Mitos IELTS

10+ Mitos IELTS yang Bikin Hambatan Skor Tinggi Kamu

Apakah kamu pernah mendengar tentang mitos IELTS? Selama IELTS test, kamu mungkin pernah mendengar hal-hal yang mengganggu ujian kamu. Mitos-mitos tersebut bisa berkaitan dengan mekanisme ujian, peraturan ujian, atau hal-hal yang bikin kita mundur dari IELTS. 

Patut diketahui, IELTS adalah tes standar berbahasa inggris secara profesional yang diperuntukkan untuk calon mahasiswa atau pekerja yang ingin menempuh pendidikan/melamar pekerjaan di luar negeri. IELTS sendiri biasanya dilaksanakan di universitas atau lembaga penyedia IELTS di negara masing-masing. 

Meskipun sudah terstandar internasional, ada saja orang yang membuat atau menerapkan mitos-mitos tentang IELTS. Lalu, mitos apa saja itu?

Beberapa Mitos IELTS yang Bisa Bikin Hambatan Naikin Skormu

Ada beberapa mitos IELTS yang ternyata bisa bikin hambatan skormu untuk naik, lho. Nah, apa saja sih mitos-mitos seputar IELTS yang bisa bikin hambatan naikin skormu?

1. Soal Listening Didengar Lebih dari Satu Kali

Apakah kamu pernah mendengar dari teman tentang soal listening yang bisa diperdengarkan dua kali? Faktanya, audio dalam soal listening hanya boleh diperdengarkan satu kali oleh peserta. Oleh karena itu, butuh ketelitian dan latihan grammar agar terbiasa mendengarkan audio dari soal listening IELTS. Selain itu, kamu juga perlu fokus selama ujian listening yang umumnya dilaksanakan selama 40 menit. 

2. Mitos IELTS: Jawaban Langsung Ditemukan di Bagian Reading

Perlu diketahui, ketika kamu menemukan soal bacaan pada IELTS test, kamu tidak bisa langsung menerka jawaban dari bacaan. Kamu butuh kemampuan analisis untuk mendapatkan kesimpulan berupa jawaban yang pasti. 

Ditambah, ada berbagai format jawaban yang bisa kamu temukan pada IELTS, seperti pilihan ganda, false or true, ringkasan cepat, dan jawaban singkat. Kamu juga butuh latihan soal bacaan untuk bisa mempercepat penafsiran informasi melalui analisis kamu.

3. Bagian Reading Pasti Rumit

Setiap komponen soal bisa diselesaikan dengan mudah ketika kamu sering belajar dan latihan soal IELTS. Tidak ada yang rumit selama kamu belajar dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu sudah belajar hari ini?

4. Only One Answer to Speaking Section

Banyak peserta ujian IELTS berpikir kalau sesi speaking mempunyai jawaban yang benar. Padahal, tidak ada satu jawaban yang benar atau salah pada sesi listening IELTS. Kamu akan dinilai oleh panitia ujian dengan kriteria berikut.

  • Kefasihan dan susunan jawaban.
  • Kosakata dan penyusunan kalimat.
  • Struktur kalimat
  • Pengucapan

Pastikan, kamu memahami bahasa inggris dengan baik. Alhasil, kamu bisa berkomunikasi dengan panitia ujian baik dan lancar pula. Dengan hal itu, kamu bisa mendapatkan skor yang tinggi.

5. Benar dan Salahnya Jawaban Ditentukan oleh Panitia Ujian

Ada benarnya, tetapi ada salahnya juga. Benarnya adalah panitia ujian akan memegang kunci jawaban, tetapi hal itu bersifat rahasia. Hanya panitia ujian yang diberikan otoritas tinggi yang bisa memegangnya. Meskipun begitu, kunci jawaban tersebut tidak dibuat langsung oleh panitia ujian.

Mereka hanya menilai kemampuan kamu dalam berbicara, membaca, dan menulis bahasa inggris. Maka dari itu, kamu tidak perlu takut untuk menulis esai yang bisa mengkhawatirkan perasaan panitia ujian. Kamu hanya perlu mengisi jawaban sesuai pengetahuan dan hasil belajar kamu.

6. Jangan Langsung Fokus ke Soal

Khusus reading section, banyak peserta yang fokus ke soal karena perlu untuk menghemat waktu. Perlu diketahui, peserta ujian juga dinilai terhadap pemahamannya setelah instruksi ujian diberikan, loh. 

Pakailah waktu untuk membaca dan memahami instruksi ujian yang diberikan melalui audio. Selain itu, di dalam instruksi, terdapat petunjuk yang bisa kamu gunakan untuk mengisi jawaban IELTS kamu. 

