Tips belajar listening

+6 Tips Belajar Listening untuk Pemula Bahasa Inggris

Apakah kamu masih kesusahan dalam mendengarkan soal listening berbahasa inggris? Mayoritas orang masih merasa sulit dalam menjawab beberapa soal dengan tipe listening. Hal ini bisa terjadi karena pendengaran kamu lebih terbiasa dengan bahasa Indonesia atau bahasa lainnya. Meskipun begitu, kamu jangan khawatir karena ada beberapa tips belajar listening yang tentunya cocok untuk pemula, nih. Lalu, apa sajakah itu?

Tips Belajar Listening untuk Pemula Bahasa Inggris

Perlu diketahui, tips ini hanyalah tips apabila kamu tidak mempraktekkan di rumah. Maka dari itu, kamu harus bersikap konsisten melatih kemampuan listening setiap ada peluang waktu, ya. Berikut tips belajar listening untuk pemula bahasa inggris.

1. Mencari Audio Bahasa Inggris

Yap, ada banyak materi-materi audio dalam bahasa inggris, seperti podcast, rekaman webinar, musik, dan cuplikan film. Kamu bisa mengunduh atau mendengar secara live di smartphone. Beberapa channel yang cocok untuk dijadikan pembelajaran listening kamu, seperti Ted Talk, Culips ESL Podcast, The Filmcast, Gamelogy, dan lain-lain. 

Diketahui, jangan lupa untuk tambahkan fitur subtitle agar kamu bisa mencatat kosakata yang sulit bagi kamu. Selain itu, kamu juga bisa mengencangkan volume agar mengetahui cara pengucapan dari kosakata tersebut, ya. Apakah kamu suka mencari audio dalam berbahasa inggris?

2. Gunakan Aplikasi Belajar Bahasa Inggris

Banyak orang mengunduh aplikasi belajar bahasa inggris agar bisa berlatih listening secara fleksibel. Beberapa aplikasi yang bisa kamu gunakan, seperti Learn English Daily, English Conversation Practice, dan aplikasi podcast, seperti Anchor. Sebenarnya masih banyak aplikasi gratis dan berbayar yang bisa kamu gunakan di smartphone. 

Beberapa aplikasi memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda. Maka dari itu, kamu perlu membaca reviu dari pengguna aplikasi, serta fitur-fitur yang tersedia oleh developers aplikasi tersebut. So, apakah kamu sudah mengunduh aplikasi belajar bahasa inggris?

3. Sering Mengobrol dengan Bahasa Inggris

Mungkin, hal ini termasuk ke dalam speaking. Namun, kamu bisa belajar listening dengan cara ini, lo. Buatlah jadwal tertentu untuk berlatih mengobrol bersama teman belajarmu. Jangan lupa catat kosakata yang sulit dari percakapan kalian.

Perlu diketahui, kamu harus membuat sebuah tema percakapan, seperti olahraga, kesehatan, pekerjaan, dan lain-lain. Selain itu, tentukan waktu yang tepat bersama teman agar bisa berlatih mengobrol bahasa inggris. Dengan hal ini, kamu bisa terbiasa mendengar percakapan yang biasa dalam soal listening. 

4. Pahami Pesan yang Disampaikan

Banyak peserta ujian bahasa inggris ketika mendapat soal listening adalah menerjemahkan semuanya ke dalam bahasa Indonesia. Padahal, cara ini memakan waktu yang lama sehingga kamu akan keteteran. Maka dari itu, kamu hanya perlu mendengar dan memahami maksud dari setiap kalimat yang diucapkan oleh seseorang yang di dalam soal tersebut.

Latih bersama teman untuk memahami konteks pesan yang ingin disampaikan. Jika ada pesan yang sulit dicari konteksnya, maka minta bantuan pada tools penerjemah, seperti Google Translate. Catat setiap arti kata-kata tersebut, baru kamu pahami konteks pesannya.

5. Dengarkan Bahasa Inggris yang Otentik

Biasanya bahasa inggris memiliki idiom dan ungkapan yang berbeda-beda. Ditambah, bahasa bersifat dinamis sehingga muncul kosakata baru. Tentunya, kamu butuh latihan ekstra agar bisa menguasai listening secara baik. Cara latihannya adalah kamu harus sering mendengarkan wawancara, siaran berita, atau percakapan sehari-hari (podcast atau shorts) yang memang bersifat otentik. 

