Kuliah Sambil Kerja Di Jerman

Tips Kuliah Sambil Kerja Di Jerman Biar Enggak Keteteran

Kuliah sambil kerja di Jerman jadi alternatif pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan. Kendati demikian, kuliah sambil kerja bukanlah hal yang mudah. Kamu butuh manajemen waktu yang bagus agar keduanya berjalan dengan seimbang. 

Di Jerman sendiri ada banyak lowongan pekerjaan yang menawarkan gaji cukup tinggi untuk mahasiswa lokal maupun internasional. Agar kuliah tidak keteteran, berikut ini tips kuliah sambil kerja.

Tips Kuliah Sambil Part Time di Jerman

1. Cari Pekerjaan yang Paling Kamu Sukai

Pilihlah pekerjaan yang paling kamu sukai agar tidak merasa keberatan. Kamu juga bisa mengambil pekerjaan sesuai dengan hobimu. Salah satu pekerjaan sampingan yang banyak diminati mahasiswa di Jerman adalah menjadi asisten peneliti. Sebab, mereka bisa bekerja sambil memperluas ilmu.

Namun, sebelum kamu melamar pekerjaan, sebaiknya cari tahu dulu tugas dan tanggung jawabnya. Apakah kamu sanggup untuk mengemban tanggung jawab tersebut sembari kuliah atau tidak. Jika dirasa tidak sanggup, kamu tak perlu mendaftar pekerjaan tersebut.

2. Pilih Tempat Kerja yang Dekat Kampus

Salah satu tantangan kuliah sambil kerja di Jerman adalah dalam mengatur waktu. Oleh karenanya, pilihlah tempat kerja yang dekat dengan kampus agar kamu tidak terlambat masuk kuliah ataupun kerja. Selain itu, bekerja di dekat kampus juga menghemat biaya transportasi.

3. Kuasai Bahasa Jerman

Syarat utama yang harus dipenuhi untuk kuliah sambil kerja ataupun program ausbildung adalah menguasai bahasa Jerman. Minimal skill bahasamu harus berada di level B1 yang artinya kamu bisa melakukan komunikasi sehari-hari dengan penduduk lokal.

Jadi, kalau kemampuan bahasamu belum berada di level B1, sebaiknya ikut kursus sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke Jerman. Dengan begitu, kamu tidak akan kesulitan ketika mencari pekerjaan sampingan.

Tantangan Kuliah Sambil Kerja Selama di Jerman

Kuliah sambil kerja memang meringankan dari segi finansial. Namun, bukan berarti tidak ada tantangannya. Jika kamu memutuskan kuliah sambil kerja, maka kamu hampir tidak memiliki waktu libur. Selama satu minggu penuh, kamu akan disibukkan dengan urusan kuliah dan pekerjaan.

Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang stress karena harus membagi waktunya untuk bekerja dan kuliah. Tak hanya itu, waktu tidur kamu pun akan terganggu. Sebab itulah, kamu perlu mempertimbangkan lagi keputusan kuliah sambil kerja. Jangan sampai pendidikanmu justru terganggu gara-gara kerja sampingan.

Nah, buat kamu yang ingin kuliah sambil kerja di Jerman, ada satu program yang bisa kamu coba, yakni ausbildung. Kamu akan jadi peserta magang selama 3 tahun. Selain praktik, kamu juga akan mendapatkan pelatihan secara teori selama menjadi azubi. Meskipun program magang, tapi kamu akan dapat gaji tiap bulannya. Tunggu apa lagi? Yuk, daftar diri kamu lewat agen terpercaya.

Selengkapnya
Program Kerja Ke Jerman

Siapkan Ini Sebelum Ikut Program Kerja ke Jerman

Bekerja di Jerman kini tidak sesulit yang dibayangkan. Ada banyak program kerja ke Jerman yang bisa Anda temukan secara online sesuai dengan minat dan ketrampilan Anda. Sejumlah perusahaan bahkan menawarkan gaji yang besar. Meski begitu, ada sejumlah persyaratan yang harus Anda penuhi agar lolos seleksi saat melamar kerja di Jerman. Apa saja?

Menguasai Bahasa Jerman

Syarat paling dasar untuk bekerja di Jerman adalah kemampuan bahasa. Anda bisa mengambil kursus bahasa Jerman mulai level dasar. Dengan bantuan tutor, belajar bahasa Jerman akan lebih mudah dan lebih cepat. Kemampuan bahasa Jerman juga harus ditunjang dengan sertifikasi untuk membuktikan kalau Anda benar-benar menguasainya.

Cari Info Program Kerja ke Jerman

Jika ingin bekerja di Jerman, tentunya Anda harus mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidangmu. Carilah sumber lowongan terpercaya, salah satunya dengan mengakses website resmi dari pemerintah Jerman. 

Selain itu, Anda bisa ikut program kerja ke Jerman lewat agen. Biasanya ada tiga pilihan yang ditawarkan, yaitu aupair, ausbildung, dan BFD. Aupair berarti Anda bekerja untuk keluarga domestik di Jerman. Sementara Ausbildung adalah kerja dan kuliah selama 3 tahun dengan 70% praktik dan 30%. Terakhir adalah BFD atau menjadi volunteer di Jerman selama beberapa bulan.