7. Lembaga Tes IELTS Memiliki Standar Soal yang Berbeda

Sebagian peserta IELTS berpikir kalau lembaga penyedia tes IELTS akan lebih mudah soalnya dibandingkan lembaga penyedia tes IELTS lainnya. Hal ini salah besar, ya. Sebab, setiap lembaga tes memiliki ukuran yang sama dan menggunakan indikator nilai yang sama pula. 

Ditambah, penyelenggara ujian IELTS sudah terverifikasi dengan berbagai latihan agar menyediakan ujian IELTS dengan adil dan transparan. Panitia ujian juga diawasi lagi oleh panitia ujian yang lebih berpengalaman, loh. Tidak heran kalau hasil ujian IELTS banyak digunakan sebagai persyaratan calon mahasiswa di berbagai universitas top global.

8. Persiapan IELTS dengan Hanya Membaca Buku dan Koran

Apa benar kamu bisa mendapatkan skor tinggi pada IELTS dengan membaca buku dan koran? Yap, bisa. Akan tetapi, kamu disarankan untuk membentuk kebiasaan dengan latihan soal dan membaca berbagai jenis bacaan dalam bahasa inggris. 

Hal ini dikarenakan setiap soal IELTS cukup kompleks. Tentunya bisa bikin usaha belajar kamu ekstra dan penuh perjuangan.

9. Soal Listening Semuanya Beraksen British

Perlu diketahui, soal-soal IELTS dibuat oleh Cambridge English, IDP, dan British Council. Tidak heran kalau soal IELTS didominasi dengan aksen british. Namun, ada beberapa aksen yang juga muncul pada soal listening IELTS, seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia. Maka dari itu, kamu bisa mempelajari beberapa aksen tersebut di YouTube untuk meningkatkan wawasan accent kamu.

10. Mitos IELTS: Hanya Perbanyak Latihan Soal IELTS Bikin Skor Tinggi

Yap, ada benarnya kalau kamu memperbanyak latihan soal IELTS untuk dapat skor tinggi. Meskipun begitu, kemampuan berbahasa inggris kamu jauh lebih pokok daripada itu. Hal ini wajar karena IELTS sendiri untuk mempersiapkan peserta agar lebih mudah memahami dan menyerap komunikasi dalam bahasa inggris. 

Dikhawatirkan jika kamu hanya latihan soal IELTS, kamu akan sulit memahami ilmu ketika berkuliah atau berkomunikasi dengan rekan kerja asing. Selain itu, perbanyak kosakata dan grammar kamu dengan belajar bahasa inggris. Setelah mengetahuinya, kamu bisa melanjutkan untuk latihan soal IELTS.

11. Mitos IELTS Menggunakan Kosakata Rumit untuk Writing

Apakah kamu pernah memasukkan kosakata rumit dalam menulis esai IELTS? Yap, hal ini biasa dilakukan oleh peserta ujian untuk membuat penilai terkesan. Cara ini sebenarnya salah karena membuat kalimat kamu tidak natural.

Akibatnya, nilai IELTS kamu kemungkinan besar turun di bagian kefasihan (coherence and cohesion). Ada baiknya kamu memperbanyak kosakata, tetapi memikirkan cara yang tepat untuk mengekspresikkan kalimat sesuai topik esai pada IELTS. Penting untuk mengetahui korelasi, variasi, dan sinonim kata yang telah kamu tulis.

12. Merasa Memiliki Banyak Waktu untuk Menjawab Soal

Hal ini yang perlu disingkirkan oleh setiap peserta ujian IELTS. Meskipun tes berlangsung selama 1 jam, kamu harus bisa memanajemen waktu pengisian jawaban dengan baik. Ditambah, terdapat 40 pertanyaan dengan 11 jenis pertanyaan yang berbeda. Justru, kamu perlu menjawab dengan pengetahuan kamu agar tidak ketinggalan waktu. 

Itulah beberapa mitos tentang IELTS. Meskipun IELTS terlihat sederhana, sebenarnya banyak peserta ujian yang gagal mendapat skor tinggi karena kurang latihan. Maka dari itu, kamu butuh bimbingan yang berkualitas dan profesional. Salah satunya adalah Magna Education. Magna Education adalah lembaga konsultan pendidikan yang berfokus di bidang pelatihan bahasa, serta persiapan studi, pendidikan profesi, pertukaran budaya, dan bekerja di luar negeri. So, kamu bisa mengunjungi laman resminya di magnaeducation.id. 

