Novel bahasa Inggris

Ini Dia 7 Rekomendasi Novel Bahasa Inggris untuk Pemula

Apakah kamu menyukai kegiatan membaca? Kegiatan ini memang mampu meningkatkan wawasan kamu. Ditambah, kamu ingin meningkatkan kemampuan bahasa inggris. Salah satu jenis bacaan bahasa inggris yang menarik adalah novel. Lalu, apa saja rekomendasi novel bahasa inggris yang cocok untuk pemula?

7 Rekomendasi Novel Bahasa Inggris yang Cocok untuk Pemula

Novel merupakan karya fiksi yang menampilkan cerita tertentu yang dikarang oleh penulis. Jenis bacaan ini memang populer bagi kalangan pembaca karena alur cerita dan tokoh khas yang dibuat oleh penulis. Saat ini, banyak novel berbahasa inggris yang bisa kamu baca, khususnya pemula. Langsung simak, yuk!

1. Harry Potter Series 

Siapa yang pernah menonton seri film Harry Potter? Film ini memang memiliki cerita yang menarik dan membekas bagi penggemarnya. Nah, untuk versi novel, Harry Potter menyajikan seri 1 sampai 7. Beberapa struktur kata pada novel ini juga mudah dicerna karena menggunakan british accent. 

Ditambah, alur ceritanya yang menarik bisa membuat kamu ketagihan bacanya. Secara singkat, Harry Potter menceritakan seorang tokoh utama bernama Harry Potter yang melatih kemampuan sihir bersama sahabatnya, Ron dan Hermione. Mereka bertarung dengan penyihir jahat dan makhluk-makhluk yang menyeramkan. Mungkin, kamu bisa mendapat kosakata baru setiap membaca seri novel buatan J.K Rowling.

2. The Old Man and The Sea

Sebagian besar native speaker bahasa inggris pernah membaca buku ini. Yap, buku ini berjudul The Old Man and The Sea. Buku yang ditulisoleh Ernest Hermingway cukup terkenal di beberapa sekolah di Amerika Serikat. 

Novel ini memplejari tentang Santiago yang merupakan seorang nelayan tua di Kuba. Ia berjuang melawan ikan marlin ukuran raksasa di Gulf Stream, tepatnya di tengah-tengah laut Kuba. Dalam buku ini, ada beberapa kosakata yang sulit, tetapi masih dapat dimengerti dengan baik. Struktur kalimatnya juga masih bisa dicerna bagi orang yang pemula dalam bahasa inggris. 

3. Novel Bahasa Inggris The Hunger Games

Siapa yang pernah menonton film The Hunger Games? Film yang mengundang banyak perhatian penonton di seluruh dunia. Ternyata, versi novelnya juga tidak kalah seru, loh. Novel yang ditulis oleh Suzanne Collins ini menjelaskan tentang bangsa Panem yang memiliki daerah sejahtera bernama Capitol. 

Capitol diisi oleh 12 distrik yang lebih miskin. Meskipun begitu, terjadi pemberontakan dari distrik ke-13 terhadap Capitol yang menyebabkan kehancuran. Dengan menginisiasi pemberontakan itu, terbentuklah acara terlevisi bernama Hunger Games. Masing-masing distrik harus memberikan 1 perempuan dan 1 pria yang berusia 12-18 tahun untuk mengikuti pertarungan ini. Tentunya permainan ini harus mengorbankan nyawa seseorang. Kamu mau tahu cerita selanjutnya, kan? Mending beli dan baca bukunya di rumah kamu, ya.

4. The Perks of Being a Wallflower

Siapa yang merasa kamu stuck di titik tertentu? Maka, buku ini bisa menjawab pertanyaan kamu. Nama buku tersebut adalah The Perks of Being a Wallflower yang ditulis oleh Stephen Chbosky. Novel yang diterbitkan tahun 1999 ini menceritakan tentang Charlie yang merupakan seorang introvert, tetapi jeli melihat sekelilingnya. 

Ia selalu merenung tentang gaya hidup seorang remaja yang mengarah ke pendewasaan. Pembaca akan digiring ke gaya berpikir Charlie melalui interaksi dan pertanyaannya dengan teman atau keluarganya. Buku tersebut lebih menggambarkan budaya remaja yang masih melekat di Amerika Serikat, seperti narkoba, seksualitas, kesehatan mental, pemerkosaan, dan musik. Novel ini juga diadaptasi ke dalam film dengan judul yang sama.

