Ujian SAT

7 Tips Mempersiapkan Ujian SAT untuk Dapatkan Skor Tinggi, Wajib Coba!

Apakah kamu sedang mempersiapkan ujian SAT? Perlu diketahui, ini adalah ‘SBMPTN-nya’ di luar negeri. Nah, ujian ini juga berlaku bagi kamu yang ingin kuliah di luar negeri, khususnya Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, dan universitas yang menerapkan sistem SAT.

SAT atau Scholastic Assesment Test ini menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa ujiannya. Ditambah, terdapat soal-soal dengan komponen berbasis TPS (sama dengan SBMPTN), yakni tes penalaran, verbal, kuantitatif, dan analitik. Jika kamu tidak terbiasa dengan tes psikolastik (SAT), kemungkinan besar kamu mendapat skor rendah. 

Alhasil, kamu tidak lolos pada ujian masuk perguruan tinggi di luar negeri. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan dalam menghadapi ujian SAT. Berikut ulasannya!

Macam-Macam Tips Ujian SAT

Buat kamu yang mau sukses menghadapi ujian SAT, tentu ada baiknya untuk cek beberapa tips berikut. Gampang saja, selengkapnya ada sebagai berikut.

1. Tentukan Kelebihan dan Kelemahan Kamu dalam Hadapi Ujian SAT

Setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan, khususnya dalam memasuki ujian SAT. Ujian ini memang berfokus untuk menemukan kelebihan dan kelemahan di bidang akademik tertentu, entah penalaran, kuantitatif, atau analitisnya. 

Nah, cobalah untuk mempelajari berbagai simulasi atau latihan soal SAT. Kamu bisa mencari di internet atau belajar secara komunitas di Magna Education. Nantinya, simulasi tersebut memiliki waktu yang sama dengan ujian SAT. Kamu bisa mengerjakan latihan tersebut sebaik mungkin.

Nantinya, kamu bisa mengecek skor mana yang tertinggi dan terendah di setiap komponen soal yang sudah kamu kerjakan. Itulah cara untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan kamu. Jika kamu mendapat skor tinggi pada reading, maka pertahankan dan terus menambah kosakata. Lalu, jika kamu mendapat skor rendah pada math, maka perbaikilah dengan mengerjakan soal-soal matematika sederhana, seperti geometri, aritmatika, dan aljabar.

2. Jangan Terfokus pada Skor Maksimum Ujian SAT Scores

Setiap orang memang menginginkan SAT Scores yang tinggi pada SAT test. Meskipun begitu, hal itu membuat mereka belajar habis-habisan. Padahal, kita bisa menargetkan skor yang terukur dan realistis sesuai kemampuan kita. 

Diketahui, skor maksimum SAT yang bisa kamu dapatkan adalah 1600 dan paling rendahnya adalah 400. Ujian ini juga diindikasi dalam dua komponen terpisah, yaitu reading & writing serta math.  Setiap bagian bernilai 800 poin dengan skor paling rendah adalah 200 poin. 

Perlu diingat, setiap universitas biasanya memiliki skor target yang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu bisa menentukan universitas luar negeri pilihan, lalu meriset skor tertinggi SAT di universitas tersebut. Hal itu bisa menjadi KPI kamu untuk mempersiapkan ujian ini. 

3. Sering Membaca Kamus dan Buku Berbahasa Inggris

Meskipun kamu merasa sudah menguasai bahasa inggris, alangkah baiknya kamu menambah wawasan lagi soal bahasa inggris kamu. Hal ini dikarenakan soal SAT  memiliki bahasa yang lebih akademis. Ditambah, ada kewajiban pada peserta ujian SAT untuk menulis sebuah esai. 

Kamu juga harus membaca dan menganalisa secara kritis terhadap suatu bacaan. Hal itulah yang membuat kamu perlu membaca kamus dan buku berbahasa inggris. Buku yang dimaksud adalah buku-buku dengan topik terkini, seperti politik, lingkungan, ekonomi, dan sosial. 