Selengkapnya
Tes IELTS

Info Tes IELTS Lengkap: Definisi, Manfaat Hingga Tips Dapat Skor Tinggi IELTS

Apakah kamu berencana untuk mengikuti tes IELTS? Tentunya tes ini mudah-mudah sulit karena perlu persiapan yang matang. Tidak hanya dibutuhkan untuk masuk ke kampus luar negeri, IELTS juga dipergunakan untuk kamu yang ingin melamar kerja di perusahaan luar negeri. 

Lalu, bagi kamu yang mengikuti tes IELTS, kamu harus mengetahui dan memahami informasi tentang tes ini. Lalu, apa sih IELTS? 

Apa Itu IELTS?

IELTS (International English Language Testing System) adalah tes bahasa Inggris tingkat internasional yang memang diperuntukkan untuk mahasiswa yang ingin bekerja/berkuliah di luar negeri. 

IELTS ini dapat mengukur kemampuan bahasa Inggris kamu dalam melanjutkan pendidikan tinggi atau profesional di perusahaan luar negeri. Sebenarnya IELTS dapat terbuka untuk umum. Akan tetapi, mayoritas dari tes ini adalah mahasiswa. 

IELTS sendiri memang hampir sama dengan TOEFL (Test of English as Foreign Language). Meski begitu, ada perbedaan yang mencolok, terutama sistem ujiannya. Semua jawaban pada tes IELTS ditulis tangan. Sedangkan, jawaban TOEFL berbasis komputer. Untuk skala nilai, IELTS berada rentang skor 0-9. Sementara, skor TOEFL bisa lebih dari 100.

IELTS sendiri dilaksanakan bersama Universitas Cambridge da British Council. Diketahui, rata-rata nilai yang dibutuhkan untuk masuk ke universitas luar negeri, khususnya Eropa atau Inggris adalah 5.5 – 6.5 (S1) dan 6-7.5 (S2).

Perlu diketahui, dilansir dari katadata.co.id, hasil nilai tes ini yang terverifikasi diakui lebih dari 11.000 instansi, khususnya pendidikan, perusahaan, organisasi profesional, dan pemerintahan. Bahkan, IELTS sendiri sudah digunakan sebagai persyaratan kampus dari 145 negara di seluruh dunia. 

Sama dengan tes GRE, tes IELTS tidak memandang peserta dari latar belakangnya. Kamu bisa mengikuti tes IELTS dengan nyaman tanpa memandang jenis kelamin, ras, suku, gaya hidup lokasi, dan kebangsaan. Semua peserta bersaing untuk mendapat skor tertingginya. 

Manfaat Tes IELTS

Menurut RD Institutes yang dilansir dari glints.com, ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan setelah mengikuti tes IELTS, diantaranya:

  1. Kemampuan bahasa inggris meningkat dan terverifikasi oleh sertifikat internasional
  2. Mempermudah peluang untuk kamu mendaftar di perguruan tinggi atau perusahaan skala internasional.
  3. Mempermudah dalam berkomunikasi dan berkehidupan di negara asing.
  4. Proses pengajuan visi akan lebih mudah.
  5. Value untuk karirmu lebih meningkat dan mempermudah untuk proses jenjang karir di perusahaan baik skala nasional maupun internasional.

Itulah manfaat yang akan kamu dapatkan ketika mengikuti tes IELTS. Sebelum kamu masuk ke dalam tips untuk dapatkan skor tinggi pada IELTS, kamu harus memahami beberapa komponen soal yang ada di tes tersebut. 

Sesi-Sesi pada Tes IELTS

Beberapa tes IELTS menawarkan rangkaian sesi yang lebih kompleks daripada tes bahasa inggris secara umum. Menurut katadata.co.id, tes IELTS memiliki beberapa sesi yang bisa kamu ikuti, diantaranya:

1. Listening Section

Seperti ujian bahasa inggris di sekolah, kamu akan dihadapkan dengan tes yang menguji keterampilan listening kamu. Tes ini mengharuskan kamu untuk mendengar percakapan, cerita, dan soal yang dikeluarkan oleh native speaker. Durasi dalam tes ini berlangsung selama 30 menit. 

2. Reading Section

Tes yang menuntut untuk kamu membaca teks berbahasa Inggris. Banyak orang yang menganggap kalau tes ini cukup mudah. Padahal, tes ini menuntut kita untuk menganalisis dan mengevaluasi teks berdasarkan soal yang diminta. 

