Tes TOEFL

Mengenal Tes TOEFL: Definisi, Jenis dan Tips Belajarnya

Apakah kamu sedang mempersiapkan TOEFL? Tes bahasa inggris ini memang bukan rahasia lagi bagi kalangan mahasiswa atau sivitas akademika. TOEFL sendiri merupakan tes bahasa inggris berskala internasional. Jadi, banyak mahasiswa dari berbagai dunia pasti akan menghadapi tes ini untuk berbagai kepentingannya. Lalu, seperti apa sih TOEFL?

Definisi TOEFL

Tes TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah tes yang berstandar internasional untuk menguji kemampuan berbahasa inggris. Tes ini pertama kali dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) yang berpusat di Amerika Serikat pada 1963. Pada awalnya, tes ini berfokus pada masyarakat New Jersey yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Seiring perkembangannya, TOEFL akhirnya menjadi tes paling fundamental dan fenomenal bagi mahasiswa dari berbagai dunia yang ingin melanjutkan pendidikan atau studinya ke luar negeri. Saat ini, skor TOEFL sering menjadi patokan untuk masuk ke perguruan tinggi di luar negeri maupun perusahaan skala nasional/internasional. 

Mengapa Tes TOEFL Penting?

Diketahui, TOEFL menjadi tes bahasa inggris yang diakui secara internasional. Hampir setiap universitas dan perusahaan global menerapkan tes TOEFL untuk calon mahasiswa/karyawannya. Untuk kamu yang ingin mendaftar universitas di Amerika, Kanada, atau Eropa, maka TOEFL akan selalu jadi syarat umum.

Sebab, bahasa inggris merupakan bahasa internasional. Jadi, diharapkan calon mahasiswa tidak culture shock atau gap language saat berkuliah. Bayangkan kamu kesulitan menyerap ilmu ketika kuliah karena kurang dalam bahasa inggris. Maka dari itu, TOEFL menjadi solusi agar mahasiswa bisa menyerap ilmu dengan baik meskipun berbeda bahasa negaranya. 

Jenis-Jenis Tes TOEFL

Sebelum mengetahui jenis-jenis TOEFL, maka kamu perlu mengetahui tentang penilaian TOEFL. Pada umumnya, TOEFL digunakan untuk menilai kemampuan peserta dalam menulis, membaca, dan mendengarkan bahasa inggris dengan baik. Maka dari itu, ada beberapa jenis TOEFL yang dimaksud.

1. PBT (Paper Based Test)

Jenis TOEFL pertama adalah PBT (Paper Based Test). Jenis tes ini memang jarang sekali ditemukan di berbagai institusi atau bimbingan bahasa inggris. Sebab, sebagian perusahana/universitas tidak mengizinkan peserta untuk melampirkan skor TOEFL berdasarkan PBT. Alasannya, tes ini sudah ketinggalan zaman dan sudah digantikan dengan jenis tes TOEFL lainnya. 

Meskipun begitu, ada beberapa negara yang masih menguji kemampuan mahasiswa dengan jenis TOEFL ini. Salah satu negara tersebut adalah tanah air kita, Indonesia. Dilansir dari manajemen-informatika-d4.stekom.ac.id, ada 60 lembaga yang tersebar di 48 kota besar di Indonesia yang masih menyelenggarakan TOEFL PBT. Di Indonesia, jenis tes ini sering disebut dengan ITP (Institutional Testing Program). 

Diketahui, TOEFL ITP hanya berlaku secara lokal yang ditujukan untuk mahasiswa dari universitas penyelenggara TOEFL ITP. Ujian ini membutuhkan waktu selama 2-2,5 jam dengan rentang skor antara 310-677.

2. CBT (Computer Based Test)

Selanjutnya, ada jenis TOEFL yang menggunakan komputer, yakni CBT (Computer Based Test). Jenis TOEFL ini memang jarang ditemui karena dinilai kurang valid baik error pada kemunculan materi soal maupun hasil skor yang didapat. Pada awalnya, jenis TOEFL ini diperkenalkan pertama kali pada 1998, saat komputer menjadi tren di masyarakat global. 

