Huruf Jerman

Belajar Huruf Jerman: Ciri-ciri, Pelafalan, dan Tips Mudah Belajarnya

Apakah kamu sedang atau ingin belajar bahasa Jerman? Tentunya, belajar bahasa jerman, khususnya huruf Jerman memang agak unik daripada bahasa indonesia. Meskipun begitu, kamu bisa menambah kosakata baru sekaligus wawasan baru tentang bahasa jerman. 

Diketahui, huruf atau alfabet dalam bahasa jerman merupakan mata pelajaran dasar bagi pemula. Maka dari itu, kamu perlu mempelajari hal itu dengan seksama agar dapat menguasai beberapa kosakata atau kalimat dalam bahasa jerman. 

Ciri-Ciri Huruf Jerman

Diketahui, sebenarnya huruf-huruf dalam bahasa jerman memang hampir mirip dengan bahasa indonesia. Bedanya, ada beberapa pelafalan huruf yang harus ditingkatkan intonasi bacaannya. Maka dari itu, ada beberapa ciri atau karakteristik saat kamu mempelajari huruf jerman, diantaranya:

1. Mungkin akan Terdengar Kasar

Ketika kamu menonton film atau seri dari Jerman, mungkin kamu akan mendengar aktor atau aktrisnya melantunkan kalimat yang terdengar kasar dan tegas. Padahal, kalimat yang dibunyikan sebenarnya berarti baik atau positif. Diketahui, pengucapan itu sebenarnya terbilang benar berdasarkan penutur asli bahasa jerman. 

2. Huruf Jerman terdiri dari 26 Abjad

Diketahui, alfabet atau huruf dalam bahasa Jerman berjumlah 26 abjad. Ada beberapa abjad yang unik dan wajib kamu ketahui, yakni ä, ö, ü dan ß. Pelafalan dari abjad tersebut juga berbeda-beda. Ada yang pelafalan abjad harus kamu tinggikan intonasinya.

3. Ada Abjad yang Diucapkan dengan Cara Unik

Jika kamu belajar bahasa Rusia, maka ada beberapa kosakata yang menggunakan bagian tubuh tertentu agar terkesan seperti native speaker. Nah, dalam bahasa Jerman juga begitu, ada beberapa abjad yang harus diucapkan dengan menggunakan tenggorokan bagian belakang. Contohnya, kamu harus mengucapkan dengan metode tertentu ketika menyuarakan abjad g, ch, dan r.

4. Abjad “W” Terkesan “V”

Ketika kamu membaca poin ini, mungkin kamu berpikir, “Apakah orang jerman tidak bisa ngomong ‘W’? Sebenarnya orang Jerman bisa mengucapkan kata “W”. Namun, ada beberapa kosakata dalam bahasa Jerman (dengan salah satu kosakata ada huruf “W”) yang memang pengucapannya terdengar seperti “V”.

5. Abjad ß Tidak Pernah Digunakan pada Awal Kata/Kosakata

Uniknya, kamu tidak akan mendengar orang Jerman saat mengucapkan abjad ß di awal kata atau kosakatanya, loh. 

6. Semua Huruf Jerman Memiliki Ejaan Fonetis

Apa itu fonetis? Fonetis adalah bunyi bahasa yang membedakan makna. Jadi, di setiap huruf dalam bahasa Jerman memiliki fonetis yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan untuk mencegah miskomunikasi dan disinformasi saat dialog atau bercakap di media elektronik, seperti media sosial, internet, atau media digital lainnya.

Huruf-Huruf Jerman Dasar

Selain ciri-ciri dari huruf Jerman, kamu juga harus mempelajari beberapa huruf ini secara dasar. Di artikel ini juga tersaji tentang cara pelafalan abjad atau huruf dalam bahasa Jerman, loh. Langsung saja simak di bawah ini, ya!