Diketahui, tes ini memiliki 40 soal dengan konsep reading comprehension. Pada umumnya, soal-soal yang dikeluarkan akan menguji peserta untuk mencari inti permasalahan, ide utama, detail, argument logis, opini, atau niat penulis dalam teks tersebut. Durasi sesi ini berjalan selama kurang lebih 60 menit. 

3. Writing Section

Apakah kamu suka menulis dengan bahasa inggris? Mungkin, kamu akan lebih mudah menyelesaikan soal pada sesi ini. Dalam sesi ini, peserta ujian akan menulis 2 esai yang berbeda dari 2 topik yang sudah disiapkan oleh penyelenggara ujian. Sesi ini berlangsung selama 60 menit. 

4. Speaking Section

Selain menguji kemampuan membaca dan mendengar, kamu juga diuji kemampuan berbicara dalam bahasa inggris. Peserta akan berdialog dengan penutur asli bahasa inggris. Nantinya, penutur tersebut akan mengeluarkan beberapa pertanyaan yang bisa kamu jawab. Pada umumnya, pertanyaan tersebut bertema profesional dan kasual. 

Durasi sesi berlangsung selama 15 menit. Meski terkesan menakutkan, kamu juga dituntut untuk percaya diri dan menguasai banyak kosakata bahasa inggris.

Kelompok Tes IELTS

Tes IELTS sebenarnya ada kategori atau kelompoknya. Tentunya, hal tersebut dibedakan dari tujuan ujian tersebut. Dilansir hotcourses.co.id, ada kelompok tes hotcourses.co.id, yakni:

  1. IELTS Akademik: Bertujuan untuk mahasiswa asing yang ingin kuliah di negara-negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa utama/sekunder.
  2. General Training Tes: Bertujuan untuk orang asing yang ingin pindah negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa utama/sekunder. Tes ini juga digunakan untuk calon pekerja/pekerja yang pindah perusahaan atau melamar pekerjaan di perusahaan/organisasi skala internasional.

Dari kategori tes tersebut, kamu perlu menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kamu dalam mengikuti tes IELTS, ya.

4 Tips Sukses Tes IELTS untuk Dapat Skor Tinggi

Setelah mengetahui informasi tes IELTS, pastinya kamu penasaran tentang cara mendapat skor tinggi pada tes IELTS. Berikut 4 tips sukses tes IELTS untuk dapat skor tinggi, diantaranya:

1. Jangan Sepelekan Tes 

Meskipun kamu jago dalam bahasa inggris, kamu tidak boleh menyepelekan tes ini. Ditambah, banyak peserta yang menganggap general test lebih mudah daripada academic test. Kamu perlu mempersiapkan tes secara matang jika kamu ingin mendapatkan universitas atau perusahaan luar negeri yang kamu impikan. 

2. Latihan Soal IELTS

Apapun ujiannya, kamu perlu melatih dengan soal-soal tertentu. Dalam IELTS, kamu bisa melatih kemampuan bahasa Inggris dengan mencoba tes preparation IELTS yang tersebar di media sosial dan internet. Kamu juga bisa membeli buku soal seputar IELTS. Dengan cara ini, kamu setidaknya bisa mengetahui gambaran tentang soal-soal dari IELTS itu sendiri. 

3. Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggrismu

Meskipun bahasa inggris sudah dipelajari sejak masa sekolah, bukan berarti kamu tidak meningkatkannya. Kamu perlu mempelajari banyak kosakata dan menulis bahasa inggris. Selain itu, kamu harus mengetahui kekurangan kamu dalam keterampilan bahasa inggris, entah membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. Setelah mengetahui kekurangan tersebut, kamu bisa memperbaikinya dengan belajar mandiri atau mengikuti kelas bahasa inggris.

4. Ikut Kelas IELTS di Magna Education

Jika kamu merasa sudah belajar mandiri, tetapi kemampuan bahasa inggrismu belum meningkat juga. Maka, kamu bisa mengikuti kelas persiapan IELTS di Magna Education. Dengan native speaker yang berpengalaman dan profesional, tentunya pembelajaran IELTS-mu akan lebih menyenangkan. Tentunya, kelas persiapan ini bisa dalam bentuk online dan offline. Jadi, kelas ini jauh lebih fleksibel dan tidak mengganggu waktu luangmu. Ditambah, kurikulum pembelajaran sudah mengikuti standar internasional. So, tidak perlu diragukan lagi, kan?

Itulah beberapa informasi seputar tes IELTS. Kuncinya adalah terus belajar dan berlatih menjawab soal untuk dapatkan skor tertinggi versi kamu. 

Selengkapnya