Tes SAT

Tes SAT: Definisi, Jenis Tes, dan Tips Lolos SAT

Apakah kamu tahu tentang tes SAT? Mungkin, tes ini cukup awam bagi sebagian mahasiswa. Meski begitu, penting untuk mengetahui tes ini jika kamu ingin berkuliah di luar negeri. Bagi orang yang ingin berkuliah di Amerika Serikat, biasanya akan mencantumkan hasil nilai tes SAT. Hal ini dikarenakan tes SAT sangat penting untuk mendaftar pada universitas di Amerika Serikat. Lalu, apa sebenarnya tes SAT?

Apa sih Tes SAT? Begini Definisinya!

Dilansir dari hotcourses.co.id, tes SAT (Scholastic Assesment Test) adalah ujian standar dengan bahasa Inggris yang diciptakan oleh College Board. Lembaga itu merupakan lembaga berbasis nirlaba di Amerika Serikat. Pada umumnya, tes ini berbeda dengan TOEFL dan IELTS yang menguji kemampuan bahasa inggris kamu.

Tes SAT ini menguji keterampilan dan kesiapan kamu dalam perkuliahan S1. Hampir mirip dengan UTBK dengan kategori Tes Psikolastik, bedanya ujian ini berbahasa inggris. Nilai SAT terbaik kemungkinan besar kamu mendapat beasiswa. 

Penerapan SAT

Siapapun yang ingin menjadi mahasiswa di Amerika Serikat harus menempuh tes ini. Penerapan tes ini memang menjadi persyaratan wajib bagi seluruh universitas di Amerika Serikat untuk jenjang kuliah S1. Meski begitu, pemberlakuan tes ini berada di luar negara Amerika Serikat, seperti Inggris, Kanada Australia, Singapura, dan Malaysia.

Tes SAT yang diberlakukan itu biasanya bersifat tidak wajib dan sebagian universitas. Lalu, apa saja komponen soal SAT?

Komponen Tes SAT

Ada beberapa komponen SAT yang dikutip dari College Board dan dilansir dari lister.co.id, diantaranya:

1. Reading Test

Komponen tes pertama, kamu akan diuji untuk menganalisis bacaan. Waktu dalam ujian ini sekitar 65 menit dengan total 52 soal pilihan ganda. Kisi-kisi pada reading test dalam SAT, yakni:

  • 1 tes fiksi
  • 1 atau 2 teks dari dokumen tokoh pahlawan AS atau teks dalam Great Global Conversation.
  • 1 teks yang membahas bidang ekonomi, sosilogi, psikologi, dan rumpun Soshum lainnya. 
  • 2 teks yang membahas topik sains, seperti kebumian, kimia, biologi, atau fisika. 

Dari teks-teks tersebut, beberapa contoh pertanyaan akan membahas tentang fakta dari teks, frasa atau arti kata sesuai konteks dalam bacaan, penafsiran teks, dan hipotesis penulis. Pastikan kamu rajin membaca untuk menyelesaikan komponen soal ini.

2. Writing and Language Test

Hampir sama dengan komponen tes sebelumnya, kamu akan menguji dengan membaca teks dan menemukan kesalahan dari teks tersebut. Bagian ini terdiri dari 44 soal pilihan ganda dengan durasi selama 35 menit. Mayoritas teks berjumlah antara 400-450 kata. 

Beberapa teks berada di tingkat rumit hingga teks sederhana. Fokus bidang pada teks cukup beragam, seperti sains, humaniora, sejarah, dan ilmu sosial. Berikut kisi-kisi teksnya.

  • Setidaknya ada 1 teks bersifat naratif atau bercerita. Teks ini dapat berupa fiksi maupun nonfiksi, seperti peristiwa sejarah atau sains terapan.
  • Teks tersebut bersifat argumentatif, informatif, atau edukatif.
  • Teks biasanya menampilkan grafik, bagan, atau infografik.
  • Beberapa teks akan menanyakan tentang maksud atau isi teks dan kesalahan dalam tata bahasa, kosakata, struktur teks, serta tanda baca.

3. Math Test

Jika kamu menyukai matematika, maka kamu akan mudah menyelesaikan komponen soal ini. Math test menyajikan soal-soal berupa pendidikan, universitas, dan karir. Dalam tes ini, kamu akan diuji dengan soal, seperti aljabar, analisis data, dan matematika lanjutan yang menggunakan persamaan tertentu. Ada topik tambahan berupa soal-soal geometri dan trigonometri.

