Teknik Belajar Speaking

Teknik Belajar Speaking Biar Kamu Lebih Percaya Diri

Siapa yang suka ragu kalau ngomong dalam bahasa Inggris? Ditambah, kamu harus mengikuti jadwal interview yang pembicaraannya harus berbahasa Inggris. Pastinya kamu gugup karena kemampuan speaking kamu biasa saja. Tentunya, kamu jangan khawatir. Kamu bisa meningkatkan speaking bahasa inggris agar lebih percaya diri dengan beberapa teknik belajar speaking ini. Apa sajakah itu?

Teknik Speaking Bahasa Inggris agar Lebih Percaya Diri

Beberapa teknik ada yang dilakukan secara mandiri dan bersama. Pastinya kamu perlu menyesuaikan teknik ini sesuai kebutuhan belajar kamu, ya. 

1. Berdiskusi

Teknik ini memang cukup populer baik di sekolah, kuliah, ataupun bimbingan belajar. Diskusi dapat membantu kamu untuk membuka wawasan dan berlatih kemampuan speaking. Nantinya, kamu bisa membentuk kelompok diskusi yang beranggotakan sekitar 3-4 orang. Kelompok tersebut akan mendapat topik dengan tema sehari-hari, misalnya rencana liburan.

Dengan anggota yang lebih sedikit, kamu bisa percaya diri untuk mengekspresikan sesuatu dengan bahasa inggris. Kamu tidak harus takut kalau grammar atau cara pengucapan ada yang salah. Sebab, setiap anggota akan mengevaluasi hal tersebut, serta memperbaikinya. Sesi diskusi ini bisa kamu lakukan secara rutin (2 kali dalam seminggu) baik secara daring maupun offline. 

2. Self – Speaking

Berbicara dengan diri sendiri memang teknik yang cukup baik. Jika kamu merasa sulit untuk mencari partner diskusi, kamu bisa melatih speaking dengan diri sendiri. Kamu bisa memulainya dengan bercermin dan bercakap soal topik tertentu.

Berbicaralah seakan-akan kamu seorang motivator yang memberikan pesan kepada khalayak umum. Lakukan hal itu secara konsisten agar kamu lebih percaya diri. Tentunya selain meningkatkan speaking, juga kamu melatih public speaking. 

3. Membaca, Mendengar, dan Ucapkan

Untuk belajar speaking, kamu tidak harus mencari banyak teman seperjuangan. Kamu cukup membaca buku tentang beberapa kalimat dalam bahasa inggris. Di sisi lain, kamu juga bisa mendengarkan podcast atau percakapan di sebuah video. Lalu, kamu ucapkan kembali dengan bahasa inggris versimu. 

Jika ada beberapa kosakata yang tidak kamu pahami, cobalah untuk mencatat hal itu. Teknik ini juga bisa digunakan dengan hal-hal yang kamu senangi, seperti menonton film, mendengarkan podcast, membaca buku, dan lain-lain. 

4. Simulasi

Simulasi ini bisa beberapa hal, seperti interview, dialog, storytelling, atau brainstorming. Teknik simulasi memang berguna bagi kamu yang ingin mendapat pengalaman secara nyata. Sebab, kamu bisa mendapat insight secara praktis dan efektif dalam mempelajari suasana tersebut.

Ditambah, kemampuan speaking kamu akan diuji. Tentunya, kamu akan terbiasa ketika mengalami hal-hal dari simulasi yang pernah kamu jalankan. Contohnya, kamu terbiasa berlatih simulasi interview berbahasa inggris. Kemungkinan besar untuk mendapat atau lolos dari interview kerja juga tinggi. 

5. Melanjutkan Cerita

Teknik belajar ini membutuhkan beberapa orang atau partner belajar. Cobalah membentuk lingkaran dengan jumlah anggota berkisar 4-5 orang. Selain itu, di tengah-tengah akan diisi oleh satu orang sebagai pencerita dongeng. 

Pencerita dongeng ini akan membaca buku dongeng dalam beberapa kalimat. Setelah kalimat cerita sudah dibacakan, pencerita dongeng bisa menunjuk anggota secara bebas untuk melanjutkannya. Dengan teknik ini, kamu belajar sekaligus bermain, lo. Apakah kamu tertarik untuk menggunakan teknik ini?