Perlu diingat, kamu harus mencatat setiap kali menemukan kosakata baru pada sebuah buku yang kamu baca. Selain menambah kosakata baru, kemungkinan besar komunikasi bahasa inggris kamu akan meningkat melalui kamus dan buku.

4. Latihan Esai

Sejak SMA/SMP, seringkali kita diminta oleh guru untuk membuat esai. Meskipun terbilang sederhana, banyak peserta ujian SAT yang merasa terjebak di sini. Beberapa hambatan tersebut, seperti stuck idea, kurangnya bacaan, dan sulit mengekspresikan dengan bahasa sendiri. 

Lalu, bagaimana cara melatih esai? Kamu bisa membaca koran, artikel jurnal, dan bahan pustaka yang bersifat akademis. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kamu juga bisa menulis esai secara baik dan powerfull. Ditambah, esai bisa meningkatkan kemampuan alami kamu dalam parafrase atau merangkum kembali tanpa menghilangkan maknanya. 

5. Tambah Materi Belajar Kamu

Materi belajar yang dimaksud, seperti modul, buku soal SAT, dan otodidak via YouTube. Ada banyak materi belajar SAT yang dapat menambah wawasan kamu. Untuk mendapatkan persiapan ujian SAT yang berkualitas, kamu bisa mengunjungi laman resmi Magna Education dan berkonsultasi via kontak kami, ya. 

Female High School Teacher Standing By Student Table Teaching Lesson

6. Persiapkan untuk Setiap Komponen Soal

Meskipun kita lemah dan lebih terhadap komponen soal tertentu pada tes SAT, kamu tidak boleh menyepelekan atau mengabaikan komponen soal lainnya. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam mempersiapkan tes SAT berdasarkan komponen soal.

a. Bagian Reading

  • Disarankan untuk tidak membaca semua bagian atau paragraf bacaan. Perlu diketahui, kamu hanya punya waktu 65 menit untuk ujian SAT bagian reading. Jadi, mulailah dari pertanyaan di SAT, lalu kembali ke bacaan untuk temukan jawabannya.
  • Baca cepat dan ringkaslah untuk dapatkan poin-poin tertentu di setiap paragraf.
  • Menjawab pertanyaan yang lebih mudah terlebih dahulu agar bisa memanajemen waktu ujian lebih baik.

b. Writing

  • Perhatikan tata bahasa, ejaan, dan grammar karena akan memengaruhi nilai atau skor tes SAT kamu.
  • Biasanya terdapat slang, homofon (dua kata dengan pelafalan yang sama, tetapi berbeda makna), klausa, frasa, makna, dan idiom. Jadi, perbanyak kosakata kamu melalui kamus dan buku berbahasa inggris.
  • Jika stuck, tulislah apapun yang ada di benak kamu. Hal ini bisa membuat kamu lebih mudah untuk lanjut ke soal lainnya. Lalu, kamu bisa mendapat waktu ekstra untuk mengecek kembali soal kamu.

c. Math

  • Pastikan kamu membuka soal-soal matematika sejak SMA karena ada beberapa materi yang masuk pada ujian SAT, seperti aljabar, trigonometri, dan geometri. 
  • Diketahui, ada bagian soal yang mengharuskan kamu menggunakan kalkulator dan non-kalkulator. Untuk bagian kalkulator, fokuslah pada perhitungan dengan hasil skala besar. Jika bagian non-kalkulator, kamu harus fokus terhadap soal dengan hasil perhitungan yang kecil. Jangan terbalik!

7. Buat Plan Study Persiapan Ujian SAT

Penting untuk calon mahasiswa yang ingin masuk perguruan tinggi luar negeri untuk membuat rencana belajar atau plan study. Hal ini untuk mengukur kemampuan kamu dalam efektivitas belajar beserta meraih skor tujuan yang ingin kamu dapatkan. 

Rencana belajar dapat membentuk kebiasaan kamu agar rutin dalam belajar. Contohnya, setiap jam 3 – 4 pagi pada Senin – Jumat, kamu menyempatkan untuk latihan soal SAT. Lalu, setiap jam 7-8 malam pada Sabtu – Minggu, kamu menyempatkan untuk kursus dan ikut simulasi SAT di Magna Education. 

