Fakta IELTS

7 Fakta IELTS Menarik, Jangan Kaget!

IELTS atau International English Language System merupakan tes berbahasa Inggris yang biasa diambil peserta ujian untuk mendaftar universitas, beasiswa, atau perusahaan di luar negeri. Salah satu fakta IELTS yang menarik adalah dikenal sebagai tes yang diakui secara global.

Tentunya banyak peserta yang berharap bisa mendapat skor tinggi di IELTS. Dengan skor tinggi, maka akan lebih mudah dalam mendaftar ke universitas, beasiswa, atau perusahaan tertentu. 

Fakta Menarik IELTS

Beberapa fakta dalam IELTS memang ada yang mengecengangkan bagi kamu. Namun, hal ini membuat persiapan belajar IELTS kamu jadi lebih baik. Simak, yuk!

1. Tes IELTS Fokus Terhadap Pemahaman Inggris

Dalam IELTS, kamu akan diuji pemahaman tentang bahasa inggris. Tentunya pada beberapa soal IELTS, kamu tidak harus terlalu banyak menghafal struktur kata, jawaban dalam tulisan, dan pola pilihan ganda. 

Ditambah, tes IELTS memang cenderung menguji kemampuan tulisan kamu. Dengan begini, jawaban murni dalam bahasa inggris akan didapatkan pada soal IELTS.

2. Tidak Ada Perbedaan Mengenai Standar IELTS

Dimanapun kamu melakukan tes IELTS, tetap standar yang diikuti berdasarkan British Counci, Cambridge English, dan IDP. Maka dari itu, tidak ada perbedaan mengenai format tes, indikator penilaian, dan standar pengujian tes IELTS.

Meskipun begitu, mayoritas peserta lebih memilih ujian IELTS di negara asalnya karena faktor kenyamanan. Lalu, dimana kamu akan melakukan IELTS?

3. Ada 3 Aksen dalam Soal IELTS

Kita tahu kalau bahasa inggris memiliki tiga aksen, yakni British, Amerika, dan Australia. Tentunya ini belum termasuk aksen-aksen bahasa inggris di negara lain. 

Meskipun begitu, seringkali terdapat perbedaan pada 3 aksen tersebut. Contohnya, kata “Colour” dalam bahasa inggris akan berbeda dengan kata “Color” dalam aksen Amerika.

Maka dari itu, kamu perlu menghafal kosakata dari ketiga aksen tersebut. Pastikan kamu membeli kamus yang mencakup 3 aksen, yakni British, Amerika, dan Australia. Dilansir dari lister.co.id, setidaknya terdapat 40% kosakata aksen British, 40% kosakata aksen Amerika, dan 20% kosakata dari aksen Amerika dalam soal IELTS.

4. Penyebaran Data Tentang IELTS

Diketahui, terdapat 2 juta tes IELTS yang telah dilaksanakan di lebih dari 130 negara. Lalu, terdapat 900 pusat tes IELTS yang tersebar di seluruh dunia. Jadi, kamu tidak perlu khawatir soal transportasi atau jangkauan untuk melakukan tes.

Selain itu, kamu bisa mendaftar diantara 3.000 institusi yang menerima skor IELTS di Amerika Serikat. Kira-kira kamu ingin mendaftar di institusi mana?

5. Tidak Ada Kata Menyontek

Dalam tes IELTS, jangan harap kamu bisa menyontek, ya. Sebab, setiap soal akan berbeda pada tes berikutnya. 

Kamu tidak akan menemukan soal yang sama dalam tes IELTS. Panitia ujian akan selalu memperbarui bank soal untuk menghindari kecurangan. 

Untuk menghadapi hal ini, sebaiknya kamu tidak menyontek dan rajin latihan soal. Hal ini untuk membuat kamu terbiasa dalam menghadapi tes IELTS. Selain itu, kamu bisa menjalin relasi dengan teman belajar agar bahasa inggris kamu meningkat.

6. Kosakata yang Dipakai Cenderung Sulit

Dalam TOEFL, kamu mungkin menemukan kosakata yang sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Namun, ini berbeda dengan IELTS.

Dalam IELTS, kamu akan mendapatkan kosakata yang cenderung sulit dan tidak umum dipakai dalam percakapan sehari-hari. Ditambah, IELTS akan menguji writing dan speaking kamu.

Dengan hal itu, kamu berpotensi mendapat skor yang tinggi jika jawaban kamu menggunakan kata-kata kompleks. Hal ini dilihat karena tes IELTS memiliki standar penilaian bernama lexical resource pada writing dan speaking test-nya.

