Biaya Ausbildung

Biaya Ausbildung Gratis Lho!!

Ingin tinggal di Jerman? Caranya mudah, karena terdapat beberapa program yang bisa membawa kamu kesana. Programnya antara lain Ausbildung, FSJ BFD atau berkuliah di Jerman. Namun jika kamu ingin bekerja sambil berkuliah program Ausbildung merupakan pilihan yang tepat. Kira=kira berapa sih kisaran biaya Ausbildung?

Biaya Ausbildung

Umumnya dapat bervariasi, semua itu tergantung dengan jenis pendidikan atau pelatihan yang dipilih. Semua itu tergantung kepada lokasi, institusi dan berbagai faktor lainnya. Biaya Ausbildung juga  mencakup biaya pendaftaran, biaya kuliah, biaya hidup serta tambahan lainnya. 

Namun tenang saja, selama mengikuti program ini tentu kamu akan mendapatkan gaji. Maka dari itu kamu tidak terlalu mengkhawatirkan mengenai semua biaya itu, namun bekal awal yang perlu dipersiapkan antara lain: 

1. Biaya Kursus

Jika kamu belum bisa berbahasa Jerman, tentunya kamu harus belajar bahasa terlebih dahulu. Agar lebih efektif dalam belajar kamu bisa mengikuti kursus bahasa Jerman, biasanya tempat kursus akan menyediakan berbagai level. Adapun kisaran biaya yang dibutuhkan yaitu:

  • Perkiraan biaya: Rp 5.000.000 hingga Rp 8.000.000
  • Waktu yang dibutuhkan: 0 hingga 6 bulan (tergantung dengan level yang dipilih)

Tentu ausbildung akan mewajibkan pesertanya untuk bisa berbahasa Jerman, karena salah satu persyaratan mengikuti program ini yaitu memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jerman. Dengan mengikuti kursus juga ada beberapa keuntungan yang bisa didapat, yaitu:

  • Bisa berkonsultasi mengenai program ausbildung, dan persiapan apa saja dilakukan.
  • Diarahkan hingga hingga keberangkatan, bahkan untuk interview diadakan pelatihan terlebih dahulu. 
  • Belajar menjadi lebih terarah dan efektif. 

2. Ujian Sertifikasi Goethe

Merupakan tes resmi yang diselenggarakan sebuah organisasi budaya Jerman, dan sudah tersebar di seluruh dunia. Ujian ini tentu dibuat untuk mengukur kemampuan bahasa dalam berbagai kemampuan termasuk mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara. 

Setelah lulus mengikuti ujian ini, nantinya kamu akan mendapatkan sebuah sertifikat. Nantinya akan digunakan untuk memenuhi persyaratan dalam ausbildung, karena tentu kamu harus bisa berbahasa Jerman hingga level B1. 

Adapun tingkatan bahasa yang diujikan mulai dari dasar A1 hingga tingkat tinggi C2. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk ujian sertifikasi, antara lain:

  • Perkiraan biaya: Rp 2.000.000 hingga Rp 4.000.000. 
  • Ujian akan diadakan secara offline sesuai jadwal. 

3. Pendaftaran Ausbildung

Program ini memang tidak memiliki biaya pendaftaran, seperti universitas atau institusi pendidikan lainnya. Ausbildung juga dibiayai langsung oleh pemerintah, namun terdapat beberapa biaya yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Paspor dengan perkiraan biaya Rp 350.000 (namun bisa berubah sewaktu-waktu).
  • Visa kisaran biaya Rp 1.500.000 (bisa berubah sewaktu-waktu).
  • Tiket pesawat Rp 6.000.000 (bisa berubah sewaktu-waktu).

Hidup di Jerman

Kehidupan di negara Eropa tentu  pengalaman yang menarik dan juga menyenangkan bagi banyak orang, terlebih untuk para mahasiswa di Indonesia. Hal ini dikarenakan kualitas pendidikan Jerman yang tinggi dan negara ini sudah terbilang maju. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggal di Jerman merupakan hal menarik, antara lain:

1. Kualitas Hidup yang Tinggi

Karena infrastruktur yang baik, termasuk jaringan transportasi yang sudah efisien, jalan tol yang terawat dengan baik dan sistem komunikasi yang canggih. Selain itu, tidak perlu diragukan lagi dalam hal pendidikannya. Karena sistem pendidikan yang sudah diakui secara internasional. 

