Mitos IELTS

10+ Mitos IELTS yang Bikin Hambatan Skor Tinggi Kamu

Apakah kamu pernah mendengar tentang mitos IELTS? Selama IELTS test, kamu mungkin pernah mendengar hal-hal yang mengganggu ujian kamu. Mitos-mitos tersebut bisa berkaitan dengan mekanisme ujian, peraturan ujian, atau hal-hal yang bikin kita mundur dari IELTS. 

Patut diketahui, IELTS adalah tes standar berbahasa inggris secara profesional yang diperuntukkan untuk calon mahasiswa atau pekerja yang ingin menempuh pendidikan/melamar pekerjaan di luar negeri. IELTS sendiri biasanya dilaksanakan di universitas atau lembaga penyedia IELTS di negara masing-masing. 

Meskipun sudah terstandar internasional, ada saja orang yang membuat atau menerapkan mitos-mitos tentang IELTS. Lalu, mitos apa saja itu?

Beberapa Mitos IELTS yang Bisa Bikin Hambatan Naikin Skormu

Ada beberapa mitos IELTS yang ternyata bisa bikin hambatan skormu untuk naik, lho. Nah, apa saja sih mitos-mitos seputar IELTS yang bisa bikin hambatan naikin skormu?

1. Soal Listening Didengar Lebih dari Satu Kali

Apakah kamu pernah mendengar dari teman tentang soal listening yang bisa diperdengarkan dua kali? Faktanya, audio dalam soal listening hanya boleh diperdengarkan satu kali oleh peserta. Oleh karena itu, butuh ketelitian dan latihan grammar agar terbiasa mendengarkan audio dari soal listening IELTS. Selain itu, kamu juga perlu fokus selama ujian listening yang umumnya dilaksanakan selama 40 menit. 

2. Mitos IELTS: Jawaban Langsung Ditemukan di Bagian Reading

Perlu diketahui, ketika kamu menemukan soal bacaan pada IELTS test, kamu tidak bisa langsung menerka jawaban dari bacaan. Kamu butuh kemampuan analisis untuk mendapatkan kesimpulan berupa jawaban yang pasti. 

Ditambah, ada berbagai format jawaban yang bisa kamu temukan pada IELTS, seperti pilihan ganda, false or true, ringkasan cepat, dan jawaban singkat. Kamu juga butuh latihan soal bacaan untuk bisa mempercepat penafsiran informasi melalui analisis kamu.

3. Bagian Reading Pasti Rumit

Setiap komponen soal bisa diselesaikan dengan mudah ketika kamu sering belajar dan latihan soal IELTS. Tidak ada yang rumit selama kamu belajar dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu sudah belajar hari ini?

4. Only One Answer to Speaking Section

Banyak peserta ujian IELTS berpikir kalau sesi speaking mempunyai jawaban yang benar. Padahal, tidak ada satu jawaban yang benar atau salah pada sesi listening IELTS. Kamu akan dinilai oleh panitia ujian dengan kriteria berikut.

  • Kefasihan dan susunan jawaban.
  • Kosakata dan penyusunan kalimat.
  • Struktur kalimat
  • Pengucapan

Pastikan, kamu memahami bahasa inggris dengan baik. Alhasil, kamu bisa berkomunikasi dengan panitia ujian baik dan lancar pula. Dengan hal itu, kamu bisa mendapatkan skor yang tinggi.

5. Benar dan Salahnya Jawaban Ditentukan oleh Panitia Ujian

Ada benarnya, tetapi ada salahnya juga. Benarnya adalah panitia ujian akan memegang kunci jawaban, tetapi hal itu bersifat rahasia. Hanya panitia ujian yang diberikan otoritas tinggi yang bisa memegangnya. Meskipun begitu, kunci jawaban tersebut tidak dibuat langsung oleh panitia ujian.

Mereka hanya menilai kemampuan kamu dalam berbicara, membaca, dan menulis bahasa inggris. Maka dari itu, kamu tidak perlu takut untuk menulis esai yang bisa mengkhawatirkan perasaan panitia ujian. Kamu hanya perlu mengisi jawaban sesuai pengetahuan dan hasil belajar kamu.

6. Jangan Langsung Fokus ke Soal

Khusus reading section, banyak peserta yang fokus ke soal karena perlu untuk menghemat waktu. Perlu diketahui, peserta ujian juga dinilai terhadap pemahamannya setelah instruksi ujian diberikan, loh. 

