Structure and Written Expression

Mengenal Lebih Dalam Structure and Written Expression

Bahasa Inggris, kini menjadi bahasa yang sudah banyak digunakan di kota-kota besar di Indonesia terutama ibu kota Jakarta. Bahasa Inggris kini juga sudah menjadi salah satu persyaratan dalam dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja. Maka dari itu, kamu perlu menguasai bahasa Inggris khususnya terkait structure and written expression.

TOEFL salah satunya, sudah menjadi hal yang wajib bagi beberapa instansi di dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja sebagai syarat untuk masuk ke instansi tersebut. TOEFL merupakan singkatan dari Test of English as Foreign Language.

Tes ini sangat penting, jika kamu ingin mengambil program beasiswa ke luar negeri atau bekerja di luar negeri. Tidak hanya itu, perusahaan swasta besar maupun perusahaan milik negara pun menjadikan TOELF sebagai persyaratan wajib mendaftar kesana.  

TOEFL Structure and Written Expression

Materi TOEFL yang wajib di pelajari, karena pada materi ini akan melengkapi kata, menemukan kata yang tidak tepat dan soal yang berhubungan dengan grammar. Pada sesi ini kamu juga harus menjawab soal dalam kurun waktu 25 menit. Apa aja sih kira-kira yang mesti kita pelajarin?

1. Tenses

Bentuk kata kerja yang menunjukan waktu, bisa dikatakan  pada kegiatan, tindakan, keadaan terjadi maupun peristiwa. Ada empat tenses yang utama yaitu past, present, future dan past future. 

2. Phrase

Bentuk kata kerja yang menunjukan waktu, bisa dikatakan  pada kegiatan, tindakan, keadaan terjadi maupun peristiwa. Ada empat tenses yang utama yaitu past, present, future dan past future. 

3. Clause

Kalau phrase tadi sebuah kalimat tidak mengandung subjek dan kata kerja, clause ini sekelompok kata yang memiliki subjek dan kata kerja.

4. Sentence

Suatu kalimat berfungsi membuat sebuah makna yang dapat dipahami dengan baik.

Ada beberapa jenis kalimat dalam bahasa Inggris, yaitu:

  • Simple Sentence

Merupakan kalimat yang harus mengandung subjek dan kata kerja

  • Compound Sentence

Tersusun dari klausa independen dan yang dihubungkan dengan klausa counjunction 

  • Complex sentence

Kalimat yang terdiri dari klausa independen dan juga dependen dan dihubungkan dengan subordinating conjuction yaitu (althought, because, if, that, when, unless, dan lainnya.

  • Compound – complex sentence

Gabungan compound dan complex sentenc, tipe kalimat yang memiliki 3 atau lebih klausa. Dalam kalimat tersebut ada 2 independent clause dan 1 dependent clause.

5. Subject and Verb Agreement

Penjajaran antara kata kerja dengan subyek pada kalimat tunggal (singular) atau jamak (jamak). Subjek juga dapat berupa tunggal (singular subject) dan kata kerja tunggal (verb subjek). Sementara itu subjek jamak (prular subject) menggunakan kata kerja jamak atau disebut plural verb.

6. Parallel Structure

Kesamaan struktur dalam suatu kalimat dengan mengulang bentuk gramatikal yang sama, tujuannya memfokuskan pentingnya informasi dari kalimat yang dijelaskan atau disampaikan. Selain materi apa saja yang perlu dipelajari, ada beberapa tips juga yang perlu kamu lakuin agar skor TOEFL kamu tinggi. Kira-kira apa saja yaa, terlebih jika kamu bingung harus memulai belajarnya darimana.

Hal yang Wajib Dilakukan Saat TOEFL

Ada beberapa macam hal yang sebaiknya kamu lakukan saat menghadapi tes TOEFL. Berikut merupakan beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan ketika menghadapi tes TOEFL.