Selain itu, Jerman juga memiliki sistem kesehatan yang canggih. Aksesnya luas sudah pasti memudahkan masyarakat disana, karena teknologinya sudah canggih dan fasilitas yang baik. Masyarakat Jerman juga sangat peduli akan lingkungan, tak heran jika disana banyak taman kota. 

2. Keberagaman Budaya

Negara ini juga penuh dengan berbagai macam kultur, mulai dari sejarah dan arsitektur. Tak ketinggalan juga seni, musik dan festival yang dapat dinikmati oleh penduduk Jerman dan pendatang dari berbagai dunia. 

3. Ramah Lingkungan 

Jerman juga dikenal sebagai pemimpin dalam inisiatif ramah lingkungan, dengan banyaknya upaya untuk mengurangi emisi karbon. Selain itu, negara Eropa ini juga sering mempromosikan energi terbarukan dan melindungi alam. 

4. Kestabilan antara Kerja dan Hidup 

Budaya kerja Jerman sangat menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan profesional. Dengan jam kerja yang fleksibel, cuti yang cukup dan dukungan untuk bekerja dari rumah. 

5. Kehidupan Profesional

Pasar kerja di Jerman juga relatif stabil, maka dari itu Jerman tingkat pengangguran yang rendah, serta banyak peluang kerja di berbagai sektor industri. Budaya kerja yang menyeluruh dan kebijakan perlindungan pekerja yang kuat juga berkontribusi pada kualitas hidup yang tinggi. 

Persyaratan Ausbildung 

Untuk mengikuti program ini, tentu saja kamu harus memperhatikan serta memenuhi kualifikasi yang sudah ditentukan. Berikut ini beberapa persyaratan ausbildung, yaitu

  • Memiliki sertifikat kemampuan bahasa B1
  • Pendidikan terakhir SMA atau sederajat
  • Usia mulai 18 hingga 35 tahun 

Bagaimana agar bisa berbahasa Jerman? Tentu saja bisa dengan belajar dengan rajin dan konsisten, namun selain belajar secara mandiri kamu juga mengikuti kursus bahasa Jerman. Program Ausbildung ini sangat banyak keuntungannya, karena mendapatkan ilmu, pengalaman dan penghasilan juga. 

Makin tertarik bukan untuk mengikuti program ini, selain itu biaya ausbildung yang dikeluarkan juga sudah mencakup dengan keberangkatan. Belajar bahasa Jerman di Magna Education aja. Tidak hanya belajar mengenai bahasa saja, tetapi akan dibantu mengenai persiapan keberangkatan ausbildung. 

Yuk daftar sekarang!!

Selengkapnya
Apa itu Tes GRE dan GMAT

Apa itu Tes GRE dan GMAT? Hal-hal yang Membedakan

Apa itu Tes GRE dan GMAT? Ketika kamu ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri, tentunya harus mengetahui apa saja yang dipersiapkan terlebih dengan persyaratannya. 

Hal itu akan memudahkan dalam persiapan belajarmu keluar negeri, selain itu memiliki kemampuan bahasa asing merupakan hal yang penting. 

Mengapa penting? Karena untuk mengikuti study abroad, akan ada persyaratan dimana harus mempunyai sertifikat bahasa Inggris. Maka dari itu nantinya kamu akan mengikuti ujian terlebih dahulu, seperti GRE dan GMAT. 

Apa itu GRE dan GMAT?

Graduate Record Examination atau dikenal GRE, sebuah  tes standar yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berpikir kritis,mampu berkomunikasi efektif, dan dapat memecahkan masalah. Tes ini juga bertujuan untuk melanjutkan ke program pascasarjana di seluruh negara. 

Durasi ujian GRE akan berlangsung 3 jam 45 menit, dan ada 655.00 siswa setiap tahunnya yang mengambil tes ini. GRE juga termasuk ujian yang sudah berformat komputerisasi, jika dibandingkan dengan ujian pascasarjana lainnya tes GRE akan umumnya lebih mudah.