Nah, itulah beberapa tips untuk mendapat skor tinggi pada ujian SAT. Pastikan kamu mempraktekkannya pada kehidupan sehari-hari, ya. Cobalah untuk konsisten dalam belajar dan latihan soal SAT karena practice make you perfect. Semangat!

Selengkapnya
Persiapan GMAT

Persiapan GMAT: 9 Tips Sukses Persiapan untuk Meningkatkan Skor GMAT

Salah satu hal yang perlu dipersiapkan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri adalah GMAT. Tes ini memang ditujukan kepada mahasiswa S1 yang ingin menguji kemampuan berbahasa inggrisnya secara akademis. GMAT atau Graduate Management Admission Test terbilang sulit untuk dikerjakan oleh sebagian besar mahasiswa. 

Maka dari itu, dibutuhkan usaha dan pikiran yang ekstra untuk mendapat skor tinggi pada GMAT. Ditambah, GMAT sangat dibutuhkan untuk kamu yang ingin mendaftar ke universitas di luar negeri. So, ada beberapa tips sukses untuk mempersiapkan GMAT, diantaranya:

Macam-Macam Tips Persiapan GMAT

Ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan agar bisa lebih mempersiapkan diri guna meningkatkan skor GMAT. Adapun macam-macam cara untuk meningkatkan skor GMAT, diantaranya:

1. Mengenali Setiap Komponen Soal GMAT

Perlu diketahui, komponen soal GMAT ada yang berbasis kuantitatif, verbal, dan analitikal. Untuk itu, kamu perlu mengenali kelebihan dan kekurangan kamu di setiap komponen soal itu. Ditambah, GMAT memiliki durasi sekitar 2-3 jam sehingga butuh cara yang praktis dan efektif untuk menyelesaikan setiap soalnya. Cobalah untuk belajar dan menjawab soal dari buku GMAT yang kamu beli. Lalu, periksa setiap jawaban pada pertanyaan tersebut. Jika di setiap proses pengerjaan soal, kamu merasa kebingungan dan kesulitan, mungkin itu menjadi kekurangan kamu. Hal itulah yang perlu kamu perbaiki saat latihan selanjutnya.

2. Belajar Mandiri

Belajar mandiri adalah belajar yang dilakukan perorangan tanpa bimbingan dari orang lain. Cara belajar ini memang berfungsi untuk meningkatkan fokus dan kenyamanan seseorang. Dalam GMAT, kamu bisa belajar mandiri dengan buku soal GMAT atau mencari sumber daring di Google atau YouTube. 

Ditambah, di internet, kamu bisa mencari soal-soal GMAT secara gratis. Setiap hari, kamu bisa meluangkan waktu sekitar 1 jam untuk mengerjakan soal GMAT. Hal ini bisa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan kamu dalam mengerjakan soal. Ditambah, kamu menjadi terbiasa dalam mengerjakan setiap komponen soal pada GMAT.

3. Selektif dalam Memilih Bahan Persiapan GMAT

Dilansir dari mba.com, tidak semua soal dan simulasi GMAT dibuat secara sama serta profesional. Hal ini membuat kamu harus berhati-hati dalam memilih soal yang dibutuhkan untuk belajar mandiri. Perlu diketahui, beberapa sesi GMAT secara resmi, seperti penulisan analitik (esai), analisis data dan interpretasi laporan, kuantitatif, dan verbal dalam bahasa inggris. 

Ditambah, kamu juga perlu berhati-hati dalam memilih simulasi latihan GMAT. Sebab, ada beberapa latihan GMAT yang dibuat tidak sesuai dengan ujian GMAT sebenarnya. So, untuk mendapat pengalaman terbaik untuk latihan GMAT, penulis merekomendasikan untuk kamu menggunakan bimbingan belajar di Magna Education.