1. Belajar Konsisten

Apapun hal yang sedang kamu pelajari, harus dibarengi secara konsisten. Karena jika tidak konsisten hal itu tidak akan membuat tercapainya apa yang kita impikan. Begitupun dengan persiapan TOEFL. Kamu wajib konsisten dalam belajar dan berlatih jika ingin meraih skor yang tinggi, membuat agenda pelajaran seperti materi apa yang ingin kamu pelajari hari ini. Tidak perlu waktu yang lama, asalkan itu bisa dilakukan setiap hari.

2. Mengasah Kemampuan Bahasa

Salah satu kunci sukses dalam TOEFL yaitu perbanyak kosakata dan melatih tata bahasa. Karena ketika test reading, akan menemukan soal dengan artikel atau berita. Bisa jadi kamu belum pernah dengar atau melihat kata itu sebelumnya.

3. Kemampuan Reading dan Listening

Ada 3 bagian yang akan keluar pada saat test TOEFL, dua antara lain Listening dan Reading. Kamu bisa menggunakan cara dengan membaca berita atau artikel untuk reading, dan mendengarkan podcast berbahasa Inggris untuk Listening.

4. Kuasai Kata Hubung

Tidak hanya kosa kata saja yang perlu dipelajari, kata hubung pun penting. Seperti in addition, for instance, to sum up dan sebagainnya, menguasai kata hubung akan mempermudah kamu ketika membuat essai dan terlihat seperti profesional.

5. Berlatih Membaca Cepat

Membaca cepat sangat diperlukan dalam tes TOEFL, karena selama mengerjakan test kamu hanya akan diberikan waktu yang terbatas. Oleh karena itu diperlukan melatih membaca cepat atau skimming. Skimming merupakan metode membaca cepat, untuk menemukan inti dari gagasan. Dengan cara itu kamu bisa me-efisiensi kan waktu.

6. Pahami Grammar

Tidak menutup kemungkinan, pada tes TOEFL ini akan banyak soal yang menggunakan grammar, seperti struktur kalimat, tenses dan yang lainnya. Agar lebih mudah dalam menjawab soal TOEFL kamu harus memahami grammar. Cara agar mudah mengingat dan memahami yaitu mempelajari dasar tenses inggris.

7. Mengikuti Kelas Persiapan Tes TOEFL

Bagi kamu yang pemula dan ingin mengkuti tes TOEFL ini, kamu bisa mengikuti kelas pesiapan TOEFL. Disana kamu akan belajar berbagai materi apa saja yang akan keluar pada tes TOEFL ini, salah satunya materi Structure and Written Expression.

Saat mengikuti kelas pun kamu menjadi lebih disiplin dan sering berlatih, karena kelas sudah menetapkan pada waktu apa saja dilakukan pertemuan. Selain itu, kamu juga bisa langsung bertanya ketika ada materi yang masih membuatmu bingung. Kamu juga bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri kamu, karena sudah memahami dan sering berlatih tentunya, tidak hanya tentang materi dan pelatihan. Mekanisme tentang pelaksanaan TOEFL juga akan kamu dapatkan disana.

Bagaimana? tidak sulit bukan untuk mengikuti tes TOEFL ini. Kamu akan mendapatkan skor tinggi jika kamu konsisten mempelajari materi structure and written expression serta materi TOEFL lainnya dan juga menerapkan tips yang ada diatas. kamu bisa mengikuti Kursus bahasa Inggris di Magna English Preparation, kamu akan mendapatkan materi TOEFL serta soal latihannya dan mempelajari grammar dengan mudah, yang tentunya kamu akan diajarkan dengan pengajar bersertifikat. Let’s go daftar sekarang!

Selengkapnya
tes GMAT

Cara Meningkatkan Skor Tes GMAT dengan Ampuh, Mau Tahu?

Apa yang kamu ketahui tentang tes GMAT? Dari sekian tes berbahasa inggris, tes GMAT merupakan tes yang terbilang tingkat lanjutan, lo. Ditambah, kamu butuh persiapan yang matang karena tujuan tes GMAT ini lebih tinggi. Sebelum kita masuk cara meningkatkan skor GMAT, apa sih GMAT?