Membuat Visa dan Paspor untuk Ikut Program Kerja ke Jerman

Persiapan berikutnya untuk program kerja ke Jerman adalah membuat paspor dan visa. Paspor bisa Anda urus di kantor imigrasi setempat. Sementara visa harus diurus langsung ke kedutaan Jerman yang ada di Jakarta. Pastikan dokumen yang diperlukan untuk pembuatan paspor dan visa sudah lengkap agar berkasnya cepat jadi.

Siapkan Surat Motivasi dan Curriculum Vitae 

Untuk bekerja di Jerman ada sejumlah berkas yang harus Anda siapkan, salah satunya adalah surat motivasi dan curriculum vitae. Saat membuat surat motivasi, jelaskan apa yang membuatmu tertarik bekerja di Jerman. Alasan yang Anda tulis ini akan sangat mempengaruhi kelolosan Anda dalam melamar pekerjaan. Selain itu, akan lebih baik lagi jika kedua berkas ini Anda tulis dalam bahasa Jerman.

Memperbanyak Pengalaman Sebelum Melamar Kerja

Pilihan program untuk bekerja di Jerman sangatlah bervariatif. Ada yang bisa diikuti oleh siswa lulusan SMA/SMK tanpa pengalaman kerja, ada juga yang mengharuskan pelamar untuk memiliki berbagai pengalaman. Tentunya kebijakan ini berbeda-beda, tergantung mana yang Anda ambil dan perusahaan yang dituju. Untuk pilihan khusus peningkatan profesi, sebaiknya perbanyak pengalaman Anda di bidang yang relevan agar bisa dicantumkan ketika melamar pekerjaan nantinya.

Nah, buat Anda yang baru lulus SMA dan bingung mau mencari kerja, program kerja ke Jerman lewat agen terpercaya bisa Anda jadikan pilihan. Dengan mengikuti aupair, ausbildung, dan BFD, Anda bisa dapat gaji per bulannya.

Selengkapnya
Program Kerja Di Jerman

3 Program Kerja Di Jerman Cocok untuk Anda

Siapa sih yang ingin punya pengalaman kerja di luar negeri? Bekerja di luar negeri jadi idaman banyak orang, baik yang baru lulus kuliah maupun pekerja kantoran. Selain gajinya yang tinggi, bekerja di luar negeri juga memberikan banyak pengalaman. Namun, untuk bekerja di luar negeri seperti Jerman, dibutuhkan tingkat keterampilan yang tinggi. Nah, berikut ini 3 program kerja di Jerman yang bisa Anda coba. Semuanya free lho.

Aupair 

Program kerja pertama yang bisa Anda coba adalah aupair Jerman. Aupair merupakan program magang selama satu tahun dan terbuka untuk generasi muda di seluruh dunia. Program ini bisa jadi pintu gerbang buat Anda biar bisa kerja gratis di Jerman.  Selain itu, aupair bisa jadi pondasi yang tepat kalau Anda ingin mengambil program Ausbildung.

Dalam program ini Anda akan membantu keluarga di Jerman untuk mengasuh anak, mengajak bermain, mengantar ke sekolah, dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan anak-anak. Selama mengikuti program aupair, biaya hidup Anda ditanggung sepenuhnya oleh keluarga Jerman, mulai dari makan, minum, air, listrik, transportasi, hingga tempat tinggal.

Tak hanya itu, Anda juga akan mendapatkan uang saku yang jumlahnya tergantung kesepakatan awal. Kisaran uang saku yang diterima antara 200 Euro hingga 350 Euro. Lumayan lah ya untuk memenuhi kebutuhan selama tinggal di Jerman.

Ausbildung

Program kerja di Jerman yang selanjutnya adalah ausbildung. Berbeda dari aupair, program ausbildung adalah magang sambil sekolah yang memakan waktu 3 tahun lamanya. Selama mengikuti program ini, 70% digunakan untuk praktek dan 30% adalah pelatihan secara teori di sekolah. Di akhir masa kuliah, akan ada ujian negara untuk mendapatkan sertifikasi sesuai bidang yang Anda ambil. 

Meskipun basic-nya kuliah sambil kerja, tapi Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Yang ada, Anda justru mendapatkan gaji selama mengikuti program ini. Gaji yang diperoleh pun lebih besar dari aupair, lho. Program ini bisa diikuti oleh lulusan SMA, SMK, maupun Sarjana.

FSJ dan BFD

Terakhir, ada program Freiwilliges Soziales Jahr (FSJ) dan Bundesfreiwilligendienst (BFD). FSJ maupun BFD sebenarnya sama saja. Anda akan menjadi volunteer selama beberapa bulan di Jerman, terutama di sektor sosial. Program kerja ini ditujukan untuk generasi muda di seluruh dunia, lho.

Perbedaan antara FSJ dan BFD hanya terletak pada usianya saja. Usia minimal untuk mengikuti program FS adalah 16 tahun dan maksimal 26 tahun. Sementara untuk usia 27 tahun ke atas bisa mengikuti BFD. Selama mengikuti program kerja ini, Anda bisa mendapatkan gaji sebesar 700-800 Euro per bulannya.

Kira-kira, program kerja di Jerman mana nih yang ingin Anda coba?

Selengkapnya