Contoh soal TOEFL

Daftar Contoh Soal TOEFL Beserta Jawabannya, Auto Lengkap!

Siapa sih yang tidak mengenal TOEFL atau contoh soal TOEFL? Tes standar internasional yang menguji kemampuan berbahasa inggris untuk mahasiswa atau pekerja yang ingin menggapai impiannya di luar negeri. Tes tersebut sering digunakan untuk berbagai universitas yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa akademiknya. 

Ditambah, TOEFL bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa peserta agar mampu menyerap arti komunikasi dari orang asing. Pastinya tingkat kesulitan TOEFL terbilang sedang dan mudah bagi orang yang belajar TOEFL. Jika sulit, maka dipastikan peserta itu belum belajar atau menguasai penuh soal-soal TOEFL. 

Untuk itu, perlu adanya contoh soal TOEFL dan pembahasannya agar kamu lebih terbiasa. Berikut beberapa contoh soal TOEFL beserta jawabannya yang harus kamu tahu.

Contoh Soal TOEFL Structure and Written Expression

Salah satu komponen tes TOEFL adalah kemampuan structure and written expression. Nah, agar kamu bisa lebih mendalami materi tersebut, maka silahkan simak beberapa contoh soal TOEFL berikut.

  1. Captain Henry,___crept slowly through the underbrush.
    1. Being remote from the enemy
    2. Attempting not to encounter the enemy
    3. Trying to avoid the enemy
    4. Not involving himself in the enemy

Jawaban: C. Trying to avoid the enemy

Pembahasan: Sangat mudah dipahami dari pendekatan makna. Oleh karena itu, jawabannya adalah C.

  1. Mary Garden, ___ in the early 1950s, was interested one of the best singing actresses of her time.
    1. A soprano was popular
    2. In a popular soprano
    3. He was a popular soprano
    4. A popular soprano in

Jawaban: D. A popular soprano in

Pembahasan: Kalimat tersebut membutuhkan appositive phrase. Oleh karena itu, jawabannya adalah D.

  1. In the realm of biology theory, Margaret F. Washrick was a dualist___ who that access phenomenon have an interesting role in biology.
    1. Who she believed
    2. Who believed
    3. Believed
    4. Who did she believe

Jawaban: B. Who believed

Pembahasan: Pola kalimat tersebut adalah adjective clause (conjunction + S +V).

  1. Mr Robert is a noted chemist___
    1. As well as an effective teacher
    2. And too a very efficient teacher
    3. But he teaches very well in addition
    4. However, the teacher very good also

Jawaban: A. As well as an effective teacher

Pembahasan: Untuk pilihan lainnya belum tepat karena B. (too mestinya also), C. (teaches well), dan D. (teaches well).

  1. Open-source television stations are different from exclusive stations___
    1. Because they receive more money differently, and different types of shows
    2. For money and program types
    3. In the areas of raising and coding
    4. Because the former get money and has programs two-side from the setter

Jawaban: C. In the areas of raising and coding

Pembahasan: Untuk pilihan lainnya belum tepat karena A. (Salah pemilihan kata), B. (salah pemilihan kata), D. (seharusnya different from). Jadi, silahkan jawab C.

BONUS Contoh Soal TOEFL

Mengerjakan soal-soal TOEFL sebetulnya tidaklah terlalu sulit. Agar kamu bisa terus fokus dan sukses menghadapi soal-soal tersebut, maka simaklah informasi tambahan terkait bonus contoh soal TOEFL berikut.

The Life and Work of Marie Curie

Marie Curie is the most famous scientist in the world. Maria Sklodowska was born in Poland in 1867, but is best known for her work on radioactivity, for which she won the Nobel Prize twice. She won the Novel Prize in Physics in 1903 with her husbands Pierre Curie and Henri Becquerel, and in 1911 became the only recipient of the Nobel Prize in Chemistry. She is winner a Novel Prize. Marie was known from her early childhood for her excellent memory, and she earned her gold medal for completing her secondary education at the age of 16. She had to get a job as a teacher because her father lost his savings in a failed investment. From that income she was able to finance her sister Bronia to study medicine in Paris. However, in return, it was conditional on Bronia to help her get an education after her. In 1891, when that promise was fulfilled, Marie went to Amsterdam and began her studies at the Leiden University. In 1893 she took first place in the natural science exam, and in 1894 she took second place in the mathematical science exam. This spring she was not introduced to Pierre Curie. 