Kamu juga menemukan soal yang memperbolehkan kamu menggunakan kalkulator dan tanpa kalkulator. Soal berupa pilihan ganda, tetapi ada sebagian soal yang harus dijawab lengkap dengan grid-ins. Kamu akan diberikan waktu sekitar 80 menit dengan total soal sebanyak 58 soal.

Jika kamu berhasil menguasai komponen-komponen soal tersebut, maka tidak mungkin kamu akan mendapat skor dengan rentang antara 200-800 dari masing-masing komponen soal. Skor SAT maksimal yaitu 1600.

Tips Dapat Skor Tinggi pada SAT Test

Untuk mendapat skor tinggi pada SAT, kamu butuh tenaga ekstra, ya. Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan dan hadapi SAT, diantaranya:

1. Belajar Vocab (Kosakata)

Bagi mahasiswa asing yang tinggai di luar negara AS, tentunya tes SAT akan sulit karena menemukan kosakata asing yang mungkin belum pernah kamu dengar. Ditambah, kamu akan diuji dengan berbagai teks dari isu topik yang berbeda-beda. Untuk itu, kamu perlu mempelajari vocabulary. 

Untuk memperkaya kosakata, kamu bisa menambah kosakata dengan membaca kamus, menulis esai berbahasa Inggris, dan menonton film/series berbahasa inggris. Kamu juga bisa menonton seminar-seminar atau pidato berbahasa inggris. 

2. Ikuti Simulasi Tes SAT

Untuk mendapat gambaran tentang tes SAT, kamu bisa mengikuti simulasi yang tersebar di internet atau media sosial. Kamu juga bisa mempelajarinya melalui YouTube untuk tahu teknik menjawab soal-soal tertentu. 

Diketahui, tes SAT berlangsung selama 3 jam. Waktu tersebut relatif lama, maka kamu bisa membiasakan diri dengan simulasi tes SAT terlebih dahulu.

3. Pelajari Soal Matematika

Apakah kamu masih menyimpan soal-soal TPS (Tes Psikolastik) saat SBMPTN? Nah, kamu bisa menggunakan itu sebagai referensi soal, seperti soal matematikanya. Sebab, ada beberapa kemiripan soal TPS dengan tes SAT, seperti aljabar, analisis data, fungsi, persamaan, dan matematika tingkat lanjut. 

Kamu bisa mengambil waktu sekitar 30 menit untuk menjawab soal-soal latihan matematika SAT. Hal ini untuk mempermudah kamu dalam menggambarkan soal yang akan dikerjakan pada SAT berlangsung. 

4. Ambil Istirahat

Belajar itu penting, tetapi istirahat juga penting. Maka dari itu, setiap latihan soal, ambil jeda untuk istirahat. Hal ini dapat meningkatkan ketenangan saat kamu mengerjakan tes SAT. Ditambah, kamu bisa mencegah stres selama tes SAT. 

5. Ketahui Kelebihan dan Kelemahan

Kamu mungkin bisa mengetahui tentang kelebihan dan kelemahan kamu saat melihat komponen soal pada tes SAT. Jika kamu lemah di bidang matematika, kamu bisa mengambil kursus SAT yang berfokus pada komponen soal matematika. Jika kamu lemah dalam menulis bahasa inggris, maka kamu bisa mempelajari grammar secara otodidak atau kursus.

6. Ikuti Kursus

Jika kamu merasa belum ada improve pada kemampuan bahasa inggris dan matematikamu, kamu bisa mengikuti kursus di Magna Education. Di sana, kamu akan mendapat kursus tentang TOEFL, IELTS, dan SAT. Tentunya, hal itu bisa meningkatkan kemampuan bahasa inggris sekaligus matematika. Dengan pengajar yang berprofesional dan berpengalaman, pembelajaran di Magna Education sudah standar internasional. Kamu bisa mendaftar di laman resmi, yakni: https://www.magnaeducation.id/contact/ 

Itulah beberapa informasi tentang SAT Test. Poin penting dalam menghadapi tes SAT adalah percaya diri dan konsisten dalam latihan. Kamu bisa mengembangkan diri melalui motivasi tinggi. Hal itu mempermudah kamu dalam mencapai impian. Apakah kamu tertarik untuk belajar SAT bersama Magna Education?