Pakailah waktu untuk membaca dan memahami instruksi ujian yang diberikan melalui audio. Selain itu, di dalam instruksi, terdapat petunjuk yang bisa kamu gunakan untuk mengisi jawaban IELTS kamu. 

7. Lembaga Tes IELTS Memiliki Standar Soal yang Berbeda

Sebagian peserta IELTS berpikir kalau lembaga penyedia tes IELTS akan lebih mudah soalnya dibandingkan lembaga penyedia tes IELTS lainnya. Hal ini salah besar, ya. Sebab, setiap lembaga tes memiliki ukuran yang sama dan menggunakan indikator nilai yang sama pula. 

Ditambah, penyelenggara ujian IELTS sudah terverifikasi dengan berbagai latihan agar menyediakan ujian IELTS dengan adil dan transparan. Panitia ujian juga diawasi lagi oleh panitia ujian yang lebih berpengalaman, loh. Tidak heran kalau hasil ujian IELTS banyak digunakan sebagai persyaratan calon mahasiswa di berbagai universitas top global.

8. Persiapan IELTS dengan Hanya Membaca Buku dan Koran

Apa benar kamu bisa mendapatkan skor tinggi pada IELTS dengan membaca buku dan koran? Yap, bisa. Akan tetapi, kamu disarankan untuk membentuk kebiasaan dengan latihan soal dan membaca berbagai jenis bacaan dalam bahasa inggris. 

Hal ini dikarenakan setiap soal IELTS cukup kompleks. Tentunya bisa bikin usaha belajar kamu ekstra dan penuh perjuangan.

9. Soal Listening Semuanya Beraksen British

Perlu diketahui, soal-soal IELTS dibuat oleh Cambridge English, IDP, dan British Council. Tidak heran kalau soal IELTS didominasi dengan aksen british. Namun, ada beberapa aksen yang juga muncul pada soal listening IELTS, seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia. Maka dari itu, kamu bisa mempelajari beberapa aksen tersebut di YouTube untuk meningkatkan wawasan accent kamu.

10. Mitos IELTS: Hanya Perbanyak Latihan Soal IELTS Bikin Skor Tinggi

Yap, ada benarnya kalau kamu memperbanyak latihan soal IELTS untuk dapat skor tinggi. Meskipun begitu, kemampuan berbahasa inggris kamu jauh lebih pokok daripada itu. Hal ini wajar karena IELTS sendiri untuk mempersiapkan peserta agar lebih mudah memahami dan menyerap komunikasi dalam bahasa inggris. 

Dikhawatirkan jika kamu hanya latihan soal IELTS, kamu akan sulit memahami ilmu ketika berkuliah atau berkomunikasi dengan rekan kerja asing. Selain itu, perbanyak kosakata dan grammar kamu dengan belajar bahasa inggris. Setelah mengetahuinya, kamu bisa melanjutkan untuk latihan soal IELTS.

11. Mitos IELTS Menggunakan Kosakata Rumit untuk Writing

Apakah kamu pernah memasukkan kosakata rumit dalam menulis esai IELTS? Yap, hal ini biasa dilakukan oleh peserta ujian untuk membuat penilai terkesan. Cara ini sebenarnya salah karena membuat kalimat kamu tidak natural.

Akibatnya, nilai IELTS kamu kemungkinan besar turun di bagian kefasihan (coherence and cohesion). Ada baiknya kamu memperbanyak kosakata, tetapi memikirkan cara yang tepat untuk mengekspresikkan kalimat sesuai topik esai pada IELTS. Penting untuk mengetahui korelasi, variasi, dan sinonim kata yang telah kamu tulis.

12. Merasa Memiliki Banyak Waktu untuk Menjawab Soal

Hal ini yang perlu disingkirkan oleh setiap peserta ujian IELTS. Meskipun tes berlangsung selama 1 jam, kamu harus bisa memanajemen waktu pengisian jawaban dengan baik. Ditambah, terdapat 40 pertanyaan dengan 11 jenis pertanyaan yang berbeda. Justru, kamu perlu menjawab dengan pengetahuan kamu agar tidak ketinggalan waktu. 

Itulah beberapa mitos tentang IELTS. Meskipun IELTS terlihat sederhana, sebenarnya banyak peserta ujian yang gagal mendapat skor tinggi karena kurang latihan. Maka dari itu, kamu butuh bimbingan yang berkualitas dan profesional. Salah satunya adalah Magna Education. Magna Education adalah lembaga konsultan pendidikan yang berfokus di bidang pelatihan bahasa, serta persiapan studi, pendidikan profesi, pertukaran budaya, dan bekerja di luar negeri. So, kamu bisa mengunjungi laman resminya di magnaeducation.id. 