Instructions

Does the following statement match your information from reading passage 1?

Write the following in boxes 1-3 on your answer sheet: 

TRUEIf the statement agrees with the information
FALSEif the statement contradicts the information
NOT GIVENIf there is no information on this
  1. Marie Curie’s husband was a joint winner of Marie’s Essay Prize.
  2. Marie became interested in science when she was a child
  3. Marie could attend the Sorbonne because of her sister’s financial contribution.

Jawaban:

  1. FALSE
  2. NOT GIVEN
  3. TRUE

Itulah beberapa contoh soal TOEFL beserta jawabannya. Maka dari itu, mengetahui contoh soal TOEFL lengkap plus bimbingan yang berkualitas, kamu bisa kunjungi link berikut, ya.

Selengkapnya
Persiapan GMAT

Persiapan GMAT: 9 Tips Sukses Persiapan untuk Meningkatkan Skor GMAT

Salah satu hal yang perlu dipersiapkan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri adalah GMAT. Tes ini memang ditujukan kepada mahasiswa S1 yang ingin menguji kemampuan berbahasa inggrisnya secara akademis. GMAT atau Graduate Management Admission Test terbilang sulit untuk dikerjakan oleh sebagian besar mahasiswa. 

Maka dari itu, dibutuhkan usaha dan pikiran yang ekstra untuk mendapat skor tinggi pada GMAT. Ditambah, GMAT sangat dibutuhkan untuk kamu yang ingin mendaftar ke universitas di luar negeri. So, ada beberapa tips sukses untuk mempersiapkan GMAT, diantaranya:

Macam-Macam Tips Persiapan GMAT

Ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan agar bisa lebih mempersiapkan diri guna meningkatkan skor GMAT. Adapun macam-macam cara untuk meningkatkan skor GMAT, diantaranya:

1. Mengenali Setiap Komponen Soal GMAT

Perlu diketahui, komponen soal GMAT ada yang berbasis kuantitatif, verbal, dan analitikal. Untuk itu, kamu perlu mengenali kelebihan dan kekurangan kamu di setiap komponen soal itu. Ditambah, GMAT memiliki durasi sekitar 2-3 jam sehingga butuh cara yang praktis dan efektif untuk menyelesaikan setiap soalnya. Cobalah untuk belajar dan menjawab soal dari buku GMAT yang kamu beli. Lalu, periksa setiap jawaban pada pertanyaan tersebut. Jika di setiap proses pengerjaan soal, kamu merasa kebingungan dan kesulitan, mungkin itu menjadi kekurangan kamu. Hal itulah yang perlu kamu perbaiki saat latihan selanjutnya.

2. Belajar Mandiri

Belajar mandiri adalah belajar yang dilakukan perorangan tanpa bimbingan dari orang lain. Cara belajar ini memang berfungsi untuk meningkatkan fokus dan kenyamanan seseorang. Dalam GMAT, kamu bisa belajar mandiri dengan buku soal GMAT atau mencari sumber daring di Google atau YouTube. 

Ditambah, di internet, kamu bisa mencari soal-soal GMAT secara gratis. Setiap hari, kamu bisa meluangkan waktu sekitar 1 jam untuk mengerjakan soal GMAT. Hal ini bisa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan kamu dalam mengerjakan soal. Ditambah, kamu menjadi terbiasa dalam mengerjakan setiap komponen soal pada GMAT.

3. Selektif dalam Memilih Bahan Persiapan GMAT

Dilansir dari mba.com, tidak semua soal dan simulasi GMAT dibuat secara sama serta profesional. Hal ini membuat kamu harus berhati-hati dalam memilih soal yang dibutuhkan untuk belajar mandiri. Perlu diketahui, beberapa sesi GMAT secara resmi, seperti penulisan analitik (esai), analisis data dan interpretasi laporan, kuantitatif, dan verbal dalam bahasa inggris. 