Huruf JermanCara Pelafalan
A/aa
BbBe
Ccce
Ddde
Eee
Ffef
Ggge
Hhha
Iii
Jjyot
Kkka
Llel
Mmem
Nnen
Ooo
Pepe
Qqku
Rrer
Sses
Ttte
Uuu
VvFau
Yyueupsilon
Zztset

Lihat? Ada beberapa huruf yang dilafal berbeda dengan bahasa Indonesia. Selain itu, ada beberapa abjad jerman dengan penggunaan simbol tertentu. Simak lagi, yuk!

UmlautePelafalan
Ä = äae/e
Ö = öoe/ou
Ü = üUe
ßSs

Selain ada beberapa abjad dan umlaute, kamu juga akan melihat beberapa kosakata dari gabungan konsonan, kan? Nah, hal itu bisa kamu pelajari di bawah ini.

Gabungan KonsonanCara Pelafalan
St/shtSetelah mengucap s, kamu harus membaca ‘ht’ atau ‘t’ dengan melepaskan ke udara.
Sch/shMengucapnya dengan mendesis seperti ular.
Ch/shMendesis
Sp/shpSetelah mengucap s, kamu membaca kata “ch” seperti melepaskan ke udara.
Chs/xEks (seperti membaca huruf x)
Ph/fef (seperti membaca huruf f)
pf/pfhSetelah mengucap huruf f, hembuskan udara setelah huruf f.
th/chSeperti menghembuskan ke udara.

Itulah beberapa abjad jerman yang harus kamu pelajari. Setelah mempelajarinya, kamu akan lebih mudah untuk lanjut ke materi, seperti kosakata dan pembentukan kalimat dalam bahasa Jerman.

Tips Belajar Huruf Jerman dengan Simpel

Mungkin, kamu masih stuck dalam belajar bahasa Jerman. Maka dari itu, ada beberapa tips simpel untuk belajar huruf ini, diantaranya:

1. Pelajari Secara Interval

Ketika kamu menemukan huruf baru, mungkin kamu akan merasa pusing dan cepat lelah. Hal ini sebenarnya wajar bagi pemula. Oleh sebab itu, kamu harus mempelajari huruf-huruf bahasa Jerman secara interval atau bertempo. Meskipun terkesan mudah, kamu bisa memfokuskan pada pelafalan yang menurut kamu abjad itu sulit. 

2. Pakai Lagu atau Subtitle Film

Banyak orang yang belajar bahasa asing menggunakan film atau lagu. Sebab, film atau lagu merupakan media belajar sekaligus hiburan sehingga kita lebih mudah memahaminya. Beberapa lagu dalam bahasa Jerman yang bsia kamu coba, seperti Ist da jemand oleh Adel Tawil, Irgendwas oleh Yvonne Catterfeld, dan Gluck oleh Berge. Untuk film dalam bahasa Jerman, seperti The Privillege, Good Bye, Lenin!, Lola Rennt, dan Der Untergang. 

3. Selain Huruf Jerman, Pelajari Juga Angka

Selain mempelajari huruf jerman, kamu juga perlu untuk mempelajari angka dalam bahasa jerman, nih. Sebab, angka akan bisa mengiringi suatu huruf. Berikut beberapa contoh angka dalam bahasa jerman, yakni:

AngkaCara Pengucapan
0Null
1Eins (Ayns)
2Zwei (Zway)
3Drei (Dray)
4Vier (Via)
5Fünf (fyunf)
6Sechs (Zeks)
7Sieben (Ziiiben)
8Acht (Akht)
9Neun (Noin)
10Zehn (Tzeeehn)

Wah, tentunya cara pengucapannya beda dengan bahasa inggris. Setelah mempelajari angka 1-10 dalam bahasa jerman, kamu bisa melanjutkan ke angka berikutnya secara perlahan, seperti 11-20, 21-30, 31-40, dst.