4. Manajemen Waktu untuk Belajar Kamu

Belajar itu boleh ambisi, tetapi istirahat juga penting. Maka dari itu, kamu perlu memanajemen waktu dengan baik. Buatlah waktu belajar secara rutin, realistis, dan terukur agar belajar kamu efektif dan efisien. Selain itu, kamu perlu membuat jeda setiap belajar dengan metode interval. 

Kamu bisa mengerjakan soal selama 30 menit. Lalu, kamu bisa istirahat selama 10 menit. Setelah istirahat, kamu bisa melanjutkan belajar selama 30 menit dan begitu seterusnya. Meski dilakukan secara interval, kamu harus membatasi waktu belajar agar tidak mengganggu kegiatan lainnya dengan total 1-2 jam. 

5. Lacak Waktu Belajar GMAT Kamu

Dalam belajar, kamu harus menyajikan metode belajar yang terukur. Maka dari itu, kamu bisa mengukur kemampuan kamu di dalam setiap komponen soal GMAT. Contohnya, kamu merasa kurang di komponen soal verbal GMAT, maka kamu berusaha untuk memperbaiki hal itu. 

Setap 1 soal, kamu perlu berlatih dan memahami konsep bacaan. Lalu, kamu harus mencatat durasi waktu kamu dalam memahami bacaan pada soal GMAT. Jika kamu cepat paham, maka kamu lebih mudah memecahkan masalah pada soal itu. Namun, perlu diketahui, kamu juga perlu mengatur kecepatan dalam menjawab soal agar lebih teliti dalam ujian GMAT.

6. Buatlah Rencana Belajar Lebih Awal

Dilansir dari forbes.com, berdasarkan survey GMAC terhadap 3.600 peserta tes mengemukakan bahwa 62% responden memulai belajar GMAT mereka H-1 bulan ujian. Tentunya, hal ini bisa mengganggu tujuan peserta dalam memperoleh skor tinggi di GMAT-nya. Bahkan, diketahui peserta tes yang belajar lebih banyak mendapat skor tinggi (>500).

Untuk membuat rencana belajar, kamu bisa membuat timeline atau jadwal belajar pada buku catatan atau kalender digital kamu. Contohnya, di setiap Senin, Rabu, dan Kamis, kamu mempelajari GMAT pada pukul 16.00 – 18.00 WIB dengan metode belajar interval secara mandiri. Untuk hari Selasa dan Jumat, kamu mengikuti kursus persiapan GMAT di Magna Education setiap pukul 10.00 – 12.00 WIB. Untuk jam-jam kosong lainnya, kamu bisa mengisi dengan kegiatan produktif.

7. Jangan Terfokus pada Pertanyaan GMAT

Banyak peserta GMAT yang berfokus pada kebenaran dalam soal GMAT. Namun, hal itu sebenarnya dapat membuang waktu ujian, loh. Sebab, di setiap komponen soal memiliki durasi yang relatif singkat. Ditambah, kamu harus berpindah dari soal lain ke soal berikutnya. Ketika mengikuti ujian GMAT atau simulasinya, kamu bisa menebak jawaban berdasarkan pemahaman kamu secara cepat. 

Kamu bisa berpegang pada strategi mondar-mandir lihat pertanyaan sebelumnya. Sebab, kamu sudah berinvestasi waktu lebih untuk melihat pertanyaan secara teliti. Jadi, kuncinya kamu isi penuh pertanyaan dengan jawaban terbaik kamu, lalu gunakan waktu sebaik mungkin untuk meneliti kembali soal yang telah kamu jawab.

8. Tingkatkan Literasi Informasi dan Data Kamu

Literasi informasi adalah kemampuan dalam menilai, mengevaluasi, dan mengkritisi suatu informasi yang ada di hadapan kamu. Kemampuan ini sangat membantu kamu dalam mempercepat pemahaman bacaan. Hal inilah yang bisa membantu kamu dalam menyelesaikan soal-soal di bagian verbal GMAT.

Selain itu, literasi data adalah kemampuan dalam menilai, mengavaluasi, dan menganalisis suatu data yang dipaparkan dalam bentuk laporan, grafik, diagram, dan lain-lain. Literasi data ini sangat membantu kamu dalam menyelesaikan soal bersifat analitik dan kuantitatif. Ditambah, setiap MBA di luar negeri harus memiliki tingkat literasi data yang tinggi. 