Selengkapnya
Ujian SAT

7 Tips Mempersiapkan Ujian SAT untuk Dapatkan Skor Tinggi, Wajib Coba!

Apakah kamu sedang mempersiapkan ujian SAT? Perlu diketahui, ini adalah ‘SBMPTN-nya’ di luar negeri. Nah, ujian ini juga berlaku bagi kamu yang ingin kuliah di luar negeri, khususnya Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, dan universitas yang menerapkan sistem SAT.

SAT atau Scholastic Assesment Test ini menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa ujiannya. Ditambah, terdapat soal-soal dengan komponen berbasis TPS (sama dengan SBMPTN), yakni tes penalaran, verbal, kuantitatif, dan analitik. Jika kamu tidak terbiasa dengan tes psikolastik (SAT), kemungkinan besar kamu mendapat skor rendah. 

Alhasil, kamu tidak lolos pada ujian masuk perguruan tinggi di luar negeri. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan dalam menghadapi ujian SAT. Berikut ulasannya!

Macam-Macam Tips Ujian SAT

Buat kamu yang mau sukses menghadapi ujian SAT, tentu ada baiknya untuk cek beberapa tips berikut. Gampang saja, selengkapnya ada sebagai berikut.

1. Tentukan Kelebihan dan Kelemahan Kamu dalam Hadapi Ujian SAT

Setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan, khususnya dalam memasuki ujian SAT. Ujian ini memang berfokus untuk menemukan kelebihan dan kelemahan di bidang akademik tertentu, entah penalaran, kuantitatif, atau analitisnya. 

Nah, cobalah untuk mempelajari berbagai simulasi atau latihan soal SAT. Kamu bisa mencari di internet atau belajar secara komunitas di Magna Education. Nantinya, simulasi tersebut memiliki waktu yang sama dengan ujian SAT. Kamu bisa mengerjakan latihan tersebut sebaik mungkin.

Nantinya, kamu bisa mengecek skor mana yang tertinggi dan terendah di setiap komponen soal yang sudah kamu kerjakan. Itulah cara untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan kamu. Jika kamu mendapat skor tinggi pada reading, maka pertahankan dan terus menambah kosakata. Lalu, jika kamu mendapat skor rendah pada math, maka perbaikilah dengan mengerjakan soal-soal matematika sederhana, seperti geometri, aritmatika, dan aljabar.

2. Jangan Terfokus pada Skor Maksimum Ujian SAT Scores

Setiap orang memang menginginkan SAT Scores yang tinggi pada SAT test. Meskipun begitu, hal itu membuat mereka belajar habis-habisan. Padahal, kita bisa menargetkan skor yang terukur dan realistis sesuai kemampuan kita. 

Diketahui, skor maksimum SAT yang bisa kamu dapatkan adalah 1600 dan paling rendahnya adalah 400. Ujian ini juga diindikasi dalam dua komponen terpisah, yaitu reading & writing serta math.  Setiap bagian bernilai 800 poin dengan skor paling rendah adalah 200 poin. 

Perlu diingat, setiap universitas biasanya memiliki skor target yang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu bisa menentukan universitas luar negeri pilihan, lalu meriset skor tertinggi SAT di universitas tersebut. Hal itu bisa menjadi KPI kamu untuk mempersiapkan ujian ini. 

3. Sering Membaca Kamus dan Buku Berbahasa Inggris

Meskipun kamu merasa sudah menguasai bahasa inggris, alangkah baiknya kamu menambah wawasan lagi soal bahasa inggris kamu. Hal ini dikarenakan soal SAT  memiliki bahasa yang lebih akademis. Ditambah, ada kewajiban pada peserta ujian SAT untuk menulis sebuah esai. 

Kamu juga harus membaca dan menganalisa secara kritis terhadap suatu bacaan. Hal itulah yang membuat kamu perlu membaca kamus dan buku berbahasa inggris. Buku yang dimaksud adalah buku-buku dengan topik terkini, seperti politik, lingkungan, ekonomi, dan sosial. 

Perlu diingat, kamu harus mencatat setiap kali menemukan kosakata baru pada sebuah buku yang kamu baca. Selain menambah kosakata baru, kemungkinan besar komunikasi bahasa inggris kamu akan meningkat melalui kamus dan buku.