Kelangsungan ujian ini berdurasi sekitar 2-2,5 jam. Rentang nilai pada TOEFL CBT, yakni 0-300. Untuk kamu yang pernah mengikuti TOEFL CBT, apa testimoni kamu setelah mengikutinya?

3. IBT (Internet Based Test)

Jenis TOEFL modern yang digunakan untuk melamar kerja/kuliah di luar negeri. Jenis TOEFL ini berbasis internet selama proses ujian berlangsung. Jadi, lancar atau tidaknya proses TOEFL kamu, sangat dipengaruhi dengan sinyal internet. 

Diketahui, TOEFL IBT menggunakan komputer sebagai media ujian. Bedanya, terdapat internet dalam mekanisme menjawab pertanyaan TOEFL-nya. Jenis TOEFL ini diluncurkan oleh ETS pada 2005. Kemunculan TOEFL IBT di Indonesia pada 2006. TOEFL IBT berlangsung selama 4 jam dengan rentang skor sebanyak 0-120.

Komponen Soal TOEFL

Lalu, apa saja yang diujikan dalam TOEFL? Diketahui, TOEFL menguji kamu untuk berbahasa inggris dalam segi mendengar, menulis, berbicara, dan membaca. Maka dari itu, ada beberapa komponen soal yang akan diuji dalam TOEFL, diantaranya:

1. Tes TOEFL Reading Section

Dalam komponen soal ini, keterampilan bahasa inggris kamu akan diuji dalam segi bacaan. Nantinya, kamu akan mencari ide utama, maksud penulis, dan frasa bahasa inggris dalam soal yang berbentuk teks. 

Untuk TOEFL IBT, kamu akan diberikan 60-80 menit untuk mengisi jawaban sekitar 36-56 pertanyaan. Bagi TOEFL PBT, kamu akan diberikan waktu sekitar 55 menit untuk mengisi jawaban sekitar 50 pertanyaan.

2. Writing Section

Untuk sesi ini, kamu akan dituntut untuk bisa menuliskan jawaban berdasarkan topik yang telah dipilih dalam tes. Dalam hal ini, kamu harus menganalisa topik, membaca isu terkini, dan memerhatikan grammar pada tulisan kamu. 

Diketahui, kamu hanya diberikan waktu sekitar 50 menit untuk penulisan 2 esai dari topik yang dipilih dalam TOEFL IBT. Untuk TOEFL PBT, kamu diberikan waktu sekitar 25 menit untuk menulis jawaban esai pada 40 pertanyaan yang ada.

3. Tes TOEFL Listening Section

Sesi ini dianggap sulit bagi sebagian peserta TOEFL karena menguji telinga yang memang belum terbiasa mendengar bahasa asing. Dalam sesi ini, kamu akan diuji untuk mendengar percakapan, cerita, atau diskusi yang disuarakan oleh native speaker. 

Untuk TOEFL IBT, kamu hanya diberikan waktu sekitar 60-90 menit untuk 34-51 pertanyaan. Bagi kamu yang mengikuti TOEFL PBT, sesi ini berdurasi sekitar 30-40 menit untuk 50 pertanyaan.

4. Speaking Section

Seperti halnya dengan listening, komponen soal TOEFL ini memang sulit bagi yang belum terbiasa berbicara bahasa inggris. Biasanya peserta salah dalam mengelola tata bahasa dan kurang kosakatanya. Diketahui, sesi ini hanya di TOEFL IBT dengan waktu sekitar 20 menit. 

Itulah beberapa komponen soal yang akan diujikan dalam TOEFL. Lalu, seperti apa tips untuk mengerjakannya? 

Tips Mengerjakan Tes TOEFL

Untuk mendapat skor tinggi pada TOEFL, memang butuh perjuangan keras. Maka dari itu, kamu perlu menyikapinya dengan latihan konsisten dan doa terbaik kepada Tuhan yang Maha Esa. Lalu, ada beberapa tips untuk mengerjakan TOEFL apapun jenis.