GMAT kepanjangan dari Gratitude Management Admission Test, hampir sama dengan tes GRE yaitu ujian untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana. Namun terdapat perbedaannya yaitu tes ini dikhususkan untuk sekolah bisnis di seluruh negara yang sudah diakui.  

Ujian GMAT akan membutuhkan waktu 3 jam 30 menit, dan sudah 250.000 siswa mengambil tes ini setiap tahunnya. Tetapi GMAT harganya jauh lebih mahal dibandingkan GRE dan dianggap lebih sulit. Karena GMAT memiliki fokus tersendiri dengan pertanyaan yang lebih kompleks. 

Nantinya para peserta akan menerima penilaian terpisah, satu untuk setiap bagian dan satu kumulatif. Skor yang didapat nantinya berkisar 200 hingga 800 poin. 

Terdapat beberapa materi yang diujikan dalam tes ini, tentu bertujuan untuk mengukur berbagai aspek kemampuan. Berikut ini beberapa yang akan diujikan dalam tes GRE, antara lain: 

  • Verbal Reasoning, materi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dalam memahami teks tertulis, mengevaluasi argumen, serta menemukan makna pada kalimat. Nantinya peserta akan diberi waktu 30 menit untuk menyelesaikan setiap tugasnya. 
  • Quantitative Reasoning, pada bagian tes ini akan mengukur kemampuan matematika dasar termasuk dengan pemahaman tentang konsep dasar matematika dasar dan kemampuan untuk memecahkan masalah,
  • Analytical writing, merupakan bagian untuk menilai kemampuan dalam mengekspresikan ides secara tertulis. Nantinya kamu akan diminta untuk menulis esai berjumlah dua, pembahasan yang akan dijadikan esai menganalisis argumen dan tentang analisis. 

GMAT pun terdapat beberapa materi yang diujikan, nantinya ujian ini akan berbentuk pilihan ganda dalam bahasa Inggris yang sudah berbasis komputer. Tes ini akan mengukur kemampuan berpikir kritis setiap pesertanya, serta akan menganalisis informasi dan mampu memecahkan masalah. 

Dalam tes ini juga akan diukur seberapa baik kemampuan dalam mengenai aritmatika dasar, aljabar analisis data dan geometri. Tidak hanya itu, terdapat juga materi untuk menilai tata bahasa dan pemahaman bacaan. 

Berikut ini beberapa materi yang akan diujikan dalam tes GMAT, antara lain:

  • AWA atau Analytical Writing Assessment, yaitu untuk menguji kemampuan dalam berpikir kritis dan komunikasi. 
  • Integrated Reasoning Skill, yaitu menilai seberapa baik kandidat dalam menganalisis data serta mengartikan informasi dalam berbagai bentuk. 
  • Quantitative Reasoning Skill, yaitu menentukan peserta memiliki kemampuan matematika dan keahlian dalam mengolah angka untuk memecahkan masalah. 
  • Verbal Reasoning Skill, yaitu kemampuan peserta dalam membaca dan menyunting keterampilan memahami argumen tertulis. 

Perbedaan GMAT dan GRE

Meskipun hampir mirip, memang terdapat perbedaan antara GMAT dan GRE. Faktor ini akan menentukan manakah tes yang sesuai dengan kemampuan, antara lain: 

1. Fokus Materi

Jika GRE sudah mencakup penilaian kemampuan verbal dan kuantitatif, serta kemampuan menulis secara analitis yang diperlukan untuk berbagai bidang studi. Namun GMAT, lebih menekankan pada kemampuan analitis, logis dan pemahaman matematika yang diperlukan untuk keberhasilan. 

2. Hitungan

Menjadi perbedaan dasar mengapa GMAT lebih sulit dibanding GRE, karena soal matematika yang diujikan lebih sulit. 

Banyak soal GMAT yang dirancang untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan pemikiran analitis, tentu juga memerlukan kemampuan untuk menerapkan konsep matematika dan bahasa Inggris

3. Bahasa Inggris

Tes GRE cenderung memiliki kosakata yang lebih beragam, serta teks yang rumit dibanding dengan GMAT. hal ini dapat membuat bagian verbal tes GRE terasa lebih sulit untuk beberapa individu. Lain halnya dengan GMAT, tes ini lebih menguji pemahaman pembaca dan kemampuan pemecahan masalah. 