9. Ikuti Komunitas GMAT/Persiapan Studi ke Luar Negeri

Jika kamu tidak mau belajar mandiri atau sendiri, kamu bisa bergabung ke komunitas yang mempersiapkan ujian GMAT. Hal ini bisa menambah relasi atau jaringan pertemanan kamu saat studi ke luar negeri. Ditambah, komunitas GMAT sudah banyak dan tersebar ke beberapa wilayah.

Magna Education juga memiliki komunitas untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris sekaligus membantu kamu dalam mempersiapkan studi ke luar negeri, loh. Selain itu, ada bimbingan khusus untuk membantu kamu dalam meningkatkan skor GMAT. Komunitas GMAT kebanyakan diikuti oleh sarjana, magister, atau alumni yang pernah ikut tes GMAT. Maka dari itu, kamu mungkin bisa mendapatkan ilmu yang tidak bisa kamu dapatkan saat belajar mandiri.

Itulah beberapa persiapan yang harus kamu lakukan sedari dini untuk GMAT. Ditambah, tips sukses ini bisa dapatkan skor tinggi pada GMAT kamu, loh. Patut diketahui, kamu harus melakukannya secara konsisten agar memudahkan kamu dalam menggapai impian ke luar negeri.

Selengkapnya
Tes TOEFL

Mengenal Tes TOEFL: Definisi, Jenis dan Tips Belajarnya

Apakah kamu sedang mempersiapkan TOEFL? Tes bahasa inggris ini memang bukan rahasia lagi bagi kalangan mahasiswa atau sivitas akademika. TOEFL sendiri merupakan tes bahasa inggris berskala internasional. Jadi, banyak mahasiswa dari berbagai dunia pasti akan menghadapi tes ini untuk berbagai kepentingannya. Lalu, seperti apa sih TOEFL?

Definisi TOEFL

Tes TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah tes yang berstandar internasional untuk menguji kemampuan berbahasa inggris. Tes ini pertama kali dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) yang berpusat di Amerika Serikat pada 1963. Pada awalnya, tes ini berfokus pada masyarakat New Jersey yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Seiring perkembangannya, TOEFL akhirnya menjadi tes paling fundamental dan fenomenal bagi mahasiswa dari berbagai dunia yang ingin melanjutkan pendidikan atau studinya ke luar negeri. Saat ini, skor TOEFL sering menjadi patokan untuk masuk ke perguruan tinggi di luar negeri maupun perusahaan skala nasional/internasional. 

Mengapa Tes TOEFL Penting?

Diketahui, TOEFL menjadi tes bahasa inggris yang diakui secara internasional. Hampir setiap universitas dan perusahaan global menerapkan tes TOEFL untuk calon mahasiswa/karyawannya. Untuk kamu yang ingin mendaftar universitas di Amerika, Kanada, atau Eropa, maka TOEFL akan selalu jadi syarat umum.

Sebab, bahasa inggris merupakan bahasa internasional. Jadi, diharapkan calon mahasiswa tidak culture shock atau gap language saat berkuliah. Bayangkan kamu kesulitan menyerap ilmu ketika kuliah karena kurang dalam bahasa inggris. Maka dari itu, TOEFL menjadi solusi agar mahasiswa bisa menyerap ilmu dengan baik meskipun berbeda bahasa negaranya. 

Jenis-Jenis Tes TOEFL

Sebelum mengetahui jenis-jenis TOEFL, maka kamu perlu mengetahui tentang penilaian TOEFL. Pada umumnya, TOEFL digunakan untuk menilai kemampuan peserta dalam menulis, membaca, dan mendengarkan bahasa inggris dengan baik. Maka dari itu, ada beberapa jenis TOEFL yang dimaksud.