4. Latihan Esai

Sejak SMA/SMP, seringkali kita diminta oleh guru untuk membuat esai. Meskipun terbilang sederhana, banyak peserta ujian SAT yang merasa terjebak di sini. Beberapa hambatan tersebut, seperti stuck idea, kurangnya bacaan, dan sulit mengekspresikan dengan bahasa sendiri. 

Lalu, bagaimana cara melatih esai? Kamu bisa membaca koran, artikel jurnal, dan bahan pustaka yang bersifat akademis. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kamu juga bisa menulis esai secara baik dan powerfull. Ditambah, esai bisa meningkatkan kemampuan alami kamu dalam parafrase atau merangkum kembali tanpa menghilangkan maknanya. 

5. Tambah Materi Belajar Kamu

Materi belajar yang dimaksud, seperti modul, buku soal SAT, dan otodidak via YouTube. Ada banyak materi belajar SAT yang dapat menambah wawasan kamu. Untuk mendapatkan persiapan ujian SAT yang berkualitas, kamu bisa mengunjungi laman resmi Magna Education dan berkonsultasi via kontak kami, ya. 

Female High School Teacher Standing By Student Table Teaching Lesson

6. Persiapkan untuk Setiap Komponen Soal

Meskipun kita lemah dan lebih terhadap komponen soal tertentu pada tes SAT, kamu tidak boleh menyepelekan atau mengabaikan komponen soal lainnya. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam mempersiapkan tes SAT berdasarkan komponen soal.

a. Bagian Reading

  • Disarankan untuk tidak membaca semua bagian atau paragraf bacaan. Perlu diketahui, kamu hanya punya waktu 65 menit untuk ujian SAT bagian reading. Jadi, mulailah dari pertanyaan di SAT, lalu kembali ke bacaan untuk temukan jawabannya.
  • Baca cepat dan ringkaslah untuk dapatkan poin-poin tertentu di setiap paragraf.
  • Menjawab pertanyaan yang lebih mudah terlebih dahulu agar bisa memanajemen waktu ujian lebih baik.

b. Writing

  • Perhatikan tata bahasa, ejaan, dan grammar karena akan memengaruhi nilai atau skor tes SAT kamu.
  • Biasanya terdapat slang, homofon (dua kata dengan pelafalan yang sama, tetapi berbeda makna), klausa, frasa, makna, dan idiom. Jadi, perbanyak kosakata kamu melalui kamus dan buku berbahasa inggris.
  • Jika stuck, tulislah apapun yang ada di benak kamu. Hal ini bisa membuat kamu lebih mudah untuk lanjut ke soal lainnya. Lalu, kamu bisa mendapat waktu ekstra untuk mengecek kembali soal kamu.

c. Math

  • Pastikan kamu membuka soal-soal matematika sejak SMA karena ada beberapa materi yang masuk pada ujian SAT, seperti aljabar, trigonometri, dan geometri. 
  • Diketahui, ada bagian soal yang mengharuskan kamu menggunakan kalkulator dan non-kalkulator. Untuk bagian kalkulator, fokuslah pada perhitungan dengan hasil skala besar. Jika bagian non-kalkulator, kamu harus fokus terhadap soal dengan hasil perhitungan yang kecil. Jangan terbalik!

7. Buat Plan Study Persiapan Ujian SAT

Penting untuk calon mahasiswa yang ingin masuk perguruan tinggi luar negeri untuk membuat rencana belajar atau plan study. Hal ini untuk mengukur kemampuan kamu dalam efektivitas belajar beserta meraih skor tujuan yang ingin kamu dapatkan. 

Rencana belajar dapat membentuk kebiasaan kamu agar rutin dalam belajar. Contohnya, setiap jam 3 – 4 pagi pada Senin – Jumat, kamu menyempatkan untuk latihan soal SAT. Lalu, setiap jam 7-8 malam pada Sabtu – Minggu, kamu menyempatkan untuk kursus dan ikut simulasi SAT di Magna Education. 

Nah, itulah beberapa tips untuk mendapat skor tinggi pada ujian SAT. Pastikan kamu mempraktekkannya pada kehidupan sehari-hari, ya. Cobalah untuk konsisten dalam belajar dan latihan soal SAT karena practice make you perfect. Semangat!

