Universitas Kopenhagen

Universitas Kopenhagen dengan Keindahan Bangunanya

Universitas Kopenhagen termasuk kedalam perguruan tertinggi di Denmark. Survei internasional menjadikan Denmark sebagai salah satu negara paling bahagia, semua itu tentu karena kesetaraan sosial dan kesejahteraan hidup disana. 

Selain itu, sistem pendidikannya terkenal akan kualitasnya. Perguruan tinggi di Denmark juga memiliki fasilitas yang lengkap seperti perpustakaan, cafe dan masih banyak lagi.

Sejarah Universitas

Perguruan tinggi ini didirikan pada tahun pada tahun 1479, oleh Raja Christian I. Namun awal namanya yaitu “Studium Generale”. Universitas ini memiliki beberapa kampus yang berlokasi di sekitar kota Kopenhagen,  namun kampus utamanya berada di pusat Kopenhagen. 

Pada abad ke 17, universitas ini mengalami perubahan nama menjadi “Universitas Kopenhagen”. Disaat itulah mulai menyusun struktur akademi yang modern, pada abad ke 18 perguruan tinggi ini juga menjadi pusat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. 

Seiring berjalannya waktu universitas ini sudah mencapai peringkat tinggi, dalam perguruan tinggi terbaik di dunia. Karena sejak dibangun universitas ini sudah memberikan kontribusi kepada perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi. 

Jurusan Universitas

Perguruan tinggi ini sudah memiliki setidaknya 100 departemen serta fasilitas penelitian. Program yang tersedia pun lengkap, mulai dari  tingkat sarjana, pascasarjana sampai doktor. Tak ketinggalan juga program internasional, tentu hal ini akan menarik perhatian mahasiswa dari seluruh negara. Berikut ini beberapa program studi  yang tersedia, antara lain:

1. Ilmu Alam

Universitas Kopenhagen menawarkan berbagai jurusan di bidang Ilmu Alam mulai dari fisika dan kimia hingga biologi dan bumi. Beberapa program studi Ilmu Alam yang tersedia, antara lain: 

  • Fisika 
  • Kimia 
  • Biolog
  • Astronomi
  • Matematika
  • Geologi 

2. Kesehatan dan Ilmu Kedokteran

Sudah pasti mahasiswa akan mempelajari mengenai bidang Kesehatan Manusia dan Ilmu Kedokteran. Program studi ini juga merupakan rumah bagi beberapa lembaga serta pusat penelitian di bidang kesehatan.  Beberapa jurusan dan Kesehatan dan Ilmu kedokteran, antara lain:

  • Kedokteran 
  • Ilmu Kesehatan 
  • Kesehatan Global
  • Gizi dan Dietetika 
  • Farmasi

3. Ilmu Sosial

Bidang studi yang mempelajari perilaku manusia, masyarakat, dan hubungan sosial secara umum. . Adapun beberapa jurusan dalam program studi ilmu sosial, antara lain:

  • Ekonomi 
  • Ilmu Politik 
  • Sosiologi
  • Antripologi 
  • Hubungan Internasional 
  • Ilmu Pemerintahan 
  • Psikologi 

4. Humaniora

Pada bidang ini, kamu akan mempelajari pemahaman dan penelitian mengenai aspek manusia. Seperti yang berhubungan dengan kebudayaan, sejarah dan pengalaman manusia. Humaniora juga mengeksplorasi berbagai kehidupan manusia melalui analisis, interpretasi dan refleksi. Berikut ini beberapa jurusan yang ada di humaniora, antara lain:

  • Bahasa dan Sastra 
  • Sejarah 
  • Filsafat 
  • Studi Budaya 
  • Seni dan Kajian Teater 

5. Hukum

Dalam bidang hukum, tentu akan mempelajari mengenai pemahaman dan aplikasi prinsip-prinsip hukum, sistem peradilan dan norma-norma yang mengatur perilaku masyarakat. Berikut ini beberapa jurusan yang bisa kamu ambil dalam bidang hukum, antara lain:

  • Hukum Internasional 
  • Hukum Bisnis 
  • Hukum Pidana 
  • Hukum Sipil 

6,. Teologi

Program studi yang mempelajari mengenai tentang agama dan keyakinan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nantinya,mahasiswa diharapkan bisa memahami dan juga menganalisis teks keagamaan. Berikut ini beberapa jurusan yang bisa kamu pilih, yaitu:

