Topik speaking IELTS

7+ Topik Speaking yang Sering Muncul di IELTS Test

Mungkin, kamu sudah mengetahui tentang beberapa komponen tes dari IELTS. Salah satu komponen tersebut adalah speaking. Dalam hal ini, penguji akan berbicara tentang beberapa topik dalam bahasa inggris kepada kamu.

Lalu, topik apa yang sering dibicarakan dalam IELTS? Tentunya ini sangat penting agar kamu memiliki gambaran dan bisa menganalisis lebih dalam pada suatu topik speaking IELTS nanti. Berikut beberapa topik speaking yang sering muncul pada tes IELTS.

Beberapa Topik Speaking IELTS yang Sering Muncul

Ada beberapa topik speaking yang seringkali muncul di ujian IELTS. Agar mempermudah kamu untuk ujian IELTS dengan lancar, maka berikut ini adalah beberapa topik speaking yang seringkali muncul pada ujian IELTS.

1. Tokoh

Dalam topik ini, kamu akan berbicara kepada penguji tentang seseorang yang kamu kagumi. Tentunya seseorang tersebut memotivasi kamu untuk berubah ke arah yang positif. Selain itu, penguji juga akan bertanya tentang lama kedekatan kamu dengan dia. 

Misalnya, kamu bisa berbicara tentang seseorang yang sukses di usia muda. Lalu, seseorang itu dekat dengan kamu dalam waktu 10 tahun. Ia dan kamu juga pernah membahas tentang bisnis yang memotivasi kamu untuk bertumbuh. 

Jika kamu tidak mengenal lebih dekat, maka kamu bisa menyebut tokoh panutan, seperti aktor, atlet, atau tokoh yang berpengaruh di hidup kamu. So, siapakah tokoh yang paling berpengaruh di hidup kamu?

2. Akomodasi dan Tempat Tinggal

Diketahui, IELTS pada speaking terbagi dalam 3 bagian. Biasanya, pada bagian 1, kamu akan berbicara tentang topik umum, seperti tokoh dan tempat tinggal. Pastinya bagian ini lebih menyangkut pada diri sendiri.

Beberapa contoh pertanyaan umum dari penguji sebagai berikut.

  • Where do you come from?
  • What do you think about your hometown?
  • What don’t you love about it?

3. Periklanan

Mungkin, topik ini sedikit khusus untuk dibahas, tetapi kamu perlu mempelajarinya. Yap, periklanan menduduki peringkat pertama pada topik yang sering muncul dalam speaking part 2. Jadi, apa yang perlu kamu siapkan?

Tentunya, kamu harus menguasai dan sering menganalisis kampanye iklan dari brand-brand terkenal. Jika kampanye itu memiliki kesan yang paling kuat bagimu, bisa untuk gambarkan secara jelas dan kuat kepada penguji. 

Pastikan, kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.

  • Apa iklan yang pernah kamu lihat?
  • Di mana kamu melihatnya?
  • Apa yang unggul dari iklan itu?

Lalu, kamu bisa membuat kesimpulan terkait ketertarikan kamu terhadap iklan tersebut dan akhirnya membeli produknya. 

4. Topik Speaking ILETS Pengalaman

Salah satu topik yang sering muncul di IELTS Speaking Test adalah pengalaman. Penguji akan bertanya tentang pengalaman yang paling berkesan untukmu. Ditambah, pengalaman itu berhasil mengubah masa depanmu.

Tentunya, kamu bisa menceritakan tentang pengalaman organisasi, pekerjaan, atau kegiatan di lingkungan sekitar yang membuatmu berkesan. Pastikan, kamu membahas tentang nama organisasi/kegiatan, tempat kegiatan/prganisasi, kontribusi kamu, dan alasan kamu dalam menikmati kegiatan/organisasi tersebut.

Contohnya, kamu tidak berpengalaman dalam melukis. Namun, suatu hari, ada teman kamu yang mengajakmu untuk masuk dalam komunitas pelukis. Tentunya kamu tetap berkontribusi dalam belajar dan berusaha keras untuk menciptakan karya terbaik bersama rekan-rekan di komunitas.

5. Perasaan

Sebenarnya, topik ini lebih khusus. Namun, kamu bisa membuat ceritamu beremosi dengan cerita-cerita yang berkesan. Contohnya, penguji terkadang bertanya tentang perasaanmu ketika mengalami penolakan.