Definisi GMAT

GMAT atau Graduate Management Admission Test adalah tes berbasis komputer yang digunakan untuk mengukur kemampuan writing, analisis, kuantitatif, verbal, dan bacaan dalam bahasa inggris. Tes ini berguna dalam persyaratan program MBA atau magister. 

Perbedaan tes GMAT dan tes lainnya terletak dari materi tesnya. Dalam tes GMAT, kamu akan diuji dalam bahasa inggris, pemecahan masalah, logika, penalaran kritis, dan kuantitatif (geometri, aljabar, dan aritmatika). Diketahui, ada lebih dari 7.000 program yang ada di 2.300 sekolah bisnis pascasarjana yang menerapkan tes GMAT sebagai salah satu syarat seleksi penerimaan calon mahasiswa. 

Maka dari itu, tes GMAT sangat penting untuk program pascasarjana, seperti akuntansi, manajemen, bisnis, dan program studi matematika terapan. Lalu, seperti apa komponen tes dalam GMAT?

Komponen Tes GMAT

Diketahui, terdapat empat komponen tes dalam tes GMAT. Untuk menyelesaikannya, pastinya kamu butuh kemampuan analisis dan kritis tingkat tinggi. Berikut komponen tes GMAT yang wajib kamu ketahui.

  • Analytical Writing Assement (Penilaian Penulisan Analitis). Komponen tes ini merupakan kemampuan peserta tes dalam berpikir kritis dan menyampaikan ide-idenya. Hanya ada satu pertanyaan, tetapi kamu perlu menjawabnya secara kritis. Durasi dalam komponen tes ini berlangsung sekitar 30 menit.
  • Integrated Reasoning (Penalaran Terintegrasi). Tes ini mengukur peserta untuk menganalisis data dan mengevaluasi informasi yang disajikan dalam beragam bagan atau format. Dalam komponen tes ini, berjumlah sekitar 12 pertanyaan dengan format berupa grafik, tabel, penalaran multisumber, dan analisis perbandingan. Durasi dalam komponen tes ini berlangsung sekitar 30 menit.
  • Quantitative Reasoning (Penalaran Kuantitatif). Tes ini berfungsi untuk menguji kemampuan peserta tes dalam menganalisis data. Peserta akan diminta untuk membuat kesimpulan dengan keterampilan penalaran. Dalam komponen tes ini, berjumlah sekitar 31 pertanyaan berupa data sufisiensi dan pemecahan masalah. Durasi dalam komponen tes penalaran kuantitatif berkisar 62 menit.
  • Verbal Reasoning (Penalaran Verbal). Komponen tes ini merupakan pengujian peserta untuk membaca dan memahami materi tertulis. Dalam komponen ini, kamu akan mencoba untuk evaluasi argument, koreksi materi, maksud penulis, dan penyesuaian gagasan utama dalam suatu bacaan. Komponen tes berjumlah 36 pertanyaan yang membutuhkan penalaran kritis, pemahaman tata bahasa, dan pemahaman teks dalam waktu 1 jam 5 menit.

Jika kita jumlah dari keseluruhan komponen ini, maka tes GMAT berlangsung sekitar 3,5 jam. Lalu, bagaimana cara meningkatkan skor pada GMAT?

Cara Meningkatkan Skor GMAT

Untuk meningkatkan skor GMAT, kamu perlu menyesuaikan tips dari beragam komponen tes. Maka dari itu, ada beberapa tips atau cara meningkatkan skor GMAT, diantaranya:

1. Cara Meningkatkan Skor pada Verbal Reasoning

Diketahui, ada beberapa tipe dalam mengerjakan komponen tes ini, yakni reading comprehension, critical reasoning, dan sentence correction. Berikut cara menghadapi tipe-tipe pada verbal reasoning, yakni:

a. Reading Comprehension

  • Buat dirimu tetap kritis. Carilah pernyataan jawaban yang membuat pilihan ganda lain menjadi salah. Jangan cepat mengambil jawaban atau kesimpulan. 
  • Fokus pada pemahaman. Teks reading biasanya cukup panjang. Namun, kamu perlu mencari pemahaman atau ide utama dalam teks tersebut. Biasanya jawaban yang benar biasanya hanya memparafrase dari kalimat suatu bacaan.
  • Perhatikan kata-kata yang berlebihan. Contohnya, must, always, only, dan lain-lain yang memang bersifat berlebihan.