5. Lord of the Flies 

Jika kamu ingin novel dengan bahasa puitis, kamu bisa membaca buku Lord of the Flies karya William Golding. Novel ini menceritakan tentang sekelompok anak laki-laki yang berasal dari Inggris. Mereka terdampar di pulau tak berpenghuni. Novel ini menceritakan tentang cara bertahan hidup dan leadership. 

Beberapa ketegangan akan terjadi ketika kamu membaca novel ini. Kamu akan terhanyut dengan memikirkan nasib anggota kelompok antara dua kepentingan, kelompok atau individu, rasional atau emosional, moralitas, atau amoralitas.

Buku yang ditulis dengan gaya bahasa puitis dan dramatis ini memang memberikan estetika bagi pembacanya. Tidak heran kalau novel ini pernah menduduki peringkat ketiga sebagai Nation’s Favourite Books pada 2016 di Inggris.

6. Fangirl

List di atas mungkin terasa berat alurnya bagi kamu. Nah, novel Fangirl akan memberikan cerita ringan, tetapi menarik emosional pembaca. Novel ini menceritakan tentang Cath yang merupakan mahasiswa baru dari University of Nebraska. Cath ternyata memiliki kembaran yang bernama Wren.

Meskipun begitu, Cath dan Wren memiliki kepribadian yang tidak kembar. Wren itu merupakan seseorang yang pandai bergaul. Sedangkan, Cath lebih menyendiri dan hobi menulis. Selain punya perbedaan, Cath dan Wren memiliki kesamaan, yakni mereka penggemar dari serial Simon Snow. Konflik terjadi ketika Cath yang mengidap Social Anxiety Disorder harus beradaptasi di lingkungan kampusnya.

7. Novel Bahasa Inggris Looking for Alaska

Seperti judulnya, buku Looking for Alaska menceritakan tentang seseorang bernama Miles yang jatuh cinta dengan gadis cantik dan misterius bernama Alaska di sekolah. Setelah PDKT dengan Alaska, si gadis pesona ini meninggal secara mendadak.

Miles yang merasa bingung dan aneh mulai mencari tahu latar belakang kematian Alaska. Novel ini terbilang cocok untuk kamu yang menyukai genre misteri. Selain genre, gaya bahasa penulis John Green dapat memberikan kesan puitis, tetapi mudah dimengerti oleh pembaca.

8. The Fault in Our Stars

Masih dengan karya John Green, The Fault in Our Stars menjelaskan tentang kisah Hazel, seorang gadis yang terkena penyakit kanker. Ia perlu membawa tabung oksigen setiap kali pergi. Tentunya, hal ini sangat merepotkan bagi Hazel.

Maka dari itu, ibunya mendukung Hazel dengan membawa tim aktivis kanker. Siapa sangka kalau Hazel bertemu dengan jodohnya? Dalam baca buku ini, kamu mungkin akan mendapat beberapa istilah medis dalam bahasa inggris. Novel ini akan menarik sisi emosional para pembacanya. Ditambah, gaya bahasanya yang masih bisa dipahami oleh pemula bahasa inggris.

Itulah beberapa novel bahasa inggris yang cocok untuk pemula. Pastinya akan seru jika kita membacanya bersama teman atau ruangan yang tenang. Nah, dengan bimbingan profesional, Magna Education bisa memberikan pengalaman belajar bahasa inggris yang menyenangkan. Ditambah, fasilitas pembelajaran yang lengkap sehingga bisa memudahkan kamu dalam tes TOEFL, IELTS, SAT, GRE, dan GMAT. Kunjungi laman resmi kami di magnaeducation.id.

Selengkapnya
Mitos IELTS

10+ Mitos IELTS yang Bikin Hambatan Skor Tinggi Kamu

Apakah kamu pernah mendengar tentang mitos IELTS? Selama IELTS test, kamu mungkin pernah mendengar hal-hal yang mengganggu ujian kamu. Mitos-mitos tersebut bisa berkaitan dengan mekanisme ujian, peraturan ujian, atau hal-hal yang bikin kita mundur dari IELTS. 