  • Teologi Kristen 
  • Sejarah Gereja 
  • Studi Biblikal 

7. Ilmu Kesehatan

Bidang yang membahas ilmu kesehatan manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia, serta berbagai faktornya. Dalam ilmu kesehatan ini, nantinya kamu akan mempelajari mengenai anatomi, fisiologi dan berbagai aspek kesehatan manusia. Berikut ini beberapa jurusan dalam ilmu kesehatan, yaitu:

  • Kinesiologi
  • Teknik Kesehatan 
  • Terapi Okupasi 
  • Teknologi Radiografi 

Beasiswa Denmark 

Mau kuliah di Denmark secara gratis? Tentu saja bisa, karena terdapat berbagai beasiswa yang bisa kamu ambil. Mahasiswa awal yang baru menempuh studi di Denmark, nantinya akan dikenakan biaya berkisar 6.000 Euro sampai 16.000 Euro. 

Namun jika kamu menggunakan beasiswa tenang saja, karena bisa berkuliah tanpa biaya. Maka dari itu, berikut ini beasiswa yang bisa kamu ambil untuk kuliah di Denmark antara lain:

1. Danish Government Scholarship 

Program beasiswa ini diberikan untuk pelajar internasional yang ingin melanjutkan ke tingkat pascasarjana di Denmark. Tentu saja program beasiswa ini berasal dari pemerintah Denmark, bertujuan untuk meringankan biaya kuliah. 

Nantinya kamu akan mendapatkan tunjangan biaya hidup bulanan, sekitar Rp 15.200.000. Semua itu sudah termasuk biaya kuliah dan biaya hidup. Namun tidak termasuk dengan visa, tiket pulang – pergi dan akomodasi. Persyaratan beasiswa:

  • Warga negara non EU dan EEA. 
  • Transkrip nilai. 
  • IPK. 
  • CV
  • Sertifikat gelar. 
  • Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris. 
  • Paspor 

2. Islamic Development Bank Scholarship 

Program ini dikhususkan untuk komunitas muslim di negara berkembang. Mengapa pada negara berkembang? Karena biasanya di sana masyarakatnya masih banyak yang tertinggal dalam hal pendidikan. 

Beasiswa ini diperuntukan untuk mahasiswa internasional yang mengambil jenjang doktor. Sudah mencakup bantuan biaya kuliah, tunjangan hidup, tunjangan  buku dan pakaian hingga tiket pesawat. Persyaratan beasiswa:

  • Maximal umur 35 tahun untuk Ph.D. dan 40 tahun untuk penelitian pasca doktor. 
  • Memiliki gelar M.Sc. atau Ph.D. 
  • Kemampuan dalam bahasa Inggris aktif. 
  • Pengalaman kerja tidak kurang dari 2 tahun. 
  • Memiliki catatan penelitian di bidang yang sama. 

Beberapa dokumen yang dibutuhkan:

  • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
  • Ijazah. 
  • Transkrip akademik. 
  • Paspor. 

Apakah Universitas Kopenhagen menggunakan Bahasa Inggris? Tentu perguruan tinggi ini menyediakan beberapa program studi dalam bahasa Inggris. Persiapkan kuliah di luar negeri bersama Magna English Preparation, belajar nyaman dengan fasilitas yang menunjang pembelajaran. 

 Para guru berkompeten, serta materi yang diajarkan tentu akan memudahkan kamu dalam memahami pembelajaran. Tentu semua itu harganya terjangkau, yuk daftar!!

Selengkapnya
Biaya Ausbildung

Biaya Ausbildung Gratis Lho!!

Ingin tinggal di Jerman? Caranya mudah, karena terdapat beberapa program yang bisa membawa kamu kesana. Programnya antara lain Ausbildung, FSJ BFD atau berkuliah di Jerman. Namun jika kamu ingin bekerja sambil berkuliah program Ausbildung merupakan pilihan yang tepat. Kira=kira berapa sih kisaran biaya Ausbildung?

Biaya Ausbildung

Umumnya dapat bervariasi, semua itu tergantung dengan jenis pendidikan atau pelatihan yang dipilih. Semua itu tergantung kepada lokasi, institusi dan berbagai faktor lainnya. Biaya Ausbildung juga  mencakup biaya pendaftaran, biaya kuliah, biaya hidup serta tambahan lainnya. 