4. Percaya Diri

Dalam belajar bahasa, kamu butuh dengan kemampuan percaya diri. Yap, percaya diri memang terkesan mudah, tetapi penerapannya sulit. Kamu yang masih pemula mungkin akan merasa malu untuk berlatih di depan seseorang atau banyak orang. 

Untuk melatih percaya diri dalam belajar abjad, kamu bisa melatih pengucapan di depan kaca. Baca beberapa abjad dari awal hingga akhir. Cara pengucapannya, kamu perlu mengeluarkan suara yang lantang dan keras bagaikan native speaker dari Jerman. Cobalah untuk merekam pengucapan kamu, lalu bandingkan dengan native speaker di YouTube.

5. Ikut Kursus

Jika perlu, kamu bisa mengikuti kursus yang terpercaya dan berkualitas di dekat kamu. Salah satu kursus tersebut adalah Magna Education. Kamu bisa mempelajari bahasa jerman melalui native speaker yang profesional dan menyenangkan. Pastinya bikin pemahaman dan praktek bahasa jerman kamu meningkat. Jangan lupa untuk menghubungi kontak resmi Magna Education di laman resminya, ya. 

Itulah hal-hal yang harus kamu ketahui dalam belajar huruf jerman. So, tingkatkan kualitas dirimu dengan mempelajari berbagai bahasa asing di dunia. 

Selengkapnya
Contoh soal TOEFL

Daftar Contoh Soal TOEFL Beserta Jawabannya, Auto Lengkap!

Siapa sih yang tidak mengenal TOEFL atau contoh soal TOEFL? Tes standar internasional yang menguji kemampuan berbahasa inggris untuk mahasiswa atau pekerja yang ingin menggapai impiannya di luar negeri. Tes tersebut sering digunakan untuk berbagai universitas yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa akademiknya. 

Ditambah, TOEFL bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa peserta agar mampu menyerap arti komunikasi dari orang asing. Pastinya tingkat kesulitan TOEFL terbilang sedang dan mudah bagi orang yang belajar TOEFL. Jika sulit, maka dipastikan peserta itu belum belajar atau menguasai penuh soal-soal TOEFL. 

Untuk itu, perlu adanya contoh soal TOEFL dan pembahasannya agar kamu lebih terbiasa. Berikut beberapa contoh soal TOEFL beserta jawabannya yang harus kamu tahu.

Contoh Soal TOEFL Structure and Written Expression

Salah satu komponen tes TOEFL adalah kemampuan structure and written expression. Nah, agar kamu bisa lebih mendalami materi tersebut, maka silahkan simak beberapa contoh soal TOEFL berikut.

  1. Captain Henry,___crept slowly through the underbrush.
    1. Being remote from the enemy
    2. Attempting not to encounter the enemy
    3. Trying to avoid the enemy
    4. Not involving himself in the enemy

Jawaban: C. Trying to avoid the enemy

Pembahasan: Sangat mudah dipahami dari pendekatan makna. Oleh karena itu, jawabannya adalah C.

  1. Mary Garden, ___ in the early 1950s, was interested one of the best singing actresses of her time.
    1. A soprano was popular
    2. In a popular soprano
    3. He was a popular soprano
    4. A popular soprano in

Jawaban: D. A popular soprano in

Pembahasan: Kalimat tersebut membutuhkan appositive phrase. Oleh karena itu, jawabannya adalah D.

  1. In the realm of biology theory, Margaret F. Washrick was a dualist___ who that access phenomenon have an interesting role in biology.
    1. Who she believed
    2. Who believed
    3. Believed
    4. Who did she believe

Jawaban: B. Who believed

Pembahasan: Pola kalimat tersebut adalah adjective clause (conjunction + S +V).

  1. Mr Robert is a noted chemist___
    1. As well as an effective teacher
    2. And too a very efficient teacher
    3. But he teaches very well in addition
    4. However, the teacher very good also

Jawaban: A. As well as an effective teacher

Pembahasan: Untuk pilihan lainnya belum tepat karena B. (too mestinya also), C. (teaches well), dan D. (teaches well).