Selengkapnya
Tes IELTS

Info Tes IELTS Lengkap: Definisi, Manfaat Hingga Tips Dapat Skor Tinggi IELTS

Apakah kamu berencana untuk mengikuti tes IELTS? Tentunya tes ini mudah-mudah sulit karena perlu persiapan yang matang. Tidak hanya dibutuhkan untuk masuk ke kampus luar negeri, IELTS juga dipergunakan untuk kamu yang ingin melamar kerja di perusahaan luar negeri. 

Lalu, bagi kamu yang mengikuti tes IELTS, kamu harus mengetahui dan memahami informasi tentang tes ini. Lalu, apa sih IELTS? 

Apa Itu IELTS?

IELTS (International English Language Testing System) adalah tes bahasa Inggris tingkat internasional yang memang diperuntukkan untuk mahasiswa yang ingin bekerja/berkuliah di luar negeri. 

IELTS ini dapat mengukur kemampuan bahasa Inggris kamu dalam melanjutkan pendidikan tinggi atau profesional di perusahaan luar negeri. Sebenarnya IELTS dapat terbuka untuk umum. Akan tetapi, mayoritas dari tes ini adalah mahasiswa. 

IELTS sendiri memang hampir sama dengan TOEFL (Test of English as Foreign Language). Meski begitu, ada perbedaan yang mencolok, terutama sistem ujiannya. Semua jawaban pada tes IELTS ditulis tangan. Sedangkan, jawaban TOEFL berbasis komputer. Untuk skala nilai, IELTS berada rentang skor 0-9. Sementara, skor TOEFL bisa lebih dari 100.

IELTS sendiri dilaksanakan bersama Universitas Cambridge da British Council. Diketahui, rata-rata nilai yang dibutuhkan untuk masuk ke universitas luar negeri, khususnya Eropa atau Inggris adalah 5.5 – 6.5 (S1) dan 6-7.5 (S2).

Perlu diketahui, dilansir dari katadata.co.id, hasil nilai tes ini yang terverifikasi diakui lebih dari 11.000 instansi, khususnya pendidikan, perusahaan, organisasi profesional, dan pemerintahan. Bahkan, IELTS sendiri sudah digunakan sebagai persyaratan kampus dari 145 negara di seluruh dunia. 

Sama dengan tes GRE, tes IELTS tidak memandang peserta dari latar belakangnya. Kamu bisa mengikuti tes IELTS dengan nyaman tanpa memandang jenis kelamin, ras, suku, gaya hidup lokasi, dan kebangsaan. Semua peserta bersaing untuk mendapat skor tertingginya. 

Manfaat Tes IELTS

Menurut RD Institutes yang dilansir dari glints.com, ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan setelah mengikuti tes IELTS, diantaranya:

  1. Kemampuan bahasa inggris meningkat dan terverifikasi oleh sertifikat internasional
  2. Mempermudah peluang untuk kamu mendaftar di perguruan tinggi atau perusahaan skala internasional.
  3. Mempermudah dalam berkomunikasi dan berkehidupan di negara asing.
  4. Proses pengajuan visi akan lebih mudah.
  5. Value untuk karirmu lebih meningkat dan mempermudah untuk proses jenjang karir di perusahaan baik skala nasional maupun internasional.

Itulah manfaat yang akan kamu dapatkan ketika mengikuti tes IELTS. Sebelum kamu masuk ke dalam tips untuk dapatkan skor tinggi pada IELTS, kamu harus memahami beberapa komponen soal yang ada di tes tersebut. 

Sesi-Sesi pada Tes IELTS

Beberapa tes IELTS menawarkan rangkaian sesi yang lebih kompleks daripada tes bahasa inggris secara umum. Menurut katadata.co.id, tes IELTS memiliki beberapa sesi yang bisa kamu ikuti, diantaranya:

1. Listening Section

Seperti ujian bahasa inggris di sekolah, kamu akan dihadapkan dengan tes yang menguji keterampilan listening kamu. Tes ini mengharuskan kamu untuk mendengar percakapan, cerita, dan soal yang dikeluarkan oleh native speaker. Durasi dalam tes ini berlangsung selama 30 menit. 

2. Reading Section

Tes yang menuntut untuk kamu membaca teks berbahasa Inggris. Banyak orang yang menganggap kalau tes ini cukup mudah. Padahal, tes ini menuntut kita untuk menganalisis dan mengevaluasi teks berdasarkan soal yang diminta. 