Ditambah, kamu juga perlu berhati-hati dalam memilih simulasi latihan GMAT. Sebab, ada beberapa latihan GMAT yang dibuat tidak sesuai dengan ujian GMAT sebenarnya. So, untuk mendapat pengalaman terbaik untuk latihan GMAT, penulis merekomendasikan untuk kamu menggunakan bimbingan belajar di Magna Education.

4. Manajemen Waktu untuk Belajar Kamu

Belajar itu boleh ambisi, tetapi istirahat juga penting. Maka dari itu, kamu perlu memanajemen waktu dengan baik. Buatlah waktu belajar secara rutin, realistis, dan terukur agar belajar kamu efektif dan efisien. Selain itu, kamu perlu membuat jeda setiap belajar dengan metode interval. 

Kamu bisa mengerjakan soal selama 30 menit. Lalu, kamu bisa istirahat selama 10 menit. Setelah istirahat, kamu bisa melanjutkan belajar selama 30 menit dan begitu seterusnya. Meski dilakukan secara interval, kamu harus membatasi waktu belajar agar tidak mengganggu kegiatan lainnya dengan total 1-2 jam. 

5. Lacak Waktu Belajar GMAT Kamu

Dalam belajar, kamu harus menyajikan metode belajar yang terukur. Maka dari itu, kamu bisa mengukur kemampuan kamu di dalam setiap komponen soal GMAT. Contohnya, kamu merasa kurang di komponen soal verbal GMAT, maka kamu berusaha untuk memperbaiki hal itu. 

Setap 1 soal, kamu perlu berlatih dan memahami konsep bacaan. Lalu, kamu harus mencatat durasi waktu kamu dalam memahami bacaan pada soal GMAT. Jika kamu cepat paham, maka kamu lebih mudah memecahkan masalah pada soal itu. Namun, perlu diketahui, kamu juga perlu mengatur kecepatan dalam menjawab soal agar lebih teliti dalam ujian GMAT.

6. Buatlah Rencana Belajar Lebih Awal

Dilansir dari forbes.com, berdasarkan survey GMAC terhadap 3.600 peserta tes mengemukakan bahwa 62% responden memulai belajar GMAT mereka H-1 bulan ujian. Tentunya, hal ini bisa mengganggu tujuan peserta dalam memperoleh skor tinggi di GMAT-nya. Bahkan, diketahui peserta tes yang belajar lebih banyak mendapat skor tinggi (>500).

Untuk membuat rencana belajar, kamu bisa membuat timeline atau jadwal belajar pada buku catatan atau kalender digital kamu. Contohnya, di setiap Senin, Rabu, dan Kamis, kamu mempelajari GMAT pada pukul 16.00 – 18.00 WIB dengan metode belajar interval secara mandiri. Untuk hari Selasa dan Jumat, kamu mengikuti kursus persiapan GMAT di Magna Education setiap pukul 10.00 – 12.00 WIB. Untuk jam-jam kosong lainnya, kamu bisa mengisi dengan kegiatan produktif.

7. Jangan Terfokus pada Pertanyaan GMAT

Banyak peserta GMAT yang berfokus pada kebenaran dalam soal GMAT. Namun, hal itu sebenarnya dapat membuang waktu ujian, loh. Sebab, di setiap komponen soal memiliki durasi yang relatif singkat. Ditambah, kamu harus berpindah dari soal lain ke soal berikutnya. Ketika mengikuti ujian GMAT atau simulasinya, kamu bisa menebak jawaban berdasarkan pemahaman kamu secara cepat. 

Kamu bisa berpegang pada strategi mondar-mandir lihat pertanyaan sebelumnya. Sebab, kamu sudah berinvestasi waktu lebih untuk melihat pertanyaan secara teliti. Jadi, kuncinya kamu isi penuh pertanyaan dengan jawaban terbaik kamu, lalu gunakan waktu sebaik mungkin untuk meneliti kembali soal yang telah kamu jawab.

8. Tingkatkan Literasi Informasi dan Data Kamu

Literasi informasi adalah kemampuan dalam menilai, mengevaluasi, dan mengkritisi suatu informasi yang ada di hadapan kamu. Kemampuan ini sangat membantu kamu dalam mempercepat pemahaman bacaan. Hal inilah yang bisa membantu kamu dalam menyelesaikan soal-soal di bagian verbal GMAT.