b. Critical Reasoning

  • Tetap berpegang pada fakta. Jawaban yang tepat biasanya berada di dalam argumen dan terjadi secara fakta.
  • Perhatikan ‘efek’ jawaban. Jawaban yang kamu pilih perlu dianalisa, apakah jawaban tersebut bisa memperkuat atau merugikan argument?
  • Perhatikan informasi baru. Apabila k1amu menemukan informasi baru dalam pilihan jawaban, kamu bisa mengabaikan hal itu karena tidak relevan dengan argument.

c. Sentence Correction

  • Carilah kesalahan dalam tata bahasa atau struktur kalimat. Biasanya kesalahan ini berkaitan dengan subject-verb-agreement, modifier, dan kalimat parallel
  • Temukan ambiguitas atau pemborosan makna. Biasanya terdapat kata-kata yang membuat kalimat jadi ambigu. 
  • Temukan jawaban yang lebih singkat. Jika kesulitan dalam memilih jawaban, terkadang jawaban yang lebih singkat adalah jawaban tepat.

2. Cara Meningkatkan Integrated Reasoning

Dalam penalaran terintegrasi, kamu butuh literasi visual dan data yang tinggi. Maka dari itu, ada beberapa cara meningkatkannya:

a. Nonton Film Analisis

Biasanya untuk melatih kemampuan kritis, terkadang kita butuh kegiatan yang menghibur. Salah satunya adalah menonto film. Cobalah untuk menonton film dengan tema misteri atau detektif. Biasanya, terdapat beberapa langkah untuk mengambil kesimpulan dan melatih penalaran kamu. Rekomendasi film untuk melatih penalaran integrasi kamu, yakni Sherlock Holmes. 

b. Membaca Laporan

Dilihat dari komponen tes ini, kamu harus menganalisis tabel, grafik, dan bagan lainnya. Maka dari itu, kamu perlu melatih untuk menganalisis tersebut dengan laporan tahunan. Dalam hal ini, kamu bisa cepat dalam mengambil keputusan atau mendapat informasi secara efektif. 

c. Cobalah untuk Berlatih Soal

Berlatih soal terkait penalaran integrasi akan membiasakan kamu dalam menjawab soal. Ditambah, penalaran terintegrasi biasanya diujikan dalam tes-tes lain, seperti CPNS, UTBK, dan ujian mandiri di universitas. 

3. Cara Meningkatkan Penalaran Kuantitatif (Quantitative Reasoning)

Ada beberapa cara untuk meningkatkan penalaran kuantitatif.

a. Pilih Berbagai Nilai untuk Kecukupan Data. Diketahui, angka sendiri dapat berupa bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif, decimal/pecahan, atau 0. 

b. Jangan terburu-buru menjawab pertanyaan. Perlu diketahui, bahwa satu atau dua kata dapat mengubah pertanyaan secara keseluruhan. Maka dari itu, kamu perlu memahami konsep yang mendasari pertanyaan tersebut.

c. Hati-hati dengan ekstra. Kamu mungkin perlu menemukan 1/y bukan y. Selain itu, kamu mungkin juga ditanya tentang perbandingan rasio anak perempuan dan anak laki-laki. Namun, rasio itu perlu kamu selesaikan dengan rumus yang berbeda. 

d. Pilih angka sebanyak mungkin. Contohnya, mengganti abstrak seperti “x” dengan bilangan bulat yang mudah bernilai seperti “2” atau “3”. Pertahankan jumlahnya dan pastikan totalnya diizinkan oleh definisi atau makna dari pertanyaan.