Biasanya terdapat kata-kata baru dan teknik pengucapan yang mungkin belum kamu dengar sebelumnya. Di sisi lain, terdapat materi non-otentik yang biasa diperdengarkan di soal-soal ujian, lagu, atau film. Mengapa hal itu tidak otentik? Alasannya adalah bahasa inggris yang digunakan tidak 100% natural sesuai percakapan sehari-hari. 

6. Buatlah Aktivitas Belajar Menjadi Gembira

Diketahui, soal listening dianggap sulit sehingga orang akan merasa lebih stres ketika menghadapi soal ini. Maka dari itu, teknik belajar yang digunakan perlu fleksibel dan menyenangkan. Caranya adalah kamu bisa belajar listening dari hal-hal yang kamu sukai, seperti menonton film atau mendengarkan podcast. 

Jika kamu merupakan orang yang senang bersosialisasi, kamu bisa bergabung dengan komunitas belajar bahasa inggris. Hal ini bisa menambah relasi dan ilmu baru bagi kamu. Apakah kamu sudah menemukan cara belajar yang menyenangkan versimu?

7. Tips Belajar Listening dengan Teknik Dengar, Tulis, dan Ucapkan

Belajar listening secara cepat bisa gunakan teknik DTU (Dengar, Tulis, dan Ucapkan). Audio yang kamu dengar dalam bahasa inggris, bisa kamu tulis di kertas. Selain itu, tulisan tersebut bisa kamu ucapkan secara keras. 

Lalu, sesuaikan pengucapan dari soal tersebut dengan pengucapan kamu. Lakukan secara konsisten agar kamu terbiasa mendengarkan kata-kata tersebut. Hal ini bisa menjadi ‘1 batu kena dua burung’ karena melatih listening sekaligus speaking kamu. Apakah kamu menerapkan metode ini di rumah?

8. Belajar Listening Secara Efektif di Magna English Preparation

Jika kamu merasa kesulitan belajar listening, kamu bisa berkonsultasi gratis di Magna English Preparation. Dengan metode belajar fleksibel dan mentor yang berkualitas, kemampuan listening kamu bisa meningkat berkali-kali lipat. Jangan khawatir untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum dapatkan ilmu serta materi secara eksklusif. Pastinya kamu ingin skor bahasa inggris kamu meningkat, kan?

Itulah beberapa tips belajar listening bagi pemula bahasa Inggris. Poin terakhir bisa membantu kamu secara praktis dan efektif untuk melatih berbahasa inggris kamu. Jangan takut untuk memulai dari usia manapun. Raihlah mimpimu setinggi langit!

Selengkapnya
Fakta IELTS

7 Fakta IELTS Menarik, Jangan Kaget!

IELTS atau International English Language System merupakan tes berbahasa Inggris yang biasa diambil peserta ujian untuk mendaftar universitas, beasiswa, atau perusahaan di luar negeri. Salah satu fakta IELTS yang menarik adalah dikenal sebagai tes yang diakui secara global.

Tentunya banyak peserta yang berharap bisa mendapat skor tinggi di IELTS. Dengan skor tinggi, maka akan lebih mudah dalam mendaftar ke universitas, beasiswa, atau perusahaan tertentu. 

Fakta Menarik IELTS

Beberapa fakta dalam IELTS memang ada yang mengecengangkan bagi kamu. Namun, hal ini membuat persiapan belajar IELTS kamu jadi lebih baik. Simak, yuk!

1. Tes IELTS Fokus Terhadap Pemahaman Inggris

Dalam IELTS, kamu akan diuji pemahaman tentang bahasa inggris. Tentunya pada beberapa soal IELTS, kamu tidak harus terlalu banyak menghafal struktur kata, jawaban dalam tulisan, dan pola pilihan ganda. 

Ditambah, tes IELTS memang cenderung menguji kemampuan tulisan kamu. Dengan begini, jawaban murni dalam bahasa inggris akan didapatkan pada soal IELTS.

2. Tidak Ada Perbedaan Mengenai Standar IELTS

Dimanapun kamu melakukan tes IELTS, tetap standar yang diikuti berdasarkan British Counci, Cambridge English, dan IDP. Maka dari itu, tidak ada perbedaan mengenai format tes, indikator penilaian, dan standar pengujian tes IELTS.

Meskipun begitu, mayoritas peserta lebih memilih ujian IELTS di negara asalnya karena faktor kenyamanan. Lalu, dimana kamu akan melakukan IELTS?