4. Tujuan Karir

Tes ini bisa berlaku bahkan sampai lima tahun, setelah lulus dari program pascasarjana hasil tes ini masih bisa digunakan. Untuk kamu yang ingin mencoba bekerja di perusahaan manajemen atau bank, maka tes ini akan sangat dibutuhkan. Karena banyak perusahaan yang menerima hasil tes GMAT.

5. Persiapan

Karena tes GRE akan dihadapkan dengan bagian verbal tes, maka dari itu peserta harus memperluas kosakata, meningkatkan pemahaman membaca hingga mengasah kemampuan pikiran untuk memahami dengan baik. 

Untuk tes GMAT juga dibutuhkan pemahaman yang kuat, mengenai struktur argumen, logika serta pemecahan masalah secara umum. 

Persiapkan diri kamu dengan belajar bersama Magna English Preparation. Tentu saja kamu juga bisa belajar dengan materi-materi dan kurikulum terkini, guru-guru berkompeten, fasilitas yang nyaman dan menunjang pembelajaran, serta harganya sangat terjangkau. Yukk daftar sekarang juga!!

Selengkapnya
Apa itu skor GRE

Apa itu Skor GRE? Ini Nilai Tertingginya 

Apa itu skor GRE? Sama seperti tes bahasa Inggris lainnya. Ujian ini juga menggunakan skor sebagai hasil tes, tentunya ada batas minimal skor yang dibutuhkan untuk persyaratan. Nilai skor itu lah yang harus didapatkan, karena itu akan sangat berpengaruh mengenai pendaftaran pascasarjana. 

Tes GRE juga merupakan langkah penting dalam proses pendaftaran pascasarjana dan menyediakan cara objektif untuk institusi perguruan tinggi kemampuan akademis calon mahasiswa. 

Tes GRE

Graduate Record Examination atau GRE merupakan sebuah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif serta dapat memecahkan masalah sistematis. 

Tes ini juga menjadi persyaratan program pascasarjana di negara-negara bahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Australia dan negara bahasa Inggris lainnya. Jadi jika ingin melanjutkan S2 di luar negeri, pastikan untuk mengikuti tes GRE ini. 

Tes ini dikelola oleh Educational Testing System atau ETS, ujian ini dilakukan berbasis komputer. Dirancang untuk kebutuhan melanjutkan pendidikan, sehingga skornya pun memiliki posisi yang berbeda antara sekolah lainnya. 

Materi yang Diujikan 

Tes ini akan dilakukan selama 3 jam 45 menit, yang berisi mengenai penilaian kemampuan perhitungan, kemampuan bahasa, kemampuan penggunaan bahasa dan kemampuan berargumen. Adapun beberapa materi yang akan diuji antara lain: 

1. Analytical Writing Assessment

Materi ini menguji kemampuan dalam berpikir kritis, nantinya kamu akan diberikan sebuah argumen dengan topik tertentu dan selanjutnya menilai kembali argumen tersebut. Seperti mempertahankan argumen, mendukung argumen dan menemukan kelemahan argumen. Akan dibagi menjadi dua jenis soal lagi dalam materi ini, yaitu:

– Argument Essay

Nantinya para peserta akan diberikan sebuah argumen, serta diminta untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya. Mereka pun nantinya akan memberikan analisis yang mendalam, serta menyusun esai yang menyajikan argumen logis. 

– Issue Essay 

Dalam kategori ini, nantinya para peserta akan diberikan sebuah topik. Nantinya mereka akan mengembangkan pendapat tentang topik tersebut, dan harus menyajikan argumen yang kuat serta mendukung pendapat mereka dengan bukti yang sesuai. 

2. Verbal Reasoning 

Dalam materi ini dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis teks yang kompleks, selain itu untuk mengetahui kemampuan dalam bahasa Inggris secara efektif. Beberapa jenis soal yang masuk kedalam verbal reasoning, antara lain:

– Kosakata

Nantinya pertanyaan dalam sub-bagian ini akan menguji pemahaman tentang makna kata-kata, kosakata yang jarang digunakan, dan kosakata dalam konteks yang berbeda. Seperti melengkapi kalimat yang tepat, menemukan sinonim dan antonim serta memahami makna kata. 