Selain itu, literasi data adalah kemampuan dalam menilai, mengavaluasi, dan menganalisis suatu data yang dipaparkan dalam bentuk laporan, grafik, diagram, dan lain-lain. Literasi data ini sangat membantu kamu dalam menyelesaikan soal bersifat analitik dan kuantitatif. Ditambah, setiap MBA di luar negeri harus memiliki tingkat literasi data yang tinggi. 

9. Ikuti Komunitas GMAT/Persiapan Studi ke Luar Negeri

Jika kamu tidak mau belajar mandiri atau sendiri, kamu bisa bergabung ke komunitas yang mempersiapkan ujian GMAT. Hal ini bisa menambah relasi atau jaringan pertemanan kamu saat studi ke luar negeri. Ditambah, komunitas GMAT sudah banyak dan tersebar ke beberapa wilayah.

Magna Education juga memiliki komunitas untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris sekaligus membantu kamu dalam mempersiapkan studi ke luar negeri, loh. Selain itu, ada bimbingan khusus untuk membantu kamu dalam meningkatkan skor GMAT. Komunitas GMAT kebanyakan diikuti oleh sarjana, magister, atau alumni yang pernah ikut tes GMAT. Maka dari itu, kamu mungkin bisa mendapatkan ilmu yang tidak bisa kamu dapatkan saat belajar mandiri.

Itulah beberapa persiapan yang harus kamu lakukan sedari dini untuk GMAT. Ditambah, tips sukses ini bisa dapatkan skor tinggi pada GMAT kamu, loh. Patut diketahui, kamu harus melakukannya secara konsisten agar memudahkan kamu dalam menggapai impian ke luar negeri.

Selengkapnya
Tes TOEFL

Mengenal Tes TOEFL: Definisi, Jenis dan Tips Belajarnya

Apakah kamu sedang mempersiapkan TOEFL? Tes bahasa inggris ini memang bukan rahasia lagi bagi kalangan mahasiswa atau sivitas akademika. TOEFL sendiri merupakan tes bahasa inggris berskala internasional. Jadi, banyak mahasiswa dari berbagai dunia pasti akan menghadapi tes ini untuk berbagai kepentingannya. Lalu, seperti apa sih TOEFL?

Definisi TOEFL

Tes TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah tes yang berstandar internasional untuk menguji kemampuan berbahasa inggris. Tes ini pertama kali dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) yang berpusat di Amerika Serikat pada 1963. Pada awalnya, tes ini berfokus pada masyarakat New Jersey yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Seiring perkembangannya, TOEFL akhirnya menjadi tes paling fundamental dan fenomenal bagi mahasiswa dari berbagai dunia yang ingin melanjutkan pendidikan atau studinya ke luar negeri. Saat ini, skor TOEFL sering menjadi patokan untuk masuk ke perguruan tinggi di luar negeri maupun perusahaan skala nasional/internasional. 

Mengapa Tes TOEFL Penting?

Diketahui, TOEFL menjadi tes bahasa inggris yang diakui secara internasional. Hampir setiap universitas dan perusahaan global menerapkan tes TOEFL untuk calon mahasiswa/karyawannya. Untuk kamu yang ingin mendaftar universitas di Amerika, Kanada, atau Eropa, maka TOEFL akan selalu jadi syarat umum.

Sebab, bahasa inggris merupakan bahasa internasional. Jadi, diharapkan calon mahasiswa tidak culture shock atau gap language saat berkuliah. Bayangkan kamu kesulitan menyerap ilmu ketika kuliah karena kurang dalam bahasa inggris. Maka dari itu, TOEFL menjadi solusi agar mahasiswa bisa menyerap ilmu dengan baik meskipun berbeda bahasa negaranya. 

Jenis-Jenis Tes TOEFL

Sebelum mengetahui jenis-jenis TOEFL, maka kamu perlu mengetahui tentang penilaian TOEFL. Pada umumnya, TOEFL digunakan untuk menilai kemampuan peserta dalam menulis, membaca, dan mendengarkan bahasa inggris dengan baik. Maka dari itu, ada beberapa jenis TOEFL yang dimaksud.