Patut diketahui, IELTS adalah tes standar berbahasa inggris secara profesional yang diperuntukkan untuk calon mahasiswa atau pekerja yang ingin menempuh pendidikan/melamar pekerjaan di luar negeri. IELTS sendiri biasanya dilaksanakan di universitas atau lembaga penyedia IELTS di negara masing-masing. 

Meskipun sudah terstandar internasional, ada saja orang yang membuat atau menerapkan mitos-mitos tentang IELTS. Lalu, mitos apa saja itu?

Beberapa Mitos IELTS yang Bisa Bikin Hambatan Naikin Skormu

Ada beberapa mitos IELTS yang ternyata bisa bikin hambatan skormu untuk naik, lho. Nah, apa saja sih mitos-mitos seputar IELTS yang bisa bikin hambatan naikin skormu?

1. Soal Listening Didengar Lebih dari Satu Kali

Apakah kamu pernah mendengar dari teman tentang soal listening yang bisa diperdengarkan dua kali? Faktanya, audio dalam soal listening hanya boleh diperdengarkan satu kali oleh peserta. Oleh karena itu, butuh ketelitian dan latihan grammar agar terbiasa mendengarkan audio dari soal listening IELTS. Selain itu, kamu juga perlu fokus selama ujian listening yang umumnya dilaksanakan selama 40 menit. 

2. Mitos IELTS: Jawaban Langsung Ditemukan di Bagian Reading

Perlu diketahui, ketika kamu menemukan soal bacaan pada IELTS test, kamu tidak bisa langsung menerka jawaban dari bacaan. Kamu butuh kemampuan analisis untuk mendapatkan kesimpulan berupa jawaban yang pasti. 

Ditambah, ada berbagai format jawaban yang bisa kamu temukan pada IELTS, seperti pilihan ganda, false or true, ringkasan cepat, dan jawaban singkat. Kamu juga butuh latihan soal bacaan untuk bisa mempercepat penafsiran informasi melalui analisis kamu.

3. Bagian Reading Pasti Rumit

Setiap komponen soal bisa diselesaikan dengan mudah ketika kamu sering belajar dan latihan soal IELTS. Tidak ada yang rumit selama kamu belajar dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu sudah belajar hari ini?

4. Only One Answer to Speaking Section

Banyak peserta ujian IELTS berpikir kalau sesi speaking mempunyai jawaban yang benar. Padahal, tidak ada satu jawaban yang benar atau salah pada sesi listening IELTS. Kamu akan dinilai oleh panitia ujian dengan kriteria berikut.

  • Kefasihan dan susunan jawaban.
  • Kosakata dan penyusunan kalimat.
  • Struktur kalimat
  • Pengucapan

Pastikan, kamu memahami bahasa inggris dengan baik. Alhasil, kamu bisa berkomunikasi dengan panitia ujian baik dan lancar pula. Dengan hal itu, kamu bisa mendapatkan skor yang tinggi.

5. Benar dan Salahnya Jawaban Ditentukan oleh Panitia Ujian

Ada benarnya, tetapi ada salahnya juga. Benarnya adalah panitia ujian akan memegang kunci jawaban, tetapi hal itu bersifat rahasia. Hanya panitia ujian yang diberikan otoritas tinggi yang bisa memegangnya. Meskipun begitu, kunci jawaban tersebut tidak dibuat langsung oleh panitia ujian.

Mereka hanya menilai kemampuan kamu dalam berbicara, membaca, dan menulis bahasa inggris. Maka dari itu, kamu tidak perlu takut untuk menulis esai yang bisa mengkhawatirkan perasaan panitia ujian. Kamu hanya perlu mengisi jawaban sesuai pengetahuan dan hasil belajar kamu.

6. Jangan Langsung Fokus ke Soal

Khusus reading section, banyak peserta yang fokus ke soal karena perlu untuk menghemat waktu. Perlu diketahui, peserta ujian juga dinilai terhadap pemahamannya setelah instruksi ujian diberikan, loh. 

Pakailah waktu untuk membaca dan memahami instruksi ujian yang diberikan melalui audio. Selain itu, di dalam instruksi, terdapat petunjuk yang bisa kamu gunakan untuk mengisi jawaban IELTS kamu. 