Diketahui, tes ini memiliki 40 soal dengan konsep reading comprehension. Pada umumnya, soal-soal yang dikeluarkan akan menguji peserta untuk mencari inti permasalahan, ide utama, detail, argument logis, opini, atau niat penulis dalam teks tersebut. Durasi sesi ini berjalan selama kurang lebih 60 menit. 

3. Writing Section

Apakah kamu suka menulis dengan bahasa inggris? Mungkin, kamu akan lebih mudah menyelesaikan soal pada sesi ini. Dalam sesi ini, peserta ujian akan menulis 2 esai yang berbeda dari 2 topik yang sudah disiapkan oleh penyelenggara ujian. Sesi ini berlangsung selama 60 menit. 

4. Speaking Section

Selain menguji kemampuan membaca dan mendengar, kamu juga diuji kemampuan berbicara dalam bahasa inggris. Peserta akan berdialog dengan penutur asli bahasa inggris. Nantinya, penutur tersebut akan mengeluarkan beberapa pertanyaan yang bisa kamu jawab. Pada umumnya, pertanyaan tersebut bertema profesional dan kasual. 

Durasi sesi berlangsung selama 15 menit. Meski terkesan menakutkan, kamu juga dituntut untuk percaya diri dan menguasai banyak kosakata bahasa inggris.

Kelompok Tes IELTS

Tes IELTS sebenarnya ada kategori atau kelompoknya. Tentunya, hal tersebut dibedakan dari tujuan ujian tersebut. Dilansir hotcourses.co.id, ada kelompok tes hotcourses.co.id, yakni:

  1. IELTS Akademik: Bertujuan untuk mahasiswa asing yang ingin kuliah di negara-negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa utama/sekunder.
  2. General Training Tes: Bertujuan untuk orang asing yang ingin pindah negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa utama/sekunder. Tes ini juga digunakan untuk calon pekerja/pekerja yang pindah perusahaan atau melamar pekerjaan di perusahaan/organisasi skala internasional.

Dari kategori tes tersebut, kamu perlu menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kamu dalam mengikuti tes IELTS, ya.

4 Tips Sukses Tes IELTS untuk Dapat Skor Tinggi

Setelah mengetahui informasi tes IELTS, pastinya kamu penasaran tentang cara mendapat skor tinggi pada tes IELTS. Berikut 4 tips sukses tes IELTS untuk dapat skor tinggi, diantaranya:

1. Jangan Sepelekan Tes 

Meskipun kamu jago dalam bahasa inggris, kamu tidak boleh menyepelekan tes ini. Ditambah, banyak peserta yang menganggap general test lebih mudah daripada academic test. Kamu perlu mempersiapkan tes secara matang jika kamu ingin mendapatkan universitas atau perusahaan luar negeri yang kamu impikan. 

2. Latihan Soal IELTS

Apapun ujiannya, kamu perlu melatih dengan soal-soal tertentu. Dalam IELTS, kamu bisa melatih kemampuan bahasa Inggris dengan mencoba tes preparation IELTS yang tersebar di media sosial dan internet. Kamu juga bisa membeli buku soal seputar IELTS. Dengan cara ini, kamu setidaknya bisa mengetahui gambaran tentang soal-soal dari IELTS itu sendiri. 

3. Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggrismu

Meskipun bahasa inggris sudah dipelajari sejak masa sekolah, bukan berarti kamu tidak meningkatkannya. Kamu perlu mempelajari banyak kosakata dan menulis bahasa inggris. Selain itu, kamu harus mengetahui kekurangan kamu dalam keterampilan bahasa inggris, entah membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. Setelah mengetahui kekurangan tersebut, kamu bisa memperbaikinya dengan belajar mandiri atau mengikuti kelas bahasa inggris.

4. Ikut Kelas IELTS di Magna Education

Jika kamu merasa sudah belajar mandiri, tetapi kemampuan bahasa inggrismu belum meningkat juga. Maka, kamu bisa mengikuti kelas persiapan IELTS di Magna Education. Dengan native speaker yang berpengalaman dan profesional, tentunya pembelajaran IELTS-mu akan lebih menyenangkan. Tentunya, kelas persiapan ini bisa dalam bentuk online dan offline. Jadi, kelas ini jauh lebih fleksibel dan tidak mengganggu waktu luangmu. Ditambah, kurikulum pembelajaran sudah mengikuti standar internasional. So, tidak perlu diragukan lagi, kan?

Itulah beberapa informasi seputar tes IELTS. Kuncinya adalah terus belajar dan berlatih menjawab soal untuk dapatkan skor tertinggi versi kamu. 