Lalu, penguji bisa jadi bertanya tentang perasaanmu ketika kehilangan sesuatu. Pastikan, kamu bisa menceritakan tersebut secara luwes dan tidak kaku, ya. 

6. Topik Speaking IELTS Preferensi

Topik preferensi atau selera merupakan topik yang sering muncul di IELTS speaking. Penguji biasanya akan bertanya tentang pendapat kamu terhadap genre film tertentu. Selain itu, penguji juga akan bertanya tentang lagu yang kamu sukai.
Kamu bisa menjelaskan pendapat kamu secara jujur terhadap genre film tersebut. Lalu, kamu bisa menceritakan tentang lagu yang kamu sukai dan berikan alasannya. Oh iya, kamu tidak perlu khawatir terkait selera penguji karena ia bersifat netral.

7. Kebiasaan

Dalam hal ini, kebiasaan menjadi hal yang lumrah ditanyakan pada IELTS. Beberapa kebiasaan yang biasa ditanyakan dari penguji terkait tentang kebiasaan berinternet, hobi, atau kegiatan santai kamu di rumah. 

Dengan hal ini, kamu bisa menjawab secara jujur. Jangan lupa berikan alasan di setiap kebiasaan yang kamu utarakan kepada penguji.

8. Ide

Dalam hal ini, kamu akan menyampaikan gagasan atau ide yang ingin kamu capai kepada penguji. Contohnya, ide kamu dalam membangun bisnis, cara kamu dalam menghemat uang, atau merencanakan liburan bersama teman dengan baik. 

Ide-ide tersebut bisa kamu jelaskan secara detail atau gambaran saja. Biasanya penguji akan tertarik terhadap ide-ide yang terbilang inovatif dan menyenangkan.

9. Barang

Terakhir, topik speaking yang sering muncul dalam IELTS adalah barang. Kamu bisa menjelaskan tentang barang berharga yang kamu miliki. Berikan alasan terkait kepemilikan barang kamu. Lalu, cara kamu mendapatkannya.

Kamu juga bisa menjelaskan tentang poin-poin penting dari barang berharga tersebut. Hal ini bisa membuat kamu lebih stand-out dalam pembicaraan bersama penguji. Apakah kamu memiliki barang berharga di rumah?

Nah, beberapa informasi terkait topik speaking yang sering muncul di IELTS ini memang cukup umum. Namun, penguji tetap menilai dalam kemampuan bahasa inggris kamu. 

Untuk itu, kamu perlu menguasai bahasa inggris dengan cepat dan praktis. Maka dari itu, Magna English Preparation bisa menjadi solusi kamu untuk meningkatkan berbahasa inggris. Yuk! Hubungi admin di www.magnaeducation.id.

Selengkapnya
Kursus bahasa Jerman di Jakarta

Ketahui Ujian SAT untuk Persiapan Studi Luar Negerimu

Apakah kamu ingin melanjutkan studi ke luar negeri? Tentunya selain menempuh beberapa tes bahasa, kamu juga perlu melewati ujian bernama SAT. Apa itu SAT? 

Definisi Ujian SAT

Perlu diketahui, ujian SAT (Scholastic Aptitude Test) adalah ujian yang diselenggarakan oleh College Board. Kalau di Indonesia, SAT merupakan TPS (Tes Psikolastik). Persamaan pada kedua ujian tersebut ialah fungsinya.

SAT dan TPS menjadi persyaratan umum yang diikuti pelajar lulusan SMA untuk melanjutkan jenjang ke universitas. Secara umum, SAT telah diakui secara global dan menjadi patokan bagi universitas di luar negeri (tidak terbatas di Amerika Serikat) sebagai persyaratan untuk menerima mahasiswa baru. 

Perlu diingat, SAT beda sekali dengan TOEFL ataupun IELTS. Bedanya adalah TOEFL dan IELTS menguji peserta terhadap kelancaran bahasa inggrisnya. Sedangkan, SAT menjadi ujian akademik untuk mengikuti perkuliahan sarjana di luar negeri. 

Berlakunya Ujian SAT di Beberapa Negara

Sebenarnya ujian SAT tidak melulu sebagai persyaratan utama bagi calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi. Meskipun begitu, ada juga negara yang menerapkan SAT sebagai persyaratan utama calon mahasiswa, seperti Amerika Serikat. 