Namun tenang saja, selama mengikuti program ini tentu kamu akan mendapatkan gaji. Maka dari itu kamu tidak terlalu mengkhawatirkan mengenai semua biaya itu, namun bekal awal yang perlu dipersiapkan antara lain: 

1. Biaya Kursus

Jika kamu belum bisa berbahasa Jerman, tentunya kamu harus belajar bahasa terlebih dahulu. Agar lebih efektif dalam belajar kamu bisa mengikuti kursus bahasa Jerman, biasanya tempat kursus akan menyediakan berbagai level. Adapun kisaran biaya yang dibutuhkan yaitu:

  • Perkiraan biaya: Rp 5.000.000 hingga Rp 8.000.000
  • Waktu yang dibutuhkan: 0 hingga 6 bulan (tergantung dengan level yang dipilih)

Tentu ausbildung akan mewajibkan pesertanya untuk bisa berbahasa Jerman, karena salah satu persyaratan mengikuti program ini yaitu memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jerman. Dengan mengikuti kursus juga ada beberapa keuntungan yang bisa didapat, yaitu:

  • Bisa berkonsultasi mengenai program ausbildung, dan persiapan apa saja dilakukan.
  • Diarahkan hingga hingga keberangkatan, bahkan untuk interview diadakan pelatihan terlebih dahulu. 
  • Belajar menjadi lebih terarah dan efektif. 

2. Ujian Sertifikasi Goethe

Merupakan tes resmi yang diselenggarakan sebuah organisasi budaya Jerman, dan sudah tersebar di seluruh dunia. Ujian ini tentu dibuat untuk mengukur kemampuan bahasa dalam berbagai kemampuan termasuk mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara. 

Setelah lulus mengikuti ujian ini, nantinya kamu akan mendapatkan sebuah sertifikat. Nantinya akan digunakan untuk memenuhi persyaratan dalam ausbildung, karena tentu kamu harus bisa berbahasa Jerman hingga level B1. 

Adapun tingkatan bahasa yang diujikan mulai dari dasar A1 hingga tingkat tinggi C2. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk ujian sertifikasi, antara lain:

  • Perkiraan biaya: Rp 2.000.000 hingga Rp 4.000.000. 
  • Ujian akan diadakan secara offline sesuai jadwal. 

3. Pendaftaran Ausbildung

Program ini memang tidak memiliki biaya pendaftaran, seperti universitas atau institusi pendidikan lainnya. Ausbildung juga dibiayai langsung oleh pemerintah, namun terdapat beberapa biaya yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Paspor dengan perkiraan biaya Rp 350.000 (namun bisa berubah sewaktu-waktu).
  • Visa kisaran biaya Rp 1.500.000 (bisa berubah sewaktu-waktu).
  • Tiket pesawat Rp 6.000.000 (bisa berubah sewaktu-waktu).

Hidup di Jerman

Kehidupan di negara Eropa tentu  pengalaman yang menarik dan juga menyenangkan bagi banyak orang, terlebih untuk para mahasiswa di Indonesia. Hal ini dikarenakan kualitas pendidikan Jerman yang tinggi dan negara ini sudah terbilang maju. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggal di Jerman merupakan hal menarik, antara lain:

1. Kualitas Hidup yang Tinggi

Karena infrastruktur yang baik, termasuk jaringan transportasi yang sudah efisien, jalan tol yang terawat dengan baik dan sistem komunikasi yang canggih. Selain itu, tidak perlu diragukan lagi dalam hal pendidikannya. Karena sistem pendidikan yang sudah diakui secara internasional. 

Selain itu, Jerman juga memiliki sistem kesehatan yang canggih. Aksesnya luas sudah pasti memudahkan masyarakat disana, karena teknologinya sudah canggih dan fasilitas yang baik. Masyarakat Jerman juga sangat peduli akan lingkungan, tak heran jika disana banyak taman kota. 

2. Keberagaman Budaya

Negara ini juga penuh dengan berbagai macam kultur, mulai dari sejarah dan arsitektur. Tak ketinggalan juga seni, musik dan festival yang dapat dinikmati oleh penduduk Jerman dan pendatang dari berbagai dunia. 

3. Ramah Lingkungan 

Jerman juga dikenal sebagai pemimpin dalam inisiatif ramah lingkungan, dengan banyaknya upaya untuk mengurangi emisi karbon. Selain itu, negara Eropa ini juga sering mempromosikan energi terbarukan dan melindungi alam. 