Lexical resource adalah aspek penilaian yang mencakup pengetahuan kamu dalam menggunakan kosakata bahasa inggris. Perlu diingat, meskipun kosakata yang kamu gunakan cenderung sulit dan tidak umum, kamu harus perhatikan tata bahasa agar tidak timbul kesalahpahaman. 

7. Identitas Negaramu Tidak Akan Memengaruhi Nilai Tes

Mitos yang seringkali muncul pada tes IELTS adalah faktor tempat tinggal akan memengaruhi nilai IELTS-mu. Padahal, IELTS memberikan kesempatan yang sama bagi negara-negara di dunia untuk mendapatkan nilai yang maksimal.

Ditambah, indikator penilaian sudah ditentukan oleh lembaga penyelenggara tes. Jadi, skor yang didapatkan juga objektif dan riil. 

Hal yang perlu kamu lakukan hanyalah membuat persiapan IELTS-mu lebih matang. Bagaimana caranya? Kamu bisa mengikut bimbel di Magna Education. Ada banyak fasilitas belajar yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan bahasa inggris kamu.

Di sisi lain, mentornya sudah bersertifikat dan metode belajar yang fleksibel. Yuk! Langsung hubungi admin di www.magnaeducation.id.

Itulah beberapa informasi tentang fakta menarik IELTS. Jangan lupa untuk persiapkan dirimu untuk mendapatkan skor maksimal pada IELTS, ya. 

Selengkapnya
Teknik Belajar Speaking

Teknik Belajar Speaking Biar Kamu Lebih Percaya Diri

Siapa yang suka ragu kalau ngomong dalam bahasa Inggris? Ditambah, kamu harus mengikuti jadwal interview yang pembicaraannya harus berbahasa Inggris. Pastinya kamu gugup karena kemampuan speaking kamu biasa saja. Tentunya, kamu jangan khawatir. Kamu bisa meningkatkan speaking bahasa inggris agar lebih percaya diri dengan beberapa teknik belajar speaking ini. Apa sajakah itu?

Teknik Speaking Bahasa Inggris agar Lebih Percaya Diri

Beberapa teknik ada yang dilakukan secara mandiri dan bersama. Pastinya kamu perlu menyesuaikan teknik ini sesuai kebutuhan belajar kamu, ya. 

1. Berdiskusi

Teknik ini memang cukup populer baik di sekolah, kuliah, ataupun bimbingan belajar. Diskusi dapat membantu kamu untuk membuka wawasan dan berlatih kemampuan speaking. Nantinya, kamu bisa membentuk kelompok diskusi yang beranggotakan sekitar 3-4 orang. Kelompok tersebut akan mendapat topik dengan tema sehari-hari, misalnya rencana liburan.

Dengan anggota yang lebih sedikit, kamu bisa percaya diri untuk mengekspresikan sesuatu dengan bahasa inggris. Kamu tidak harus takut kalau grammar atau cara pengucapan ada yang salah. Sebab, setiap anggota akan mengevaluasi hal tersebut, serta memperbaikinya. Sesi diskusi ini bisa kamu lakukan secara rutin (2 kali dalam seminggu) baik secara daring maupun offline. 

2. Self – Speaking

Berbicara dengan diri sendiri memang teknik yang cukup baik. Jika kamu merasa sulit untuk mencari partner diskusi, kamu bisa melatih speaking dengan diri sendiri. Kamu bisa memulainya dengan bercermin dan bercakap soal topik tertentu.

Berbicaralah seakan-akan kamu seorang motivator yang memberikan pesan kepada khalayak umum. Lakukan hal itu secara konsisten agar kamu lebih percaya diri. Tentunya selain meningkatkan speaking, juga kamu melatih public speaking. 

3. Membaca, Mendengar, dan Ucapkan

Untuk belajar speaking, kamu tidak harus mencari banyak teman seperjuangan. Kamu cukup membaca buku tentang beberapa kalimat dalam bahasa inggris. Di sisi lain, kamu juga bisa mendengarkan podcast atau percakapan di sebuah video. Lalu, kamu ucapkan kembali dengan bahasa inggris versimu. 

Jika ada beberapa kosakata yang tidak kamu pahami, cobalah untuk mencatat hal itu. Teknik ini juga bisa digunakan dengan hal-hal yang kamu senangi, seperti menonton film, mendengarkan podcast, membaca buku, dan lain-lain. 