6. Teknik Tongue Twisters

Selain pentingnya grammar dalam speaking, kamu juga perlu melatih cara pengucapan beberapa kosakata bahasa Inggris, lo. Seringkali kita menemukan kosakata bahasa Inggris yang sulit. Hal inilah yang membuat kamu perlu menggunakan Google Translate. 

Selain itu, kamu bisa menggunakan teknik tongue twisters untuk melatih pengucapan. Kamu bisa mencari beberapa soal terkait tongue twisters, lalu praktekkan secara langsung. 

7. Berbicra dan Bercerita Lebih Natural

Jika kamu kurang jago dalam speaking, tidak apa-apa untuk abaikan grammar. Cobalah untuk berbicara secara alami sehingga terkesan percaya diri. Mungkin, ada beberapa pelafalan atau grammar yang salah, tetapi kamu bisa memperbaikinya dengan terus berlatih dan belajar. 

Selain itu, gunakan kosakata baru dalam setiap kalimat yang kamu ucapkan. Hal ini untuk memperkuat ingatan kamu terhadap kosakata-kosakata dalam bahasa inggris. Jangan lupa untuk bersikap natural, ya!

8. Teknik Aplikatif di Magna English Preparation

Teknik aplikatif maksudnya adalah teknik praktis dengan metode yang fleksibel. Untuk memperkuat teknik ini, kamu bisa belajar bahasa inggris dengan ahlinya di Magna English Preparation. Pastinya metode belajar dan mentor yang bersertifikat akan mendampingimu dalam belajar bahasa Inggris secara menyenangkan. 

Itulah beberapa informasi seputar teknik belajar speaking bahasa inggris. Oh iya, kebutuhan bahasa inggris di dunia profesional, akademik, dan budaya sangat tinggi, lo. Maka dari itu, kamu butuh bimbingan belajar yang profesional dan bersertifikat dengan metode yang menyenangkan. Yap, siapa lagi kalau bukan Magna English Preparation! Yuk hubungi admin kami di www.magnaeducation.id!

Selengkapnya
tes GMAT

Cara Meningkatkan Skor Tes GMAT dengan Ampuh, Mau Tahu?

Apa yang kamu ketahui tentang tes GMAT? Dari sekian tes berbahasa inggris, tes GMAT merupakan tes yang terbilang tingkat lanjutan, lo. Ditambah, kamu butuh persiapan yang matang karena tujuan tes GMAT ini lebih tinggi. Sebelum kita masuk cara meningkatkan skor GMAT, apa sih GMAT?

Definisi GMAT

GMAT atau Graduate Management Admission Test adalah tes berbasis komputer yang digunakan untuk mengukur kemampuan writing, analisis, kuantitatif, verbal, dan bacaan dalam bahasa inggris. Tes ini berguna dalam persyaratan program MBA atau magister. 

Perbedaan tes GMAT dan tes lainnya terletak dari materi tesnya. Dalam tes GMAT, kamu akan diuji dalam bahasa inggris, pemecahan masalah, logika, penalaran kritis, dan kuantitatif (geometri, aljabar, dan aritmatika). Diketahui, ada lebih dari 7.000 program yang ada di 2.300 sekolah bisnis pascasarjana yang menerapkan tes GMAT sebagai salah satu syarat seleksi penerimaan calon mahasiswa. 

Maka dari itu, tes GMAT sangat penting untuk program pascasarjana, seperti akuntansi, manajemen, bisnis, dan program studi matematika terapan. Lalu, seperti apa komponen tes dalam GMAT?

Komponen Tes GMAT

Diketahui, terdapat empat komponen tes dalam tes GMAT. Untuk menyelesaikannya, pastinya kamu butuh kemampuan analisis dan kritis tingkat tinggi. Berikut komponen tes GMAT yang wajib kamu ketahui.