4. Kestabilan antara Kerja dan Hidup 

Budaya kerja Jerman sangat menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan profesional. Dengan jam kerja yang fleksibel, cuti yang cukup dan dukungan untuk bekerja dari rumah. 

5. Kehidupan Profesional

Pasar kerja di Jerman juga relatif stabil, maka dari itu Jerman tingkat pengangguran yang rendah, serta banyak peluang kerja di berbagai sektor industri. Budaya kerja yang menyeluruh dan kebijakan perlindungan pekerja yang kuat juga berkontribusi pada kualitas hidup yang tinggi. 

Persyaratan Ausbildung 

Untuk mengikuti program ini, tentu saja kamu harus memperhatikan serta memenuhi kualifikasi yang sudah ditentukan. Berikut ini beberapa persyaratan ausbildung, yaitu

  • Memiliki sertifikat kemampuan bahasa B1
  • Pendidikan terakhir SMA atau sederajat
  • Usia mulai 18 hingga 35 tahun 

Bagaimana agar bisa berbahasa Jerman? Tentu saja bisa dengan belajar dengan rajin dan konsisten, namun selain belajar secara mandiri kamu juga mengikuti kursus bahasa Jerman. Program Ausbildung ini sangat banyak keuntungannya, karena mendapatkan ilmu, pengalaman dan penghasilan juga. 

Makin tertarik bukan untuk mengikuti program ini, selain itu biaya ausbildung yang dikeluarkan juga sudah mencakup dengan keberangkatan. Belajar bahasa Jerman di Magna Education aja. Tidak hanya belajar mengenai bahasa saja, tetapi akan dibantu mengenai persiapan keberangkatan ausbildung. 

Yuk daftar sekarang!!

Selengkapnya
Apa itu Tes GRE dan GMAT

Apa itu Tes GRE dan GMAT? Hal-hal yang Membedakan

Apa itu Tes GRE dan GMAT? Ketika kamu ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri, tentunya harus mengetahui apa saja yang dipersiapkan terlebih dengan persyaratannya. 

Hal itu akan memudahkan dalam persiapan belajarmu keluar negeri, selain itu memiliki kemampuan bahasa asing merupakan hal yang penting. 

Mengapa penting? Karena untuk mengikuti study abroad, akan ada persyaratan dimana harus mempunyai sertifikat bahasa Inggris. Maka dari itu nantinya kamu akan mengikuti ujian terlebih dahulu, seperti GRE dan GMAT. 

Apa itu GRE dan GMAT?

Graduate Record Examination atau dikenal GRE, sebuah  tes standar yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berpikir kritis,mampu berkomunikasi efektif, dan dapat memecahkan masalah. Tes ini juga bertujuan untuk melanjutkan ke program pascasarjana di seluruh negara. 

Durasi ujian GRE akan berlangsung 3 jam 45 menit, dan ada 655.00 siswa setiap tahunnya yang mengambil tes ini. GRE juga termasuk ujian yang sudah berformat komputerisasi, jika dibandingkan dengan ujian pascasarjana lainnya tes GRE akan umumnya lebih mudah.

GMAT kepanjangan dari Gratitude Management Admission Test, hampir sama dengan tes GRE yaitu ujian untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana. Namun terdapat perbedaannya yaitu tes ini dikhususkan untuk sekolah bisnis di seluruh negara yang sudah diakui.  

Ujian GMAT akan membutuhkan waktu 3 jam 30 menit, dan sudah 250.000 siswa mengambil tes ini setiap tahunnya. Tetapi GMAT harganya jauh lebih mahal dibandingkan GRE dan dianggap lebih sulit. Karena GMAT memiliki fokus tersendiri dengan pertanyaan yang lebih kompleks. 

Nantinya para peserta akan menerima penilaian terpisah, satu untuk setiap bagian dan satu kumulatif. Skor yang didapat nantinya berkisar 200 hingga 800 poin. 