1. PBT (Paper Based Test)

Jenis TOEFL pertama adalah PBT (Paper Based Test). Jenis tes ini memang jarang sekali ditemukan di berbagai institusi atau bimbingan bahasa inggris. Sebab, sebagian perusahana/universitas tidak mengizinkan peserta untuk melampirkan skor TOEFL berdasarkan PBT. Alasannya, tes ini sudah ketinggalan zaman dan sudah digantikan dengan jenis tes TOEFL lainnya. 

Meskipun begitu, ada beberapa negara yang masih menguji kemampuan mahasiswa dengan jenis TOEFL ini. Salah satu negara tersebut adalah tanah air kita, Indonesia. Dilansir dari manajemen-informatika-d4.stekom.ac.id, ada 60 lembaga yang tersebar di 48 kota besar di Indonesia yang masih menyelenggarakan TOEFL PBT. Di Indonesia, jenis tes ini sering disebut dengan ITP (Institutional Testing Program). 

Diketahui, TOEFL ITP hanya berlaku secara lokal yang ditujukan untuk mahasiswa dari universitas penyelenggara TOEFL ITP. Ujian ini membutuhkan waktu selama 2-2,5 jam dengan rentang skor antara 310-677.

2. CBT (Computer Based Test)

Selanjutnya, ada jenis TOEFL yang menggunakan komputer, yakni CBT (Computer Based Test). Jenis TOEFL ini memang jarang ditemui karena dinilai kurang valid baik error pada kemunculan materi soal maupun hasil skor yang didapat. Pada awalnya, jenis TOEFL ini diperkenalkan pertama kali pada 1998, saat komputer menjadi tren di masyarakat global. 

Kelangsungan ujian ini berdurasi sekitar 2-2,5 jam. Rentang nilai pada TOEFL CBT, yakni 0-300. Untuk kamu yang pernah mengikuti TOEFL CBT, apa testimoni kamu setelah mengikutinya?

3. IBT (Internet Based Test)

Jenis TOEFL modern yang digunakan untuk melamar kerja/kuliah di luar negeri. Jenis TOEFL ini berbasis internet selama proses ujian berlangsung. Jadi, lancar atau tidaknya proses TOEFL kamu, sangat dipengaruhi dengan sinyal internet. 

Diketahui, TOEFL IBT menggunakan komputer sebagai media ujian. Bedanya, terdapat internet dalam mekanisme menjawab pertanyaan TOEFL-nya. Jenis TOEFL ini diluncurkan oleh ETS pada 2005. Kemunculan TOEFL IBT di Indonesia pada 2006. TOEFL IBT berlangsung selama 4 jam dengan rentang skor sebanyak 0-120.

Komponen Soal TOEFL

Lalu, apa saja yang diujikan dalam TOEFL? Diketahui, TOEFL menguji kamu untuk berbahasa inggris dalam segi mendengar, menulis, berbicara, dan membaca. Maka dari itu, ada beberapa komponen soal yang akan diuji dalam TOEFL, diantaranya:

1. Tes TOEFL Reading Section

Dalam komponen soal ini, keterampilan bahasa inggris kamu akan diuji dalam segi bacaan. Nantinya, kamu akan mencari ide utama, maksud penulis, dan frasa bahasa inggris dalam soal yang berbentuk teks. 

Untuk TOEFL IBT, kamu akan diberikan 60-80 menit untuk mengisi jawaban sekitar 36-56 pertanyaan. Bagi TOEFL PBT, kamu akan diberikan waktu sekitar 55 menit untuk mengisi jawaban sekitar 50 pertanyaan.

2. Writing Section

Untuk sesi ini, kamu akan dituntut untuk bisa menuliskan jawaban berdasarkan topik yang telah dipilih dalam tes. Dalam hal ini, kamu harus menganalisa topik, membaca isu terkini, dan memerhatikan grammar pada tulisan kamu. 

Diketahui, kamu hanya diberikan waktu sekitar 50 menit untuk penulisan 2 esai dari topik yang dipilih dalam TOEFL IBT. Untuk TOEFL PBT, kamu diberikan waktu sekitar 25 menit untuk menulis jawaban esai pada 40 pertanyaan yang ada.

