Program Kerja Di Jerman

3 Program Kerja Di Jerman Cocok untuk Anda

Siapa sih yang ingin punya pengalaman kerja di luar negeri? Bekerja di luar negeri jadi idaman banyak orang, baik yang baru lulus kuliah maupun pekerja kantoran. Selain gajinya yang tinggi, bekerja di luar negeri juga memberikan banyak pengalaman. Namun, untuk bekerja di luar negeri seperti Jerman, dibutuhkan tingkat keterampilan yang tinggi. Nah, berikut ini 3 program kerja di Jerman yang bisa Anda coba. Semuanya free lho.

Aupair 

Program kerja pertama yang bisa Anda coba adalah aupair Jerman. Aupair merupakan program magang selama satu tahun dan terbuka untuk generasi muda di seluruh dunia. Program ini bisa jadi pintu gerbang buat Anda biar bisa kerja gratis di Jerman.  Selain itu, aupair bisa jadi pondasi yang tepat kalau Anda ingin mengambil program Ausbildung.

Dalam program ini Anda akan membantu keluarga di Jerman untuk mengasuh anak, mengajak bermain, mengantar ke sekolah, dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan anak-anak. Selama mengikuti program aupair, biaya hidup Anda ditanggung sepenuhnya oleh keluarga Jerman, mulai dari makan, minum, air, listrik, transportasi, hingga tempat tinggal.

Tak hanya itu, Anda juga akan mendapatkan uang saku yang jumlahnya tergantung kesepakatan awal. Kisaran uang saku yang diterima antara 200 Euro hingga 350 Euro. Lumayan lah ya untuk memenuhi kebutuhan selama tinggal di Jerman.

Ausbildung

Program kerja di Jerman yang selanjutnya adalah ausbildung. Berbeda dari aupair, program ausbildung adalah magang sambil sekolah yang memakan waktu 3 tahun lamanya. Selama mengikuti program ini, 70% digunakan untuk praktek dan 30% adalah pelatihan secara teori di sekolah. Di akhir masa kuliah, akan ada ujian negara untuk mendapatkan sertifikasi sesuai bidang yang Anda ambil. 

Meskipun basic-nya kuliah sambil kerja, tapi Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Yang ada, Anda justru mendapatkan gaji selama mengikuti program ini. Gaji yang diperoleh pun lebih besar dari aupair, lho. Program ini bisa diikuti oleh lulusan SMA, SMK, maupun Sarjana.

FSJ dan BFD

Terakhir, ada program Freiwilliges Soziales Jahr (FSJ) dan Bundesfreiwilligendienst (BFD). FSJ maupun BFD sebenarnya sama saja. Anda akan menjadi volunteer selama beberapa bulan di Jerman, terutama di sektor sosial. Program kerja ini ditujukan untuk generasi muda di seluruh dunia, lho.

Perbedaan antara FSJ dan BFD hanya terletak pada usianya saja. Usia minimal untuk mengikuti program FS adalah 16 tahun dan maksimal 26 tahun. Sementara untuk usia 27 tahun ke atas bisa mengikuti BFD. Selama mengikuti program kerja ini, Anda bisa mendapatkan gaji sebesar 700-800 Euro per bulannya.

Kira-kira, program kerja di Jerman mana nih yang ingin Anda coba?

Selengkapnya
BFD Jerman

4 Benefit Mengikuti Program BFD Jerman

Buat Anda yang punya jiwa sosial tinggi dan ingin menambah pengalaman, tak ada salahnya ikut program BFD Jerman. Melalui program ini, Anda akan menjadi volunteer di sektor sosial selama beberapa bulan di Jerman. 

Namun, program yang satu ini berbeda dari ausbildung, ya. Kalau program ausbildung adalah magang, maka BFD hanya sebatas menjadi volunteer saja. Usia minimal untuk mengikuti program ini adalah 27 tahun sampai dengan 45 tahun.

Benefit Mengikuti Program BFD di Jerman

Peserta Bundesfreiwilligendienst (BFD) akan terlibat dalam kegiatan sosial seperti di panti jompo, rumah sakit, hingga di fasilitas untuk difabel. Menariknya, Anda bisa mengikuti lokakarya yang mendukung pengembangan kepribadian jika bergabung dengan program ini. Tak hanya itu, ada sejumlah benefit yang akan Anda peroleh. Apa saja kira-kira? Yuk, simak ulasannya!

1. Menambah Pengalaman

Benefit yang pertama tentu saja adalah menambah pengalaman. Dengan mengikuti program BFD, Anda akan bertemu dengan orang-orang baru yang punya latar belakang berbeda. Anda dapat belajar banyak hal dan saling mengenal satu sama lain saat menjalankan program sebagai volunteer. Tak sebatas menambah pengalaman, lewat program ini Anda juga bisa memperluas relasi dan wawasan.

2. Mendapatkan Gaji atau Uang Saku

Meskipun statusnya adalah menjadi volunteer, tapi Anda tetap akan mendapatkan uang saku selama mengikuti BFD Jerman. Gaji yang diperoleh setiap bulannya berkisar antara 700 Euro hingga 800 Euro. Menariknya, gaji yang Anda terima sudah dilengkapi dengan akomodasi, makan, dan penggantian biaya perjalanan.

