Seoul National University

Seoul National University: Kampus Penelitian Modern

Seoul National University, merupakan kampus populer yang ada di Korea Selatan. Tentunya karena sudah menghasilkan banyak lulusan sukses dan terkenal, bahkan hingga Internasional. Maka dari itu, hampir seluruh pelajar di Korea Selatan menginginkan berkuliah disana. 

Namun tidak hanya dari pelajar Korea Selatan saja nih, para calon mahasiswa internasional pun banyak yang bercita-cita ingin belajar disana. Karena tidak hanya kualitas pendidikannya saja, fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap dan modern. 

Sejarah Seoul National University

Universitas yang disingkat menjadi SNU ini, termasuk kedalam daftar universitas tertua di Korea Selatan. Karena sudah didirikan ketika Kekaisaran Korea  pada tahun 1895, pada saat itu Gojong mendirikan institusi pendidikan modern yang berfokus pada bidang kedokteran dan kesehatan. 

Pada tahun 1946 lah universitas ini menjadi kampus nasional pertama. Dalam proses berdirinya, perguruan tinggi ini telah menjadi saksi bisu berbagai kejadian bersejarah Korea Selatan.

Hingga pada tahun 2000 sampai 2010, universitas ini berhasil mendapatkan gelar sebagai kampus riset berkualitas internasional. Saat ini usianya sudah lebih dari 70 tahun, SNU terus berkembang bahkan perguruan tinggi ini menerima banyak mahasiswa internasional. 

Fakta Unik Seoul National University

1. Lokasi

Kampus utama berlokasi di Gwanak yang merupakan bagian utara kota Seoul, namun terdapat juga dua universitas lainnya. Berlokasi di ibu kota Korea, dimana merupakan pusat politik, ekonomi hingga budaya. 

Tentu ini merupakan keuntungan yang luar biasa, karena banyak fasilitas dan layanan kota yang bisa diakses dengan mudah. 

Fasilitas yang disediakan pun sangat menunjang kebutuhan belajar, serta sudah modern. Bahkan disana terdapat perpustakaan yang sangat luas, SNU memiliki lebih dari 2,6 juta koleksi buku yang tersedia di perpustakaannya. 

2. Reputasi Universitas 

Memang tidak diragukan lagi, Seoul National University memiliki kepopuleran hingga di berbagai negara. Karena sudah banyak para lulusan sukses dan terkenal, perguruan tinggi ini juga sudah mendapatkan peringkat 56 terbaik di dunia. 

Program studinya yang ditawarkan pun banyak mulai dari tingkat sarjana, magister dan doktor. Berbagai jurusan pun tersedia, jadi kamu bisa memilih sesuai dengan minat dan kemampuan. Adapun bidang yang ditawarkan mulai dari ilmu sosial, ilmu alam, teknik, kedokteran sampai studi liberal. 

Para dosen disana, rata-rata merupakan lulusan dari universitas populer di dunia. Mereka juga banyak yang sudah memiliki gelar doktor, jadi tidak heran jika SNU memiliki kualitas yang baik.

3. Penelitian Modern

SNU sudah menjadi tempat riset yang sangat aktif di berbagai bidang ilmu.. Berbagai fakultas pun sering dilibatkan dalam penelitian, hal ini akan berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Fasilitas yang canggih serta modern, tentu akan mendukung kegiatan penelitian dengan menyediakan alat dan sumber daya yang diperlukan. Telah bekerja sama juga dengan universitas maupun lembaga penelitian di seluruh dunia, tentu akan memperluas jaringan penelitian dan pertukaran ide. 

Perguruan Tinggi ini juga sering menerbitkan makalah ilmiah dalam bentuk jurnal internasional, maka dari itu hal ini sangat membantu meningkatkan reputasi universitas di tingkat dunia. 

4. Para Alumni Populer

SNU merupakan universitas terbaik di Korea Selatan, maka dari itu kampus ini juga sudah melahirkan berbagai lulusan sukses dan terkenal. Adapun seperti Sekretaris Jenderal PBB ke-8 Ban Ki-Moon, Mantan Director General WHO Lee Jong-wook, dan banyak lagi. 