3. Ada 3 Aksen dalam Soal IELTS

Kita tahu kalau bahasa inggris memiliki tiga aksen, yakni British, Amerika, dan Australia. Tentunya ini belum termasuk aksen-aksen bahasa inggris di negara lain. 

Meskipun begitu, seringkali terdapat perbedaan pada 3 aksen tersebut. Contohnya, kata “Colour” dalam bahasa inggris akan berbeda dengan kata “Color” dalam aksen Amerika.

Maka dari itu, kamu perlu menghafal kosakata dari ketiga aksen tersebut. Pastikan kamu membeli kamus yang mencakup 3 aksen, yakni British, Amerika, dan Australia. Dilansir dari lister.co.id, setidaknya terdapat 40% kosakata aksen British, 40% kosakata aksen Amerika, dan 20% kosakata dari aksen Amerika dalam soal IELTS.

4. Penyebaran Data Tentang IELTS

Diketahui, terdapat 2 juta tes IELTS yang telah dilaksanakan di lebih dari 130 negara. Lalu, terdapat 900 pusat tes IELTS yang tersebar di seluruh dunia. Jadi, kamu tidak perlu khawatir soal transportasi atau jangkauan untuk melakukan tes.

Selain itu, kamu bisa mendaftar diantara 3.000 institusi yang menerima skor IELTS di Amerika Serikat. Kira-kira kamu ingin mendaftar di institusi mana?

5. Tidak Ada Kata Menyontek

Dalam tes IELTS, jangan harap kamu bisa menyontek, ya. Sebab, setiap soal akan berbeda pada tes berikutnya. 

Kamu tidak akan menemukan soal yang sama dalam tes IELTS. Panitia ujian akan selalu memperbarui bank soal untuk menghindari kecurangan. 

Untuk menghadapi hal ini, sebaiknya kamu tidak menyontek dan rajin latihan soal. Hal ini untuk membuat kamu terbiasa dalam menghadapi tes IELTS. Selain itu, kamu bisa menjalin relasi dengan teman belajar agar bahasa inggris kamu meningkat.

6. Kosakata yang Dipakai Cenderung Sulit

Dalam TOEFL, kamu mungkin menemukan kosakata yang sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Namun, ini berbeda dengan IELTS.

Dalam IELTS, kamu akan mendapatkan kosakata yang cenderung sulit dan tidak umum dipakai dalam percakapan sehari-hari. Ditambah, IELTS akan menguji writing dan speaking kamu.

Dengan hal itu, kamu berpotensi mendapat skor yang tinggi jika jawaban kamu menggunakan kata-kata kompleks. Hal ini dilihat karena tes IELTS memiliki standar penilaian bernama lexical resource pada writing dan speaking test-nya.

Lexical resource adalah aspek penilaian yang mencakup pengetahuan kamu dalam menggunakan kosakata bahasa inggris. Perlu diingat, meskipun kosakata yang kamu gunakan cenderung sulit dan tidak umum, kamu harus perhatikan tata bahasa agar tidak timbul kesalahpahaman. 

7. Identitas Negaramu Tidak Akan Memengaruhi Nilai Tes

Mitos yang seringkali muncul pada tes IELTS adalah faktor tempat tinggal akan memengaruhi nilai IELTS-mu. Padahal, IELTS memberikan kesempatan yang sama bagi negara-negara di dunia untuk mendapatkan nilai yang maksimal.

Ditambah, indikator penilaian sudah ditentukan oleh lembaga penyelenggara tes. Jadi, skor yang didapatkan juga objektif dan riil. 

Hal yang perlu kamu lakukan hanyalah membuat persiapan IELTS-mu lebih matang. Bagaimana caranya? Kamu bisa mengikut bimbel di Magna Education. Ada banyak fasilitas belajar yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan bahasa inggris kamu.

Di sisi lain, mentornya sudah bersertifikat dan metode belajar yang fleksibel. Yuk! Langsung hubungi admin di www.magnaeducation.id.

Itulah beberapa informasi tentang fakta menarik IELTS. Jangan lupa untuk persiapkan dirimu untuk mendapatkan skor maksimal pada IELTS, ya. 

Selengkapnya
Mitos IELTS

10+ Mitos IELTS yang Bikin Hambatan Skor Tinggi Kamu

Apakah kamu pernah mendengar tentang mitos IELTS? Selama IELTS test, kamu mungkin pernah mendengar hal-hal yang mengganggu ujian kamu. Mitos-mitos tersebut bisa berkaitan dengan mekanisme ujian, peraturan ujian, atau hal-hal yang bikin kita mundur dari IELTS. 