  • Analytical Writing Assement (Penilaian Penulisan Analitis). Komponen tes ini merupakan kemampuan peserta tes dalam berpikir kritis dan menyampaikan ide-idenya. Hanya ada satu pertanyaan, tetapi kamu perlu menjawabnya secara kritis. Durasi dalam komponen tes ini berlangsung sekitar 30 menit.
  • Integrated Reasoning (Penalaran Terintegrasi). Tes ini mengukur peserta untuk menganalisis data dan mengevaluasi informasi yang disajikan dalam beragam bagan atau format. Dalam komponen tes ini, berjumlah sekitar 12 pertanyaan dengan format berupa grafik, tabel, penalaran multisumber, dan analisis perbandingan. Durasi dalam komponen tes ini berlangsung sekitar 30 menit.
  • Quantitative Reasoning (Penalaran Kuantitatif). Tes ini berfungsi untuk menguji kemampuan peserta tes dalam menganalisis data. Peserta akan diminta untuk membuat kesimpulan dengan keterampilan penalaran. Dalam komponen tes ini, berjumlah sekitar 31 pertanyaan berupa data sufisiensi dan pemecahan masalah. Durasi dalam komponen tes penalaran kuantitatif berkisar 62 menit.
  • Verbal Reasoning (Penalaran Verbal). Komponen tes ini merupakan pengujian peserta untuk membaca dan memahami materi tertulis. Dalam komponen ini, kamu akan mencoba untuk evaluasi argument, koreksi materi, maksud penulis, dan penyesuaian gagasan utama dalam suatu bacaan. Komponen tes berjumlah 36 pertanyaan yang membutuhkan penalaran kritis, pemahaman tata bahasa, dan pemahaman teks dalam waktu 1 jam 5 menit.

Jika kita jumlah dari keseluruhan komponen ini, maka tes GMAT berlangsung sekitar 3,5 jam. Lalu, bagaimana cara meningkatkan skor pada GMAT?

Cara Meningkatkan Skor GMAT

Untuk meningkatkan skor GMAT, kamu perlu menyesuaikan tips dari beragam komponen tes. Maka dari itu, ada beberapa tips atau cara meningkatkan skor GMAT, diantaranya:

1. Cara Meningkatkan Skor pada Verbal Reasoning

Diketahui, ada beberapa tipe dalam mengerjakan komponen tes ini, yakni reading comprehension, critical reasoning, dan sentence correction. Berikut cara menghadapi tipe-tipe pada verbal reasoning, yakni:

a. Reading Comprehension

  • Buat dirimu tetap kritis. Carilah pernyataan jawaban yang membuat pilihan ganda lain menjadi salah. Jangan cepat mengambil jawaban atau kesimpulan. 
  • Fokus pada pemahaman. Teks reading biasanya cukup panjang. Namun, kamu perlu mencari pemahaman atau ide utama dalam teks tersebut. Biasanya jawaban yang benar biasanya hanya memparafrase dari kalimat suatu bacaan.
  • Perhatikan kata-kata yang berlebihan. Contohnya, must, always, only, dan lain-lain yang memang bersifat berlebihan.

b. Critical Reasoning

  • Tetap berpegang pada fakta. Jawaban yang tepat biasanya berada di dalam argumen dan terjadi secara fakta.
  • Perhatikan ‘efek’ jawaban. Jawaban yang kamu pilih perlu dianalisa, apakah jawaban tersebut bisa memperkuat atau merugikan argument?
  • Perhatikan informasi baru. Apabila k1amu menemukan informasi baru dalam pilihan jawaban, kamu bisa mengabaikan hal itu karena tidak relevan dengan argument.

c. Sentence Correction

  • Carilah kesalahan dalam tata bahasa atau struktur kalimat. Biasanya kesalahan ini berkaitan dengan subject-verb-agreement, modifier, dan kalimat parallel
  • Temukan ambiguitas atau pemborosan makna. Biasanya terdapat kata-kata yang membuat kalimat jadi ambigu. 
  • Temukan jawaban yang lebih singkat. Jika kesulitan dalam memilih jawaban, terkadang jawaban yang lebih singkat adalah jawaban tepat.