Selengkapnya
Huruf Jerman

Belajar Huruf Jerman: Ciri-ciri, Pelafalan, dan Tips Mudah Belajarnya

Apakah kamu sedang atau ingin belajar bahasa Jerman? Tentunya, belajar bahasa jerman, khususnya huruf Jerman memang agak unik daripada bahasa indonesia. Meskipun begitu, kamu bisa menambah kosakata baru sekaligus wawasan baru tentang bahasa jerman. 

Diketahui, huruf atau alfabet dalam bahasa jerman merupakan mata pelajaran dasar bagi pemula. Maka dari itu, kamu perlu mempelajari hal itu dengan seksama agar dapat menguasai beberapa kosakata atau kalimat dalam bahasa jerman. 

Ciri-Ciri Huruf Jerman

Diketahui, sebenarnya huruf-huruf dalam bahasa jerman memang hampir mirip dengan bahasa indonesia. Bedanya, ada beberapa pelafalan huruf yang harus ditingkatkan intonasi bacaannya. Maka dari itu, ada beberapa ciri atau karakteristik saat kamu mempelajari huruf jerman, diantaranya:

1. Mungkin akan Terdengar Kasar

Ketika kamu menonton film atau seri dari Jerman, mungkin kamu akan mendengar aktor atau aktrisnya melantunkan kalimat yang terdengar kasar dan tegas. Padahal, kalimat yang dibunyikan sebenarnya berarti baik atau positif. Diketahui, pengucapan itu sebenarnya terbilang benar berdasarkan penutur asli bahasa jerman. 

2. Huruf Jerman terdiri dari 26 Abjad

Diketahui, alfabet atau huruf dalam bahasa Jerman berjumlah 26 abjad. Ada beberapa abjad yang unik dan wajib kamu ketahui, yakni ä, ö, ü dan ß. Pelafalan dari abjad tersebut juga berbeda-beda. Ada yang pelafalan abjad harus kamu tinggikan intonasinya.

3. Ada Abjad yang Diucapkan dengan Cara Unik

Jika kamu belajar bahasa Rusia, maka ada beberapa kosakata yang menggunakan bagian tubuh tertentu agar terkesan seperti native speaker. Nah, dalam bahasa Jerman juga begitu, ada beberapa abjad yang harus diucapkan dengan menggunakan tenggorokan bagian belakang. Contohnya, kamu harus mengucapkan dengan metode tertentu ketika menyuarakan abjad g, ch, dan r.

4. Abjad “W” Terkesan “V”

Ketika kamu membaca poin ini, mungkin kamu berpikir, “Apakah orang jerman tidak bisa ngomong ‘W’? Sebenarnya orang Jerman bisa mengucapkan kata “W”. Namun, ada beberapa kosakata dalam bahasa Jerman (dengan salah satu kosakata ada huruf “W”) yang memang pengucapannya terdengar seperti “V”.

5. Abjad ß Tidak Pernah Digunakan pada Awal Kata/Kosakata

Uniknya, kamu tidak akan mendengar orang Jerman saat mengucapkan abjad ß di awal kata atau kosakatanya, loh. 

6. Semua Huruf Jerman Memiliki Ejaan Fonetis

Apa itu fonetis? Fonetis adalah bunyi bahasa yang membedakan makna. Jadi, di setiap huruf dalam bahasa Jerman memiliki fonetis yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan untuk mencegah miskomunikasi dan disinformasi saat dialog atau bercakap di media elektronik, seperti media sosial, internet, atau media digital lainnya.

Huruf-Huruf Jerman Dasar

Selain ciri-ciri dari huruf Jerman, kamu juga harus mempelajari beberapa huruf ini secara dasar. Di artikel ini juga tersaji tentang cara pelafalan abjad atau huruf dalam bahasa Jerman, loh. Langsung saja simak di bawah ini, ya!

Huruf JermanCara Pelafalan
A/aa
BbBe
Ccce
Ddde
Eee
Ffef
Ggge
Hhha
Iii
Jjyot
Kkka
Llel
Mmem
Nnen
Ooo
Pepe
Qqku
Rrer
Sses
Ttte
Uuu
VvFau
Yyueupsilon
Zztset

Lihat? Ada beberapa huruf yang dilafal berbeda dengan bahasa Indonesia. Selain itu, ada beberapa abjad jerman dengan penggunaan simbol tertentu. Simak lagi, yuk!

UmlautePelafalan
Ä = äae/e
Ö = öoe/ou
Ü = üUe
ßSs

Selain ada beberapa abjad dan umlaute, kamu juga akan melihat beberapa kosakata dari gabungan konsonan, kan? Nah, hal itu bisa kamu pelajari di bawah ini.