1. Memotivasi Diri Sendiri

Sebelum mengikuti TOEFL, pastikan kamu mengetahui tentang alasan kamu mengikuti tes tersebut. Jika kamu hanya ikut-ikutan teman, maka sudah dipastikan skor TOEFL-mu akan rendah. Sebab, kamu tidak memotivasi atau mendorong diri sendiri, malah butuh dorongan dari orang lain. 

Biasanya ada beberapa alasan orang mengikuti TOEFL, seperti mendapat pekerjaan di luar negeri, mengasah kemampuan bahasa inggris, atau melanjutkan studi ke luar negeri. Setelah mengetahui alasan itu, mereka akan memotivasi diri sendiri dengan memberikan quotes atau kata-kata penyemangat di dinding atau meja belajarnya. Bagaimana dengan kamu?

2. Memperbanyak Kosakata dan Kuasai Grammar

Mengapa kita perlu memperbanyak kosakata dan menguasai grammar bahasa inggris? Sebab, hal itu sangat penting saat kamu mengerjakan beberapa komponen soal TOEFL. Diketahui, banyak peserta yang mendapat nilai rendah karena kurang menguasai kosakata dan grammar, loh. 

Lalu, bagaimana cara memperbanyak kosakata? Kamu bisa membaca koran, majalah, atau artikel berbahasa inggris. Di dalamnya, kamu mungkin akan menemukan kosakata yang belum kamu ketahui. Kosakata itu bisa kamu catat dan hafalkan. Untuk menguasai grammar, kamu bisa berlatih menulis kalimat atau paragraf bahasa inggris dengan menggunakan metode waktu, seperti future, past, atau present. 

3. Sering Berlatih dengan Teman Seperjuangan

Jika kamu kesulitan belajar sendiri, maka ajaklah teman yang sefrekuensi atau seperjuangan. Mengapa tidak? Sebab, teman positif akan menghasilkan kesuksesan yang berarti. Lalu, apa saja yang bisa dilatih bersama teman? 

Kamu bisa berlatih speaking bahasa inggris dengan teman kamu. Kamu juga bisa menulis teks bahasa inggris dan evaluatornya adalah teman kamu. Lalu, kamu bisa menulis esai berbahasa inggris bersama teman dengan topik yang berbeda. Tentunya, kegiatan tersebut lebih menyenangkan dibandingkan dengan belajar sendiri.

itulah beberapa informasi seputar Tes TOEFL. Jika kamu ingin mendapat teman sefrekuensi dan mentor yang hebat, maka kamu bisa belajar di Magna Education. Tentunya kamu akan dibimbing dan mendapat relasi hebat melalui metode belajar standar internasional. 

Selengkapnya
Tes SAT

Tes SAT: Definisi, Jenis Tes, dan Tips Lolos SAT

Apakah kamu tahu tentang tes SAT? Mungkin, tes ini cukup awam bagi sebagian mahasiswa. Meski begitu, penting untuk mengetahui tes ini jika kamu ingin berkuliah di luar negeri. Bagi orang yang ingin berkuliah di Amerika Serikat, biasanya akan mencantumkan hasil nilai tes SAT. Hal ini dikarenakan tes SAT sangat penting untuk mendaftar pada universitas di Amerika Serikat. Lalu, apa sebenarnya tes SAT?

Apa sih Tes SAT? Begini Definisinya!

Dilansir dari hotcourses.co.id, tes SAT (Scholastic Assesment Test) adalah ujian standar dengan bahasa Inggris yang diciptakan oleh College Board. Lembaga itu merupakan lembaga berbasis nirlaba di Amerika Serikat. Pada umumnya, tes ini berbeda dengan TOEFL dan IELTS yang menguji kemampuan bahasa inggris kamu.

Tes SAT ini menguji keterampilan dan kesiapan kamu dalam perkuliahan S1. Hampir mirip dengan UTBK dengan kategori Tes Psikolastik, bedanya ujian ini berbahasa inggris. Nilai SAT terbaik kemungkinan besar kamu mendapat beasiswa. 