Beberapa negara yang masih menerapkan SAT secara ‘sunnah’ adalah Inggris, Kanada, Malaysia, Australia, dan Singapura. Bagaimanapun, nilai SAT tetap menjadi potensi atau nilai plus bagi kamu untuk masuk ke perguruan tinggi di luar negeri.

Komponen Ujian SAT

Setiap ujian, pasti ada komponennya. Maka dari itu, berikut beberapa komponen ujian SAT yang wajib kamu ketahui.

1. Reading Test

Apakah kamu suka membaca dan menganalisis? Maka, kamu mesti siap untuk menghadapi komponen ujian SAT ini. Yap, reading test merupakan komponen tes pertama yang kamu temukan di ujian SAT. 

Diketahui, reading test berlangsung selama 65 menit dengan total 52 soal. Bentuk soal berupa pilihan ganda. Untuk menghadapi komponen ini, kamu harus mengetahui sifat teksnya. 

Diketahui, beberapa teks yang sering keluar pada reading test ialah fiksi, sejarah Amerika Serikat, hukum Amerika Serikat, isu terkini, dan sains. Setelah itu, pahami beberapa pertanyaan yang sering muncul pada teks, seperti fakta teks, arti kata, penafsiran data, dan hipotesis. 

Pastikan kamu memiliki strategi untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul pada teks. Di sisi lain, kamu juga perlu sering membaca beberapa teks dari berbagai jenis topik. Hal ini untuk membiasakan kamu dalam menganalisis dan membaca cepat.

2. Writing and Language Test

Dalam komponen ini, kamu tetap membaca teks, tetapi kamu perlu mengoreksi atau mencari kesalahan tata bahasanya. Perlu diingat, komponen ini memiliki 4 teks dengan total 44 psoal pilihan ganda, serta durasi ujian sekitar 35 menit.

Untuk menghadapinya, kamu harus memahami isi teks yang sering muncul pada komponen ini, seperti teks naratif, argumentatif, informatif, dan analitik. Lalu, cobalah untuk memahami konsep grammar, struktur, kosakata, dan tanda baca dari masing-masing teks tersebut. 

Kamu bisa membuka kembali buku-buku pelajaran bahasa Inggris semasa SMP dan SMA. Biasanya buku-buku tersebut membahas jenis-jenis teks di atas. 

3. Math Test

Memang matematika tidak lepas dari kehidupan. Buktinya selalu ada saat ujian untuk masuk ke perguruan tinggi di luar negeri. Diketahui, komponen ujian SAT ini memiliki waktu ujian sekitar 80 menit dengan 58 soal. 

Soal yang sering keluar pada komponen ini berupa aljabar, analisis data kuantitatif, dan matematika lanjutan (geometri, persamaan, dan trigonometri). Untuk mengerjakannya, ada bagian soal yang menggunakan kalkulator dan tanpa kalkulator. 

Mayoritas soal memang berupa pilihan ganda, tetapi ada juga yang meminta kamu untuk menjawab soal secara detail. Untuk menghadapinya, pastikan kamu membuka kembali catatan semasa SMA terkait rumus-rumut penting, seperti geometri, persamaan linear, trigonometri, aljabar, dan analisis data kuantitatif (pembacaan bagan).

Berapa Skor pada Ujian SAT?

Skor SAT tidak sama dengan skor TPS di Indonesia. Dalam skor ujian SAT, kamu bisa memperoleh skor dengan rentang 200 hingga 800. Total skor SAT secara maksimal adalah 1600. Jadi, apakah kamu bisa mencapai skor maksimal tersebut?

Tipe Ujian SAT

Sebenarnya sebelum tahun 2021, ada dua jenis SAT, yakni SAT Reasoning Test dan SAT Subject Test. Pertama, SAT Reasoning Tes untuk menguji kemampuan peserta dalam membaca, menulis, dan pemahaman matematika. 

Sedangkan, SAT Subject Test lebih spesifik pada bidang studi yang ditentukan (mirip dengan TPA di Indonesia). Saat ini, College Board hanya menerapkan SAT Reasoning Test sebagai penyederhanaan syarat penerimaan mahasiswa.

Dimana Kamu Bisa Belajar SAT?

Ada banyak cara belajar untuk mendapatkan skor tinggi dalam ujian SAT. Namun, jika kamu ingin mendapatkan hasil yang maksimal, kamu bisa mendaftar di bimbel Magna English Preparation.