5. Seni dan Kebudayaan 

Universitas populer di Korea Selatan ini, memiliki koleksi artefak budaya yang istimewa. Karena terdapat 100 lebih patung di Kampus Gwanak, tidak hanya itu pameran seni dan kegiatan budaya juga sering diadakan di berbagai fasilitas kampus. 

Perguruan tinggi ini juga dikenal sebagai kampus film dan teater yang dikenal sebagai “Gwanaksa.” hal itu tentu saja menyediakan fasilitas bagi mahasiswa yang berminat dalam produksi film, teater dan seni pertunjukan lainnya. 

6. Prestasi Olahraga 

Mahasiswa SNU sudah banyak menghasilkan sejarah prestasi olahraga yang mengesankan. Tentunya beberapa mahasiswa telah meraih medali dalam berbagai kompetisi olahraga, baik nasional maupun internasional. 

Korean Government Scholarship

Beasiswa ini, didanai langsung oleh pemerintahan Korea Selatan. Tentu semua itu untuk membantu meringankan mahasiswa internasional, program ini tersedia untuk tingkat sarjana dan pascasarjana. Adapun yang akan ditanggung yaitu:

  • Biaya kuliah selama 5 tahun 
  • Uang saku 800,000 ( berkisar Rp 9 juta rupiah 
  • Uang tunjangan kedatangan 200,000 won dan pulang 
  • Biaya kursus bahasa Korea penuh
  • Tiket pesawat pulang pergi.
  • Asuransi kesehatan 
  • Tunjangan prestasi 

Adapun Persyaratannya yaitu:

  • Pendaftar berasal dari warga negara yang terdapat program beasiswa KGSP.
  • Berusia dibawah 25 tahun untuk S1 dan S2 dibawah 40 tahun.
  • Pendidikan terakhir SMA/ sederajat untuk S1 dan memiliki gelar S1 untuk beasiswa S2. 
  • Memiliki nilai rata-rata 80% dari 100%.
  • Fasih berbahasa Inggris. 

Apakah Seoul National University bisa menggunakan bahasa selain Korea? Tentu saja, beberapa program di SNU sudah menyediakan program dengan bahasa Inggris. Hal ini, tentu saja akan memudahkan para mahasiswa internasional. 

Mudah bukan? bisa bahasa Inggris sudah bisa berkuliah di Korea. Maka dari itu, belajar bahasa Inggris dengan Magna English Preparation aja. Belajar nyaman dengan fasilitas modern, kurikulum update bahkan terdapat materi TOEFL, IELTS dan lainnya, tentu dengan harga terjangkau. Yuk daftar!!

Selengkapnya
Universitas Kopenhagen

Universitas Kopenhagen dengan Keindahan Bangunanya

Universitas Kopenhagen termasuk kedalam perguruan tertinggi di Denmark. Survei internasional menjadikan Denmark sebagai salah satu negara paling bahagia, semua itu tentu karena kesetaraan sosial dan kesejahteraan hidup disana. 

Selain itu, sistem pendidikannya terkenal akan kualitasnya. Perguruan tinggi di Denmark juga memiliki fasilitas yang lengkap seperti perpustakaan, cafe dan masih banyak lagi.

Sejarah Universitas

Perguruan tinggi ini didirikan pada tahun pada tahun 1479, oleh Raja Christian I. Namun awal namanya yaitu “Studium Generale”. Universitas ini memiliki beberapa kampus yang berlokasi di sekitar kota Kopenhagen,  namun kampus utamanya berada di pusat Kopenhagen. 

Pada abad ke 17, universitas ini mengalami perubahan nama menjadi “Universitas Kopenhagen”. Disaat itulah mulai menyusun struktur akademi yang modern, pada abad ke 18 perguruan tinggi ini juga menjadi pusat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. 

Seiring berjalannya waktu universitas ini sudah mencapai peringkat tinggi, dalam perguruan tinggi terbaik di dunia. Karena sejak dibangun universitas ini sudah memberikan kontribusi kepada perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi. 