Penerapan SAT

Siapapun yang ingin menjadi mahasiswa di Amerika Serikat harus menempuh tes ini. Penerapan tes ini memang menjadi persyaratan wajib bagi seluruh universitas di Amerika Serikat untuk jenjang kuliah S1. Meski begitu, pemberlakuan tes ini berada di luar negara Amerika Serikat, seperti Inggris, Kanada Australia, Singapura, dan Malaysia.

Tes SAT yang diberlakukan itu biasanya bersifat tidak wajib dan sebagian universitas. Lalu, apa saja komponen soal SAT?

Komponen Tes SAT

Ada beberapa komponen SAT yang dikutip dari College Board dan dilansir dari lister.co.id, diantaranya:

1. Reading Test

Komponen tes pertama, kamu akan diuji untuk menganalisis bacaan. Waktu dalam ujian ini sekitar 65 menit dengan total 52 soal pilihan ganda. Kisi-kisi pada reading test dalam SAT, yakni:

  • 1 tes fiksi
  • 1 atau 2 teks dari dokumen tokoh pahlawan AS atau teks dalam Great Global Conversation.
  • 1 teks yang membahas bidang ekonomi, sosilogi, psikologi, dan rumpun Soshum lainnya. 
  • 2 teks yang membahas topik sains, seperti kebumian, kimia, biologi, atau fisika. 

Dari teks-teks tersebut, beberapa contoh pertanyaan akan membahas tentang fakta dari teks, frasa atau arti kata sesuai konteks dalam bacaan, penafsiran teks, dan hipotesis penulis. Pastikan kamu rajin membaca untuk menyelesaikan komponen soal ini.

2. Writing and Language Test

Hampir sama dengan komponen tes sebelumnya, kamu akan menguji dengan membaca teks dan menemukan kesalahan dari teks tersebut. Bagian ini terdiri dari 44 soal pilihan ganda dengan durasi selama 35 menit. Mayoritas teks berjumlah antara 400-450 kata. 

Beberapa teks berada di tingkat rumit hingga teks sederhana. Fokus bidang pada teks cukup beragam, seperti sains, humaniora, sejarah, dan ilmu sosial. Berikut kisi-kisi teksnya.

  • Setidaknya ada 1 teks bersifat naratif atau bercerita. Teks ini dapat berupa fiksi maupun nonfiksi, seperti peristiwa sejarah atau sains terapan.
  • Teks tersebut bersifat argumentatif, informatif, atau edukatif.
  • Teks biasanya menampilkan grafik, bagan, atau infografik.
  • Beberapa teks akan menanyakan tentang maksud atau isi teks dan kesalahan dalam tata bahasa, kosakata, struktur teks, serta tanda baca.

3. Math Test

Jika kamu menyukai matematika, maka kamu akan mudah menyelesaikan komponen soal ini. Math test menyajikan soal-soal berupa pendidikan, universitas, dan karir. Dalam tes ini, kamu akan diuji dengan soal, seperti aljabar, analisis data, dan matematika lanjutan yang menggunakan persamaan tertentu. Ada topik tambahan berupa soal-soal geometri dan trigonometri.

Kamu juga menemukan soal yang memperbolehkan kamu menggunakan kalkulator dan tanpa kalkulator. Soal berupa pilihan ganda, tetapi ada sebagian soal yang harus dijawab lengkap dengan grid-ins. Kamu akan diberikan waktu sekitar 80 menit dengan total soal sebanyak 58 soal.

Jika kamu berhasil menguasai komponen-komponen soal tersebut, maka tidak mungkin kamu akan mendapat skor dengan rentang antara 200-800 dari masing-masing komponen soal. Skor SAT maksimal yaitu 1600.

Tips Dapat Skor Tinggi pada SAT Test

Untuk mendapat skor tinggi pada SAT, kamu butuh tenaga ekstra, ya. Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan dan hadapi SAT, diantaranya:

1. Belajar Vocab (Kosakata)

Bagi mahasiswa asing yang tinggai di luar negara AS, tentunya tes SAT akan sulit karena menemukan kosakata asing yang mungkin belum pernah kamu dengar. Ditambah, kamu akan diuji dengan berbagai teks dari isu topik yang berbeda-beda. Untuk itu, kamu perlu mempelajari vocabulary. 