4. Simulasi

Simulasi ini bisa beberapa hal, seperti interview, dialog, storytelling, atau brainstorming. Teknik simulasi memang berguna bagi kamu yang ingin mendapat pengalaman secara nyata. Sebab, kamu bisa mendapat insight secara praktis dan efektif dalam mempelajari suasana tersebut.

Ditambah, kemampuan speaking kamu akan diuji. Tentunya, kamu akan terbiasa ketika mengalami hal-hal dari simulasi yang pernah kamu jalankan. Contohnya, kamu terbiasa berlatih simulasi interview berbahasa inggris. Kemungkinan besar untuk mendapat atau lolos dari interview kerja juga tinggi. 

5. Melanjutkan Cerita

Teknik belajar ini membutuhkan beberapa orang atau partner belajar. Cobalah membentuk lingkaran dengan jumlah anggota berkisar 4-5 orang. Selain itu, di tengah-tengah akan diisi oleh satu orang sebagai pencerita dongeng. 

Pencerita dongeng ini akan membaca buku dongeng dalam beberapa kalimat. Setelah kalimat cerita sudah dibacakan, pencerita dongeng bisa menunjuk anggota secara bebas untuk melanjutkannya. Dengan teknik ini, kamu belajar sekaligus bermain, lo. Apakah kamu tertarik untuk menggunakan teknik ini?

6. Teknik Tongue Twisters

Selain pentingnya grammar dalam speaking, kamu juga perlu melatih cara pengucapan beberapa kosakata bahasa Inggris, lo. Seringkali kita menemukan kosakata bahasa Inggris yang sulit. Hal inilah yang membuat kamu perlu menggunakan Google Translate. 

Selain itu, kamu bisa menggunakan teknik tongue twisters untuk melatih pengucapan. Kamu bisa mencari beberapa soal terkait tongue twisters, lalu praktekkan secara langsung. 

7. Berbicra dan Bercerita Lebih Natural

Jika kamu kurang jago dalam speaking, tidak apa-apa untuk abaikan grammar. Cobalah untuk berbicara secara alami sehingga terkesan percaya diri. Mungkin, ada beberapa pelafalan atau grammar yang salah, tetapi kamu bisa memperbaikinya dengan terus berlatih dan belajar. 

Selain itu, gunakan kosakata baru dalam setiap kalimat yang kamu ucapkan. Hal ini untuk memperkuat ingatan kamu terhadap kosakata-kosakata dalam bahasa inggris. Jangan lupa untuk bersikap natural, ya!

8. Teknik Aplikatif di Magna English Preparation

Teknik aplikatif maksudnya adalah teknik praktis dengan metode yang fleksibel. Untuk memperkuat teknik ini, kamu bisa belajar bahasa inggris dengan ahlinya di Magna English Preparation. Pastinya metode belajar dan mentor yang bersertifikat akan mendampingimu dalam belajar bahasa Inggris secara menyenangkan. 

Itulah beberapa informasi seputar teknik belajar speaking bahasa inggris. Oh iya, kebutuhan bahasa inggris di dunia profesional, akademik, dan budaya sangat tinggi, lo. Maka dari itu, kamu butuh bimbingan belajar yang profesional dan bersertifikat dengan metode yang menyenangkan. Yap, siapa lagi kalau bukan Magna English Preparation! Yuk hubungi admin kami di www.magnaeducation.id!

Selengkapnya
Tes GMAT

Tips Latihan Hadapi Tes GMAT yang Bisa Kamu Lakukan!

Tes GMAT (Graduate Management Admission Test) yaitu tes yang digunakan untuk masuk sebagai mahasiswa pascasarjana di luar negeri. Pada umumnya, GMAT diperuntukkan untuk calon mahasiswa pascasarjana jurusan manajemen dan bisnis.

Dalam GMAT, kamu akan menghadapi berbagai komponen tes, seperti quantitative, verbal, reasoning, dan writing. Tentunya untuk menghadapi hal itu tidaklah mudah. Kamu butuh persiapan matang untuk mendapat skor tinggi pada tes GMAT.

5 Tips Latihan Hadapi Tes GMAT

Sebelum masuk pada inti, kamu harus mengetahui bahwa ujian GMAT berlangsung sekitar 3,5 jam. Untuk itu, kamu harus terbiasa melakukan latihan dalam GMAT. Lalu, apa saja tips latihan GMAT?