  1. Open-source television stations are different from exclusive stations___
    1. Because they receive more money differently, and different types of shows
    2. For money and program types
    3. In the areas of raising and coding
    4. Because the former get money and has programs two-side from the setter

Jawaban: C. In the areas of raising and coding

Pembahasan: Untuk pilihan lainnya belum tepat karena A. (Salah pemilihan kata), B. (salah pemilihan kata), D. (seharusnya different from). Jadi, silahkan jawab C.

BONUS Contoh Soal TOEFL

Mengerjakan soal-soal TOEFL sebetulnya tidaklah terlalu sulit. Agar kamu bisa terus fokus dan sukses menghadapi soal-soal tersebut, maka simaklah informasi tambahan terkait bonus contoh soal TOEFL berikut.

The Life and Work of Marie Curie

Marie Curie is the most famous scientist in the world. Maria Sklodowska was born in Poland in 1867, but is best known for her work on radioactivity, for which she won the Nobel Prize twice. She won the Novel Prize in Physics in 1903 with her husbands Pierre Curie and Henri Becquerel, and in 1911 became the only recipient of the Nobel Prize in Chemistry. She is winner a Novel Prize. Marie was known from her early childhood for her excellent memory, and she earned her gold medal for completing her secondary education at the age of 16. She had to get a job as a teacher because her father lost his savings in a failed investment. From that income she was able to finance her sister Bronia to study medicine in Paris. However, in return, it was conditional on Bronia to help her get an education after her. In 1891, when that promise was fulfilled, Marie went to Amsterdam and began her studies at the Leiden University. In 1893 she took first place in the natural science exam, and in 1894 she took second place in the mathematical science exam. This spring she was not introduced to Pierre Curie. 

Instructions

Does the following statement match your information from reading passage 1?

Write the following in boxes 1-3 on your answer sheet: 

TRUEIf the statement agrees with the information
FALSEif the statement contradicts the information
NOT GIVENIf there is no information on this
  1. Marie Curie’s husband was a joint winner of Marie’s Essay Prize.
  2. Marie became interested in science when she was a child
  3. Marie could attend the Sorbonne because of her sister’s financial contribution.

Jawaban:

  1. FALSE
  2. NOT GIVEN
  3. TRUE

Itulah beberapa contoh soal TOEFL beserta jawabannya. Maka dari itu, mengetahui contoh soal TOEFL lengkap plus bimbingan yang berkualitas, kamu bisa kunjungi link berikut, ya.

Selengkapnya
Persiapan GMAT

Persiapan GMAT: 9 Tips Sukses Persiapan untuk Meningkatkan Skor GMAT

Salah satu hal yang perlu dipersiapkan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri adalah GMAT. Tes ini memang ditujukan kepada mahasiswa S1 yang ingin menguji kemampuan berbahasa inggrisnya secara akademis. GMAT atau Graduate Management Admission Test terbilang sulit untuk dikerjakan oleh sebagian besar mahasiswa. 

Maka dari itu, dibutuhkan usaha dan pikiran yang ekstra untuk mendapat skor tinggi pada GMAT. Ditambah, GMAT sangat dibutuhkan untuk kamu yang ingin mendaftar ke universitas di luar negeri. So, ada beberapa tips sukses untuk mempersiapkan GMAT, diantaranya:

Macam-Macam Tips Persiapan GMAT

Ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan agar bisa lebih mempersiapkan diri guna meningkatkan skor GMAT. Adapun macam-macam cara untuk meningkatkan skor GMAT, diantaranya:

1. Mengenali Setiap Komponen Soal GMAT

Perlu diketahui, komponen soal GMAT ada yang berbasis kuantitatif, verbal, dan analitikal. Untuk itu, kamu perlu mengenali kelebihan dan kekurangan kamu di setiap komponen soal itu. Ditambah, GMAT memiliki durasi sekitar 2-3 jam sehingga butuh cara yang praktis dan efektif untuk menyelesaikan setiap soalnya. Cobalah untuk belajar dan menjawab soal dari buku GMAT yang kamu beli. Lalu, periksa setiap jawaban pada pertanyaan tersebut. Jika di setiap proses pengerjaan soal, kamu merasa kebingungan dan kesulitan, mungkin itu menjadi kekurangan kamu. Hal itulah yang perlu kamu perbaiki saat latihan selanjutnya.