7. Lembaga Tes IELTS Memiliki Standar Soal yang Berbeda

Sebagian peserta IELTS berpikir kalau lembaga penyedia tes IELTS akan lebih mudah soalnya dibandingkan lembaga penyedia tes IELTS lainnya. Hal ini salah besar, ya. Sebab, setiap lembaga tes memiliki ukuran yang sama dan menggunakan indikator nilai yang sama pula. 

Ditambah, penyelenggara ujian IELTS sudah terverifikasi dengan berbagai latihan agar menyediakan ujian IELTS dengan adil dan transparan. Panitia ujian juga diawasi lagi oleh panitia ujian yang lebih berpengalaman, loh. Tidak heran kalau hasil ujian IELTS banyak digunakan sebagai persyaratan calon mahasiswa di berbagai universitas top global.

8. Persiapan IELTS dengan Hanya Membaca Buku dan Koran

Apa benar kamu bisa mendapatkan skor tinggi pada IELTS dengan membaca buku dan koran? Yap, bisa. Akan tetapi, kamu disarankan untuk membentuk kebiasaan dengan latihan soal dan membaca berbagai jenis bacaan dalam bahasa inggris. 

Hal ini dikarenakan setiap soal IELTS cukup kompleks. Tentunya bisa bikin usaha belajar kamu ekstra dan penuh perjuangan.

9. Soal Listening Semuanya Beraksen British

Perlu diketahui, soal-soal IELTS dibuat oleh Cambridge English, IDP, dan British Council. Tidak heran kalau soal IELTS didominasi dengan aksen british. Namun, ada beberapa aksen yang juga muncul pada soal listening IELTS, seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia. Maka dari itu, kamu bisa mempelajari beberapa aksen tersebut di YouTube untuk meningkatkan wawasan accent kamu.

10. Mitos IELTS: Hanya Perbanyak Latihan Soal IELTS Bikin Skor Tinggi

Yap, ada benarnya kalau kamu memperbanyak latihan soal IELTS untuk dapat skor tinggi. Meskipun begitu, kemampuan berbahasa inggris kamu jauh lebih pokok daripada itu. Hal ini wajar karena IELTS sendiri untuk mempersiapkan peserta agar lebih mudah memahami dan menyerap komunikasi dalam bahasa inggris. 

Dikhawatirkan jika kamu hanya latihan soal IELTS, kamu akan sulit memahami ilmu ketika berkuliah atau berkomunikasi dengan rekan kerja asing. Selain itu, perbanyak kosakata dan grammar kamu dengan belajar bahasa inggris. Setelah mengetahuinya, kamu bisa melanjutkan untuk latihan soal IELTS.

11. Mitos IELTS Menggunakan Kosakata Rumit untuk Writing

Apakah kamu pernah memasukkan kosakata rumit dalam menulis esai IELTS? Yap, hal ini biasa dilakukan oleh peserta ujian untuk membuat penilai terkesan. Cara ini sebenarnya salah karena membuat kalimat kamu tidak natural.

Akibatnya, nilai IELTS kamu kemungkinan besar turun di bagian kefasihan (coherence and cohesion). Ada baiknya kamu memperbanyak kosakata, tetapi memikirkan cara yang tepat untuk mengekspresikkan kalimat sesuai topik esai pada IELTS. Penting untuk mengetahui korelasi, variasi, dan sinonim kata yang telah kamu tulis.

12. Merasa Memiliki Banyak Waktu untuk Menjawab Soal

Hal ini yang perlu disingkirkan oleh setiap peserta ujian IELTS. Meskipun tes berlangsung selama 1 jam, kamu harus bisa memanajemen waktu pengisian jawaban dengan baik. Ditambah, terdapat 40 pertanyaan dengan 11 jenis pertanyaan yang berbeda. Justru, kamu perlu menjawab dengan pengetahuan kamu agar tidak ketinggalan waktu. 

Itulah beberapa mitos tentang IELTS. Meskipun IELTS terlihat sederhana, sebenarnya banyak peserta ujian yang gagal mendapat skor tinggi karena kurang latihan. Maka dari itu, kamu butuh bimbingan yang berkualitas dan profesional. Salah satunya adalah Magna Education. Magna Education adalah lembaga konsultan pendidikan yang berfokus di bidang pelatihan bahasa, serta persiapan studi, pendidikan profesi, pertukaran budaya, dan bekerja di luar negeri. So, kamu bisa mengunjungi laman resminya di magnaeducation.id. 