Gabungan KonsonanCara Pelafalan
St/shtSetelah mengucap s, kamu harus membaca ‘ht’ atau ‘t’ dengan melepaskan ke udara.
Sch/shMengucapnya dengan mendesis seperti ular.
Ch/shMendesis
Sp/shpSetelah mengucap s, kamu membaca kata “ch” seperti melepaskan ke udara.
Chs/xEks (seperti membaca huruf x)
Ph/fef (seperti membaca huruf f)
pf/pfhSetelah mengucap huruf f, hembuskan udara setelah huruf f.
th/chSeperti menghembuskan ke udara.

Itulah beberapa abjad jerman yang harus kamu pelajari. Setelah mempelajarinya, kamu akan lebih mudah untuk lanjut ke materi, seperti kosakata dan pembentukan kalimat dalam bahasa Jerman.

Tips Belajar Huruf Jerman dengan Simpel

Mungkin, kamu masih stuck dalam belajar bahasa Jerman. Maka dari itu, ada beberapa tips simpel untuk belajar huruf ini, diantaranya:

1. Pelajari Secara Interval

Ketika kamu menemukan huruf baru, mungkin kamu akan merasa pusing dan cepat lelah. Hal ini sebenarnya wajar bagi pemula. Oleh sebab itu, kamu harus mempelajari huruf-huruf bahasa Jerman secara interval atau bertempo. Meskipun terkesan mudah, kamu bisa memfokuskan pada pelafalan yang menurut kamu abjad itu sulit. 

2. Pakai Lagu atau Subtitle Film

Banyak orang yang belajar bahasa asing menggunakan film atau lagu. Sebab, film atau lagu merupakan media belajar sekaligus hiburan sehingga kita lebih mudah memahaminya. Beberapa lagu dalam bahasa Jerman yang bsia kamu coba, seperti Ist da jemand oleh Adel Tawil, Irgendwas oleh Yvonne Catterfeld, dan Gluck oleh Berge. Untuk film dalam bahasa Jerman, seperti The Privillege, Good Bye, Lenin!, Lola Rennt, dan Der Untergang. 

3. Selain Huruf Jerman, Pelajari Juga Angka

Selain mempelajari huruf jerman, kamu juga perlu untuk mempelajari angka dalam bahasa jerman, nih. Sebab, angka akan bisa mengiringi suatu huruf. Berikut beberapa contoh angka dalam bahasa jerman, yakni:

AngkaCara Pengucapan
0Null
1Eins (Ayns)
2Zwei (Zway)
3Drei (Dray)
4Vier (Via)
5Fünf (fyunf)
6Sechs (Zeks)
7Sieben (Ziiiben)
8Acht (Akht)
9Neun (Noin)
10Zehn (Tzeeehn)

Wah, tentunya cara pengucapannya beda dengan bahasa inggris. Setelah mempelajari angka 1-10 dalam bahasa jerman, kamu bisa melanjutkan ke angka berikutnya secara perlahan, seperti 11-20, 21-30, 31-40, dst.

4. Percaya Diri

Dalam belajar bahasa, kamu butuh dengan kemampuan percaya diri. Yap, percaya diri memang terkesan mudah, tetapi penerapannya sulit. Kamu yang masih pemula mungkin akan merasa malu untuk berlatih di depan seseorang atau banyak orang. 

Untuk melatih percaya diri dalam belajar abjad, kamu bisa melatih pengucapan di depan kaca. Baca beberapa abjad dari awal hingga akhir. Cara pengucapannya, kamu perlu mengeluarkan suara yang lantang dan keras bagaikan native speaker dari Jerman. Cobalah untuk merekam pengucapan kamu, lalu bandingkan dengan native speaker di YouTube.

5. Ikut Kursus

Jika perlu, kamu bisa mengikuti kursus yang terpercaya dan berkualitas di dekat kamu. Salah satu kursus tersebut adalah Magna Education. Kamu bisa mempelajari bahasa jerman melalui native speaker yang profesional dan menyenangkan. Pastinya bikin pemahaman dan praktek bahasa jerman kamu meningkat. Jangan lupa untuk menghubungi kontak resmi Magna Education di laman resminya, ya. 

Itulah hal-hal yang harus kamu ketahui dalam belajar huruf jerman. So, tingkatkan kualitas dirimu dengan mempelajari berbagai bahasa asing di dunia. 

Selengkapnya