2. Belajar Mandiri

Belajar mandiri adalah belajar yang dilakukan perorangan tanpa bimbingan dari orang lain. Cara belajar ini memang berfungsi untuk meningkatkan fokus dan kenyamanan seseorang. Dalam GMAT, kamu bisa belajar mandiri dengan buku soal GMAT atau mencari sumber daring di Google atau YouTube. 

Ditambah, di internet, kamu bisa mencari soal-soal GMAT secara gratis. Setiap hari, kamu bisa meluangkan waktu sekitar 1 jam untuk mengerjakan soal GMAT. Hal ini bisa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan kamu dalam mengerjakan soal. Ditambah, kamu menjadi terbiasa dalam mengerjakan setiap komponen soal pada GMAT.

3. Selektif dalam Memilih Bahan Persiapan GMAT

Dilansir dari mba.com, tidak semua soal dan simulasi GMAT dibuat secara sama serta profesional. Hal ini membuat kamu harus berhati-hati dalam memilih soal yang dibutuhkan untuk belajar mandiri. Perlu diketahui, beberapa sesi GMAT secara resmi, seperti penulisan analitik (esai), analisis data dan interpretasi laporan, kuantitatif, dan verbal dalam bahasa inggris. 

Ditambah, kamu juga perlu berhati-hati dalam memilih simulasi latihan GMAT. Sebab, ada beberapa latihan GMAT yang dibuat tidak sesuai dengan ujian GMAT sebenarnya. So, untuk mendapat pengalaman terbaik untuk latihan GMAT, penulis merekomendasikan untuk kamu menggunakan bimbingan belajar di Magna Education.

4. Manajemen Waktu untuk Belajar Kamu

Belajar itu boleh ambisi, tetapi istirahat juga penting. Maka dari itu, kamu perlu memanajemen waktu dengan baik. Buatlah waktu belajar secara rutin, realistis, dan terukur agar belajar kamu efektif dan efisien. Selain itu, kamu perlu membuat jeda setiap belajar dengan metode interval. 

Kamu bisa mengerjakan soal selama 30 menit. Lalu, kamu bisa istirahat selama 10 menit. Setelah istirahat, kamu bisa melanjutkan belajar selama 30 menit dan begitu seterusnya. Meski dilakukan secara interval, kamu harus membatasi waktu belajar agar tidak mengganggu kegiatan lainnya dengan total 1-2 jam. 

5. Lacak Waktu Belajar GMAT Kamu

Dalam belajar, kamu harus menyajikan metode belajar yang terukur. Maka dari itu, kamu bisa mengukur kemampuan kamu di dalam setiap komponen soal GMAT. Contohnya, kamu merasa kurang di komponen soal verbal GMAT, maka kamu berusaha untuk memperbaiki hal itu. 

Setap 1 soal, kamu perlu berlatih dan memahami konsep bacaan. Lalu, kamu harus mencatat durasi waktu kamu dalam memahami bacaan pada soal GMAT. Jika kamu cepat paham, maka kamu lebih mudah memecahkan masalah pada soal itu. Namun, perlu diketahui, kamu juga perlu mengatur kecepatan dalam menjawab soal agar lebih teliti dalam ujian GMAT.