4. Cara Meningkatkan Skor Analytical Writing Assement

Ada beberapa cara untuk meningkatkannya:

a. Perbanyak membaca buku. Dengna membaca buku, wawasan dan pengetahuan kamu akan terbuka. Dalam hal ini, analisis penulisan kamu jadi lebih mendalam untuk menghadapi GMAT. 

b. Mengetahui tren. Peka terhadap tren sangat penting karena biasanya tes GMAT akan mengambil kisi-kisi atau informasi pada tren tersebut. Pastikan, kamu sering membaca berita yang terjadi baik secara nasional maupun internasional.

Itulah beberapa informasi tentang tes GMAT. Untuk lebih mempersiapkannya, kamu butuh bimbingan belajar yang berkualitas dan profesional. Maka dari itu, Magna English Preparation hadir sebagai solusi untuk menghadapi tes GMAT dengan percaya diri dan berani. Hubungi admin kami di www.magnaeducation.id.

Selengkapnya
Perbedaan TOEFL dan ILETS

Apa sih Perbedaan TOEFL dan IELTS? Inilah Penjelasannya

Dalam mendaftar kuliah di luar negeri, biasanya kamu akan diujikan beberapa tes bahasa inggris. Tes tersebut biasanya berupa TOEFL (Test of English as Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System). Dengan tes tersebut, universitas akan tahu tingkat kemampuan bahasa inggris dalam segi listening, speaking, writing, dan reading. 

Meskipun terlihat sama, ternyata TOEFL dan IELTS memiliki beberapa aspek perbedaan, lo. Mungkin, kamu tidak menyadari ketika belum menghadapi kedua tes ini. Maka dari itu, berikut perbedaan tes TOEFL dan IELTS yang wajib kamu tahu!

Perbedaan TOEFL dan IELTS

Banyak yang beranggapan bahwa tes bahasa Inggris itu sama saja. Termasuk tes TOEFL dan IELTS. Padahal keduanya jelas berbeda. Lalu, seperti apa saja perbedaan tes TOEFL dan IELTS?

1. Syarat Masuk Universitas di Luar Negeri

Diketahui, ada beberapa universitas yang hanya memberlakukan TOEFL sebagai persyaratan penerimaan mahasiswa mereka. Di sisi lain, ada universitas yang hanya memberlakukan IELTS sebagai persyaratan penerimaan mahasiswa mereka. 

Kamu juga bisa melihat persyaratan masuk kuliah di luar negeri yang memberlakukan kedua tes tersebut. Bagaimanapun, kamu perlu mengecek terkait persyaratan TOEFL dan IELTS dalam universitas yang kamu tuju. 

2. Lembaga Penyelenggara Tes

Perbedaan yang bisa dilihat dari tes IELTS dan TOEFL terletak pada lembaga penyelenggaranya. Diketahui, IELTS merupakan ujian berbahasa inggris yang disediakan bersama Universitas Cambridge, British Council dan IDP Education Australia.

Sementara itu, TOEFL merupakan tes kemampuan bahasa inggris dengan accent american yang diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service). Hal ini bisa berbeda karena TOEFL dan IELTS memiliki sejarah yang berbeda pula. 

3. Tipe Tes

Mungkin, kamu sudah mengetahui beberapa tipe tes pada TOEFL dan IELTS. Dalam TOEFL, ada beberapa tipe tes, seperti TOEFL ITP dan TOEFL iBT. TOEFL ITP (Institutional Testing Program) biasanya diselenggarakan di benua Asia sehingga skor bersifat regional atau institusi tertentu.

Sedangkan, TOEFL iBT (Internet Based Test) merupakan tes berbasis internet di komputer yang jawabannya langsung dikirim ke ETS. Dalam IELTS, kamu akan dihadapkan dua tipe tes, yakni akademik dan pelatihan umum. 

Tentunya, tipe tes tersebut disesuaikan dengan kepentingan peserta ujian, yakni mendaftar kuliah di luar negeri atau mendapat pekerjaan di luar negeri. 