1. PBT (Paper Based Test)

Jenis TOEFL pertama adalah PBT (Paper Based Test). Jenis tes ini memang jarang sekali ditemukan di berbagai institusi atau bimbingan bahasa inggris. Sebab, sebagian perusahana/universitas tidak mengizinkan peserta untuk melampirkan skor TOEFL berdasarkan PBT. Alasannya, tes ini sudah ketinggalan zaman dan sudah digantikan dengan jenis tes TOEFL lainnya. 

Meskipun begitu, ada beberapa negara yang masih menguji kemampuan mahasiswa dengan jenis TOEFL ini. Salah satu negara tersebut adalah tanah air kita, Indonesia. Dilansir dari manajemen-informatika-d4.stekom.ac.id, ada 60 lembaga yang tersebar di 48 kota besar di Indonesia yang masih menyelenggarakan TOEFL PBT. Di Indonesia, jenis tes ini sering disebut dengan ITP (Institutional Testing Program). 

Diketahui, TOEFL ITP hanya berlaku secara lokal yang ditujukan untuk mahasiswa dari universitas penyelenggara TOEFL ITP. Ujian ini membutuhkan waktu selama 2-2,5 jam dengan rentang skor antara 310-677.

2. CBT (Computer Based Test)

Selanjutnya, ada jenis TOEFL yang menggunakan komputer, yakni CBT (Computer Based Test). Jenis TOEFL ini memang jarang ditemui karena dinilai kurang valid baik error pada kemunculan materi soal maupun hasil skor yang didapat. Pada awalnya, jenis TOEFL ini diperkenalkan pertama kali pada 1998, saat komputer menjadi tren di masyarakat global. 

Kelangsungan ujian ini berdurasi sekitar 2-2,5 jam. Rentang nilai pada TOEFL CBT, yakni 0-300. Untuk kamu yang pernah mengikuti TOEFL CBT, apa testimoni kamu setelah mengikutinya?

3. IBT (Internet Based Test)

Jenis TOEFL modern yang digunakan untuk melamar kerja/kuliah di luar negeri. Jenis TOEFL ini berbasis internet selama proses ujian berlangsung. Jadi, lancar atau tidaknya proses TOEFL kamu, sangat dipengaruhi dengan sinyal internet. 

Diketahui, TOEFL IBT menggunakan komputer sebagai media ujian. Bedanya, terdapat internet dalam mekanisme menjawab pertanyaan TOEFL-nya. Jenis TOEFL ini diluncurkan oleh ETS pada 2005. Kemunculan TOEFL IBT di Indonesia pada 2006. TOEFL IBT berlangsung selama 4 jam dengan rentang skor sebanyak 0-120.

Komponen Soal TOEFL

Lalu, apa saja yang diujikan dalam TOEFL? Diketahui, TOEFL menguji kamu untuk berbahasa inggris dalam segi mendengar, menulis, berbicara, dan membaca. Maka dari itu, ada beberapa komponen soal yang akan diuji dalam TOEFL, diantaranya:

1. Tes TOEFL Reading Section

Dalam komponen soal ini, keterampilan bahasa inggris kamu akan diuji dalam segi bacaan. Nantinya, kamu akan mencari ide utama, maksud penulis, dan frasa bahasa inggris dalam soal yang berbentuk teks. 

Untuk TOEFL IBT, kamu akan diberikan 60-80 menit untuk mengisi jawaban sekitar 36-56 pertanyaan. Bagi TOEFL PBT, kamu akan diberikan waktu sekitar 55 menit untuk mengisi jawaban sekitar 50 pertanyaan.

2. Writing Section

Untuk sesi ini, kamu akan dituntut untuk bisa menuliskan jawaban berdasarkan topik yang telah dipilih dalam tes. Dalam hal ini, kamu harus menganalisa topik, membaca isu terkini, dan memerhatikan grammar pada tulisan kamu. 

Diketahui, kamu hanya diberikan waktu sekitar 50 menit untuk penulisan 2 esai dari topik yang dipilih dalam TOEFL IBT. Untuk TOEFL PBT, kamu diberikan waktu sekitar 25 menit untuk menulis jawaban esai pada 40 pertanyaan yang ada.