Untuk memperkaya kosakata, kamu bisa menambah kosakata dengan membaca kamus, menulis esai berbahasa Inggris, dan menonton film/series berbahasa inggris. Kamu juga bisa menonton seminar-seminar atau pidato berbahasa inggris. 

2. Ikuti Simulasi Tes SAT

Untuk mendapat gambaran tentang tes SAT, kamu bisa mengikuti simulasi yang tersebar di internet atau media sosial. Kamu juga bisa mempelajarinya melalui YouTube untuk tahu teknik menjawab soal-soal tertentu. 

Diketahui, tes SAT berlangsung selama 3 jam. Waktu tersebut relatif lama, maka kamu bisa membiasakan diri dengan simulasi tes SAT terlebih dahulu.

3. Pelajari Soal Matematika

Apakah kamu masih menyimpan soal-soal TPS (Tes Psikolastik) saat SBMPTN? Nah, kamu bisa menggunakan itu sebagai referensi soal, seperti soal matematikanya. Sebab, ada beberapa kemiripan soal TPS dengan tes SAT, seperti aljabar, analisis data, fungsi, persamaan, dan matematika tingkat lanjut. 

Kamu bisa mengambil waktu sekitar 30 menit untuk menjawab soal-soal latihan matematika SAT. Hal ini untuk mempermudah kamu dalam menggambarkan soal yang akan dikerjakan pada SAT berlangsung. 

4. Ambil Istirahat

Belajar itu penting, tetapi istirahat juga penting. Maka dari itu, setiap latihan soal, ambil jeda untuk istirahat. Hal ini dapat meningkatkan ketenangan saat kamu mengerjakan tes SAT. Ditambah, kamu bisa mencegah stres selama tes SAT. 

5. Ketahui Kelebihan dan Kelemahan

Kamu mungkin bisa mengetahui tentang kelebihan dan kelemahan kamu saat melihat komponen soal pada tes SAT. Jika kamu lemah di bidang matematika, kamu bisa mengambil kursus SAT yang berfokus pada komponen soal matematika. Jika kamu lemah dalam menulis bahasa inggris, maka kamu bisa mempelajari grammar secara otodidak atau kursus.

6. Ikuti Kursus

Jika kamu merasa belum ada improve pada kemampuan bahasa inggris dan matematikamu, kamu bisa mengikuti kursus di Magna Education. Di sana, kamu akan mendapat kursus tentang TOEFL, IELTS, dan SAT. Tentunya, hal itu bisa meningkatkan kemampuan bahasa inggris sekaligus matematika. Dengan pengajar yang berprofesional dan berpengalaman, pembelajaran di Magna Education sudah standar internasional. Kamu bisa mendaftar di laman resmi, yakni: https://www.magnaeducation.id/contact/ 

Itulah beberapa informasi tentang SAT Test. Poin penting dalam menghadapi tes SAT adalah percaya diri dan konsisten dalam latihan. Kamu bisa mengembangkan diri melalui motivasi tinggi. Hal itu mempermudah kamu dalam mencapai impian. Apakah kamu tertarik untuk belajar SAT bersama Magna Education?

Selengkapnya
Tes IELTS

Info Tes IELTS Lengkap: Definisi, Manfaat Hingga Tips Dapat Skor Tinggi IELTS

Apakah kamu berencana untuk mengikuti tes IELTS? Tentunya tes ini mudah-mudah sulit karena perlu persiapan yang matang. Tidak hanya dibutuhkan untuk masuk ke kampus luar negeri, IELTS juga dipergunakan untuk kamu yang ingin melamar kerja di perusahaan luar negeri. 

Lalu, bagi kamu yang mengikuti tes IELTS, kamu harus mengetahui dan memahami informasi tentang tes ini. Lalu, apa sih IELTS? 

Apa Itu IELTS?

IELTS (International English Language Testing System) adalah tes bahasa Inggris tingkat internasional yang memang diperuntukkan untuk mahasiswa yang ingin bekerja/berkuliah di luar negeri. 

