Program FSJ Jerman

Yang Akan Didapatkan Dalam Program FSJ Jerman Dan Syarat-Syaratnya

Program FSJ Jerman merupakan sukarelawan yang dilakukan dalam beberapa bulan di negara tersebut terutama di bidang sosial. Relawan sosial ini bisa dilakukan oleh para generasi muda di dunia dimana Batasan usia untuk mengikuti program ini tidak lebih dari 27 tahun.

Dalam pelaksanaannya bagi para relawan yang berpartisipasi akan mendapatkan uang saku sekitar 700 hingga 800 Euro perbulannya. Tentunya selain bisa mendapatkan pengakaman menjadi relawan di Jerman, Anda juga bisa memperoleh uang saku.

Kegiatan Program FSJ Jerman

Kegiatan yang akan dilakukan ketika seseorang tergabung dalam program FSJ Jerman adalah untuk terlibat dalam kegiatan sosial seperti bekerja untuk orang cacat, panti jompo bahkan rumah sakit. Sebelum program, berlangsung tentu saja para sukarelawan dalam program ini akan mengikuti lokakarya guna mendukung [perkembangan dari kepribadian masing masing peserta sukarelawan.

Perlu diketahui bahwa program ini sendiri bukan merupakan pelatihan profesionalitas atau untuk untuk mendapat suatu pekerjaan. Namun dalam pelaksanaan pelatihan ini para sukarelawan akan meningkatkan keterampilan personal masing masing melalui kritik, komunikasi, serta Kerjasama yang ada. Mereka akan mendapatkan wawasan terkait hubungan sosial dan budaya yang kemudian nantinya akan memunculkan pertanyaan tentang konsep moral tentang diri mereka sendiri.

Berbagai bidang yang bisa dipilih untuk menjadi sukarelawan di dalamnya  biasanya berkaitan dengan orang sakit, orang tua, anak anak, remaja, orang cacat, hingga dalam sektor budaya dan olahraga.

Dalam penugasan program FSJ Jerman akan dilakukan di beberapa tempat seperti panti jompo, rumah sakit, bengkel untuk orang cacat, layanan sosial dan pembibitan rawat jalan, kantor atau klub pelestarian cagar budaya, klub olahraga asosiasi olahraga, pusat penitipan anak dan sebagainya.

Insentif Yang Diterima

Program FSJ Jerman akan memberikan insentif terhadap para sukarelawan yang telah bertugas sebagai pendapatan finansial. Namun akan lebih tepat disebut uang saku sejumlah 700 hingga 800 Euro. Remunerasi tersebut sudah termasuk makan, akomodasi, serta penggantian biaya perjalanan. Angka uang saku yang akan diberikan akan berbeda beda setiap institusi.

Mengenai jam kerja dalam program FSJ Jerman setiap pengabdiannya akan ditentukan secara langsung oleh tempat penugasan. Setiap kesepakatan yang ada termasuk peraturan jam kerja per minggu akan bersifat public.

Setiap relawan akan mendapatkan lokakarya atau lebih akrab dikenal dengan pelatihan sebelum benar benar terjun ke lapangan. Lokakarya ini secara keseluruhan membutuhkan paling tidak 25 hari untuk program FSJ Jerman selama 12 bulan. Program ini akan dianggap sebagai jam kerja dan keikutsertaannya bersifat wajib.

Selain itu setiap partisipan dalam program FSJ ini juga akan mendapatkan jaminan asuransi sosial. Jaminan asuransi sosial meliputi asuransi kesehatan serta asuransi perawatan jangka panjang. Para sukarelawan sepenuhnya memiliki hak atas tunjangan anak serta potongan pajak atas anak anak.

Selengkapnya
Studi Di Jerman

4 Persiapan Studi Di Jerman Wajib Diketahui

Melanjutkan studi di Jerman setelah lulus SMA adalah pilihan yang pas untuk Anda yang ingin bekerja di luar negeri. Pasalnya, Jerman memiliki sistem pendidikan dan industri yang bagus. Tidak hanya itu, biaya hidup di Jerman juga tergolong lebih murah dibanding London, Zurich, ataupun Perancis.

Apa yang Harus Disiapkan untuk Studi di Jerman?

Bagi Anda yang mau melanjutkan pendidikan ke negara di jantung Eropa ini, tentu ada baiknya untuk mempersiapkannya sedini mungkin. Sebab, hanya dengan persiapan yang matang, maka Anda bisa melanjutkan pendidikan dengan tenang.

1. Tentukan Program Studi dan Universitas Pilihan

Bagi sebagian orang, menentukan pilihan program studi dan universitas tidaklah mudah karena Jerman memiliki banyak perguruan tinggi yang bagus. Agar lebih mudah dalam mempersiapkan studi, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan orang tua, penasihat akademik di sekolah, maupun menggunakan layanan konsultan pendidikan. Dengan begitu, Anda tidak akan menyesal karena jurusan yang diambil tidak sesuai dengan ekspektasimu.

2. Pelajari Requirements-nya Sejak Jauh-Jauh Hari

Perlu diketahui bahwa negara Jerman tidak menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi sehari-hari. Bahkan, tidak sedikit mata kuliah yang disampaikan dalam bahasa Jerman. Artinya, Anda harus mengambil kursus bahasa Jerman sebelum melanjutkan studi.

Jika ingin lancar berkomunikasi sehari-hari, maka ambillah kursus bahasa setara dengan ausbildung. Level yang ditetapkan untuk program Ausbildung ialah level B1. Selain kemampuan bahasa, pastikan Anda memenuhi syarat-syarat lain yang diberikan untuk melanjutkan studi di Jerman.