Di sana, kamu akan mendapatkan akses materi belajar yang eksklusif, fasilitas yang memadai, dan mentor yang profesional. Tentunya dengan metode belajar yang menyenangkan dan fleksibel, bikin belajar kamu lebih berprogres.

Yuk! Daftarkan diri kamu di bimbel Magna English Preparation. Langsung hubungi admin kami di www.magnaeducation.id.

Selengkapnya
Tes IELTS

Info Lengkap Tes IELTS, Begini Penjelasannya!

Apakah kamu mengetahui tentang tes IELTS? Bagi kamu yang berencana studi ke luar negeri, pastinya akan menghadapi tes ini. Sebagian besar institusi dari luar negeri biasanya menjadikan tes IELTS sebagai salah satu kriteria penerimaan pegawai/mahasiswa baru. 

Hal ini wajar karena institusi menggunakan IELTS untuk berbagai kepentingan, salah satunya mengukur kemampuan bahasa inggris peserta. Lalu, seperti apa tes IELTS?

Pengertian Tes IELTS

IELTS atau International English Language Testing System adalah salah satu tes untuk menguji kemampuan bahasa inggris individu secara keseluruhan. Peserta akan diuji secara bahasa inggris dalam segi reading, writing, listening, dan speaking. Dengan aspek yang diukur, tentunya IELTS bukanlah tes sembarangan. 

Kamu perlu persiapan yang cukup matang. Ditambah, fungsi IELTS menjadi tolak ukur bagi institusi untuk menerima mahasiswa atau tidak. IELTS juga berguna untuk menguji kemampuan calon pegawai dari perusahaan berskala nasional maupun internasional. 

Komponen Tes IELTS

Beberapa komponen tes IELTS yang diujikan adalah sebagai berikut.

Listening

Seperti ujian bahasa inggris lainnya, listening memang tidak pernah lekang oleh zaman. Maka dari itu, IELTS menguji kemampuan listening dalam bahasa inggris kepada pesertanya. Perlu diketahui, kamu akan menghadapi 6 jenis tipe soal yang memiliki keunikan masing-masing, lo. 

Tentunya, kamu harus siap menghadapi itu semua. Untuk menghadapinya, cobalah untuk sering mendengarkan podcast, menonton film, atau membaca buku bahasa inggris. Jangan lupa untuk sering melafalkan kosakata bahasa inggris yang menurut kamu sulit. 

Diketahui, durasi untuk komponen tes ini berlangsung sekitar 30 menit. Menurut kamu, apakah waktu yang diberikan untuk menghadapi sesi ini cukup singkat?

Reading

Dalam reading, kamu harus menjawab 40 soal IELTS. Yap, jumlah yang cukup banyak untuk menganalisis dan mengambil kesimpulan secara cepat. Ditambah, kamu perlu memindai beberapa bacaan atau teks yang jumlah hurufnya tidak boleh dianggap sepele.

Untuk menghadapinya, kamu tidak harus memindai seluruh bacaan atau kata perkata. Kamu hanya perlu mengambil keyword yang menjadi kunci dari teks tersebut. Tidak lupa kalau kamu juga perlu membaca berbagai jenis bacaan, seperti majalah, koran, komik, atau artikel bahasa inggris.

Diketahui, durasi ujian dalam reading IELTS sekitar 60 menit. Maka, manfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin, ya. 

Writing 

Siapa yang suka menulis? Dalam IELTS, tes writing membutuhkan pemikiran kritis dan analisa mendalam, lo. Jangan heran kalau banyak peserta yang agak tricky menghadapi soal ini. Diketahui, kamu diwajibkan untuk menulis esai deskriptif. 

Nantinya, soal akan berisi bagan berupa bagan garis, bagan pai, tabel, peta, dan diagram. Dalam hal ini, kamu harus menulis gagasan atau kata kunci dari bagan tersebut, analisis tren, atau perubahan yang terjadi kedepannya. 

Untuk tugas pertama, kamu harus mengerjakan esai sebanyak 150 kata. Pada soal kedua, kamu harus menulis berupa teks diskursif yang berisi opini dengan kesimpulan yang mendalam. Durasi writing test sekitar 60 menit. 