– Memahami Teks

Pertanyaan dalam bagian ini menguji kemampuan untuk memahami dan menganalisis teks yang kompleks. Termasuk juga menarik kesimpulan, mengidentifikasi tujuan dan menentukan makna kata atau frasa. 

– Analogi

jenis soal ini akan melibatkan hubungan antara dua kata. Kamu juga kan diminta untuk menemukan kata keempatnya yang memiliki hubungan serupa dengan ketiganya, seperti temukan kata keempat yang memiliki hubungan yang sama dengan kata “awal” dan “akhir”

– Hubungan Antar Kata

Soal ini menguji kemampuanmu dalam menentukan hubungan logis antara kata-kata dalam sebuah kalimat atau paragraf. Nantinya kamu akan diminta untuk menyelesaikan kalimat dengan kata yang paling sesuai berdasarkan hubungan kata yang diberikan.

3. Quantitative Reasoning

Jenis materi ini, akan diuji mengenai pemahaman tentang konsep dasar matematika. Tidak hanya itu, akan ada tes mengenai kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep tersebut dalam memecahkan masalah. Berikut ini beberapa jenis soal yang muncul dalam quantitative reasoning, yaitu:

– Aritmatika

Jenis soal ini yaitu operasi aritmatika dasar seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Nantinya pertanyaan dalam bagian ini, mungkin akan melibatkan pemecahan masalah seputar bilangan bulat, pecahan, presentase, rasio dan proporsi. 

– Aljabar

Pertanyaan ini meliputi pembahasan persamaan linear dan kuadrat, pertidaksamaan, eksponen dan faktorisasi. Nantinya akan diminta untuk menyederhanakan ekspresi aljabar, menyelesaikan pertidaksamaan atau persamaan, hingga menemukan nilai variabel. 

– Geometri

Ini termasuk ke pembahasan konsep-konsep geometri dasar. Seperti garis, sudut, segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran dan bentuk geometris lainnya. Soal yang akan ditampilkan, mungkin akan melibatkan perhitungan luas, keliling, volume, dan lainnya. 

– Statistika dan Peluang

Jenis soal ini akan meliputi statistika dasar seperti rata-rata, median, modus dan sebaran data. Nantinya akan mengerjakan soal konsep peluang dasar, seperti  peluang peristiwa tunggal, peluang gabungan dan peluang kondisional. 

– Pemecahan Masalah Kuantitatif

Pertanyaan jeni ini akan menguji kemampuan kamu dalam menerapkan konsep-konsep matematika untuk memecahkan masalah. Pertanyaan ini tentu akan memerlukan pemodelan matematika dan analisis situasi yang kompleks. 

Apa itu Skor GRE?

Hal ini menjadi aspek penting dalam tes ini, meskipun bukan faktor utama yang dipertimbangkan oleh instansi penerimaan. Skor GRE dapat berbeda beda tergantung pada program pasca sarjana yang diinginkan dan persyaratan universitas tertentu. 

Skor GRE juga terdiri dari beberapa bagian, dan skala yang digunakan berbeda di setiap bagian. Berikut ini rincian masing-masing bagian, yaitu:

  • Verbal Reasoning dan Quantitative Reasoning, skor dalam setiap bagian ini yaitu 130 hingga 170, dengan peningkatan sebesar satu poin  
  • Analytical Writing, bagian ini akan dinilai dalam skala 0 hingga 6 dengan peningkatan sebesar setengah poin. 

Total skor maksimal GRE yaitu 340 untuk Verbal Reasoning dan Quantitative Reasoning. Serta 6 untuk Analytical Writing, jadi skor lebih tinggi menunjukan kinerja yang lebih baik dalam masing-masing bagian tes. 

Ingin lanjut pascasarjana di luar negeri, tapi harus tes GRE?, tenang karena kamu bisa mempersiapkannya di Magna English Preparation. Akses materi lengkap, pengajar berkompeten, jadwal kelas yang fleksibel bisa kamu dapatkan. Yuk daftar sekarang!!

Selengkapnya