Terdapat beberapa materi yang diujikan dalam tes ini, tentu bertujuan untuk mengukur berbagai aspek kemampuan. Berikut ini beberapa yang akan diujikan dalam tes GRE, antara lain: 

  • Verbal Reasoning, materi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dalam memahami teks tertulis, mengevaluasi argumen, serta menemukan makna pada kalimat. Nantinya peserta akan diberi waktu 30 menit untuk menyelesaikan setiap tugasnya. 
  • Quantitative Reasoning, pada bagian tes ini akan mengukur kemampuan matematika dasar termasuk dengan pemahaman tentang konsep dasar matematika dasar dan kemampuan untuk memecahkan masalah,
  • Analytical writing, merupakan bagian untuk menilai kemampuan dalam mengekspresikan ides secara tertulis. Nantinya kamu akan diminta untuk menulis esai berjumlah dua, pembahasan yang akan dijadikan esai menganalisis argumen dan tentang analisis. 

GMAT pun terdapat beberapa materi yang diujikan, nantinya ujian ini akan berbentuk pilihan ganda dalam bahasa Inggris yang sudah berbasis komputer. Tes ini akan mengukur kemampuan berpikir kritis setiap pesertanya, serta akan menganalisis informasi dan mampu memecahkan masalah. 

Dalam tes ini juga akan diukur seberapa baik kemampuan dalam mengenai aritmatika dasar, aljabar analisis data dan geometri. Tidak hanya itu, terdapat juga materi untuk menilai tata bahasa dan pemahaman bacaan. 

Berikut ini beberapa materi yang akan diujikan dalam tes GMAT, antara lain:

  • AWA atau Analytical Writing Assessment, yaitu untuk menguji kemampuan dalam berpikir kritis dan komunikasi. 
  • Integrated Reasoning Skill, yaitu menilai seberapa baik kandidat dalam menganalisis data serta mengartikan informasi dalam berbagai bentuk. 
  • Quantitative Reasoning Skill, yaitu menentukan peserta memiliki kemampuan matematika dan keahlian dalam mengolah angka untuk memecahkan masalah. 
  • Verbal Reasoning Skill, yaitu kemampuan peserta dalam membaca dan menyunting keterampilan memahami argumen tertulis. 

Perbedaan GMAT dan GRE

Meskipun hampir mirip, memang terdapat perbedaan antara GMAT dan GRE. Faktor ini akan menentukan manakah tes yang sesuai dengan kemampuan, antara lain: 

1. Fokus Materi

Jika GRE sudah mencakup penilaian kemampuan verbal dan kuantitatif, serta kemampuan menulis secara analitis yang diperlukan untuk berbagai bidang studi. Namun GMAT, lebih menekankan pada kemampuan analitis, logis dan pemahaman matematika yang diperlukan untuk keberhasilan. 

2. Hitungan

Menjadi perbedaan dasar mengapa GMAT lebih sulit dibanding GRE, karena soal matematika yang diujikan lebih sulit. 

Banyak soal GMAT yang dirancang untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan pemikiran analitis, tentu juga memerlukan kemampuan untuk menerapkan konsep matematika dan bahasa Inggris

3. Bahasa Inggris

Tes GRE cenderung memiliki kosakata yang lebih beragam, serta teks yang rumit dibanding dengan GMAT. hal ini dapat membuat bagian verbal tes GRE terasa lebih sulit untuk beberapa individu. Lain halnya dengan GMAT, tes ini lebih menguji pemahaman pembaca dan kemampuan pemecahan masalah. 

4. Tujuan Karir

Tes ini bisa berlaku bahkan sampai lima tahun, setelah lulus dari program pascasarjana hasil tes ini masih bisa digunakan. Untuk kamu yang ingin mencoba bekerja di perusahaan manajemen atau bank, maka tes ini akan sangat dibutuhkan. Karena banyak perusahaan yang menerima hasil tes GMAT.

5. Persiapan

Karena tes GRE akan dihadapkan dengan bagian verbal tes, maka dari itu peserta harus memperluas kosakata, meningkatkan pemahaman membaca hingga mengasah kemampuan pikiran untuk memahami dengan baik. 

Untuk tes GMAT juga dibutuhkan pemahaman yang kuat, mengenai struktur argumen, logika serta pemecahan masalah secara umum. 

Persiapkan diri kamu dengan belajar bersama Magna English Preparation. Tentu saja kamu juga bisa belajar dengan materi-materi dan kurikulum terkini, guru-guru berkompeten, fasilitas yang nyaman dan menunjang pembelajaran, serta harganya sangat terjangkau. Yukk daftar sekarang juga!!

Selengkapnya