Selengkapnya
Ujian SAT

7 Tips Mempersiapkan Ujian SAT untuk Dapatkan Skor Tinggi, Wajib Coba!

Apakah kamu sedang mempersiapkan ujian SAT? Perlu diketahui, ini adalah ‘SBMPTN-nya’ di luar negeri. Nah, ujian ini juga berlaku bagi kamu yang ingin kuliah di luar negeri, khususnya Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, dan universitas yang menerapkan sistem SAT.

SAT atau Scholastic Assesment Test ini menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa ujiannya. Ditambah, terdapat soal-soal dengan komponen berbasis TPS (sama dengan SBMPTN), yakni tes penalaran, verbal, kuantitatif, dan analitik. Jika kamu tidak terbiasa dengan tes psikolastik (SAT), kemungkinan besar kamu mendapat skor rendah. 

Alhasil, kamu tidak lolos pada ujian masuk perguruan tinggi di luar negeri. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan dalam menghadapi ujian SAT. Berikut ulasannya!

Macam-Macam Tips Ujian SAT

Buat kamu yang mau sukses menghadapi ujian SAT, tentu ada baiknya untuk cek beberapa tips berikut. Gampang saja, selengkapnya ada sebagai berikut.

1. Tentukan Kelebihan dan Kelemahan Kamu dalam Hadapi Ujian SAT

Setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan, khususnya dalam memasuki ujian SAT. Ujian ini memang berfokus untuk menemukan kelebihan dan kelemahan di bidang akademik tertentu, entah penalaran, kuantitatif, atau analitisnya. 

Nah, cobalah untuk mempelajari berbagai simulasi atau latihan soal SAT. Kamu bisa mencari di internet atau belajar secara komunitas di Magna Education. Nantinya, simulasi tersebut memiliki waktu yang sama dengan ujian SAT. Kamu bisa mengerjakan latihan tersebut sebaik mungkin.

Nantinya, kamu bisa mengecek skor mana yang tertinggi dan terendah di setiap komponen soal yang sudah kamu kerjakan. Itulah cara untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan kamu. Jika kamu mendapat skor tinggi pada reading, maka pertahankan dan terus menambah kosakata. Lalu, jika kamu mendapat skor rendah pada math, maka perbaikilah dengan mengerjakan soal-soal matematika sederhana, seperti geometri, aritmatika, dan aljabar.

2. Jangan Terfokus pada Skor Maksimum Ujian SAT Scores

Setiap orang memang menginginkan SAT Scores yang tinggi pada SAT test. Meskipun begitu, hal itu membuat mereka belajar habis-habisan. Padahal, kita bisa menargetkan skor yang terukur dan realistis sesuai kemampuan kita. 

Diketahui, skor maksimum SAT yang bisa kamu dapatkan adalah 1600 dan paling rendahnya adalah 400. Ujian ini juga diindikasi dalam dua komponen terpisah, yaitu reading & writing serta math.  Setiap bagian bernilai 800 poin dengan skor paling rendah adalah 200 poin. 

Perlu diingat, setiap universitas biasanya memiliki skor target yang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu bisa menentukan universitas luar negeri pilihan, lalu meriset skor tertinggi SAT di universitas tersebut. Hal itu bisa menjadi KPI kamu untuk mempersiapkan ujian ini. 

3. Sering Membaca Kamus dan Buku Berbahasa Inggris

Meskipun kamu merasa sudah menguasai bahasa inggris, alangkah baiknya kamu menambah wawasan lagi soal bahasa inggris kamu. Hal ini dikarenakan soal SAT  memiliki bahasa yang lebih akademis. Ditambah, ada kewajiban pada peserta ujian SAT untuk menulis sebuah esai. 

Kamu juga harus membaca dan menganalisa secara kritis terhadap suatu bacaan. Hal itulah yang membuat kamu perlu membaca kamus dan buku berbahasa inggris. Buku yang dimaksud adalah buku-buku dengan topik terkini, seperti politik, lingkungan, ekonomi, dan sosial. 

Perlu diingat, kamu harus mencatat setiap kali menemukan kosakata baru pada sebuah buku yang kamu baca. Selain menambah kosakata baru, kemungkinan besar komunikasi bahasa inggris kamu akan meningkat melalui kamus dan buku.