Jurusan Universitas

Perguruan tinggi ini sudah memiliki setidaknya 100 departemen serta fasilitas penelitian. Program yang tersedia pun lengkap, mulai dari  tingkat sarjana, pascasarjana sampai doktor. Tak ketinggalan juga program internasional, tentu hal ini akan menarik perhatian mahasiswa dari seluruh negara. Berikut ini beberapa program studi  yang tersedia, antara lain:

1. Ilmu Alam

Universitas Kopenhagen menawarkan berbagai jurusan di bidang Ilmu Alam mulai dari fisika dan kimia hingga biologi dan bumi. Beberapa program studi Ilmu Alam yang tersedia, antara lain: 

  • Fisika 
  • Kimia 
  • Biolog
  • Astronomi
  • Matematika
  • Geologi 

2. Kesehatan dan Ilmu Kedokteran

Sudah pasti mahasiswa akan mempelajari mengenai bidang Kesehatan Manusia dan Ilmu Kedokteran. Program studi ini juga merupakan rumah bagi beberapa lembaga serta pusat penelitian di bidang kesehatan.  Beberapa jurusan dan Kesehatan dan Ilmu kedokteran, antara lain:

  • Kedokteran 
  • Ilmu Kesehatan 
  • Kesehatan Global
  • Gizi dan Dietetika 
  • Farmasi

3. Ilmu Sosial

Bidang studi yang mempelajari perilaku manusia, masyarakat, dan hubungan sosial secara umum. . Adapun beberapa jurusan dalam program studi ilmu sosial, antara lain:

  • Ekonomi 
  • Ilmu Politik 
  • Sosiologi
  • Antripologi 
  • Hubungan Internasional 
  • Ilmu Pemerintahan 
  • Psikologi 

4. Humaniora

Pada bidang ini, kamu akan mempelajari pemahaman dan penelitian mengenai aspek manusia. Seperti yang berhubungan dengan kebudayaan, sejarah dan pengalaman manusia. Humaniora juga mengeksplorasi berbagai kehidupan manusia melalui analisis, interpretasi dan refleksi. Berikut ini beberapa jurusan yang ada di humaniora, antara lain:

  • Bahasa dan Sastra 
  • Sejarah 
  • Filsafat 
  • Studi Budaya 
  • Seni dan Kajian Teater 

5. Hukum

Dalam bidang hukum, tentu akan mempelajari mengenai pemahaman dan aplikasi prinsip-prinsip hukum, sistem peradilan dan norma-norma yang mengatur perilaku masyarakat. Berikut ini beberapa jurusan yang bisa kamu ambil dalam bidang hukum, antara lain:

  • Hukum Internasional 
  • Hukum Bisnis 
  • Hukum Pidana 
  • Hukum Sipil 

6,. Teologi

Program studi yang mempelajari mengenai tentang agama dan keyakinan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nantinya,mahasiswa diharapkan bisa memahami dan juga menganalisis teks keagamaan. Berikut ini beberapa jurusan yang bisa kamu pilih, yaitu:

  • Teologi Kristen 
  • Sejarah Gereja 
  • Studi Biblikal 

7. Ilmu Kesehatan

Bidang yang membahas ilmu kesehatan manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia, serta berbagai faktornya. Dalam ilmu kesehatan ini, nantinya kamu akan mempelajari mengenai anatomi, fisiologi dan berbagai aspek kesehatan manusia. Berikut ini beberapa jurusan dalam ilmu kesehatan, yaitu:

  • Kinesiologi
  • Teknik Kesehatan 
  • Terapi Okupasi 
  • Teknologi Radiografi 

Beasiswa Denmark 

Mau kuliah di Denmark secara gratis? Tentu saja bisa, karena terdapat berbagai beasiswa yang bisa kamu ambil. Mahasiswa awal yang baru menempuh studi di Denmark, nantinya akan dikenakan biaya berkisar 6.000 Euro sampai 16.000 Euro. 

Namun jika kamu menggunakan beasiswa tenang saja, karena bisa berkuliah tanpa biaya. Maka dari itu, berikut ini beasiswa yang bisa kamu ambil untuk kuliah di Denmark antara lain:

1. Danish Government Scholarship 

Program beasiswa ini diberikan untuk pelajar internasional yang ingin melanjutkan ke tingkat pascasarjana di Denmark. Tentu saja program beasiswa ini berasal dari pemerintah Denmark, bertujuan untuk meringankan biaya kuliah. 