IELTS ini dapat mengukur kemampuan bahasa Inggris kamu dalam melanjutkan pendidikan tinggi atau profesional di perusahaan luar negeri. Sebenarnya IELTS dapat terbuka untuk umum. Akan tetapi, mayoritas dari tes ini adalah mahasiswa. 

IELTS sendiri memang hampir sama dengan TOEFL (Test of English as Foreign Language). Meski begitu, ada perbedaan yang mencolok, terutama sistem ujiannya. Semua jawaban pada tes IELTS ditulis tangan. Sedangkan, jawaban TOEFL berbasis komputer. Untuk skala nilai, IELTS berada rentang skor 0-9. Sementara, skor TOEFL bisa lebih dari 100.

IELTS sendiri dilaksanakan bersama Universitas Cambridge da British Council. Diketahui, rata-rata nilai yang dibutuhkan untuk masuk ke universitas luar negeri, khususnya Eropa atau Inggris adalah 5.5 – 6.5 (S1) dan 6-7.5 (S2).

Perlu diketahui, dilansir dari katadata.co.id, hasil nilai tes ini yang terverifikasi diakui lebih dari 11.000 instansi, khususnya pendidikan, perusahaan, organisasi profesional, dan pemerintahan. Bahkan, IELTS sendiri sudah digunakan sebagai persyaratan kampus dari 145 negara di seluruh dunia. 

Sama dengan tes GRE, tes IELTS tidak memandang peserta dari latar belakangnya. Kamu bisa mengikuti tes IELTS dengan nyaman tanpa memandang jenis kelamin, ras, suku, gaya hidup lokasi, dan kebangsaan. Semua peserta bersaing untuk mendapat skor tertingginya. 

Manfaat Tes IELTS

Menurut RD Institutes yang dilansir dari glints.com, ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan setelah mengikuti tes IELTS, diantaranya:

  1. Kemampuan bahasa inggris meningkat dan terverifikasi oleh sertifikat internasional
  2. Mempermudah peluang untuk kamu mendaftar di perguruan tinggi atau perusahaan skala internasional.
  3. Mempermudah dalam berkomunikasi dan berkehidupan di negara asing.
  4. Proses pengajuan visi akan lebih mudah.
  5. Value untuk karirmu lebih meningkat dan mempermudah untuk proses jenjang karir di perusahaan baik skala nasional maupun internasional.

Itulah manfaat yang akan kamu dapatkan ketika mengikuti tes IELTS. Sebelum kamu masuk ke dalam tips untuk dapatkan skor tinggi pada IELTS, kamu harus memahami beberapa komponen soal yang ada di tes tersebut. 

Sesi-Sesi pada Tes IELTS

Beberapa tes IELTS menawarkan rangkaian sesi yang lebih kompleks daripada tes bahasa inggris secara umum. Menurut katadata.co.id, tes IELTS memiliki beberapa sesi yang bisa kamu ikuti, diantaranya:

1. Listening Section

Seperti ujian bahasa inggris di sekolah, kamu akan dihadapkan dengan tes yang menguji keterampilan listening kamu. Tes ini mengharuskan kamu untuk mendengar percakapan, cerita, dan soal yang dikeluarkan oleh native speaker. Durasi dalam tes ini berlangsung selama 30 menit. 

2. Reading Section

Tes yang menuntut untuk kamu membaca teks berbahasa Inggris. Banyak orang yang menganggap kalau tes ini cukup mudah. Padahal, tes ini menuntut kita untuk menganalisis dan mengevaluasi teks berdasarkan soal yang diminta. 

Diketahui, tes ini memiliki 40 soal dengan konsep reading comprehension. Pada umumnya, soal-soal yang dikeluarkan akan menguji peserta untuk mencari inti permasalahan, ide utama, detail, argument logis, opini, atau niat penulis dalam teks tersebut. Durasi sesi ini berjalan selama kurang lebih 60 menit. 

3. Writing Section

Apakah kamu suka menulis dengan bahasa inggris? Mungkin, kamu akan lebih mudah menyelesaikan soal pada sesi ini. Dalam sesi ini, peserta ujian akan menulis 2 esai yang berbeda dari 2 topik yang sudah disiapkan oleh penyelenggara ujian. Sesi ini berlangsung selama 60 menit. 