6. Buatlah Rencana Belajar Lebih Awal

Dilansir dari forbes.com, berdasarkan survey GMAC terhadap 3.600 peserta tes mengemukakan bahwa 62% responden memulai belajar GMAT mereka H-1 bulan ujian. Tentunya, hal ini bisa mengganggu tujuan peserta dalam memperoleh skor tinggi di GMAT-nya. Bahkan, diketahui peserta tes yang belajar lebih banyak mendapat skor tinggi (>500).

Untuk membuat rencana belajar, kamu bisa membuat timeline atau jadwal belajar pada buku catatan atau kalender digital kamu. Contohnya, di setiap Senin, Rabu, dan Kamis, kamu mempelajari GMAT pada pukul 16.00 – 18.00 WIB dengan metode belajar interval secara mandiri. Untuk hari Selasa dan Jumat, kamu mengikuti kursus persiapan GMAT di Magna Education setiap pukul 10.00 – 12.00 WIB. Untuk jam-jam kosong lainnya, kamu bisa mengisi dengan kegiatan produktif.

7. Jangan Terfokus pada Pertanyaan GMAT

Banyak peserta GMAT yang berfokus pada kebenaran dalam soal GMAT. Namun, hal itu sebenarnya dapat membuang waktu ujian, loh. Sebab, di setiap komponen soal memiliki durasi yang relatif singkat. Ditambah, kamu harus berpindah dari soal lain ke soal berikutnya. Ketika mengikuti ujian GMAT atau simulasinya, kamu bisa menebak jawaban berdasarkan pemahaman kamu secara cepat. 

Kamu bisa berpegang pada strategi mondar-mandir lihat pertanyaan sebelumnya. Sebab, kamu sudah berinvestasi waktu lebih untuk melihat pertanyaan secara teliti. Jadi, kuncinya kamu isi penuh pertanyaan dengan jawaban terbaik kamu, lalu gunakan waktu sebaik mungkin untuk meneliti kembali soal yang telah kamu jawab.

8. Tingkatkan Literasi Informasi dan Data Kamu

Literasi informasi adalah kemampuan dalam menilai, mengevaluasi, dan mengkritisi suatu informasi yang ada di hadapan kamu. Kemampuan ini sangat membantu kamu dalam mempercepat pemahaman bacaan. Hal inilah yang bisa membantu kamu dalam menyelesaikan soal-soal di bagian verbal GMAT.

Selain itu, literasi data adalah kemampuan dalam menilai, mengavaluasi, dan menganalisis suatu data yang dipaparkan dalam bentuk laporan, grafik, diagram, dan lain-lain. Literasi data ini sangat membantu kamu dalam menyelesaikan soal bersifat analitik dan kuantitatif. Ditambah, setiap MBA di luar negeri harus memiliki tingkat literasi data yang tinggi. 

9. Ikuti Komunitas GMAT/Persiapan Studi ke Luar Negeri

Jika kamu tidak mau belajar mandiri atau sendiri, kamu bisa bergabung ke komunitas yang mempersiapkan ujian GMAT. Hal ini bisa menambah relasi atau jaringan pertemanan kamu saat studi ke luar negeri. Ditambah, komunitas GMAT sudah banyak dan tersebar ke beberapa wilayah.

Magna Education juga memiliki komunitas untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris sekaligus membantu kamu dalam mempersiapkan studi ke luar negeri, loh. Selain itu, ada bimbingan khusus untuk membantu kamu dalam meningkatkan skor GMAT. Komunitas GMAT kebanyakan diikuti oleh sarjana, magister, atau alumni yang pernah ikut tes GMAT. Maka dari itu, kamu mungkin bisa mendapatkan ilmu yang tidak bisa kamu dapatkan saat belajar mandiri.

Itulah beberapa persiapan yang harus kamu lakukan sedari dini untuk GMAT. Ditambah, tips sukses ini bisa dapatkan skor tinggi pada GMAT kamu, loh. Patut diketahui, kamu harus melakukannya secara konsisten agar memudahkan kamu dalam menggapai impian ke luar negeri.

Selengkapnya