4. Latihan Esai

Sejak SMA/SMP, seringkali kita diminta oleh guru untuk membuat esai. Meskipun terbilang sederhana, banyak peserta ujian SAT yang merasa terjebak di sini. Beberapa hambatan tersebut, seperti stuck idea, kurangnya bacaan, dan sulit mengekspresikan dengan bahasa sendiri. 

Lalu, bagaimana cara melatih esai? Kamu bisa membaca koran, artikel jurnal, dan bahan pustaka yang bersifat akademis. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kamu juga bisa menulis esai secara baik dan powerfull. Ditambah, esai bisa meningkatkan kemampuan alami kamu dalam parafrase atau merangkum kembali tanpa menghilangkan maknanya. 

5. Tambah Materi Belajar Kamu

Materi belajar yang dimaksud, seperti modul, buku soal SAT, dan otodidak via YouTube. Ada banyak materi belajar SAT yang dapat menambah wawasan kamu. Untuk mendapatkan persiapan ujian SAT yang berkualitas, kamu bisa mengunjungi laman resmi Magna Education dan berkonsultasi via kontak kami, ya. 

Female High School Teacher Standing By Student Table Teaching Lesson

6. Persiapkan untuk Setiap Komponen Soal

Meskipun kita lemah dan lebih terhadap komponen soal tertentu pada tes SAT, kamu tidak boleh menyepelekan atau mengabaikan komponen soal lainnya. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam mempersiapkan tes SAT berdasarkan komponen soal.

a. Bagian Reading

  • Disarankan untuk tidak membaca semua bagian atau paragraf bacaan. Perlu diketahui, kamu hanya punya waktu 65 menit untuk ujian SAT bagian reading. Jadi, mulailah dari pertanyaan di SAT, lalu kembali ke bacaan untuk temukan jawabannya.
  • Baca cepat dan ringkaslah untuk dapatkan poin-poin tertentu di setiap paragraf.
  • Menjawab pertanyaan yang lebih mudah terlebih dahulu agar bisa memanajemen waktu ujian lebih baik.

b. Writing

  • Perhatikan tata bahasa, ejaan, dan grammar karena akan memengaruhi nilai atau skor tes SAT kamu.
  • Biasanya terdapat slang, homofon (dua kata dengan pelafalan yang sama, tetapi berbeda makna), klausa, frasa, makna, dan idiom. Jadi, perbanyak kosakata kamu melalui kamus dan buku berbahasa inggris.
  • Jika stuck, tulislah apapun yang ada di benak kamu. Hal ini bisa membuat kamu lebih mudah untuk lanjut ke soal lainnya. Lalu, kamu bisa mendapat waktu ekstra untuk mengecek kembali soal kamu.

c. Math

  • Pastikan kamu membuka soal-soal matematika sejak SMA karena ada beberapa materi yang masuk pada ujian SAT, seperti aljabar, trigonometri, dan geometri. 
  • Diketahui, ada bagian soal yang mengharuskan kamu menggunakan kalkulator dan non-kalkulator. Untuk bagian kalkulator, fokuslah pada perhitungan dengan hasil skala besar. Jika bagian non-kalkulator, kamu harus fokus terhadap soal dengan hasil perhitungan yang kecil. Jangan terbalik!

7. Buat Plan Study Persiapan Ujian SAT

Penting untuk calon mahasiswa yang ingin masuk perguruan tinggi luar negeri untuk membuat rencana belajar atau plan study. Hal ini untuk mengukur kemampuan kamu dalam efektivitas belajar beserta meraih skor tujuan yang ingin kamu dapatkan. 

Rencana belajar dapat membentuk kebiasaan kamu agar rutin dalam belajar. Contohnya, setiap jam 3 – 4 pagi pada Senin – Jumat, kamu menyempatkan untuk latihan soal SAT. Lalu, setiap jam 7-8 malam pada Sabtu – Minggu, kamu menyempatkan untuk kursus dan ikut simulasi SAT di Magna Education. 

Nah, itulah beberapa tips untuk mendapat skor tinggi pada ujian SAT. Pastikan kamu mempraktekkannya pada kehidupan sehari-hari, ya. Cobalah untuk konsisten dalam belajar dan latihan soal SAT karena practice make you perfect. Semangat!

Selengkapnya