Patut diketahui, IELTS adalah tes standar berbahasa inggris secara profesional yang diperuntukkan untuk calon mahasiswa atau pekerja yang ingin menempuh pendidikan/melamar pekerjaan di luar negeri. IELTS sendiri biasanya dilaksanakan di universitas atau lembaga penyedia IELTS di negara masing-masing. 

Meskipun sudah terstandar internasional, ada saja orang yang membuat atau menerapkan mitos-mitos tentang IELTS. Lalu, mitos apa saja itu?

Beberapa Mitos IELTS yang Bisa Bikin Hambatan Naikin Skormu

Ada beberapa mitos IELTS yang ternyata bisa bikin hambatan skormu untuk naik, lho. Nah, apa saja sih mitos-mitos seputar IELTS yang bisa bikin hambatan naikin skormu?

1. Soal Listening Didengar Lebih dari Satu Kali

Apakah kamu pernah mendengar dari teman tentang soal listening yang bisa diperdengarkan dua kali? Faktanya, audio dalam soal listening hanya boleh diperdengarkan satu kali oleh peserta. Oleh karena itu, butuh ketelitian dan latihan grammar agar terbiasa mendengarkan audio dari soal listening IELTS. Selain itu, kamu juga perlu fokus selama ujian listening yang umumnya dilaksanakan selama 40 menit. 

2. Mitos IELTS: Jawaban Langsung Ditemukan di Bagian Reading

Perlu diketahui, ketika kamu menemukan soal bacaan pada IELTS test, kamu tidak bisa langsung menerka jawaban dari bacaan. Kamu butuh kemampuan analisis untuk mendapatkan kesimpulan berupa jawaban yang pasti. 

Ditambah, ada berbagai format jawaban yang bisa kamu temukan pada IELTS, seperti pilihan ganda, false or true, ringkasan cepat, dan jawaban singkat. Kamu juga butuh latihan soal bacaan untuk bisa mempercepat penafsiran informasi melalui analisis kamu.

3. Bagian Reading Pasti Rumit

Setiap komponen soal bisa diselesaikan dengan mudah ketika kamu sering belajar dan latihan soal IELTS. Tidak ada yang rumit selama kamu belajar dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu sudah belajar hari ini?

4. Only One Answer to Speaking Section

Banyak peserta ujian IELTS berpikir kalau sesi speaking mempunyai jawaban yang benar. Padahal, tidak ada satu jawaban yang benar atau salah pada sesi listening IELTS. Kamu akan dinilai oleh panitia ujian dengan kriteria berikut.

  • Kefasihan dan susunan jawaban.
  • Kosakata dan penyusunan kalimat.
  • Struktur kalimat
  • Pengucapan

Pastikan, kamu memahami bahasa inggris dengan baik. Alhasil, kamu bisa berkomunikasi dengan panitia ujian baik dan lancar pula. Dengan hal itu, kamu bisa mendapatkan skor yang tinggi.

5. Benar dan Salahnya Jawaban Ditentukan oleh Panitia Ujian

Ada benarnya, tetapi ada salahnya juga. Benarnya adalah panitia ujian akan memegang kunci jawaban, tetapi hal itu bersifat rahasia. Hanya panitia ujian yang diberikan otoritas tinggi yang bisa memegangnya. Meskipun begitu, kunci jawaban tersebut tidak dibuat langsung oleh panitia ujian.

Mereka hanya menilai kemampuan kamu dalam berbicara, membaca, dan menulis bahasa inggris. Maka dari itu, kamu tidak perlu takut untuk menulis esai yang bisa mengkhawatirkan perasaan panitia ujian. Kamu hanya perlu mengisi jawaban sesuai pengetahuan dan hasil belajar kamu.

6. Jangan Langsung Fokus ke Soal

Khusus reading section, banyak peserta yang fokus ke soal karena perlu untuk menghemat waktu. Perlu diketahui, peserta ujian juga dinilai terhadap pemahamannya setelah instruksi ujian diberikan, loh. 

Pakailah waktu untuk membaca dan memahami instruksi ujian yang diberikan melalui audio. Selain itu, di dalam instruksi, terdapat petunjuk yang bisa kamu gunakan untuk mengisi jawaban IELTS kamu. 