Nantinya kamu akan mendapatkan tunjangan biaya hidup bulanan, sekitar Rp 15.200.000. Semua itu sudah termasuk biaya kuliah dan biaya hidup. Namun tidak termasuk dengan visa, tiket pulang – pergi dan akomodasi. Persyaratan beasiswa:

  • Warga negara non EU dan EEA. 
  • Transkrip nilai. 
  • IPK. 
  • CV
  • Sertifikat gelar. 
  • Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris. 
  • Paspor 

2. Islamic Development Bank Scholarship 

Program ini dikhususkan untuk komunitas muslim di negara berkembang. Mengapa pada negara berkembang? Karena biasanya di sana masyarakatnya masih banyak yang tertinggal dalam hal pendidikan. 

Beasiswa ini diperuntukan untuk mahasiswa internasional yang mengambil jenjang doktor. Sudah mencakup bantuan biaya kuliah, tunjangan hidup, tunjangan  buku dan pakaian hingga tiket pesawat. Persyaratan beasiswa:

  • Maximal umur 35 tahun untuk Ph.D. dan 40 tahun untuk penelitian pasca doktor. 
  • Memiliki gelar M.Sc. atau Ph.D. 
  • Kemampuan dalam bahasa Inggris aktif. 
  • Pengalaman kerja tidak kurang dari 2 tahun. 
  • Memiliki catatan penelitian di bidang yang sama. 

Beberapa dokumen yang dibutuhkan:

  • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
  • Ijazah. 
  • Transkrip akademik. 
  • Paspor. 

Apakah Universitas Kopenhagen menggunakan Bahasa Inggris? Tentu perguruan tinggi ini menyediakan beberapa program studi dalam bahasa Inggris. Persiapkan kuliah di luar negeri bersama Magna English Preparation, belajar nyaman dengan fasilitas yang menunjang pembelajaran. 

 Para guru berkompeten, serta materi yang diajarkan tentu akan memudahkan kamu dalam memahami pembelajaran. Tentu semua itu harganya terjangkau, yuk daftar!!

Selengkapnya
Apa itu Tes GRE dan GMAT

Apa itu Tes GRE dan GMAT? Hal-hal yang Membedakan

Apa itu Tes GRE dan GMAT? Ketika kamu ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri, tentunya harus mengetahui apa saja yang dipersiapkan terlebih dengan persyaratannya. 

Hal itu akan memudahkan dalam persiapan belajarmu keluar negeri, selain itu memiliki kemampuan bahasa asing merupakan hal yang penting. 

Mengapa penting? Karena untuk mengikuti study abroad, akan ada persyaratan dimana harus mempunyai sertifikat bahasa Inggris. Maka dari itu nantinya kamu akan mengikuti ujian terlebih dahulu, seperti GRE dan GMAT. 

Apa itu GRE dan GMAT?

Graduate Record Examination atau dikenal GRE, sebuah  tes standar yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berpikir kritis,mampu berkomunikasi efektif, dan dapat memecahkan masalah. Tes ini juga bertujuan untuk melanjutkan ke program pascasarjana di seluruh negara. 

Durasi ujian GRE akan berlangsung 3 jam 45 menit, dan ada 655.00 siswa setiap tahunnya yang mengambil tes ini. GRE juga termasuk ujian yang sudah berformat komputerisasi, jika dibandingkan dengan ujian pascasarjana lainnya tes GRE akan umumnya lebih mudah.

GMAT kepanjangan dari Gratitude Management Admission Test, hampir sama dengan tes GRE yaitu ujian untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana. Namun terdapat perbedaannya yaitu tes ini dikhususkan untuk sekolah bisnis di seluruh negara yang sudah diakui.  

Ujian GMAT akan membutuhkan waktu 3 jam 30 menit, dan sudah 250.000 siswa mengambil tes ini setiap tahunnya. Tetapi GMAT harganya jauh lebih mahal dibandingkan GRE dan dianggap lebih sulit. Karena GMAT memiliki fokus tersendiri dengan pertanyaan yang lebih kompleks. 

Nantinya para peserta akan menerima penilaian terpisah, satu untuk setiap bagian dan satu kumulatif. Skor yang didapat nantinya berkisar 200 hingga 800 poin. 