4. Perbedaan Biaya Tes

Diketahui, TOEFL di Indonesia memiliki biaya dimulai dari Rp500 ribu hingga Rp3,3 juta rupiah. Hal ini tergantung dengan jenis tes TOEFL yang kamu pilih dan tempat tesnya. Sedangkan, IELTS dalam tipe akademik berkisar Rp3 jutaan.

5. Mekanisme Pelaksanaan Tes

Diketahui, tes IELTS akan menilai setiap bagiannya dengan skor 0-9. Hal ini untuk direratakan sebagai skor akhir dengan skala 0-9. Tes IELTS berlangsung sekitar 2 jam 45 menit. Sementara itu, tes TOEFL, nilai maksimal sekitar 500, bahkan 600 (khusus TOEFL ITP). 

Untuk TOEFL iBT, skor maksimum sekitar 120. Durasi ujian pada TOEFL berlangsung hampir 4 jam. Tentunya hal ini lebih lama daripada IELTS. 

6. Penggunaan Aksen

Dalam TOEFL, aksen atau kosakata yang biasa digunakan berupa american english. Untuk IELTS, penggunaan bahasa dalam tesnya berupa British English. Meskipun bermuara sama, ada beberapa perbedaan yang menonjol terkait ejaan, idiom, atau logat. 

7. Kemampuan yang Diuji

Kamu perlu mengetahui bahwa TOEFL memiliki pilihan ganda. Sedangkan, tes IELTS harus jawaban peserta ditulis tangan. 

Lalu, dalam segi komponen tes, TOEFL menguji pesertanya terkait listening, structure and written expression, reading comprehension, dan tes of written english. Semantara, IELTS menguji pesertanya untuk writing, listening, reading, dan speaking. 

8. Mekanisme dalam Komponen Tesnya

Sebenarnya dalam setiap komponen tes TOEFL dan IELTS, terdapat perbedaan yang menonjol. Contohnya, dalam tes speaking pada TOEFL, kamu hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan melalui headset. Jawaban tersebut akan direkam dan diperiksa oleh 6 orang panitia ujian. 

Sementara itu, IELTS pada speaking-nya, kamu harus bertatapan dengan penguji dan berbicara soal topik yang ditentukan. Untuk durasinya, IELTS speaking sekitar 11-14 menit. Lalu, untuk TOEFL speaking, berkisar selama 20 menit. 

Selain itu, dalam writing section, tes TOEFL menyuruh pesertanya untuk menulis esai sekitar 150-225 kata dari teks bacaan dan cuplikan audio. Lalu, esai kedua, kamu akan diminta untuk menuliskan pendapat terkait sebuah topik itu.

Sedangkan, pada tes IELTS, kamu akan disuruh untuk menjelaskan beberapa informasi melalui bagan. Esai pertama dalam IELTS ditulis dengan jumlah sekitar 150 kata. Untuk esai keduanya, peserta diminta untuk menulis esai dengan jumlah sekitar 250 kata dalam bentuk argumen.

9. Indikator Penilaian

Diketahui, dalam TOEFL kamu akan dinilai secara keseluruhan, terkait kosakata, gaya penulisan, dan tata bahasa. Dalam IELTS, kamu akan dinilai berdasarkan logika, kohesi, tata bahasa, dan kelancaran kamu dalam mengerjakan soal.

Dalam hal ini, TOEFL lebih berfokus pada tata bahasa agar mencapai nilai yang tinggi. Sementara IELTS, kamu perlu fokus terhadap ekspresi gagasan atau argumen yang lebih kuat. 

Itulah beberapa informasi seputar perbedaan TOEFL dan IELTS. Sebenarnya tidak ada yang sulit dalam mengerjakan kedua tes ini, apabila kita belajar bersungguh-sungguh. Jadi, kamu harus mempersiapkannya dengan matang, ya. 

Jika kamu butuh konsultasi untuk persiapan bahasa inggris, maka hubungi admin www.magnaeducation.id, yuk!

Selengkapnya