4. Speaking Section

Selain menguji kemampuan membaca dan mendengar, kamu juga diuji kemampuan berbicara dalam bahasa inggris. Peserta akan berdialog dengan penutur asli bahasa inggris. Nantinya, penutur tersebut akan mengeluarkan beberapa pertanyaan yang bisa kamu jawab. Pada umumnya, pertanyaan tersebut bertema profesional dan kasual. 

Durasi sesi berlangsung selama 15 menit. Meski terkesan menakutkan, kamu juga dituntut untuk percaya diri dan menguasai banyak kosakata bahasa inggris.

Kelompok Tes IELTS

Tes IELTS sebenarnya ada kategori atau kelompoknya. Tentunya, hal tersebut dibedakan dari tujuan ujian tersebut. Dilansir hotcourses.co.id, ada kelompok tes hotcourses.co.id, yakni:

  1. IELTS Akademik: Bertujuan untuk mahasiswa asing yang ingin kuliah di negara-negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa utama/sekunder.
  2. General Training Tes: Bertujuan untuk orang asing yang ingin pindah negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa utama/sekunder. Tes ini juga digunakan untuk calon pekerja/pekerja yang pindah perusahaan atau melamar pekerjaan di perusahaan/organisasi skala internasional.

Dari kategori tes tersebut, kamu perlu menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kamu dalam mengikuti tes IELTS, ya.

4 Tips Sukses Tes IELTS untuk Dapat Skor Tinggi

Setelah mengetahui informasi tes IELTS, pastinya kamu penasaran tentang cara mendapat skor tinggi pada tes IELTS. Berikut 4 tips sukses tes IELTS untuk dapat skor tinggi, diantaranya:

1. Jangan Sepelekan Tes 

Meskipun kamu jago dalam bahasa inggris, kamu tidak boleh menyepelekan tes ini. Ditambah, banyak peserta yang menganggap general test lebih mudah daripada academic test. Kamu perlu mempersiapkan tes secara matang jika kamu ingin mendapatkan universitas atau perusahaan luar negeri yang kamu impikan. 

2. Latihan Soal IELTS

Apapun ujiannya, kamu perlu melatih dengan soal-soal tertentu. Dalam IELTS, kamu bisa melatih kemampuan bahasa Inggris dengan mencoba tes preparation IELTS yang tersebar di media sosial dan internet. Kamu juga bisa membeli buku soal seputar IELTS. Dengan cara ini, kamu setidaknya bisa mengetahui gambaran tentang soal-soal dari IELTS itu sendiri. 

3. Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggrismu

Meskipun bahasa inggris sudah dipelajari sejak masa sekolah, bukan berarti kamu tidak meningkatkannya. Kamu perlu mempelajari banyak kosakata dan menulis bahasa inggris. Selain itu, kamu harus mengetahui kekurangan kamu dalam keterampilan bahasa inggris, entah membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. Setelah mengetahui kekurangan tersebut, kamu bisa memperbaikinya dengan belajar mandiri atau mengikuti kelas bahasa inggris.

4. Ikut Kelas IELTS di Magna Education

Jika kamu merasa sudah belajar mandiri, tetapi kemampuan bahasa inggrismu belum meningkat juga. Maka, kamu bisa mengikuti kelas persiapan IELTS di Magna Education. Dengan native speaker yang berpengalaman dan profesional, tentunya pembelajaran IELTS-mu akan lebih menyenangkan. Tentunya, kelas persiapan ini bisa dalam bentuk online dan offline. Jadi, kelas ini jauh lebih fleksibel dan tidak mengganggu waktu luangmu. Ditambah, kurikulum pembelajaran sudah mengikuti standar internasional. So, tidak perlu diragukan lagi, kan?

Itulah beberapa informasi seputar tes IELTS. Kuncinya adalah terus belajar dan berlatih menjawab soal untuk dapatkan skor tertinggi versi kamu. 

Selengkapnya