7. Lembaga Tes IELTS Memiliki Standar Soal yang Berbeda

Sebagian peserta IELTS berpikir kalau lembaga penyedia tes IELTS akan lebih mudah soalnya dibandingkan lembaga penyedia tes IELTS lainnya. Hal ini salah besar, ya. Sebab, setiap lembaga tes memiliki ukuran yang sama dan menggunakan indikator nilai yang sama pula. 

Ditambah, penyelenggara ujian IELTS sudah terverifikasi dengan berbagai latihan agar menyediakan ujian IELTS dengan adil dan transparan. Panitia ujian juga diawasi lagi oleh panitia ujian yang lebih berpengalaman, loh. Tidak heran kalau hasil ujian IELTS banyak digunakan sebagai persyaratan calon mahasiswa di berbagai universitas top global.

8. Persiapan IELTS dengan Hanya Membaca Buku dan Koran

Apa benar kamu bisa mendapatkan skor tinggi pada IELTS dengan membaca buku dan koran? Yap, bisa. Akan tetapi, kamu disarankan untuk membentuk kebiasaan dengan latihan soal dan membaca berbagai jenis bacaan dalam bahasa inggris. 

Hal ini dikarenakan setiap soal IELTS cukup kompleks. Tentunya bisa bikin usaha belajar kamu ekstra dan penuh perjuangan.

9. Soal Listening Semuanya Beraksen British

Perlu diketahui, soal-soal IELTS dibuat oleh Cambridge English, IDP, dan British Council. Tidak heran kalau soal IELTS didominasi dengan aksen british. Namun, ada beberapa aksen yang juga muncul pada soal listening IELTS, seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia. Maka dari itu, kamu bisa mempelajari beberapa aksen tersebut di YouTube untuk meningkatkan wawasan accent kamu.

10. Mitos IELTS: Hanya Perbanyak Latihan Soal IELTS Bikin Skor Tinggi

Yap, ada benarnya kalau kamu memperbanyak latihan soal IELTS untuk dapat skor tinggi. Meskipun begitu, kemampuan berbahasa inggris kamu jauh lebih pokok daripada itu. Hal ini wajar karena IELTS sendiri untuk mempersiapkan peserta agar lebih mudah memahami dan menyerap komunikasi dalam bahasa inggris. 

Dikhawatirkan jika kamu hanya latihan soal IELTS, kamu akan sulit memahami ilmu ketika berkuliah atau berkomunikasi dengan rekan kerja asing. Selain itu, perbanyak kosakata dan grammar kamu dengan belajar bahasa inggris. Setelah mengetahuinya, kamu bisa melanjutkan untuk latihan soal IELTS.

11. Mitos IELTS Menggunakan Kosakata Rumit untuk Writing

Apakah kamu pernah memasukkan kosakata rumit dalam menulis esai IELTS? Yap, hal ini biasa dilakukan oleh peserta ujian untuk membuat penilai terkesan. Cara ini sebenarnya salah karena membuat kalimat kamu tidak natural.

Akibatnya, nilai IELTS kamu kemungkinan besar turun di bagian kefasihan (coherence and cohesion). Ada baiknya kamu memperbanyak kosakata, tetapi memikirkan cara yang tepat untuk mengekspresikkan kalimat sesuai topik esai pada IELTS. Penting untuk mengetahui korelasi, variasi, dan sinonim kata yang telah kamu tulis.

12. Merasa Memiliki Banyak Waktu untuk Menjawab Soal

Hal ini yang perlu disingkirkan oleh setiap peserta ujian IELTS. Meskipun tes berlangsung selama 1 jam, kamu harus bisa memanajemen waktu pengisian jawaban dengan baik. Ditambah, terdapat 40 pertanyaan dengan 11 jenis pertanyaan yang berbeda. Justru, kamu perlu menjawab dengan pengetahuan kamu agar tidak ketinggalan waktu. 

Itulah beberapa mitos tentang IELTS. Meskipun IELTS terlihat sederhana, sebenarnya banyak peserta ujian yang gagal mendapat skor tinggi karena kurang latihan. Maka dari itu, kamu butuh bimbingan yang berkualitas dan profesional. Salah satunya adalah Magna Education. Magna Education adalah lembaga konsultan pendidikan yang berfokus di bidang pelatihan bahasa, serta persiapan studi, pendidikan profesi, pertukaran budaya, dan bekerja di luar negeri. So, kamu bisa mengunjungi laman resminya di magnaeducation.id. 

Selengkapnya