Selengkapnya
GMAT adalah

Serba-Serbi GMAT Adalah: Definisi, Fungsi, dan Tips Lolos Tes

Apakah kamu tahu tentang GMAT? Bagi kamu yang ingin menempuh program pendidikan magister atau master, kamu akan menghadapi tes ini. Tentunya, tes ini merupakan penentu untuk kamu dalam lulus seleksi universitas di luar negeri. 

Sebelumnya, kamu mungkin sudah mengenal tentang tes TOEFL dan IELTS. Namun, tes GMAT ini ibarat tes next-level dari kedua tes tersebut, loh. So, kita langsung aja tentang beberapa poin penting dari tes ini.

Definisi dan Tujuan GMAT

Dilansir dari suneducationgroup.com, Graduate Management Admission Test adalah tes yang menguji kemampuan akademik dalam bahasa Inggris. Kemampuan yang diuji tersebut adalah kemampuan analisis, matematika, dan bahasa. Tentunya tes ini berbasis Computer Adaptive Test (CAT).

Pada awalnya, GMAT dibuat pertama kali pada 1954. GMAT merupakan merek dagang yang terdaftar dari Graduate Management Admission Council (GMAC). Saat itu, GMAT dibuat oleh perwakilan dari beberapa perguruan tinggi ternama di dunia, seperti Universitas Harvard dan Columbia. Namanya juga dulu berbeda dari yang kini, yakni Tes Penerimaan untuk Studi Pascasarjana dalam Bisnis (ATGSB). Tujuan utama tes ini adalah meningkatkan kemampuan kamu dalam analytic thinking dan problem solving. Selain itu, tes ini juga merupakan persyaratan untuk kamu dalam menempuh program studi manajemen dan bisnis. 

Fungsi GMAT

Pada umumnya, fungsi dari GMAT adalah mempersiapkan calon mahasiswa S2 agar bisa menerima ilmu dan keterampilan tentang program studi yang diikutinya, yakni manajemen, bisnis, atau akuntansi. 

Ditambah, tes ini dapat digunakan untuk mendaftar sekolah bisnis di AS. Dilansir dari lister.co.id, terdapat 90% yang menerima skor GMAT atua GRE. Namun, ada banyak sekolah bisnis yang lebih memilih tes ini daripada GRE, yakni:

  1. Mereka lebih menyukai jenis soal di GMAT, tepatnya bagian penalaran kuantitatif dan integrasi. Hal ini bisa menguji keterampilan dan pengetahuan lebih langsung terkait dengan apa yang perlu kamu ketahui agar berhasil di sekolah bisnis. Jadi, kamu tidak akan kaget ketika menjadi mahasiswa S2 di sekolah tinggi bisnis di luar negeri. 
  2. Sebagian pihak universitas meyakini bahwa calon mahasiswa S2 yang melampirkan skor GMAT akan berkomitmen pada jalur karir itu. 

Ciri-Ciri GMAT

Berbeda dengan tes GRE, GMAT memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:

  1. GMAT mencakup tiga bagian ujian yang meliputi integrated reasoning, qualitative, dan verbal. Soal-soalnya juga meliputi tentang analisis bisnis, tabel, grafik, pengetahuan umum, serta wawasan umum terkait masalah ekonomi dan bisnis. 
  2. Rangkaian tes juga lebih penalaran kuantitatif dan bisnis, seperti Quantitative Reasoning, Integrated Reasoning, Analytical Writing Assesment dan Verbal Reasoning.
  3. Struktur matematika pada GMAT juga berbeda dari tes GRE dengan durasi sekitar 75 menit dan jumlah soal sekitar 37 pertanyaan. Lalu, topik utama tentang soal matematika, yakni menghitung, pecahan, proporsi, set, geometri, trigonometri, persamaan, formular, konsep perimeter, luas, keliling, median, dan lain-lain. 
  4. Kamu tidak diizinkan menggunakan kalkulator dalam mengerjakan ujian.
  5. Topik yang diusung dalam soal lebih banyak daripada tes GRE.
  6. Tingkat kesulitan sangat tinggi daripada tes GRE.
  7. Sertifikat GMAT berlaku selama 5 tahun.
  8. Biaya tes GMAT secara keseluruhan adalah $250-275.  