Dengan writing ini, kamu perlu latihan dalam menulis bahasa inggris, peka terhadap tren, dan sering membaca laporan data. Apakah kamu siap untuk menghadapi komponen tes ini?

Speaking 

Apakah kamu jago dalam public speaking? Mungkin, kamu tidak akan khawatir dalam menghadapi komponen tes ini. Yap, dia adalah speaking test. Sebagian peserta gagal menghadapi speaking ini. Hal ini dikarenakan faktor mental yang gugup dan kemampuan speaking yang kurang diasah. 

Diketahui, tes ini berlangsung sekitar 11-14 menit. Untuk mekanismenya, kamu akan berbicara dengan lawan bicara yang memang merupaan penguji tes. Kamu akan berdiskusi dengannya tentang topik yang telah disediakan. 

Untuk menghadapinya, kamu harus menguasai tata bahasa atau grammar agar ucapan kamu lebih luwes. Selain itu, kamu harus percaya diri agar ucapan kamu lebih jelas, konsisten, dan kritis. Dengan hal itu, kamu bisa mendapatkan nilai tambah dari penguji tes.

Negara yang Memberlakukan Tes IELTS

Mungkin, kamu akan bertanya, “Negara apa saja yang memberlakukan IELTS?”

Jawaban ini mungkin buat kamu tercengang. Perlu diketahui, IELTS berlaku untuk lebih dari 11.000 organisasi dari 145 negara, WOW! Hal ini tidak heran karena bahasa inggris merupakan standar bahasa internasional. 

Ditambah, jika kamu ingin melanjutkan studi ke luar negeri, seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, Irlandia, Inggris, dan Afrika Selatan, maka kamu wajib untuk mengikuti tes ini. Hal ini juga berlaku bagi kamu yang melamar pekerjaan di luar negeri baik di lembaga pemerintah atau perusahaan.

Lembaga Penyelenggara Tes IELTS

Apa saja lembaga yang menyediakan tes IELTS? Sebenarnya ada banyak negara yang menyediakan tes ini, salah satunya ada di Indonesia. Berikut lembaga penyelenggara tes IELTS.

  • British Council Indonesia
  • Cambridge International
  • IDP (International Education Specialists) Education
  • Sun Education
  • Indonesia Australia Language Foundation (IALF)
  • Sekolah Global Mandiri
  • CIE (Central International Education
  • International Test Center (ITC)
  • Lembaga Bahasa Universitas Indonesia
  • ILP (International Language Programs)
  • Pusat Bahasa FIB Unpad
  • UPT Bahasa ITB
  • LAC Telkom University
  • Balai Bahasa UPI
  • Dll.

Lalu, kamu berencana untuk ikut tes IELTS dimana, nih?

Biaya Ikut Ujian IELTS

Ada beberapa lembaga penyelenggara yang menetapkan biaya berbeda-beda. Cotnohnya, EF (English First) menetapkan harga tes IELTS berkisar Rp600.000. Lalu, untuk Balai Bahasa UPI, bagi mahasiswanya ditetapkan harga sekitar Rp450.000. 

Selanjutnya, IDP Education menetapkan biaya sekitar USD 215 atau sekitar Rp2,9 juta. Untuk IELTS Life Skills, harganya ditetapkan sebesar USD 222 atau sekitar Rp3 juta. Bagi kamu yang mengambil tes di British Council Indonesia (lembaga resmi yang mengurusi IELTS dari Amerika Serikat), kamu perlu merogoh biaya sebesar Rp2,9 juta. 

Namun, biaya tersebut disesuaikan dengan tipe tes IELTS sebagai berikut.

IELTS Academic

IELTS  ini biasanya diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dalam hal ini, tes menggunakan bahasa inggris yang bersifat akademik. 

IELTS General Training

IELTS ini biasanya diperuntukkan bagi pelamar kerja ke perusahaan di negara-negara tertentu. Fugnsi lainnya, IELTS tipe ini juga berfungsi untuk menguji kemampuan individu (pelatihan kerja) dan keperluan persyaratan visa. 

Dalam IELTS ini, kamu akan menemukan kosakata yang umum dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan profesional.

Itulah beberapa informasi tentang IELTS. Untuk kamu yang ingin mempelajarinya lebih dalam, Magna English Preparation bisa jadi solusi kamu, nih. Langsung hubungi admin kami di www.magnaeducation.id, ya. 

Selengkapnya