GRE

Dilansir dari avanaeducation.com, tes GRE bertujuan untuk menguji kemampuan dari calon mahasiswa S2 dengan penalaran verbal, matematis, dan analitis. Perlu diingat, tes ini memiliki masa berlaku 5 tahun. Jadi, kamu perlu mempersiapkan tes ini dengan sungguh-sungguh. 

Ketentuan dari tes ini juga hamper sama dengan tes TOEFL. Calon mahasiswa bisa mengikuti ujian lagi sampai mendapatkan skor paling tinggi. Tes ini terbuka untuk setiap orang di seluruh dunia. Bahkan, tes ini bisa dilakukan oleh penyandang disabilitas dan orang dengan gangguna kesehatan. 

Komponen-komponen Tes GRE

Dilansir dari vistaeducation.com, calon mahasiswa akan diuji dengan 3 komponen tes dari GRE, yakni:

1. Verbal Reasoning

Dalam tes ini, kamu akan diuji dalam menganalisa dan mengevaluasi bahan tulisan, menguatkan informasi yang didapatkan, serta mencari korelasi paragraft atau komponen kalimat. Tes ini terdiri dari dua set, dengan masing-masing set berisi 20 soal. Durasi pengerjaan biasanya 30 menit dengan total waktu pengerjaan sekitar 1 jam.

2. Quantitative Reasoning

Apakah kamu suka dengan angka-angka? Maka, kamu akan mendapat komponen tes ini sebagai pilihannya. Kamu akan diminta untuk menyelesaikan masalah dengan analisis aritmatika, geometri, aljabar, dan analisis data.

Diketahui, tes ini memiliki total 40 soal yang dibagi sama banyak dalam 2 set. Durasi pengerjaan tes adalah 35 menit. 

3. Analytical Writing

Jika kamu menguasai penulisan, maka kamu akan mudah menghadapi komponen tes ini. Analytical writing adalah komponen tes GRE yang menguji kemampuan calon mahasiswa dalam berpikir kritis, menulis analisa, artikulasi, dan ide-ide pendukung.

Kamu akan diminta untuk membuat dua buah esai. Esai pertama akan menguji kemampuan calon mahasiswa dalam memandang suatu isu atau topik. Sedangkan, esai kedua akan menguji kemampuan analisis suatu argumen. Tes ini berlangsung selama 30 menit untuk masing-masin esai. 

Lalu, kamu juga perlu mengetahui mata pelajaran yang diikuti dari tes GRE ini, yakni literatur inggris, matematika, fisika, kimia, biologi, dan psikologi. Tentunya, komponen-komponen tes tersebut dapat membantu kamu dalam mengambil program pascasarjana di luar negeri.

Biaya Tes GRE

Perlu diketahui, kamu bisa mengikuti tes GRE yang tersebar dari 1.000 lokasi pusat ujian yang berada di lebih dari 160 negara. Biaya tes juga berbeda-beda di setiap negaranya. Contohnya, biaya tes di Australia, Cina, India, Nigeria, dan Turki sebesar $255. Tes bisa berbasis komputer ataupun cetak yang bisa kamu ulang kapan saja setelah 21 hari. 

Tips Sukses Dapat Skor Tinggi pada Tes GRE

Setelah mengetahui informasi ujian ini, maka kamu harus mampu menyelesaikannya dengan skor tinggi. Hal ini bisa mempermudah kamu dalam masuk program pascasarjana di luar negeri. Jadi, apa saja tips sukses dapat skor tinggi pada tes ini? Berikut ulasannya.

1. Latihan Menulis

Berlatih adalah kunci. Kata-kata itu adalah motivasi untuk sukses dalam tes GRE. Kemampuan menulismu akan semakit meningkat apabila kamu sering berlatih. Kamu bisa menulis satu topik yang kamu kuasai atau minati. Contohnya, kamu berminat menulis topik psikologi, maka kamu bisa meriset tentang isu-isu terkini soal psikologi. Sebelum menulis, pastikan kamu rajin membaca buku dengan topik yang kamu senangi, ya. 

2. Gunakan Uji Coba Tes GRE

Ada kalanya, platform persiapan beasiswa menyediakan uji coba tes. Nah, kamu bisa meriset terlebih dahulu platform yang menyediakan hal tersebut. Dengan mengikuti uji cobanya, kamu bisa mendapatkan pengalaman selama mengerjakan tes ini. Kamu juga mendapat gambaran tentang soal-soal dalam tes ini. Kamu tidak perlu khawatir jika kamu mendapat skor kecil. Sebab, kamu bsia memperbaikinya dengan belajar, belajar, dan belajar.

3. Persiapkan Waktu Belajar 

Hal yang paling menantang bagi generasi muda adalah manajemen waktu. Sebab, manajemen waktu penting untuk kita dalam memaksimalkan produktivitas dari kegiatan-kegiatan hebat. Maka dari itu, kamu perlu menyeimbangkan waktu antara belajar dan bermain.

Please, jangan asal belajar tanpa ada jadwal waktu yang tepat. Untuk itu, kamu bisa membagi waktu belajar GRE, seperti metode belajar interval. Contohnya, kamu bisa berlatih soal kuantitatif selama 20 menit, lalu istirahat selama 10 menit. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan latihan menulis selama 20 menit, lalu istirahat selama 10 menit. 

4. Sering Membaca Contoh Soal GRE

Seperti halnya UTBK/SBMPTN, kamu perlu berlatih dengan sering membaca soal GRE. Nah, untuk mendapatkan soal tersebut, kamu bisa melakukan pencarian via Google, YouTube, atau mengikuti komunitas GRE di Telegram/Line. Untuk komunitas, kamu bisa mendapat keuntungan dobel, yakni menambah wawasan dan relasi. 

5. Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris 

Meskipun kamu tahu tentang bahasa inggris, bukan berarti kamu menyepelekan pada tes GRE, ya. Hal ini dilakukan agar sesi tes analytical writing kamu berjalan dengan baik dan dapat skor tinggi. Kamu bisa mengikuti kursus bahasa inggris untuk memperbaiki tata bahasa atau membeli buku tentang grammar. 

6. Kuasai Soal Kuantitatif

Seperti yang dijelaskan tadi, bahwa ada tes yang bernama quantitative reasoning. Maka dari itu, kamu perlu menguasai tes ini, khususnya algoritma, aljabar, penalaran kuantitatif, dan geometri. Tidak apa-apa jika kamu membuka kembali buku matematika SMA untuk mengetahui soal-soal tersebut. 

Itulah beberapa informasi tentang tes GRE. Kunci penting untuk mendapatkan skor tinggi dalam tes ini adalah berlatih, berlatih, dan berlatih. Selain itu, jangan lupa untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar selama GRE tes nanti bisa berjalan lancar. Jadi, apa lagi yang kamu tunggu? Segera buka meja belajarmu dan mulailah belajar GRE di Magna Education!

Selengkapnya