Komponen-komponen Soal GMAT

Sebelumnya, kita sudah mengetahui rangkaian tes GMAT. Dilansir dari avaneducation.com, secara detail, jenis-jenis soal GMAT, yakni:

1. Analytical Writing Assessment Test

Dalam bagian ini, kamu akan diuji dengan menulis esai. Esai yang dimaksud adalah analisis, kritik, atau opini tentang suatu isu bisnis atau ekonomi suatu negara. Tes ini berdurasi sekitar 30 menit untuk menuliskan 1 esai.

2. Integrated Reasoning Test

Dalam tes ini, kamu akan menghadapi suatu soal yang berhubungan dengan menganalisis data melalui grafik dan tabel. Tes ini akan mengetahui cara kamu membaca, memahami, dan menganalisis. Durasi yang diberikan untuk kamu menjawab soal-soal ini adalah 30 menit. 

3. Quantitative Reasoning

Apakah kamu suka matematika? Mungkin, kamu tidak pernah mengeluh jika menemukan soal ini. Quantitative reasoning adalah soal-soal yang berisi topik tentang matematika dasar, seperti aljabar, aritmatika, dan geometri. 

Dalam jenis soal ini, terdapat dua model pertanyaan, yakni data sufficiency dan problem solving. Model data sufficiency adalah model soal yang menampilkan berbagai data dan informasi yang saling terkait. Kamu akan diuji untuk menemukan informasi yang relevan. Model pertanyaan problem solving adalah model yang menentukan jawaban secara pilihan ganda tentang aljabar dan geometri. Durasi soal sekitar 75 menit.

4. Verbal Reasoning

Pada bagian ini, kamu akan diuji melalui kemampuan membaca, memperbaiki kalimat, dan menganalisis teks. Dari hal ini, kamu perlu menguasai bahasa Inggris secara fasih dan aktif. Total soal sekitar 41 pertanyaan yang berbentuk pilihan ganda dalam waktu 75 menit. 

5 Tips Mengerjakan GMAT, Auto Skor Tinggi!

Perlu diketahui, bahwa skala nilai atau skor pada tes ini berkisar antara 200 – 800. Tentunya, kamu harus mempersiapkan tes ini sebaik mungkin. So, ada beberapa tips untuk mempersiapkan GMAT, diantaranya:

1. Pahami Rangkaian Tes

Tentunya, ketika kita ingin ujian tertentu, maka kita perlu memahami bagian atau rangkaian tes tersebut. Pada poin sebelumnya, kamu bisa memahami gambaran-gambaran soal yang akan terjadi pada GMAT. 

2. Kalau Perlu, Tebak Jawaban

Diketahui, tes yang kamu kerjakan memiliki waktu yang singkat. Maka dari itu, kamu perlu menjawab soal secara efisien dan efektif. Tips penting adalah kamu bisa menebak jawaban dengan percaya diri apabila kamu buntu. Namun, jangan terlalu banyak menebak jawabannya, ya. 

3. Belajar Mandiri

Dalam persiapan GMAT, kamu butuh belajar baik mandiri ataupun program mentoring. Kamu bisa belajar mandiri dengan mengikuti latihan soal-soal ini yang tersedia di YouTube atau media sosial. Kamu juga bisa belajar dari buku atau sumber online untuk mengerjakan soal-soal latihan GMAT.

4. Disiplin Belajar

Buatlah jadwal secara konsisten untuk meningkatkan progress dalam belajar GMAT. Kamu bisa menentukan jadwal belajar secara berkala, seperti 2 jam latihan soal dalam sehari. Dengan menjadwalkan kegiatan belajarmu, kamu bisa mudah memanajemen waktu dengan efektif dan efisien. 

5. Gunakan Scratch Pad dengan Baik

Dalam mengerjakan GMAT, kamu akan diberikan suatu kertas lapis plastik untuk menulis atau menghitung soal. Di Indonesia, kertas ini biasa disebut kertas coretan. Pastikan kamu memanfaatkan scratch pad dengan baik. Contohnya, kamu bisa menggunakan untuk menulis poin-poin penting paragraf, kerangka esai, dan menghitung soal matematika. Dengan memanfaatkan kertas ini, kamu bisa mengefisienkan waktu pengerjaan.

Itulah beberapa informasi mengenai GMAT. Selain persiapan yang matang, kamu perlu meminta restu orang tua terlebih dahulu dalam mengerjakan tes ini. Tidak lupa untuk berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa agar dipermudah segala urusannya. Apakah kamu ingin mencoba ikut tes ini?

Selengkapnya