2. Cara Meningkatkan Integrated Reasoning

Dalam penalaran terintegrasi, kamu butuh literasi visual dan data yang tinggi. Maka dari itu, ada beberapa cara meningkatkannya:

a. Nonton Film Analisis

Biasanya untuk melatih kemampuan kritis, terkadang kita butuh kegiatan yang menghibur. Salah satunya adalah menonto film. Cobalah untuk menonton film dengan tema misteri atau detektif. Biasanya, terdapat beberapa langkah untuk mengambil kesimpulan dan melatih penalaran kamu. Rekomendasi film untuk melatih penalaran integrasi kamu, yakni Sherlock Holmes. 

b. Membaca Laporan

Dilihat dari komponen tes ini, kamu harus menganalisis tabel, grafik, dan bagan lainnya. Maka dari itu, kamu perlu melatih untuk menganalisis tersebut dengan laporan tahunan. Dalam hal ini, kamu bisa cepat dalam mengambil keputusan atau mendapat informasi secara efektif. 

c. Cobalah untuk Berlatih Soal

Berlatih soal terkait penalaran integrasi akan membiasakan kamu dalam menjawab soal. Ditambah, penalaran terintegrasi biasanya diujikan dalam tes-tes lain, seperti CPNS, UTBK, dan ujian mandiri di universitas. 

3. Cara Meningkatkan Penalaran Kuantitatif (Quantitative Reasoning)

Ada beberapa cara untuk meningkatkan penalaran kuantitatif.

a. Pilih Berbagai Nilai untuk Kecukupan Data. Diketahui, angka sendiri dapat berupa bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif, decimal/pecahan, atau 0. 

b. Jangan terburu-buru menjawab pertanyaan. Perlu diketahui, bahwa satu atau dua kata dapat mengubah pertanyaan secara keseluruhan. Maka dari itu, kamu perlu memahami konsep yang mendasari pertanyaan tersebut.

c. Hati-hati dengan ekstra. Kamu mungkin perlu menemukan 1/y bukan y. Selain itu, kamu mungkin juga ditanya tentang perbandingan rasio anak perempuan dan anak laki-laki. Namun, rasio itu perlu kamu selesaikan dengan rumus yang berbeda. 

d. Pilih angka sebanyak mungkin. Contohnya, mengganti abstrak seperti “x” dengan bilangan bulat yang mudah bernilai seperti “2” atau “3”. Pertahankan jumlahnya dan pastikan totalnya diizinkan oleh definisi atau makna dari pertanyaan.

4. Cara Meningkatkan Skor Analytical Writing Assement

Ada beberapa cara untuk meningkatkannya:

a. Perbanyak membaca buku. Dengna membaca buku, wawasan dan pengetahuan kamu akan terbuka. Dalam hal ini, analisis penulisan kamu jadi lebih mendalam untuk menghadapi GMAT. 

b. Mengetahui tren. Peka terhadap tren sangat penting karena biasanya tes GMAT akan mengambil kisi-kisi atau informasi pada tren tersebut. Pastikan, kamu sering membaca berita yang terjadi baik secara nasional maupun internasional.

Itulah beberapa informasi tentang tes GMAT. Untuk lebih mempersiapkannya, kamu butuh bimbingan belajar yang berkualitas dan profesional. Maka dari itu, Magna English Preparation hadir sebagai solusi untuk menghadapi tes GMAT dengan percaya diri dan berani. Hubungi admin kami di www.magnaeducation.id.

Selengkapnya
Tes GMAT

Tips Latihan Hadapi Tes GMAT yang Bisa Kamu Lakukan!

Tes GMAT (Graduate Management Admission Test) yaitu tes yang digunakan untuk masuk sebagai mahasiswa pascasarjana di luar negeri. Pada umumnya, GMAT diperuntukkan untuk calon mahasiswa pascasarjana jurusan manajemen dan bisnis.

Dalam GMAT, kamu akan menghadapi berbagai komponen tes, seperti quantitative, verbal, reasoning, dan writing. Tentunya untuk menghadapi hal itu tidaklah mudah. Kamu butuh persiapan matang untuk mendapat skor tinggi pada tes GMAT.

5 Tips Latihan Hadapi Tes GMAT

Sebelum masuk pada inti, kamu harus mengetahui bahwa ujian GMAT berlangsung sekitar 3,5 jam. Untuk itu, kamu harus terbiasa melakukan latihan dalam GMAT. Lalu, apa saja tips latihan GMAT?

1. Fokus pada Satu Komponen

Kesalahan yang sering dilakukan oleh peserta GMAT adalah tidak fokus pada satu komponen. Mereka mempelajari secara keseluruhan komponen tes agar terbilang efisien. 