Anda juga perlu mempelajari requirements untuk melanjutkan pendidikan di Jerman. Hal ini sebaiknya dilakukan sejak jauh-jauh hari agar persiapannya lebih matang.

3. Mengikuti Studienkolleg

Untuk bisa kuliah di Jerman, Anda butuh penyesuaian pembelajaran. Ada kualifikasi tertentu yang harus Anda penuhi untuk bisa mendaftar ke perguruan tinggi. Sebab itu, Anda perlu mengikuti studienkolleg baik di Indonesia atau di Jerman. Studienkolleg umumnya ditempuh selama 2 semester (1 tahun). Program studienkolleg bertujuan untuk mempersiapkan pelajar international menyamakan kompetensi dan kemampuan bahasa agar bisa menyesuaikan diri saat kuliah di Jerman.

4. Siapkan Rencana Pendanaan dan Segala Kebutuhan

Last but not least, siapkan rencana pendanaan dan segala kebutuhan sebelum kuliah di Jerman. Poin ini berlaku untuk Anda yang kuliah dengan dana pribadi maupun beasiswa. Untuk melanjutkan kuliah di Jerman, Anda akan diminta menyertakan bukti bahwa memiliki dana cukup untuk membayar kuliah dan biaya hidup selama tinggal di sana. Jadi, pastikan Anda mempersiapkannya sejak awal.

Selain itu, siapkan dokumen-dokumen yang Anda butuhkan. Beberapa dokumen bahkan harus diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dengan penerjemah tersumpah. 

Nah, itulah beberapa persiapan yang harus Anda lakukan jika ingin melanjutkan studi di Jerman. Selain empat poin di atas, ada persiapan lain yang tak kalah penting, seperti pendaftaran ke universitas, mengurus visa, hingga keberangkatan ke Jerman. Pastikan Anda mempersiapkan semuanya sejak jauh-jauh hari dengan bantuan konsultan pendidikan agar kuliah berjalan dengan lancar.

Selengkapnya
Kuliah Sambil Kerja Di Jerman

Tips Kuliah Sambil Kerja Di Jerman Biar Enggak Keteteran

Kuliah sambil kerja di Jerman jadi alternatif pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan. Kendati demikian, kuliah sambil kerja bukanlah hal yang mudah. Kamu butuh manajemen waktu yang bagus agar keduanya berjalan dengan seimbang. 

Di Jerman sendiri ada banyak lowongan pekerjaan yang menawarkan gaji cukup tinggi untuk mahasiswa lokal maupun internasional. Agar kuliah tidak keteteran, berikut ini tips kuliah sambil kerja.

Tips Kuliah Sambil Part Time di Jerman

1. Cari Pekerjaan yang Paling Kamu Sukai

Pilihlah pekerjaan yang paling kamu sukai agar tidak merasa keberatan. Kamu juga bisa mengambil pekerjaan sesuai dengan hobimu. Salah satu pekerjaan sampingan yang banyak diminati mahasiswa di Jerman adalah menjadi asisten peneliti. Sebab, mereka bisa bekerja sambil memperluas ilmu.

Namun, sebelum kamu melamar pekerjaan, sebaiknya cari tahu dulu tugas dan tanggung jawabnya. Apakah kamu sanggup untuk mengemban tanggung jawab tersebut sembari kuliah atau tidak. Jika dirasa tidak sanggup, kamu tak perlu mendaftar pekerjaan tersebut.

2. Pilih Tempat Kerja yang Dekat Kampus

Salah satu tantangan kuliah sambil kerja di Jerman adalah dalam mengatur waktu. Oleh karenanya, pilihlah tempat kerja yang dekat dengan kampus agar kamu tidak terlambat masuk kuliah ataupun kerja. Selain itu, bekerja di dekat kampus juga menghemat biaya transportasi.

3. Kuasai Bahasa Jerman

Syarat utama yang harus dipenuhi untuk kuliah sambil kerja ataupun program ausbildung adalah menguasai bahasa Jerman. Minimal skill bahasamu harus berada di level B1 yang artinya kamu bisa melakukan komunikasi sehari-hari dengan penduduk lokal.

Jadi, kalau kemampuan bahasamu belum berada di level B1, sebaiknya ikut kursus sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke Jerman. Dengan begitu, kamu tidak akan kesulitan ketika mencari pekerjaan sampingan.

Tantangan Kuliah Sambil Kerja Selama di Jerman

Kuliah sambil kerja memang meringankan dari segi finansial. Namun, bukan berarti tidak ada tantangannya. Jika kamu memutuskan kuliah sambil kerja, maka kamu hampir tidak memiliki waktu libur. Selama satu minggu penuh, kamu akan disibukkan dengan urusan kuliah dan pekerjaan.

Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang stress karena harus membagi waktunya untuk bekerja dan kuliah. Tak hanya itu, waktu tidur kamu pun akan terganggu. Sebab itulah, kamu perlu mempertimbangkan lagi keputusan kuliah sambil kerja. Jangan sampai pendidikanmu justru terganggu gara-gara kerja sampingan.

Nah, buat kamu yang ingin kuliah sambil kerja di Jerman, ada satu program yang bisa kamu coba, yakni ausbildung. Kamu akan jadi peserta magang selama 3 tahun. Selain praktik, kamu juga akan mendapatkan pelatihan secara teori selama menjadi azubi. Meskipun program magang, tapi kamu akan dapat gaji tiap bulannya. Tunggu apa lagi? Yuk, daftar diri kamu lewat agen terpercaya.

Selengkapnya