3. Tes TOEFL Listening Section

Sesi ini dianggap sulit bagi sebagian peserta TOEFL karena menguji telinga yang memang belum terbiasa mendengar bahasa asing. Dalam sesi ini, kamu akan diuji untuk mendengar percakapan, cerita, atau diskusi yang disuarakan oleh native speaker. 

Untuk TOEFL IBT, kamu hanya diberikan waktu sekitar 60-90 menit untuk 34-51 pertanyaan. Bagi kamu yang mengikuti TOEFL PBT, sesi ini berdurasi sekitar 30-40 menit untuk 50 pertanyaan.

4. Speaking Section

Seperti halnya dengan listening, komponen soal TOEFL ini memang sulit bagi yang belum terbiasa berbicara bahasa inggris. Biasanya peserta salah dalam mengelola tata bahasa dan kurang kosakatanya. Diketahui, sesi ini hanya di TOEFL IBT dengan waktu sekitar 20 menit. 

Itulah beberapa komponen soal yang akan diujikan dalam TOEFL. Lalu, seperti apa tips untuk mengerjakannya? 

Tips Mengerjakan Tes TOEFL

Untuk mendapat skor tinggi pada TOEFL, memang butuh perjuangan keras. Maka dari itu, kamu perlu menyikapinya dengan latihan konsisten dan doa terbaik kepada Tuhan yang Maha Esa. Lalu, ada beberapa tips untuk mengerjakan TOEFL apapun jenis.

1. Memotivasi Diri Sendiri

Sebelum mengikuti TOEFL, pastikan kamu mengetahui tentang alasan kamu mengikuti tes tersebut. Jika kamu hanya ikut-ikutan teman, maka sudah dipastikan skor TOEFL-mu akan rendah. Sebab, kamu tidak memotivasi atau mendorong diri sendiri, malah butuh dorongan dari orang lain. 

Biasanya ada beberapa alasan orang mengikuti TOEFL, seperti mendapat pekerjaan di luar negeri, mengasah kemampuan bahasa inggris, atau melanjutkan studi ke luar negeri. Setelah mengetahui alasan itu, mereka akan memotivasi diri sendiri dengan memberikan quotes atau kata-kata penyemangat di dinding atau meja belajarnya. Bagaimana dengan kamu?

2. Memperbanyak Kosakata dan Kuasai Grammar

Mengapa kita perlu memperbanyak kosakata dan menguasai grammar bahasa inggris? Sebab, hal itu sangat penting saat kamu mengerjakan beberapa komponen soal TOEFL. Diketahui, banyak peserta yang mendapat nilai rendah karena kurang menguasai kosakata dan grammar, loh. 

Lalu, bagaimana cara memperbanyak kosakata? Kamu bisa membaca koran, majalah, atau artikel berbahasa inggris. Di dalamnya, kamu mungkin akan menemukan kosakata yang belum kamu ketahui. Kosakata itu bisa kamu catat dan hafalkan. Untuk menguasai grammar, kamu bisa berlatih menulis kalimat atau paragraf bahasa inggris dengan menggunakan metode waktu, seperti future, past, atau present. 

3. Sering Berlatih dengan Teman Seperjuangan

Jika kamu kesulitan belajar sendiri, maka ajaklah teman yang sefrekuensi atau seperjuangan. Mengapa tidak? Sebab, teman positif akan menghasilkan kesuksesan yang berarti. Lalu, apa saja yang bisa dilatih bersama teman? 

Kamu bisa berlatih speaking bahasa inggris dengan teman kamu. Kamu juga bisa menulis teks bahasa inggris dan evaluatornya adalah teman kamu. Lalu, kamu bisa menulis esai berbahasa inggris bersama teman dengan topik yang berbeda. Tentunya, kegiatan tersebut lebih menyenangkan dibandingkan dengan belajar sendiri.

itulah beberapa informasi seputar Tes TOEFL. Jika kamu ingin mendapat teman sefrekuensi dan mentor yang hebat, maka kamu bisa belajar di Magna Education. Tentunya kamu akan dibimbing dan mendapat relasi hebat melalui metode belajar standar internasional. 

Selengkapnya