Meski begitu, jumlah uang saku yang diberikan berbeda-beda antar institusi. Selain itu, besaran gaji yang diterima juga tergantung tempat penugasan. Jika tidak ada makan dan akomodasi yang ditawarkan selama mengikuti program ini, biasanya akan diganti dalam bentuk uang. Lalu, bagaimana dengan jam kerjanya? Jam kerja selama menjadi volunteer ditentukan oleh tempat penugasan. 

3. Mendapatkan Pelatihan atau Lokakarya Selama Mengikuti BFD

Benefit yang ketiga adalah mendapatkan pelatihan atau lokakarya. Berdasarkan UU BFD, volunteer memperoleh supervisi pendidikan yang diberikan oleh lembaga pendukung. Selain dukungan individu, lokakarya mencakup pengantar, lokakarya tengah semester, dan lokakarya terakhir yang masing-masing memakan waktu sekitar lima hari.

Untuk program BFD selama 12 bulan, lokakarya harus mencakup minimal 25 hari. Keikutsertaan dalam lokakarya yang diadakan ini bersifat wajib dan akan dianggap sebagai jam kerja.

4. Memperoleh Asuransi Sosial

Volunteer yang mengikuti BFD secara otomatis akan memperoleh asuransi perawatan jangka panjang dan asuransi kesehatan. Biaya asuransi sosial sepenuhnya ditanggung oleh institusi penunjang atau tempat penugasan.

Nah, itulah benefit yang akan Anda peroleh saat mengikuti program BFD Jerman. Bagi yang tertarik, Anda bisa mendaftarkan diri melalui konsultan di Indonesia. Pihak konsultan inilah yang akan mengurus keperluan dalam mengikuti program BFD.

Selengkapnya
Biaya Program Ausbildung

Pengertian, Syarat, Dan Biaya Program Ausbildung Penting Diketahui

Kuliah dan bekerja di luar negeri jadi impian banyak orang. Namun, untuk bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri, tentunya butuh biaya yang tidak sedikit. Nah, buat Anda yang ingin kuliah sambil kerja di Jerman, program Ausbildung bisa jadi pilihan yang pas. Memangnya apa saja yang ditawarkan dan berapa biaya program ausbildung? Simak penjabaran lengkapnya, yuk!

Pengertian Ausbildung

Buat sebagian orang, program ausbildung terdengar asing di telinga. Program ini sebenarnya sudah lama dibuka oleh pemerintah Jerman bagi siapa pun yang ingin kuliah dan bekerja di negara tersebut. Program ausbildung punya sistem yang hampir mirip dengan Strata 1 Duales Studium di Jerman. Singkatnya, Anda akan kuliah sambil bekerja selama kurang lebih 3 tahun.

Selama menempuh program ausbildung, Anda akan belajar teori di Berufschule atau sekolah kejuruan sebanyak 2 hari dan bekerja selama 3 hari. Sebagian perusahaan juga menerapkan sistem blok, dimana 1 bulan sekolah dan 1 bulan kerja praktek. 

Pada tahun ke-3 ausbildung, Anda akan menjalani ujian negara untuk mendapatkan sertifikasi profesi sebelum bekerja full di Jerman. Bahkan, tidak ada batasan waktu kerja, yang artinya Anda bisa bekerja di Jerman hingga masa pensiun. Selain itu, Anda akan diperlakukan selayaknya warga lokal di Jerman. Menariknya lagi, setelah mendapatkan sertifikasi, Anda bisa bekerja di negara manapun yang berada di benua Eropa karena keahlianmu telah diakui. 

Dengan semua benefit yang didapat, enggak mengherankan banyak milenial yang tertarik mengikuti program ini. Apalagi, biaya program ausbildung selama di Jerman tidak dipungut biaya.

Persyaratan Mengikuti Program Ausbildung 

Untuk mengikuti program Ausbildung, Anda harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah Jerman. Syaratnya pun enggak main-main, karena Anda harus memiliki kemampuan dasar bahasa Jerman. Berikut ini beberapa persyaratan untuk mengikuti program ausbildung.

  • Skill bahasa Jerman, minimal level B1.
  • Pendidikan minimal SMA sederajat. 
  • Peserta program berada dalam usia produktif, yakni usia 18 tahun sampai dengan 35 tahun.
  • Mampu secara keuangan karena biaya dari awal proses hingga keberangkatan ditanggung sendiri oleh peserta ausbildung.

Besaran Biaya Program Ausbildung

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kalau program ausbildung selama di Jerman tidak membutuhkan biaya. Anda justru akan mendapatkan gaji setiap bulannya.

Namun, selama tahap awal mulai dari kursus bahasa Jerman, pengurusan dokumen, hingga keberangkatan ke Jerman, biayanya ditanggung sendiri oleh peserta ausbildung dan tidak menggunakan sistem potong gaji. 

Setidaknya, Anda harus menyiapkan dana minimal Rp 30 juta. Biaya ini sudah mencakup kursus bahasa Jerman, ujian sertifikasi Goethe Institut Level B1, hingga pengurusan visa.

Itu dia penjelasan, syarat, dan biaya program ausbildung, Tertarik untuk bergabung dengan programnya?

Selengkapnya