Terdapat beberapa materi yang diujikan dalam tes ini, tentu bertujuan untuk mengukur berbagai aspek kemampuan. Berikut ini beberapa yang akan diujikan dalam tes GRE, antara lain: 

  • Verbal Reasoning, materi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dalam memahami teks tertulis, mengevaluasi argumen, serta menemukan makna pada kalimat. Nantinya peserta akan diberi waktu 30 menit untuk menyelesaikan setiap tugasnya. 
  • Quantitative Reasoning, pada bagian tes ini akan mengukur kemampuan matematika dasar termasuk dengan pemahaman tentang konsep dasar matematika dasar dan kemampuan untuk memecahkan masalah,
  • Analytical writing, merupakan bagian untuk menilai kemampuan dalam mengekspresikan ides secara tertulis. Nantinya kamu akan diminta untuk menulis esai berjumlah dua, pembahasan yang akan dijadikan esai menganalisis argumen dan tentang analisis. 

GMAT pun terdapat beberapa materi yang diujikan, nantinya ujian ini akan berbentuk pilihan ganda dalam bahasa Inggris yang sudah berbasis komputer. Tes ini akan mengukur kemampuan berpikir kritis setiap pesertanya, serta akan menganalisis informasi dan mampu memecahkan masalah. 

Dalam tes ini juga akan diukur seberapa baik kemampuan dalam mengenai aritmatika dasar, aljabar analisis data dan geometri. Tidak hanya itu, terdapat juga materi untuk menilai tata bahasa dan pemahaman bacaan. 

Berikut ini beberapa materi yang akan diujikan dalam tes GMAT, antara lain:

  • AWA atau Analytical Writing Assessment, yaitu untuk menguji kemampuan dalam berpikir kritis dan komunikasi. 
  • Integrated Reasoning Skill, yaitu menilai seberapa baik kandidat dalam menganalisis data serta mengartikan informasi dalam berbagai bentuk. 
  • Quantitative Reasoning Skill, yaitu menentukan peserta memiliki kemampuan matematika dan keahlian dalam mengolah angka untuk memecahkan masalah. 
  • Verbal Reasoning Skill, yaitu kemampuan peserta dalam membaca dan menyunting keterampilan memahami argumen tertulis. 

Perbedaan GMAT dan GRE

Meskipun hampir mirip, memang terdapat perbedaan antara GMAT dan GRE. Faktor ini akan menentukan manakah tes yang sesuai dengan kemampuan, antara lain: 

1. Fokus Materi

Jika GRE sudah mencakup penilaian kemampuan verbal dan kuantitatif, serta kemampuan menulis secara analitis yang diperlukan untuk berbagai bidang studi. Namun GMAT, lebih menekankan pada kemampuan analitis, logis dan pemahaman matematika yang diperlukan untuk keberhasilan. 

2. Hitungan

Menjadi perbedaan dasar mengapa GMAT lebih sulit dibanding GRE, karena soal matematika yang diujikan lebih sulit. 

Banyak soal GMAT yang dirancang untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan pemikiran analitis, tentu juga memerlukan kemampuan untuk menerapkan konsep matematika dan bahasa Inggris

3. Bahasa Inggris

Tes GRE cenderung memiliki kosakata yang lebih beragam, serta teks yang rumit dibanding dengan GMAT. hal ini dapat membuat bagian verbal tes GRE terasa lebih sulit untuk beberapa individu. Lain halnya dengan GMAT, tes ini lebih menguji pemahaman pembaca dan kemampuan pemecahan masalah. 

4. Tujuan Karir

Tes ini bisa berlaku bahkan sampai lima tahun, setelah lulus dari program pascasarjana hasil tes ini masih bisa digunakan. Untuk kamu yang ingin mencoba bekerja di perusahaan manajemen atau bank, maka tes ini akan sangat dibutuhkan. Karena banyak perusahaan yang menerima hasil tes GMAT.

5. Persiapan

Karena tes GRE akan dihadapkan dengan bagian verbal tes, maka dari itu peserta harus memperluas kosakata, meningkatkan pemahaman membaca hingga mengasah kemampuan pikiran untuk memahami dengan baik. 

Untuk tes GMAT juga dibutuhkan pemahaman yang kuat, mengenai struktur argumen, logika serta pemecahan masalah secara umum. 

Persiapkan diri kamu dengan belajar bersama Magna English Preparation. Tentu saja kamu juga bisa belajar dengan materi-materi dan kurikulum terkini, guru-guru berkompeten, fasilitas yang nyaman dan menunjang pembelajaran, serta harganya sangat terjangkau. Yukk daftar sekarang juga!!

Selengkapnya