3. Tes TOEFL Listening Section

Sesi ini dianggap sulit bagi sebagian peserta TOEFL karena menguji telinga yang memang belum terbiasa mendengar bahasa asing. Dalam sesi ini, kamu akan diuji untuk mendengar percakapan, cerita, atau diskusi yang disuarakan oleh native speaker. 

Untuk TOEFL IBT, kamu hanya diberikan waktu sekitar 60-90 menit untuk 34-51 pertanyaan. Bagi kamu yang mengikuti TOEFL PBT, sesi ini berdurasi sekitar 30-40 menit untuk 50 pertanyaan.

4. Speaking Section

Seperti halnya dengan listening, komponen soal TOEFL ini memang sulit bagi yang belum terbiasa berbicara bahasa inggris. Biasanya peserta salah dalam mengelola tata bahasa dan kurang kosakatanya. Diketahui, sesi ini hanya di TOEFL IBT dengan waktu sekitar 20 menit. 

Itulah beberapa komponen soal yang akan diujikan dalam TOEFL. Lalu, seperti apa tips untuk mengerjakannya? 

Tips Mengerjakan Tes TOEFL

Untuk mendapat skor tinggi pada TOEFL, memang butuh perjuangan keras. Maka dari itu, kamu perlu menyikapinya dengan latihan konsisten dan doa terbaik kepada Tuhan yang Maha Esa. Lalu, ada beberapa tips untuk mengerjakan TOEFL apapun jenis.

1. Memotivasi Diri Sendiri

Sebelum mengikuti TOEFL, pastikan kamu mengetahui tentang alasan kamu mengikuti tes tersebut. Jika kamu hanya ikut-ikutan teman, maka sudah dipastikan skor TOEFL-mu akan rendah. Sebab, kamu tidak memotivasi atau mendorong diri sendiri, malah butuh dorongan dari orang lain. 

Biasanya ada beberapa alasan orang mengikuti TOEFL, seperti mendapat pekerjaan di luar negeri, mengasah kemampuan bahasa inggris, atau melanjutkan studi ke luar negeri. Setelah mengetahui alasan itu, mereka akan memotivasi diri sendiri dengan memberikan quotes atau kata-kata penyemangat di dinding atau meja belajarnya. Bagaimana dengan kamu?

2. Memperbanyak Kosakata dan Kuasai Grammar

Mengapa kita perlu memperbanyak kosakata dan menguasai grammar bahasa inggris? Sebab, hal itu sangat penting saat kamu mengerjakan beberapa komponen soal TOEFL. Diketahui, banyak peserta yang mendapat nilai rendah karena kurang menguasai kosakata dan grammar, loh. 

Lalu, bagaimana cara memperbanyak kosakata? Kamu bisa membaca koran, majalah, atau artikel berbahasa inggris. Di dalamnya, kamu mungkin akan menemukan kosakata yang belum kamu ketahui. Kosakata itu bisa kamu catat dan hafalkan. Untuk menguasai grammar, kamu bisa berlatih menulis kalimat atau paragraf bahasa inggris dengan menggunakan metode waktu, seperti future, past, atau present. 

3. Sering Berlatih dengan Teman Seperjuangan

Jika kamu kesulitan belajar sendiri, maka ajaklah teman yang sefrekuensi atau seperjuangan. Mengapa tidak? Sebab, teman positif akan menghasilkan kesuksesan yang berarti. Lalu, apa saja yang bisa dilatih bersama teman? 

Kamu bisa berlatih speaking bahasa inggris dengan teman kamu. Kamu juga bisa menulis teks bahasa inggris dan evaluatornya adalah teman kamu. Lalu, kamu bisa menulis esai berbahasa inggris bersama teman dengan topik yang berbeda. Tentunya, kegiatan tersebut lebih menyenangkan dibandingkan dengan belajar sendiri.

itulah beberapa informasi seputar Tes TOEFL. Jika kamu ingin mendapat teman sefrekuensi dan mentor yang hebat, maka kamu bisa belajar di Magna Education. Tentunya kamu akan dibimbing dan mendapat relasi hebat melalui metode belajar standar internasional. 

Selengkapnya