1. Fokus pada Satu Komponen

Kesalahan yang sering dilakukan oleh peserta GMAT adalah tidak fokus pada satu komponen. Mereka mempelajari secara keseluruhan komponen tes agar terbilang efisien. 

Padahal, cara tersebut kurang manjur karena kamu juga tidak mengenali kekuatan dan kelebihan kamu di setiap komponen tes. Maka dari itu, fokus pada satu komponen entah writing, reasoning, verbal, dan kuantitatif adalah kuncinya. 

Cobalah untuk menjadwalkan hari belajar kamu. Misalnya, hari Senin, kamu akan belajar dan melakukan latihan soal kuantitatif GMAT selama 1 jam per hari. Lalu, hari Selasa, kamu akan belajar dan latihan soal writing GMAT selama 1 jam per hari. 

Dengan hal ini, kamu bisa mengevaluasi perkembangan belajar kamu selama seminggu. Lalu, catat hal-hal yang kamu kurang terhadap aspek tertentu, seperti penulisan tata bahasa, rumus logaritma, atau analisa data.

2. Latihan Soal dan Catat Waktunya

Seperti ujian lainnya, kamu pasti latihan soal agar terbiasa dengan soal GMAT saat waktu pelaksanaan. Dengan latihan soal, kamu bisa mengetahui pola soal dan efektivitas dalam mengerjakannya. 

Untuk latihannya, kamu bisa melatih soal setelah melakukan pemahaman atau mempelajari komponen tes. Setelah itu, kamu bisa memberikan waktu sekitar 30 menit untuk menjawab soal per komponen tes. 

Lalu, catat berapa lama kamu mengerjakan 1 soal dengan timer. Dengan begitu, kamu bisa melacak progress latihan soal kamu dengan baik. 

3. Latihan Membaca Grafik

Persiapan tes GMAT memang diperuntukkan untuk mahasiswa pascasarjana yang tertarik pada manajemen dan bisnis. Tentunya hal ini tidak terlepas dari matematika yang berisi angka plus data rumit. 

Untuk itu, kamu harus terbiasa dengan pelajaran matematika, seperti memahami rumus dan menganalisis data dalam bagan. Latihan untuk menganalisis data bisa kamu lakukan dengan membaca laporan data, seperti laporan data penduduk, laporan hasil penelitian, dan laporan lainnya.

Pastikan laporan tersebut berbahasa inggris agar kamu terbiasa dengan bahasa ‘laporan’ yang memang sering muncul pada tes GMAT. Jadi, sudahkah kamu membaca laporan hari ini?

4. Latihan Menulis Esai

Setelah mengetahui latihan dari beberapa komponen tes GMAT, kamu juga perlu menguatkan pada salah satu komponen tes, yakni writing. Yap, dalam komponen writing, kamu akan diminta untuk menuliskan sebuah esai dengan topik yang disediakan. 

Dalam hal ini, kamu akan menyampaikan gagasan dan argumentasmimu dalam bentuk tulisan tangan. Lalu, bagaimana cara melatihnya?

Pastikan kamu peka terhadap tren dan isu ekonomi sekaligus bisnis yang ada di dunia. Selain itu, seringlah untuk menuliskan gagasan atau argumentasmu dalam buku diari atau catatan pribadimu. Lalu, kamu juga bisa berlatih menuliskan kerangka agar argumentasi atau gagasanmu tidak melenceng ke topik lain.

Tulislah dengan jelas, padat, dan sesuai dengan topik atau isu yang ingin kamu sampaikan. Berikan rekomendasi atau ide yang bisa mengatasi masalah tersebut. Perlu diingat, kamu dilarang untuk mengulangi kata (terbelit-belit) dan tidak sesuai dengan topik.

5. Latihan di Magna Education untuk Hadapi Tes GMAT

Jika kamu masih belum temu cara belajar atau latihan GMAT yang cocok, kamu bisa mengikuti kursus terbaik di Magna Education. Di Magna Education, kamu akan mendapat berbagai benefit, seperti mentor yang bersertifikat, metode belajar fleksibel, dan fasilitas belajar yang super lengkap.

Bagi kamu yang kesusahan dalam mengerjakan soal GMAT, mentor Magna Education selalu siap membantumu hingga mahir. Langsung hubungi admin kami di www.magnaeducation.id atau 0812-111-333-28

Beberapa tips tadi sudah cukup membantumu, kan? Jangan lupa untuk beri waktu istirahat dalam belajar kamu, ya. Pastikan tubuhmu tetap fit agar ujian GMAT-mu maksimal!

Selengkapnya