Padahal, cara tersebut kurang manjur karena kamu juga tidak mengenali kekuatan dan kelebihan kamu di setiap komponen tes. Maka dari itu, fokus pada satu komponen entah writing, reasoning, verbal, dan kuantitatif adalah kuncinya. 

Cobalah untuk menjadwalkan hari belajar kamu. Misalnya, hari Senin, kamu akan belajar dan melakukan latihan soal kuantitatif GMAT selama 1 jam per hari. Lalu, hari Selasa, kamu akan belajar dan latihan soal writing GMAT selama 1 jam per hari. 

Dengan hal ini, kamu bisa mengevaluasi perkembangan belajar kamu selama seminggu. Lalu, catat hal-hal yang kamu kurang terhadap aspek tertentu, seperti penulisan tata bahasa, rumus logaritma, atau analisa data.

2. Latihan Soal dan Catat Waktunya

Seperti ujian lainnya, kamu pasti latihan soal agar terbiasa dengan soal GMAT saat waktu pelaksanaan. Dengan latihan soal, kamu bisa mengetahui pola soal dan efektivitas dalam mengerjakannya. 

Untuk latihannya, kamu bisa melatih soal setelah melakukan pemahaman atau mempelajari komponen tes. Setelah itu, kamu bisa memberikan waktu sekitar 30 menit untuk menjawab soal per komponen tes. 

Lalu, catat berapa lama kamu mengerjakan 1 soal dengan timer. Dengan begitu, kamu bisa melacak progress latihan soal kamu dengan baik. 

3. Latihan Membaca Grafik

Persiapan tes GMAT memang diperuntukkan untuk mahasiswa pascasarjana yang tertarik pada manajemen dan bisnis. Tentunya hal ini tidak terlepas dari matematika yang berisi angka plus data rumit. 

Untuk itu, kamu harus terbiasa dengan pelajaran matematika, seperti memahami rumus dan menganalisis data dalam bagan. Latihan untuk menganalisis data bisa kamu lakukan dengan membaca laporan data, seperti laporan data penduduk, laporan hasil penelitian, dan laporan lainnya.

Pastikan laporan tersebut berbahasa inggris agar kamu terbiasa dengan bahasa ‘laporan’ yang memang sering muncul pada tes GMAT. Jadi, sudahkah kamu membaca laporan hari ini?

4. Latihan Menulis Esai

Setelah mengetahui latihan dari beberapa komponen tes GMAT, kamu juga perlu menguatkan pada salah satu komponen tes, yakni writing. Yap, dalam komponen writing, kamu akan diminta untuk menuliskan sebuah esai dengan topik yang disediakan. 

Dalam hal ini, kamu akan menyampaikan gagasan dan argumentasmimu dalam bentuk tulisan tangan. Lalu, bagaimana cara melatihnya?

Pastikan kamu peka terhadap tren dan isu ekonomi sekaligus bisnis yang ada di dunia. Selain itu, seringlah untuk menuliskan gagasan atau argumentasmu dalam buku diari atau catatan pribadimu. Lalu, kamu juga bisa berlatih menuliskan kerangka agar argumentasi atau gagasanmu tidak melenceng ke topik lain.

Tulislah dengan jelas, padat, dan sesuai dengan topik atau isu yang ingin kamu sampaikan. Berikan rekomendasi atau ide yang bisa mengatasi masalah tersebut. Perlu diingat, kamu dilarang untuk mengulangi kata (terbelit-belit) dan tidak sesuai dengan topik.

5. Latihan di Magna Education untuk Hadapi Tes GMAT

Jika kamu masih belum temu cara belajar atau latihan GMAT yang cocok, kamu bisa mengikuti kursus terbaik di Magna Education. Di Magna Education, kamu akan mendapat berbagai benefit, seperti mentor yang bersertifikat, metode belajar fleksibel, dan fasilitas belajar yang super lengkap.

Bagi kamu yang kesusahan dalam mengerjakan soal GMAT, mentor Magna Education selalu siap membantumu hingga mahir. Langsung hubungi admin kami di www.magnaeducation.id atau 0812-111-333-28

Beberapa tips tadi sudah cukup membantumu, kan? Jangan lupa untuk beri waktu istirahat dalam belajar kamu, ya. Pastikan tubuhmu tetap fit agar ujian GMAT-mu maksimal!

Selengkapnya